Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
59


__ADS_3

Taehyung merasa tertarik dengan buku-buku sastra milik Megumi. Karena Megumi memiliki koleksi buku sastra dari tahun 1883 hingga sekarang, dan dari beberapa penyair yang terkenal.


"Darimana saja kau mendapatkannya, semuanya sangat keren sekali? Sejak kapan kau mulai menyukai sastra?" Taehyung masih sibuk memilih-milih buku yang di koleksi Megumi.


Megumi hanya terdiam setelah mendengar pertanyaan dari Kim Taehyung. Sejujurnya ia juga tidak ingat sama sekali darimana mendapatkan semua buku-buku ini. Ketika ia pulang dari rumah sakit tiba-tiba saja ada rak buku yang sudah dipenuhi buku sastra. Dan membacanya membuat perasaanya terhibur.


"Gomene (Maaf), aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu." Taehyung langsung menghampiri Megumi setelah sadar bahwa pertanyaannya menyakiti Megumi. Tentu saja Megumi tidak mengingatnya mulai kapan menyukai membaca sastra.


"Daijoubu (tidak apa-apa). Aku juga awalnya berpikir kenapa ada banyak sekali buku sastra di kamarku. Saat mulai kubaca merasa terhibur dan perlahan suka dengan karya sastra, mungkin kerena aku menyukainya jadi banyak buku yang ku punya." Jawab Megumi memberi alasan, ia tahu jika Taehyung cemas dan tidak sengaja saat bertanya seperti itu


"Kalau begitu buku mana yang paling kau sukai, aku juga ingin membacanya." Taehyung mengalihkan perhatiannya agar Megumi tidak bersedih.


"Ada banyak sekali yang ku sukai, contohnya karya milik Mitsuhashi Takajo." Megumi mengambil buku yang di maksud dan memberikannya pada Taehyung.


Taehyung membukanya namun rasanya kepalanya terasa pusing karena semua tulisannya menggunakan huruf kanji.


"Walah..." Umpat Taehyung dan terdengar oleh Megumi.


"Eh kenapa?"


"Tulisannya menggunakan huruf kanji, aku sangat payah." Jawaban dari Taehyung membuat Megumi tertawa lebar.


Megumi baru menyadari jika Taehyung laki-laki berasal dari Korea Selatan tentu saja sulit mempelajari huruf kanji. Ia pun mencari sesuatu di lacinya yaitu buku pelajaran sastra kelas satu.


"Eh, kenapa buku milikmu ada dirumahku?" Megumi menatap buku tulis yang bertuliskan nama Kim Taehyung dengan tulisan alphabet. Kehilangan memori ingatan sungguh hal yang sangat menyedihkan baginya.


"Buku milikmu juga ada dirumahku. Sewaktu pelajaran sastra aku sangat payah dan kau membantuku dengan tulisan alphabet jadi kau membawa buku milikku dan aku membawa buku milikmu. Aku sangat tertolong karena kau menuliskannya dengan tulisan alphabet sewaktu itu." Jawab Taehyung dengan senang dan lagi-lagi Taehyung lupa kalau Megumi juga pasti melupakan hal itu.


"Gommenassai, aku sepertinya melupakan hal itu." Megumi bergegas keluar dari kamarnya, air matanya terlanjur keluar karena tak bisa mengingat sesuatu terasa menyedihkan bagi Megumi.

__ADS_1


"Matte (tunggu)." Taehyung mencegah Megumi, ia sangat terkejut saat tau jika Megumi meneteskan air mata.


"Kenapa? Hey Megumi, kenapa kau menangis." Tanya Taehyung dan mengusap air mata di pipi Megumi.


Megumi hanya diam tak menjawab pertanyaan Taehyung, dirinya juga mencoba melepaskan tangan Taehyung tapi tidak bisa. Genggaman tangan Taehyung yang sangat kuat membuatnya tak bisa kabur.


"Tak bisa mengingat apapun, menyedihkan bagiku. Semua hal yang penting, maupun yang tidak penting merupakan suatu kenangan, tapi aku tak bisa mengingatnya, sekalipun." Ucap Megumi dengan pelan.


Taehyung bisa mengerti bagaimana yang dirasakan Megumi ia segera menarik tangannya dan memeluknya. Megumi tak melawan sama sekali, dirinya membiarkan air matanya jatuh lagi di punggung Kim Taehyung.


"Aku akan menjadi pengingatmu." Bisik Taehyung dengan memejamkan matanya.


Aroma harum yang berasal dari rambut Megumi mengingatkan pada pelukan waktu itu tepat saat kembang api nyala di langit.


Saat Taehyung berusaha menyerah, tapi Megumi malah berusaha keras untuk mengingat dirinya. Bahkan Megumi menuliskan namanya di tangannya sendiri agar bisa memanggil Taehyung.


