CINTA DAN BENCI YANG KURASA

CINTA DAN BENCI YANG KURASA
What's wrong with Malik?


__ADS_3

Hari terus berganti, Aku melihat baik Arnaf maupun Malik tidak lagi yang terdengar membahas Mahirah, keduanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing, hatiku merasa lega tapi juga merasa takut seakan ada hal yang buruk akan terjadi, aku berharap ini bukan masa tenang sebelum badai.


“ Maya apa yang kau lihat?, apa kau sedang memperhatikan tuan Arnaf, dia memang tampan tapi akan sulit untuk mendapatkannya, dia sudah punya kekasih dan dia pria setia” Ucap Ezzah


“Aku tidak memperhatikan siapapun, oh ya apa tuan Arnaf ada waktu kosong?” Tanyaku


“ Apa kau akan mengajak tuan muda kencan?”


“ haha.. apa kau sungguh berpikir seperti itu? Iya aku mau mengajaknya kencan di lokasi proyek, tuan Rai memintaku untuk melihat sudah sejauh mana perencanaan kita berjalan di lapangan, tapi dia bilang aku harus mengajak Tuan muda yang tampan itu” ucapku sambil menunjuk ke ruangan Arnaf


“Pria tampan ini tidak punya waktu nona” saut Arnaf


Aku terkejut mendengar suaranya, entah sejak kapan iya berdiri di pintu, entah berapa banyak yang sudah dia dengar, tanganku yang menunjuk padanya masih tidak ku turunkan, Arnaf menurunkannya dan berkata,


“ Kau bisa minta Malik untuk mengantarmu, aku sedang tidak bisa” ucap Arnaf


tiba-tiba Malik datang dan menarik Arnaf keruangannya, mereka bicara sambil sesekali melirik kearahku, aku tau dengan pasti, meski tidak bisa mendengar pembicaraan itu tapi aku yakin mereka sedang membicarakan aku, setelah selesai bicara mereka menghampiriku, menatapku dengan aneh, malik tiba-tiba saja berkata


“Arnaf sedang sibuk, aku yang akan menggantikannya untuk pergi bersamamu, kita akan pergi sore ini, sekarang kau pulang dan siapkan barang-barang yang akan kau bawa,kita akan menginap 2 malam, jika ayah bertanya katakan saja kau pergi dengan Arnaf”


Apa yang mereka bicarakan dan apa yang terjadi sebenarnya aku tidak mengerti, aku ingin menelpon Ali untuk menceritakan segalanya, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, jika di pikir-pikir aku sudah 5thn bergantung pada Ali dan Zian, aku terus saja merepotkan mereka, apa sebaiknya aku mulai berpikir sendiri, tapi aku tidak yakin karna pikiran ini terkadang menghianatiku, jika aku mengikuti kata hati mungkin aku akan terluka lagi,


hari terasa berjalan begitu cepat ketika aku banyak berpikir, aku pulang kerumah untuk menyiapkan pakaian yang harus ku bawa, ah iya alat rias ku, perlengkapan mandi, berkas-berkas yang harus ku bawa telah siap semua, aku menelpon Malik dia bilang akan menjemputku, entah mengapa hatiku terus merasa gelisah, tidak lama kemudian Malik datang menjemputku, kami berangkat menuju lokasi proyek, sepanjang perjalanan kami hanya diam, sesekali dia melirik ke arahku membuatku tidak merasa nyaman ‘jika dia ingin mengajakku bicara kenapa tida bicara saja’ gumamku. Perjalanan terasa sangat lama apa karna saat aku pergi dengan Arnaf aku tidak memperhatikan perjalanan.


Akhirnya kami sampai di sana, saat pertama masuk aku merasa berada di tempat yang berbeda, mungkin karna beberapa tempat sudah di renopasi, Malik memarkirkan mobilnya di depan rumah, karna hari sudah gelap kami memutuskan untuk beristirahat, aku masuk kamar, mandi dan bersiap untuk tidur, saat aku menarik selimutku


‘tok...tok...tok...’ suara pintu yang diketuk


Aku membuka pintu dan ternyata itu Malik


“ada apa Malik” Tanyaku.


