
Pengenalan karakter
Kim Taehyung. Murid SMA pindahan dari Korea Selatan, ia sebenarnya sangat humble. Hanya saja setelah mendapatkan perundungan dari sekolah yang lama, Kim Taehyung lebih berhati-hati berteman.
Megumi Saibara
Teman sekelas Taehyung dan juga orang yang dicintai Taehyung. Ia sering melupakan apa yang ingin dilupakan. Perempuan yang sangat pandai dan populer di sekolah. Sangat mudah bergaul dengan siapapun tetapi tidak bisa mengingat nama dengan jelas. Hobinya menggambar Anime, dan anime yang digambar sangat mirip dengan Taehyung.
Masahiro Higashide / Masahiro iijima.
Wali kelas Kim Taehyung dan teman semasa kecilnya Megumi. Seorang yang sulit bergaul dan sangat melindungi Megumi.
Haruka Nagase.
Gadis yang lembut tetapi menjadi dingin karena kehilangan sosok keluarga.
(Karakter di novel, jika tidak suka silahkan bayangkan sendiri)
.
.
.
__ADS_1
.
..."Rasa manisan yang manis bisa membuat perasaanku senang untuk malam ini. Lagi -lagi gadis yang kutemui pertama kali membuatku senang, meskipun hanya dengan hal yang kecil." (Kim Taehyung)...
.
.
.
Sesuai dengan perintah Masahiro gurunya. Taehyung mengantarkan Megumi sampai ke rumahnya. Meskipun gurunya tidak memintanya, Taehyung pasti akan melakukannya karena Megumi adalah orang yang terpenting baginya.
"Kau tidak perlu mengantarku, rumahku jauh." Ucap Megumi saat berjalan menuju rumahnya.
"Tidak masalah, lagi pula tidak baik juga jika kau pulang sendirian." Jawab Taehyung yang berjalan di sebelahnya.
"Terimakasih telah berbaik hati mengantarku. Rumahku tak jauh dari sini kau bisa mengantarku sampai di sini saja."
Taehyung sudah tahu rumah Megumi, tentu saja masih cukup jauh jika berjalan kaki. Dan Megumi pasti tidak ingat jika pernah diantar Taehyung sampai rumahnya.
"Tidak apa-apa, aku hanya memastikan jika kau pulang ke rumah dengan aman." Jawab Taehyung sekali lagi.
"Baiklah." Megumi hanya pasrah saja membiarkan Taehyung mengantar sampai rumahnya.
Saat di perempatan jalan Taehyung melirik ke rumahnya Haruka. Masih terlihat tidak ada satupun lampu yang menyala. Mungkin Haruka belum pulang dan masih bekerja paruh waktu. Taehyung bisa bernafas lega karena dengan begitu Megumi tidak akan bertemu dengan Haruka.
"Kim Taehyung, terimakasih sudah mengantarku dengan aman." Megumi berterimakasih pada Taehyung saat sudah sampai di delan rumahnya.
"Kau menyukai manisan? Kapan-kapan kita akan beli bersama." Ucap Megumi dengan bersemangat dan dengan mata yang berbinar-binar.
"Tentu saja, lain kali kita akan membelinya bersama. Masuklah,."
"Hum.. Oyasuminassai (selamat malam) Kim Taehyung." Megumi melambaikan tangan kearah Taehyung sebelum masuk rumahnya.
"Oyasuminassai Megumi." Balas Taehyung kemudian pergi dari rumah Megumi.
Saat kembali pulangpun rumah Haruka masih terlihat gelap. Taehyung merasa kasihan pada Haruka karena sudah hampir larut malam belum juga pulang dari pekerjaannya.
Setelah sampai di rumahnya, Taehyung segera membuka bukunya untuk belajar pada ujian esok hari.
...****************...
Mashiro memasukkan ponselnya di saku celananya saat selesai membaca pesan dari Taehyung. Ia juga merasa lega karena Megumi sudah ketemu. Tapi saat hendak berjalan pulang ia bertemu dengan Haruka.
Ia segera mengirimkan pesan untuk Taehyung menyuruh mengantar Megumi pulang.
"Nagase." Masahiro memanggil Haruka dengan nama keluarganya.
"Kau temannya gadis itu." Pekik Haruka dan berjalan tanpa memperdulikannya.
"Jangan panggil aku dengan nama keluargaku, karena aku yatim piatu."
__ADS_1
"Tapi bukankah nama keluarga masih diperlukan." Balas Masahiro dan Haruka malas meladeninya.
