CINTA DAN BENCI YANG KURASA

CINTA DAN BENCI YANG KURASA
is this true?


__ADS_3

Akmal khan, nama itu tidak asing bagiku, dia adalah rekan kerja Zian dalam kepolisian, aku ingat Zian pernah menyebut namanya dan memuji-muji dia, dia memiliki prestasi dan reputasi yang baik di kepolisian.


Aku mempersilahkan Akmal untuk duduk, namun aku keluar dari ruanganku, aku menghampiri frida dan bertanya


“Frida kapan pegawai baru itu akan menemuiku?”


“ Syukurlah nona tidak berpikir pria itu adalah pegawai baru, ternyata aku cemas tanpa alasan, nona pegawai baru itu akan datang setelah menyelesaikan formalitas di bagian HRD” Ucapnya


“ Bawa dia menemui pak Ritwan, aku akan mengirim pesan pada pak Ritwan, pergilah...” ucapku dengan tegas


Aku kembali keruanganku dan duduk bersama Akmal


“Maaf membuatmu menunggu, kau adalah seorang inspektur jendral polisi, yang aku katakan benar bukan! Urusan apa yang membuatmu samapai kemari?”


“ bisakah kau membantuku nona”


“ bantuan apa yang kau inginkan dariku?”


“aku ingin kau jadi kekasihku”


“Kenapa?”


“karna kau membuatku tidak bisa tidur nyenyak dan makan dengan tenang”


“aku memang tau siapa dirimu, dan kau pun mungkin begitu, tapi bukankah kita baru bertemu dan berbincang hari ini”


“ aku harus bilang apa, nona begitu cantik hingga pria manapun yang melihat bisa jatuh cinta padamu”


Dia mengatakan itu denangan nada tidak senang, aku merasa perkataan dan sikapnya berlawanan, dia sedang memujiku tapi caranya seperti sedang menghinaku.


Aku mendengar suara ribut-ribut di luar, Zian menerobos masuk dan diikuti oleh Frida


“Maaf nona aku sudah berusaha mencegahnya masuk”


“Tidak apa Frida, pergi dan ambilkan tiga cangkir teh”


Frida pergi untuk mengambilkan minum untuk kami, aku memberi isyarat kepada Zian seolah aku berkata “ duduklah di sini denganku” Zian mengerti isyaratku dan duduk di sampingku

__ADS_1


“Aku tidak tau apa yang telah pak Akmal katakan, tapi apapun itu kau tidak boleh menyetujuinya” ucap Zian sambil duduk di sampingku


“aku sudah menduganya, kau sudah tau semuanya sejak lama Zian, tapi aku tidak mengerti kenapa saat ada jalan yang mudah kau memilih jalan yang sulit” ucap Akmal


“Cukup, katakan padaku apa yang terjadi sebenarnya? Jika tidak pergi dari sini” ucapku


“Zian ceritakan padanya” Ucap Akmal


Zian hanya diam dan menggelengkan kepala, Akmal mematap Zian seolah memaksanya untuk bercerita namun Zian tidak bergeming sedikitpun


“ baiklah, dengarkan aku Mahirah, ada seorang pencuri yang mengagumimu, aku ingin kau publikasikan hubungan kita agar pencuri itu datang padaku” ucap Akmal dengan percaya diri


“ Hahahahaa... Apa kau bercanda inspektur, jika menangkap penjahat semudah itu tidak ada gunanya memiliki banyak anggota polisi”


“kau benar Mahirah, aku sangat setuju denganmu” ucap Zian sambil tersenyum meledek


“tentu saja tidak akan mudah tapi kau tidak punya pilihan lain, jika kau tidak setuju denganku aku akan memasukanmu kepenjara, kau tau nona muda membeli obat pembeku darah otak sama dengan membeli barang haram” ucap Akmal


“ Hah...( menghela nafas) apa kau tidak tau siapa yang sedang kau ancam?” ucapku


“aku tau, sangat tau nona Mahirah Yaqzanah windarwan, aku tau dengan pasti sedikit bantuan darimu akan bisa membuatku menangkap seorang penjahat kelas kakap sepertinya” ucap Akmal


Akmal hanya tersenyum dan tidak mengatakan apapun, begitupun dengan Zian, aku berpikir jika aku membantu inspektur Akmal ada kemungkinan wajahku akan terekspos media dan aku tidak mau itu terjadi, tapi jika aku tidak membantunya ayah mungkin akan tau perbuatanku pada Adriana, aku tidak tau apa yang harus ku lakukan, apa tidak ada jalan lain?