Malik menerobos masuk kamar, melihat kesana kemari, memperhatikan setiap sudut kamar bahkan mengecek jendela, kemudian dia duduk di ranjang dan menghela nafas, aku mendekatinya dan duduk di sebelahnya


“Kau sedang apa tuan Malik? Apa yang kau cari? Tanyaku


“ aku hanya memastikan tempat ini bersih dan tidak ada serangga satupun yang akan mengganggu istirahatmu” ucapnya dengan nada tenang


“ apa ruangannya bersih? Apa ada serangga? Jika tidak ada hal lain silahkan pergi, aku mau istirahat” ucapku dengan lembut


Malik pergi dari kamarku.


Keesokan harinya.


Malik mengajaku berkeliling, enah kenapa Malik terus saja memperhatikan aku atau mungkin itu hanya perasaanku, aku mulai geram

__ADS_1


“Malik ada apa denganmu?” tanyaku dengan tegas


“ tidak ada apa-apa maya” jawabnya dengan santai


Setelah mengatakannya aku lebih yakin kalau semua hanya perasaanku saja, aku memisahkan diri dari Malik entah ia menyadarinya atau tidak, aku tidak peduli.


‘ 🎵do you ever feel like a misfit...


everithing inside you is dark and twisted...


oh but it's okay to be different...


cause baby so am I🎵' suara ponselku berbunyi


Oh ternyata dari Ali, aku bicara dengan Ali sambil mengecek dan menulis laporan hasil survei aku terkejut saat Ali memintaku berselingkuh dengan Malik, aku tidak tau apa yang ada di pikirannya itu, tapi aku tidak akan melakukan itu, aku juga mengatakannya dengan tegas pada Ali.


“Maya..Maya..Maya..”


aku mendengar suara teriakan memanggilku di tengah bisingnya suara kontruksi, aku melihat sekelilingku tapi aku tidak melihat siapapun kecuali para pekerja yang tengah sibuk dengan pekerjaan mereka, apa ini hanya perasaanku saja.


“Maya..Maya...Maya..”


“Tunggu dulu, jika aku mendengar suara itu lagi maka ini bukan perasaanku saja” gumamku


“Maya...Maya...Maya...May


“kau ke mana saya, apa kau tidak tau kalou aku hawatir, dengar maya apapun yang terjadi jangan hilang dari pandanganku” ucapnya dengan nada hawatir sambil memeluku


Aku merasa sangat marah, aku melepaskan diri dari pelukannya dan menamparnya.


“Apa kau sudah hilang akal Malik, siapa yang memberimu hak untuk memeluku, “ Ucapku dengan nada tinggi


Aku hendak pergi meninggalkan Malik namun Malik memegang tanganku,


“Maya, maafkan aku” ucapnya


“lepaskan aku Malik” ucapku


“kau mau ke mana?” tanyanya


“Aku mau kembali ke hotel” jawabku


"bagaimana dengan pekerjaan kita" ucap malik


"aku sudah selesai melihat, aku akan buat laporannya di hotel saja, jika kau masih ada pekerjaan silahkan saja, aku akan pulang sendiri" ucapku dengan nada marah

__ADS_1


“aku akan mengantarmu, aku yang membawamu dan aku yang akan mengantarmu,” ucapanya


“aku bisa pulang sendiri” ucapku


Entah apa yang dia pikirkan, dia terus saja mengikutiku, aku ke rumah untuk mengambil barang-barangku, aku keluar dengan kemarahan dan mengatakan akan pulang sendiri,aku sangat marah hingga enggan duduk di mobil bersamanya, tapi aku juga bingung bagaimana aku bisa pulang, sebenarnya apa yang terjadi dengan Malik, kenapa iya sangat aneh, tanpa bicara dia pergi, kemudian dia datang bersama mobilnya, tanpa bicara dia menarikku masuk kedalam mobil, dia memaksaku duduk di kursi belakang mobilnya


“Diam dan duduklah dengan tenang, kau kemari bersamaku aku tau kau masih marah tapi biarkan aku mengantarmu pulang juga” ucapnya dengan lembut


Aku duduk di mobil dengan wajah masam, dia menyetir tanpa bicara sepatah katapun, sesekali dia melihat ku dari kaca, sesekali dia melihat ke arah kaca sepion juga, aku penasaran apa yang ia lihat, aku melihat ke belakang hanya ada satu motor yang mengikuti kami, dan itu motor orang suruhan Ayah, apa Malik mengetahui orang itu mengikuti kita, dan apa yang di lakukannya, aku sudah memberitahu untuk tidak mengikutiku dari dekat dan membuat orang curiga, aku mengirim pesan kepada Ali, tapi ali bilang semuanya akan baik-baik saja.


