Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
31


__ADS_3

Taehyung hanya bisa diam sambil melihat Haruka yang memulai pekerjaannya kembali. Sangat sulit untuk membuat Haruka sadar dan tidak lagi mengganggu Megumi.


Kali ini pikiran Taehyung menjadi bimbang karena mengingat perkataan Haruka.


Megumi memang tidak salah, Haruka membencinya karena kesalahan ayah Megumi. Begitu juga dengan Taehyung, bisa terjebak di kota ini karena pekerjaan ayahnya. Mungkinkah terjadi sesuatu pada Haruka setelah kematian ayahnya.


Mata Taehyung mulai terperanjat, ia memutuskan kembali ke tempat kerja Haruka.


"Sumimasen (permisi), bisakah aku bertemu dengan Haruka?" Ucap Taehyung kepada salah satu pegawai karena Taehyung tak lagi menemukan Haruka.


"Maaf, Haruka sudah selesai shift. Dia hanya pekerja paruh waktu disini." Jawab salah satu pegawai di toko roti dengan ramah.


"Apa kau teman sekolahnya?" Tanyanya pada Taehyung.


"Tidak, aku hanya beberapa kali bertemu dengannya." Jawab Taehyung.


"Haruka sangat rajin bekerja, dia bahkan menginginkan pekerjaan full shift. Tentu saja akan melanggar aturan karena usianya masih remaja." Ucap salah satu wanita paruh baya yang mungkin pemilik toko roti.


"Haruka masih sekolah?" Gumam Taehyung dengan pelan tapi pemilik toko roti itu bisa mendengarnya.


"Oh soal itu aku juga tidak tahu, hanya saja Haruka seusia denganmu."


Firasat Taehyung benar, pasti telah terjadi sesuatu dengan Haruka setelah kematian ayahnya. Maka dari itu Haruka sangat membenci Megumi.


"Sumimasen (permisi), bolehkah aku meminta alamat rumah Haruka?"


Terlintas di pikiran Taehyung untuk meminta alamat rumah Haruka agar bisa menemuinya dan tidak mengganggu pekerjaannya.


Alamat rumahnya memang tak jauh dari alamat rumah Megumi. Taehyung juga teringat waktu itu Haruka pernah menyiram Megumi di sekitar jalan ini. Taehyung berhasil menemukan rumah Haruka, tapi semua lampunya padam dan rumah kecil itu terlihat sama sekali tidak terurus. Ia memutuskan untuk menunggu Haruka beberapa menit lagi meskipun banyak nyamuk yang menggigitnya.


Sudah hampir satu jam Taehyung menunggu dan Haruka tak kunjung juga datang. Udara semakin dingin Taehyung bisa mati kedinginan jika berlama- lama berada di luar. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang.


"Orang dari Korea Selatan."


Suara yang sangat familiar terdengar di telinga Taehyung. Ia menoleh ke belakang dan melihat Megumi yang tersenyum kepadanya.


"Ternyata benar, aku pikir salah orang."


Ucap Megumi sekali lagi dan berlarian kecil kearah Taehyung. Tapi kakinya tersandung sebuah batu dan Megumi hampir terjatuh.


Taehyung berhasil menangkapnya dan memeluk tubuh Megumi agar tidak terjatuh.


Kedua mata mereka saling bertatapan. Dada Taehyung terasa berdebar-debar, ini kali pertamanya jaraknya dengan Megumi dekat setelah lama tak saling bertegur sama.


"Gomenne (maaf)." Ucap Taehyung dengan gugup dan membantu Megumi untuk berdiri.


"Iie desu (tidak), aku yang harus berterimakasih karena telah menolongku."

__ADS_1


Megumi membenarkan tasnya meskipun ada perasaan gugup. Ia juga berusaha bersikap biasa kepada Taehyung.


"Apa rumahmu di sekitar sini? Tapi aku baru pertama kali melihatmu di sini." Tanya Megumi pada Taehyung untuk menghilangkan rasa gugupnya.


Senyum Taehyung mulai memudar, ia sekan lupa jika Megumi sudah benar-benar tak mengingat rumahnya. Kenangannya dengan Megumi saat membuat inari sushi seakan sirna semuanya.


"Tidak, aku hanya ingin pergi ke rumah temanku. Tapi sepertinya ia tidak ada di rumah." Jawab Taehyung dan menahan rasa kecewa di hatinya.


"Begitukah, baiklah orang Korea aku pergi dulu. Jaa ne."