Frida masuk keruanganku dengan tiga cangkir teh


“ Astaga dunia ini sangat aneh, seorang aktris kembali ke tanah air saja menjadi hot news, ahh,, tidak tau apa orang yang memakai masker itu benar-benar aktris atau asistennya, ckckck...” ucap Frida sambil meletakan teh


“ Kau bilang apa frida”


“ Nona, aktris bernama Aditya kembali ke negara F tadi pagi, beritanya tersebar hingga menjadi hot news”


“ Aku tidak harus menjadi kekasihmu, aku rasa aku bisa meniru gaya Aditya”


“ Aku tidak setuju, apapun rencananya jangan pernah muncul dihadapan pria itu Mahirah” ucap Zian


“ Tapi kenapa Zian” ucapku

__ADS_1


Zian tidak mengatakan alasannya, aku sampai mendesaknya tapi dia tidak juga mengatakan alasannya inspektur Akmal hanya tersenyum melihat kami berdebat, frida juga hanya diam


“ cukup, hentikan sampai di sini. Mahirah aku setuju dengan rencanamu, aku akan lakukan persiapannya sekarang juga, besok pagi akan ada berita kembalinya Mahirah Yaqzanah Windarwan ke tanah air, aku yakin berita ini akan menjadi hot news juga, dan kita akan menangkap penjahat itu di bandara” ucap Akmal


kemudian iya pergi, Zian juga pergi mengejar inspektur Akmal dia mengatakan kalau dia tidak setuju dan berusaha meyakinkan Akmal untuk membatalkan rencananya, aku meminta Frida untuk kembali bekerja, dan aku melanjutkan pekerjaanku, selang beberapa waktu Zian kembali ke ruanganku, ia terlihat marah dan cemas


“ Mahirah apa kau sudah kehilangan akal, aku sudah katakan dia hanya memberikan ancaman kosong, kenapa kau malah mau membantunya” ucapnya dengan nada tinggi


“tenanglah Zian, kecilkan nada suaramu ini kantor bukan hutan, lagipula dia hanya seorang pencuri”


“ Apa kau sungguh-sungguh berpikir dia hanya seorang pencuri, dia itu bukan pencuri biasa Mahirah, dia adalah seorang psikopat, apa kau tau dia menghabisi 20 penjaga hanya untuk mencuri perhiasan kuno” ucapnya


“Benarkah, tenang saja dia tidak akan melenyapkanku, lagipula dia itu penggemarku kan!” ucapku dengan santai


“ Astaga wanita ini benar-benar... (mengepal kedua tangannya di depan wajahku karna gemas) Mahirah... dia bukan hanya mengagumimu, tapi dia benar-benar tergila-gila padamu, dia bahkan mendatangi semua tempat yang kau posting di akun sosial mediamu”


Setelah mendengar perkataan Zian aku ketakutan, tapi aku tidak bisa mundur setelah maju, Zian pun terpaksa mendukungku, aku tidak menyangka sikap baikku tanpa sadar membuatku berada dalam bahaya, karna sudah terlanjur ku serahkan semua pada taktir, walau ketakutan aku harus menghadapinya.


Sore harinya saat aku pulang dari kantor aku mampir ke lestoran ibu, aku memeluk ibuku dengan erat ibu bertanya kenapa tapi aku hanya bilang aku merindukannya, aku tidak berani mengatakan pada ibu bahwa aku membuat diriku dalam bahaya hanya untuk membantu inspektur Akmal menangkap penjahat kelas kakap, aku pulang kerumah bersama ibu, aku masuk ke kamarku, aku duduk di samping jendela, menyaksikan cahaya yang perlahan menghilang, hari yang mulai gelap, aku merenungkan keputusanku, terbesit tanya dalam hati, apakah aku melakukan semua ini karna ingin membantu inspektur itu, ataukah aku hanya memikirkan diriku sendiri seperti biasanya, apa aku membahayakan diriku sendiri karna aku takut ayah mengetahui perbuatanku pada Adriana,


Rembulan terlihat terang, aku membaringkan tubuhku diatas tempat tidur, aku memejamkan mataku


Aku terbangun di padang bunga, aku berjalan menuju jalan besar, matahari yang begitu terik sinarnya berubah menjadi hitam pekat, semuanya menjadi gelap hingga aku tidak bisa melihat apapun, aku mulai merasa ketakutan, aku berteriak tapi suaraku tiba-tiba menghilang “seseorang tolong aku, aku tak mau sendirian” suara jerit hati yang ketakutan, aku mendengar suara mobil dari belakangku, aku merunduk dan menutup mata karna takut tertabrak, namun aku mendengar suara mobil berhenti, perlahan aku membuka mataku, cahaya dari lampu mobil itu menyilaukan mataku, aku menutup mataku dengan tanganku, aku melihat dari sela-sela jariku seorang pria turun dari mobil, dia mengulurkan tangannya dan aku meraihnya dengan perasaan bahagia, aku tidak bisa melihat wajahnya namun aku bisa melihat sinar matanya yang begitu hangat dan tak asing....


“ Mahirah...Mahirah....Mahirah.... Sayang ayo cepat bangun, matahari sudah terbit, jangan hanya karna ini hari sabtu kau bisa bermalas-malasan” terdengar suara ibu


Aku membuka mataku, menghela nafas panjang dan tersenyum melihat ibu ada di hadapanku, “ternyata aku hanya bermimpi” Ucapku dalam hati,


Aku membasuh wajahku dan pergi berolah raga, cuaca hari ini begitu cerah,


🎶 do you ever feel like a misfit


Everithing inside you is dark and twisted


Oh but it’s okay to be different


Cause baby so am I🎶 terdengar suara ponselku yang berdering, pikirku siapa yang menghubungiku pagi-pagi dan itupun di akhir pekan ternyata itu dari ibu,

__ADS_1


Aku mengangkat telpon dari ibu, ibu memintaku untuk segera pulang tapi kenapa suara ibu terdengar panik? Apa terjadi sesuatu?


__ADS_2