Setibanya di hotel aku turun depan pintu hotel sementara Malik masih saja mengikutiku, saat sampai di resepsionis aku melihat adriana menangis, dia menatap ke arahku dan Malik, aku mengabaikannya dan hendak pergi karana aku tidak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga orang lain, tapi malik menghentikanku, dia memegang tanganku, aku melepaskan tangannya namun dia kembali memegang tanganku dan berkara


“ Aku sudah katakan padamu, jangan menghilang dari pandanganku” ucap malik dengan nada tinggi


Aku berusaha melepaskan tangannya namun iya menggenggam terlalu kuat, Adriana mendekat ke arah kami, iya juga mencoba melepaskan tangan Malik, namun ia juga gagal.


“Apa yang kau lakukan Malik, lepaskan tanganku” Ucapku dengan nada pelan dan marah


“Malik lepaskan tangannya, apa kau tidak merasa malu setelah selingkuh di belakangku, kau akan selingkuh di depanku juga” ucap Adriana dengan nada tinggi dan marah


“Selingkuh? Malik kau selingkuh di belakang Adriana? Dan apa maksudnya dengan selingkuh di depannya?” ucapku


“jangan pura-pura suci di depanku maya, kau sudah selingkuh dengan suamiku, dan sekarang kau pura-pura tidak tau apapun” ucap Adriana


“ apa yang kau katakan Adriana, aku selingkuh dengan suamimu? Itu tidak akan terjadi adriana” ucapku dengan nada tenang


Malik hanya diam saja dan itu membuatku lebih kesal


“ Malik lepaskan tanganku ku bilang,” ucapku dengan tegas


Malik melepaskan tangannya, namun dia hanya diam tanpa mengatakan apapun dan itu membuatku kesal


“ Apa yang kau lakukan Malik? Kenapa kau hanya diam dan tidak bicara, bicaralah , katakan sesuatu, katakan kepadanya bahwa tidak ada hubungan apapun diantara kita” ucapku dengan tegas


“ tidak ada hubungan apapun kau bilang, lalu kenapa kau pergi keluar kota dengan suamiku, bahkan kau menginap di sana ” saut Adriana


“ Aku pergi ke lokasi proyek dengannya untuk urusan pekerjaan tidak lebih” ucapku mencoba meyakinkannya


“ pekerjaan? Pekerjaan apa yang membuatmu menginap di kamar suamiku dan berpelukan di tengah jalan” ucap adriana dengan nada tak percaya


Aku terkejut dengan apa yang Adriana katakan sementara malik hanya terus terdiam, aku merasa semakin kesal hingga memegang kedua kerah kemeja Malik sambil memintanya bicara.


“kenapa kau dengarkan dia maya, lupakan apa yang dia katakan, aku akan menjelaskan segalanya kepadanya nanti yang terpenting sekarang adalah kau” ucap malik dengan tenang


“apa yang kau katakan Malik, apa kau tidak waras, sebenarnya apa yang terjadi padamu sampai kau lebih mementingkan aku daripada istrimu sendiri” ucapku dengan tegas

__ADS_1


“ kau mengatakan dia lebih penting dari aku kan! maka baiklah malik, dan kau Maya, kau adalah seorang wanita yang cantik, kau bisa dapatkan siapapun kenapa kau harus merebut suamiku?”


“Aku memang wanita cantik, aku bisa mendapatkan siapapun termasuk suamimu, kenapa tidak? aku sangat membencinya, aku merebutnya darimu untuk menghancurkannya.......


__ADS_2