"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Masahiro sekali lagi tetapi Haruka hanya menganggap kehadiran Masahiro seperti angin lalu.
Masahiro masih berada di dekat Haruka, ia masih mengawasi Haruka dan memastikan jika Haruka tidak menyerang Megumi kembali. Haruka melakukan pekerjaannya sebagai tukan bersih-bersih. Sesekali Masahiro melihat Haruka minum dan beristirahat sebentar, setelah itu melanjutkan kembali pekerjaannya.
"Apa aku bisa membantumu?" Tanya Masahiro karena tidak tega melihat Haruka yang kelelahan.
"Jika kau berniat membantu lakukan saja tidak perlu meminta izin." Jawab Haruka dengan dingin.
Ia memang bersikap seperti itu, jika seseorang ingin menolongnya maka lakukan saja tidak perlu bicara ataupun meminta imbalan. Semua orang yang di temui Haruka rata-rata membantu dengan pamrih. Tapi agak berbeda dengan Kim Taehyung. Menurutnya Kim Taehyung sangat baik dan sering membantunya tanpa permisi dulu. Meskipun awalnya sedikit menyebalkan karena terus membahas tentang dokter Saibara dan anaknya.
Haruka meluangkan membaca buku sejenak, buku yang ia pinjam dari Taehyung siang tadi. Dengan membaca buku, Haruka merasa sedikit beban hidupnya hilang. Ia juga mulai mengerjakan soal yang ada di buku materi itu. Waktu istirahat selama sepuluh menit Haruka gunakan untuk belajar. Kemudian ia menyimpan kembali dan melanjutkan pekerjaannya.
Masahiro memperhatikan apa yang di lakukan oleh Haruka. Ia langsung menahan Haruka bekerja dan menyuruhnya untuk belajar lagi.
"Biar aku saja yang selesaikan, kau kembalilah belajar." Ucap Masahiro.
"Apa kau ingin meminta imbalan dariku?" Tanya Haruka dengan tatapan tak percaya.
"Tidak, lebih baik selesaikan dulu belajarmu."
Tanpa berkata apa-apa lagi, Haruka kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan kembali mengerjakan soal latihannya. Sering kali Haruka tidak mengerti dan kesulitan mengerjakan soal. Itu karena Haruka tidak ada yang mengajarinya, dan Haruka hanya membaca dari buku saja.
"Sepertinya kau sedang kesulitan." Tebak Masahiro dan membelikan minuman pada Haruka.
"Eh.. Aku tak bisa mengerjakan beberapa soal." Jawab Haruka dan menerima sekaleng minuman dari Masahiro.
"Tanyakan saja padaku, aku adalah seorang guru." Masahiro menawarkan bantuan pada Haruka.
"Benarkah?? Kalau begitu bagaimana cara mengerjakan soal ini." Ucap Haruka setengah mengejek, ia langsung menyodorkan buku tulisnya dan memperlihatkan soal yang tidak bisa ia kerjakan pada Masahiro.
Masahiro membaca soal latihan dengan serius. Ia mengambil pensil dan mulai mengerjakannya. Meskipun dirinya bukan guru sains tentu saja masih mengingatnya.
Haruka hanya diam sambil melihat Masahiro yang serius mengerjakan soal latihan. Haruka mulai percaya jika Masahiro adalah seorang guru.
"Sudah selesai." Ucap Masahiro dan menyerahkan buku tulis milik Haruka.
"Kau benar- benar seorang guru.." Puji Haruka dan Masahiro mulai memberi penjelasan pada Haruka agar Haruka tahu cara mengerjakan soal latihan yang berikutnya.
"Kau sekolah dimana? Apakah gurumu mengizinkamu bekerja sampai larut malam." Tanya Masahiro karena tidak melihat Haruka di sekolah tempat ia mengajar.
Haruka diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari Masahiro.
"Aku tidak bersekolah. Aku sudah berhenti sekolah sejak satu tahun yang lalu."
Jawaban Haruka membuat perasaan Masahiro terenyuh. Ia merasa kasihan pada Haruka karena harus mengorbankan sekolahnya.
"Berapa umurmu?" Tanya Masahiro sekali lagi.
"Enam belas tahun, dan aku akan berusia tujuh tahun pada bulan depan." Jawab Haruka dengan pelan. Ia merasa juga merasa kesepian karena harus merayakan hari ulang tahunnya tanpa Ayahnya.
__ADS_1