
Lusiana menjabat tangan Malik dan malik mencium tangannya, dari situ aku tau kalau Malik mengidolakan Lusiana, dia terlihat seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru. Mereka mengabaikanku bicara seperti kawan lama yang baru bertemu, ini sangat menyebalkan, apa yang dikatakan Lusiana
“Malik kau itu buaya darat... Aku mau kau mengejarku, dan meninggalkan istrimu” Apa dia sadar dengan apa yang ia katakan, aku tau dia suka bercanda, tapi dia mengatakan itu, aku yakin ada rencana dibalik kedatangannya, apapun itu pasti masalahnya akan sampai padaku juga, tapi ada apa dengan Arnaf aku merasa dia sangat berbeda setelah kembali dari negara F, dia menjadi sedikit pendiam, dia juga tidak mengajaku bertengkar.
Arnaf pergi meninggalkan ruanganku, aku pergi mengikutinya
“Arnaf, kau baik-baik saja” ucapku
“aku baik-baik saja, aku hanya lelah” ucapnya
Aku membiarkan dia pergi dan kembali keruanganku, Malik dan Lusiana ternyata sudah pergi, aku mencoba menghubungi Lusiana tapi ponselnya tertinggal di ruanganku, aku membiarkan mereka dan melanjutkan pekerjaanku yang menumpuk.
Perlahan pekerjaanku selesai, waktu juga semakin senja, aku hendak pulang tapi aku ingat besok aku harus ke kampus siang hari aku mungkin tidak akan bisa datang ke hotel, jika pekerjaanku hari ini tidak selesai maka besok akan menumpuk lagi, aku berpikir untuk menyelasaikannya dulu sebelum pulang, satu persatu berkas selesai ku kerjakan, tinggal satu berkas lagi, ini berkas proyek baru, laporan mengenai renovasi gedung seni, saat pergi ke lokasi aku belum melihat gedung seni, aku melupakan hal itu karna sikap Malik yang aneh, aku harus bagaimana?, aku berpikir untuk meminta Arnaf mengantarku ke lokasi sebentar tapi saat aku ke ruangannya Arnaf sudah pergi, mungkin dia sudah pulang, Malik? Dia juga tidak ada di ruangannya, aku hendak menelpon Lusiana tapi aku ingat ponselnya ada padaku, dia tidak menemuiku lagi mungkin dia sedang sibuk bekerja, aku menelpon Zian tapi dia bilang dia sedang di luar untuk melakukan pekerjaannya, aku ingat Zian pernah bilang jika aku butuh mobil aku bisa memakai mobilnya, aku masuk kamar Zian dan mengambil kunci mobilnya, ini sudah malam tapi aku tetap pergi, aku pikir mungkin akan menyenangkan, lagipula aku sudah lama tidak berkendara jauh sendiri, aku punya 2 pengawal yang selalu mengikutiku, aku tidak punya alasan untuk merasa khawatir ataupun merasa takut.
Aku berkendara dengan mobil sport, malam ini rembulan bersinar terang, bintang-bintang bertaburan seakan menerangi jalanan, aku membuka atap mobilku, aku berkendara sangat cepat, hingga selendang yang ku gunakan untuk mengikat rambutku terbang ke udara, sinar rembulan seolah memerobos rambutku yang terurai, biarkan saja selendangku hilang, aku masih punya yang lain, pikirku
Setibanya di gedung seni, aku pikir aku akan sendiri tapi ternyata para pekerja ada di sana, aku bertanya apa mereka bekerja selama 24jam penuh, mereka bilang pekerjaan dilakukan 24jam penuh tapi pekerja di bagi menjadi 3 shift.
Aku menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat, saat perjalanan pulang aku melihat hutan di balik tebing tempat Arnaf mendorongku, aku menghentikan mobilku, masuk ke dalam hutan, berdiri di tepi tebing, pemandangan langit sangat indah, saat aku melihat ke bawah aku melihat Arnaf di tepi pantai, berbaring di atas mobilnya, entah apa yang sedang ia lakukan di sana, aku memutuskan untuk membiarkannya dan kembali.
__ADS_1
Keesokan harinya
Aku pergi ke hotel untuk mengantar berkas yang ku bawa semalam, aku melihat keruangan Arnaf tapi dia tidak ada aku bertanya pada Ezzah tapi dia juga tidak tau, aku melihat keruangan Malik tapi dia juga belum datang, entah apalagi yang terjadi sekarang, kedua kakak beradik itu sama-sama tidak ada di ruangannya, tapi kenapa aku harus peduli, aku harus buru-buru ke kampus, jika aku terlambat dosen akan mengeluarkanku dari kelas.