"Kau menyebut namaku?" Tanya Taehyung dengan wajah yang berbinar -binar, karena baru saja mendengar Megumi memanggil namanya. Biasanya Megumi ajan bertanya atau berpikir lama dulu sebelum mengatakan namanya.


"Hum... Aku mencoba untuk mengingat namamu." Jawab Megumi dengan mengangguk, ia juga menyembunyikan tangan kirinya karena menulis nama Taehyung di telapak tangannya.


"Eh... Aku benar-benar minta maaf. Aku berusaha untuk mengingat namamu, karena aku merasa kita bukan hanya teman sekelas saja. Maafkan aku." Ucap Megumi dengan sangat terkejut saat Taehyung memegang tangannya dan melihat jika Megumi menuliskan namanya di telapak tangannya.


"Aku bersedia jika menjadi memori pengingatmu." Ucap Taehyung sekali lagi. Dengan senyuman yang tipis Taehyung menyeka ait mata Megumi sekali lagi.


"Kau tidak kecewa jika melakukannya untukku?" Tanya Megumi perlahan.


Kecewa? Sudah pasti dirasakan oleh Taehyung, bahkan berkali-kali ingin menyerah. Taehyung bahkan ingin membunuh perasaannya pada Megumi. Tapi melihat tatapan mata dan senyum dari Megumi membuatnya luluh. Sedari dulu Taehyung selalu menyukai senyuman milik Megumi. Taehyung selalu menyebutnya dengan senyuman cinta dan kesedihan, seperti lagu yang sering di mainkan olehnya bersama Hyungnya (kakak laki-laki dalam bahasa korea).


"Hey bukankah kita adalah teman, sudah semestinya saling membantu." Jawab Taehyung, ia juga menautkan senyuman agar Megumi percaya padanya.

__ADS_1


"Aku akan berusaha mengingatnya, aku pasti akan mengingatnya." Dengan lega Megumi akhirnya bisa menemukan seseorang yang tulus akan membantunya.


Bunga liar yang berada di taman telah menguncup satu lagi. Lili hitam namanya, bunga yang tumbuh dipinggir jurang dan dipindahkan di taman nampaknya tumbuh dengan baik. Ketika bunga yang mekar perlahan layu, maka akan tumbuh satu kuncup lagi untuk menggantikan yang telah layu. Seperti perasaan Taehyung pada Megumi, meskipun pernah layu namun perlahan tumbuh lagi perasaan yang baru dan masih sama.


"Aitakute


Aitakute fumu


Usugoori


(Aku merindukanmu, dan ingin bertemu denganmu, melangkahi es yang tipis)." Ucap Taehyung membaca sastra pada buku karya Mayuzumi Madoka.


Megumi hanya tertawa kecil ketika mendengar Taehyung membaca sebuah puisi cinta, karena cara pengucapannya yang masih kaku.


"Eh kenapa? Jangan menterwakanku." Protes Taehyung karena Megumi terus tertawa.


"Hey Kim Taehyung, jika caramu membaca seperti itu maka tidak seperti puisi cinta." Balas Megumi dengan masih terkekeh.


"Apa maksudnya?" Taehyung masih saja tidaj mengerti ketika Megumi mengejeknya.


"Akan menjadi puisi horor ketika kau mengatakan pada orang yang kau suka." Megumi tertawa keras setelah puas mengejek Kim Taehyung.


"Dasar ......" Umpat Taehyung dan melempar boneka berbentuk teddy bear kearah Megumi.


'Hey Megumi, aku benar-benar merindukanmu. Aku merindukan saat-saat seperti ini.Bisa bersama denganmu, bercanda denganmu, dan saling menyatakan bagaimana perasaan kita, itulah yang selalu kurindukan. Kuharap, aku dan kau bisa melewati es yang tidak begitu tebal ini. Hingga akhirnya menjadi kita yang bersama.' Batin Taehyung.


Taehyung berhasil menepati janjinya pada Hana yaitu ibunya Megumi. Sudah lewat tengah hari mereka berada dirumah. Mulai dari membaca sastra, membuat taman di pekarangan rumah Megumi hingga memasak bersama.


Masahiro berjalan kerumah Megumi, ia sudah membawakan sekantong jeruk untuk Megumi. Dulu Megumi sering menghabiskan jeruk dirumahnya saat perayaan ulang tahun ayahnya. Masahiro juga sudah meminta izin kepada ibunya Megumi jika akan berkunjung kerumahnya.

__ADS_1


Masahiro menekan bel rumah Megumi dan tak lama kemudian seseorang datang membuka gerbangnya.


"Kau...." Masahiro sangat terkejut saat tahu siapa yang berada di dalam dan membukakan pintu gerbang untuknya.


__ADS_2