Megumi mendahului jalan Taehyung, seperti biasa ia harus pergi ke rumah sakit untuk bertemu dengan Mitsuya dan menjemput ayahnya.


Taehyung hanya memandang kepergian Megumi. Ia sengaja membiarkan Megumi pergi karena jika terlalu lama bersamaan dengannya malah membuat perasaannya sakit. Karena berpura-pura tidak mengenalnya adalah hal yang menyakitkan bagi Taehyung.


"Bolehkah aku tahu siapa namamu?" Teriak Megumi dan tak di sangka bahwa Megumi kembali menghampiri Taehyung.


"Jika aku memberitahu namaku apakah kau akan mengingatnya?"


Taehying menatap Megumi dengan tatapan mata yang tajam. Kejadian ini bukan pertama kalinya baginya. Sebelumnya Megumi selalu tak mengingat namanya. Tapi kali ini, mengulanginya terasa sangat berat bagi Taehyung.


"Benar juga, selama ini aku hanya mengingat nama Rikako. Maaf, hanya saja aku merasa enak jika harus memanggilmu orang Korea."


Ucap Megumi dan seakan harapannya menghilang. Ia ingin mengikuti saran dari Masahiro, tapi sepertinya laki-laki di depannya tidak seramah yang Megumi kira.


"Namaku Kim Taehyung..."


Taehyung memegang tangan Megumi untuk mencegahnya pergi. Kali ini ia berusaha untuk mengulanginya kembali.


Ucap Megumi dan melambaikan tangannya kearah Taehyung sebelum pergi. Megumi juga memperlihatkan senyuman yang indah.


.


.


'Benar, ku harap kau bisa mengingat namaku. Dan kau selalu memanggilku dengan Ta Tae'


.


.


Taehyung mengukir senyum tipis di wajahnya, tidak ia sangka jika dirinya akan mengulangi kebodohan yang kedua kalinya. Di lupakan seseorang sangatlah sakit, tapi kali ini ia kembali kepada Megumi yang nantinya pasti akan melupakannya lagi.


Langkah kaki Taehyung berhenti di sebuah taman. Ia enggan untuk pulang ke rumah meskipun berkali-kali ibunya memberinya pesan. Taehyung melangkah ke pinggiran taman dan melihat bahwa bunga pernah ia tanam sudah mati.


"Bunga yang layu ini seperti perasaannya padaku. Yang mati dan sama sekali tak tersisa tentangku."


Gumam Taehyung dengan tersenyum pahit. Ia mengmbil bunga tanaman yang telah layu kemudian membuangnya di tempat sampah.

__ADS_1


.


.


.


" Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Taehyung saat melihat Megumi yang sedang menutup mata.


"Aku sedang berdoa, ku harap bunga ini akan tumbuh dengan baik tanpa tersakiti." Jawab Megumi dan tersenyum ke arah Taehyung.


"Kau sepertinya orang yang sangat menarik." Gumam Taehyung kepada Megumi.


.


.


Mengingat kenangan bersama Megumi tentang bunga ini membuat Taehyung tidak rela untuk membuangnya. Dan bunga ini juga membuat Taehyung pertama kali bisa bertemu dengan Megumi.


"Selamat tinggal..."


Air mata Taehyung menetes bersamaan dengan bunga yang terbuang di tempat sampah. Ia kemudian kembali untuk merapikan tanah yang berserakan.


"Apa ini?"


Taehyung melihat sebuah tunas kecil yang tersisa di balik tanah. Apakah bunga yang telah layu tadi masih menyisakan sebatang tunas, yang nantinya tunas itu akan menjadi tanaman baru.


Taehyung menyeka air matanya, ia kemudian memendam kembali tunas dari bunga yang layu dan bergegas mencari air untuk menyiramnya. Udara malam yang semakin dingin Taehyung hiraukan, ia mengambil air di kolam dengan kedua tangannya karena tidak menemukan wadah apapun.


.


.


'Aku harap kau tumbuh dengan baik, tanpa tersakiti oleh siapapun.'


.


.


Taehyung berharap agar bunga itu tumbuh kembali. Bunga yang membuatnya bertemu dengan Megumi untuk pertama kalinya. Taehyung juga berharap agar Megumi bisa mengingatnya kembali dan bersama seperti waktu itu.


.


.


" Aku juga menyukaimu Ta Tae...."


.

__ADS_1


.


Suara itu masih belum bisa dilupakan oleh Taehyung. Setidaknya masih ada perasaan untuknya di hati Megumi. Itulah yang saat ini di pikirkan oleh Taehyung.


__ADS_2