Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
20


__ADS_3

"Sebetulnya aku tidak terlalu suka bermain di team inti. Mereka terkesan sangat sombong." Jawab Taehyung dengan nada mengeluh.


"Lalu kenapa kau juga tak masuk kedalam team inti? Bukankah cara bermainmu juga bagus." Ucap Taehyung berbalik bertanya.


Junta menjawab pertanyaan Taehyung dengan cukup lama.


"Seperti yang kau katakan, mereka terkesan sombong. Sebenarnya aku ingin keluar dari club futsall."


"HAH kenapa? Kau yang mengajakku dan sekarang kau mau keluar dari club futsall." Taehyung terkejut dan sedikit berteriak saat berbicara dengan temannya.


"Tapi tak jadi kulakukan karena kau sudah ikut dalam club."


"Kenapa? Apa kau merasa bosan?" tanya Taehyung sekali lagi karena Junta tak langsung memberikan jawaban.


"Kau pasti akan mengerti dengan sendirinya. Ayo pulang, bukankah ibumu sudah mengatakan untuk pulang sebelum jam makan malam." Junta mengganti sepatunya dengan sandal dan memaafkanmu kedalam tas.


"Benar sekali, bagaimana kalau kau sekalian ikut makan malam dirumahku."


"Lain kali saja, lagipula arah rumah kita berbeda. Mata ashita ne (sampai jumpa besok). " Junta menolak tawaran dari Taehyung dan kemudian pergi.


Tak perlu berlama-lama, Taehyung juga segera meninggalkan lapangan dan bergegas pulang.


...----------------...


Udara mulai berganti menjadi dingin dan daun-daun sudah mulai berguguran. Dua bulan lamanya libur musim panas sudah selesai dan sekolah sudah dimulai.


Selama musim panas, Taehyung menghabiskan waktunya untuk merawat taman kelas dan bermain futsall bersama Junta. Kini saatnya ia kembali ke sekolah karena hari liburnya telah usai.


"Taehyung cepatlah bangun." Suara ibunya terdengar di telinga Taehyung.


"Baiklah." ucap Taehyung dengan malasnya dan berjalan keluar kamar.


"Masakan jadi? " tanya Taehyung karena ibunya sudah menyiapkan nasi ayam dan bulgogi di meja makan.


"Ibu tidak sempat berbelanja dan akhir-akhir ini ibu sangat sibuk." Jawab ibunya sembari memanaskan daging panggang kedalam microwave.

__ADS_1


Taehyung mengambil sumpit dan mulai


makan dengan perlahan, meskipun yang di hidangkan masakan Korea tapi Taehyung malas memakannya karena bukan masakan ibunya.


"Cepatlah makan dan bersiaplah sekolah." perintahnya ibunya dengan sedikit berteriak karena melihat Taehyung hanya mengaduk-aduk makanannya.


"Iya iya baiklah." Jawab Taehyung dan mulai makan dengan benar.


Taehyung berangkat ke sekolahnya, ia bertemu dengan Hiroaki saat di gerbang depan. Ia kemudian menyapanya.


"Oha...yo " ucapan tergantung karena Hiroaki menghindarinya. Mungkinkah Hiroaki marah padanya, mengingat ia menyatakan perasaannya pada Megumi meskipun tahu Hiroaki juga menyukainya.


"Ohayou (selamat pagi) Taehyung, ayo kita ke kelas." Junta menepuk pundaknya dari belakang dan menyapanya.


"Humm ayo." Jawab Taehyung dan mengikuti ajakan Junta.


Sesampainya di kelas Taenyung merasa lega karena bisa melihat Megumi dalam keadaan baik. Taehyung merindukan Megumi karena selama masa liburnya ia tidak bertemu dengan Megumi sama sekali.


"Ohayou." sapa Taehyung kepada Megumi.


"Ada yang ingin ku katakan, ikut aku sebentar." ucap Hiroaki menghampiri Taehyung dan menyuruhnya untuk mengikutinya. Mereka berdua berbicara di atap sekolah. Taehyung hanya mengikuti Hiroaki dari belakang, membiarkan Hiroaki yang berbicara duluan.


"Kenapa kau mengatakan seperti itu? " tanya Hiroaki dan Taehyung masih belum mengerti maksud pertanyaannya.


"Mengatakan apa? "


"Jika kau hanya teman sekelasnya. Meskipun kau mengatakan seperti itu aku tidak akan berterimakasih padamu." Ucap Hiroaki memperjelas perkataannya.