Aku tiba di kelas tepat waktu, dosen mengadakan kuis dadakan, aku belum ada persiapan untuk kuis ini, tapi untunglah semua pertanyaan bisa ku jawab dengan benar, kelas pun berakhir, aku pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku-buku yang ku pinjam,
“MY” Ucap seseorang...
“oh maya” ucapku
“kau menggunakan namaku untuk hidup damai, aku ingin tau bagaimana kabarmu” ucapnya sambil tersenyum
“Aku baik-baik saja, terimakasih untuk yang waktu itu” ucapku
“Aku akan berhenti kuliah dan dikirim ke negara lain, aku berhutang budi padamu, apa yang harus ku lakukan untuk membalas kebaikanmu maya” ucapku
“mmm... Bantu aku untuk mengurus orientasi siswa, apa kau bisa?” ucapnya
“ bagus sekali maya, saat hidupmu hancur kau berusaha membangun kembali dengan hal baru, aku tidak punya masalah denganmu MY, tapi aku sarankan kau jangan berteman dengan orang picik sepertinya” ucap Shanti sambil melewati kami
__ADS_1
“ bukankah dia Shanti, sahabatmu, aku lihat kalian selalu bersama tapi sekarang” ucapku
“ seorang sahabat tidak akan berkhianat MY, itu tidak penting yang penting kau mau bantu aku atau tidak?” ucap maya
“dengan 3 syarat, pertama temani aku makan, aku sangat lapar, apa kau mau?”
Maya setuju untuk menemaniku makan, kami ke kantin dan memesan makanan, dan makan bersama, dia membayar makananku juga, sepertinya dia orang baik, setelah selesai makan ia bertanya apa syarat ke 2 dan ke 3 dariku
“ Yang ke 2 kau harus ceritakan masalahmu padaku?”
“baiklah, sebenarnya aku dan Shanti sudah berteman sejak masa orientasi, kami menjadi sahabat sejak itu, selain mendapat sahabat aku juga mendapatkan seorang kekasih namanya Davit, kau tidak akan mengenalnya, karna dia masuk jurusan hukum, aku tau shanti dan Davit sering pergi bersama tapi baru-baru ini aku tau kalau Shanti dan Davit menjalin hubungan di belakangku, aku memutuskan Davit karna dia tidak setia, aku juga tidak mau berteman lagi dengan Shanti karna dia merebut kekasihku, aku tidak bisa bekerja sama lagi dengan Shanti aku ingin memecatnya dari organisasi tapi meski aku adalah ketua aku tidak bisa melakukannya, dia tidak melakukan kesalahan sebagai anggota, sejujurnya aku mendekatimu karna teman-teman lain menjauhhi ku mereka berpikir aku orang yang picik karna mencoba memecat Shanti karna dia berpacaran dengan Davit, aku merasa kesepian tanpa teman, aku pikir aku merasakan apa yang kau rasakan jadi kita bisa berteman”
“bukan hanya Kau yang merasakan apa yang aku rasakan, aku juga merasakan apa yang kau rasakan, bukan hanya jadi teman aku juga akan membantumu, dan syarat yang ke 3 kau harus menuruti semua perintahku, masa orientasi berlangsung 1 minggu bukan?
Kau harus menuruti perintahku selama masa itu, bagaimana? Kau setuju! Atau...”
“aku setuju” ucap maya
Aku berterimakasih padanya atas telaktirannya dan berpamitan, aku memintanya datang ke rumahku besok, aku setuju untuk membatu Maya bukan karna merasa iba denan apa yang terjadi padanya, tapi karna ucapan Shanti “saat kehidupanmu hancur kau berusaha membangun kembali dengan hal baru” kata-kata ini memberiku semangat berbeda, mendengar kata-kata itu aku merasa menemukan diriku yang dulu hilang, diriku yang telah dihancurkan penghianatan.
__ADS_1
Aku menelpon paman Rai untuk meminta izinnya, karna aku ingin melalukan hal baru yang belum pernah ku lakukan, mengurus masa orientasi apa itu akan menyenangkan atau melelahkan, atau merepotkan atau mungkin ketiganya!.
“apa yang terjadi, apa aku jatuh cinta lagi... Jantungku berdebar sangat kencang, duniaku seakan berhenti saat menatap matanya, semuanya menjadi sunyi,,,,