"Aku mengatakan teman sekelas ataupun pacarnya sekalipun Megumi juga tidak akan mengingatku. Dia akan melupakan kejadian saat malam hari dan esoknya bertingkah seolah tidak terjadi apapun." Balas Taehyung dan mencoba menatap kearah Hiroaki.


"Tapi tetap saja aku tidak akan berterimakasih padamu. Aku hanya ingin memberitahu satu hal padamu. Megumi tidak hanya melupakan kejadian saat malam, kecelakaan pada malam itu membuat Megumi melupakan semuanya. Dia hanya mengingat Rikako sebagai sahabatnya dan Masahiro orang yang ia sukai."


Penjelasan dari Hiroaki membuat hati Taehyung serasa sangat sakit. Ia mulai kehabisan nafasnya entah seakan dunianya mulai runtuh. Itu artinya Megumi tak akan mengingat apapun tentangnya.


"Tapi aku tidak akan menyerah, aku akan mendekati Megumi sekali lagi. Aku harap kau tak akan mengusiknya." Hiroaki meninggalkan Taehyung sendirian dan menuju kelasnya. Ia tak peduli jika menyakiti perasaan temannya. Hiroaki juga berharap dengan mengatakan hal itu Taehyung bisa mundur dari Megumi.

__ADS_1


Taehyung masih berada di atap sekolahnya, ia merebahkan tubuhnya dan menatap keatas langit. Udara dingin yang berhembus seakan menusuk kedalam tulangnya tapi ini tidak seberapa dengan rasa sakit yang diderita Taehyung saat mengetahui bahwa Megumi benar-benar melupakan. Padahal hari ini adalah pertama kalinya masuk sekolah setelah selesai libur musim panas, tapi Taehyung malah meninggalkan jam pelajarannya.


"Kenapa kau bolos jam pelajaran?" suara Junta membuat Taehyung terkejut.


"Entahlah, rasanya hatiku sakit." Jawab Taehyung dengan asal.


Junta mengahampiri Taehyung dan memberikan roti bakpau yang masih hangat kepada Taehyung.


"Makanlah."


"Terimakasih, apakah isiannya beef? " tanya Taehyung dan senang hati menerima pemberian dari temannya.


"Entahlah. Ummm oishi." Gumam Junta sambil menikmati roti bakpau miliknya.


"Apa kau ada masalah? Kau bisa cerita apa saja padaku." Ucap Junta sekali lagi.


Namun Taehyung masih sibuk memakan bakpaunya. Ia masih ragu untuk terbuka, karena bisa saja Junta menghindarinya seperti Hiroaki.


"Hey apa kau bisa dipercaya?" Taehyung menjawab dengan sebuah pertanyaan.


"Memangnya wajah sepertiku menujukkan seperti penghianat gitu." Junta mengacak- acak rambut Taehyung karena kesal.


"Terserah padamu, aku juga tak ingin memaksamu untuk cerita. Hanya saja aku merasa ada sesuatu antara kau dan Hiroaki kun. Ayo masuk kelas." Ucap Junta sekali lagi dan pergi meninggalkan Taehyung.


Yang dikatakan oleh Junta memang benar, dirinya dan Hiroaki memang sudah tak sedekat dulu. Hanya saja Taehyung enggan menceritakan pada siapapun, bisa mengikuti alur saja sudah membuatnya merasa cukup.


"Hey Kim Taehyung, kenapa kau bolos saat jam ku." Teriak Masahiro yang melihat Taehyung berjalan di koridor.


"Ku pikir kau adalah murid teladan. Karena kau bolos, selesaikan semua syair ini. Kumpulkan besok pagi." Masahiro memberikan sebuah buku kecil dan menyuruhnya Taehyung mengartikannya.


"Eh.. Tapi banyak tulisan kanjinya. Aku belum bisa membacanya." Taehyung mengeluh saat membuka -buka buku yang di berikan oleh gurunya.


"Itu hukuman karema kau bolos saat kelasku. Kumpulkan besok tanpa ada alasan." Masahiro tersenyum senang lalu pergi meninggalkan Taehyung.


Sejak dulu Masahiro tak suka jika ada salah satu muridnya yang bolos pada jam pelajarannya. Saat ketahuan Masahiro selalu memberikan tugas yang banyak hingga membuat muridnya jera dan tak lagi mengulanginya.

__ADS_1


"Banyak sekali, lengkap sudah penderitaan ku." Gumam Taehyung pada dirinya sendiri dan membuang nafas dengan kasar.


__ADS_2