Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
36


__ADS_3

Haruka menghentikan langkah kakinya karena terkejut dengan apa yang di katakan Taehyung.


Jangankan untuk bersekolah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja Haruka harus bekerja di beberapa tempat. Ia sempat iri ketika melihat orang yang seusianya peegi ke sekolah dan pulang sekolah dengan perasaan senang. Itulah mengapa Haruka sangat membenci Megumi. Karena ayah Megumi telah merenggut kebahagiaannya.


"Aku sudah tidak sekolah lagi. Hey pergilah aku masih harus bekerja lagi." Jawab Haruka dengan tatapan dingin dan nada bicara yang kasar.


"Matte matte (tunggu). Pemilik toko roti mengatakan kau seusia denganku." Cegah Taehyung pada Haruka.


"Hey harus ku katakan berapa kali padamu.


Aku sudah tidak bersekolah lagi." Ucap Haruka dengan tatapan yang tajam.


"Ehh... Kau putus sekolah." Pekik Taehyung yang sangat terkejut setelah memahami gaya bicara Haruka.


"Karena Saibara yang merenggut semua yang ada dariku. Setelah kematian ayahku aku tidak punya siapapun lagi apa kau sudah paham? Sekarang pergilah... Sudah tidak ada lagi yang harus kukatakan padamu."


Haruka langsung pergi meninggalkan Taehyung. Ia rasa Taehyung akan jera mengejarnya setelah tahu apa yang terjadi padanya.


Sementara itu Taehyung masih terdiam menatap kepergian Haruka dengan nanar. Taehyung masih terkejut dengan peryataan Haruka.


.


.


"Gadis itu sangat rajin bekerja, bahkan ia memintaku untuk memperkerjakan secara full time. Tentu saja akan melanggar aturan karena ia masih usian sekolah."


.


.


Taehyung teringat dengan ucapan bibi pemilik toko roti. Tapi ia masih belum menyadari jika Haruka putus dari sekolahnya. Kini Taehyung juga tidak bisa menyalahkan sepenuhnya pada Haruka.


" Tadaima.... (aku pulang)." Ucap Taehyung saat masuk kedalam rumahnya.


"Okaerinassai (selamat datang). Kau akhir -akhir ini pulang sekolah dengan terlambat." Balas ibunya yang masih berkutat pada pekerjaannya di rumah.


"Humm maaf, aku merayakan ulang tahun temanku." Jawab Taehyung dengan singkat sambil melepas sepatunya.


"Yokatta (syukulah). Eoma senang jika kau sudah mulai berteman dengan baik. Taehyung ssi maaf eoma tidak sempat masak untuk makan malam. Apa kau akan makam malam di luar atau makan makanan jadi?" Tanya ibunya menghampiri Taehyung.


"Aku ikut makan malam di rumah. Eoma aku ke kamar dulu." Jawab Taehyung dan langsung naik keatas untuk kekamarnya.


.


.


"Hey harus ku katakan berapa kali padamu.


Aku sudah tidak bersekolah lagi." Ucap Haruka dengan tatapan yang tajam.


.

__ADS_1


.


Taehyung masih teringat dengan perkataan Haruka. Kini dirinya merasa bersalah kepada kedua orang tuanya karena banyak menuntut.


"Karena Saibara yang merenggut semua yang ada dariku. Setelah kematian ayahku aku tidak punya siapapun lagi apa kau sudah paham? Sekarang pergilah... Sudah tidak ada lagi yang harus kukatakan padamu."


.


.


.


Harusnya ia masih bersyukur karena masih bisa bersekolah meskipun harus berpindah-pindah. Sementara Haruka, ia harus bekerja keras untuk kehidupannya.


"Ayah, ibu.... Maafkan aku." Ucap Taehyung di saat makan malam bersama keluarganya.


"Eh... Doshite (kenapa). Kenapa kau meminta maaf?" Tanya ibunya yang bingung karena putranya tiba-tiba meminta maaf.


"Selama ini aku selalu menginginkan kalian lebih. Tanpa menyadari jika masih ada orang lain yang tidak seberuntung aku."


Ucap Taehyung sekali lagi. Ia sadar bahwa selalu menginginkan ibunya untuk memasak setiap hari dan pekerjaan ayahnya yang tidak berpindah-pindah. Tanpa menyadari bahwa semua yang dilakukan oleh kedua orangtuanya adalah untuk dirinya.


"Aku rasa Taehyung sudah lebih dewasa sekarang." Ucap tuan Kim ayahnya Taehyung sambil tersenyum.


"Ehh.."


"Semua yang ayah lakukan, dan yang ibu lakukan untuk kebaikan Taehyung. Kami berdua sangat senang ketika kau sudah bisa menikmati masa sekolahmu kembali." Tuan Kim melanjutkan perkataannya kembali.


"Gomennassai (maaf)." Taehyung sudah tidak bisa lagi menyembunyikan air matanya.


"Kau tidak perlu meminta maaf Taehyung ssi, ibu dan ayah akan selalu mengusahakan yang terbaik untukmu."


Ibu Taehyung mendekati Taehyung dan membelai rambut putranya dengan lembut. Makan malam yang membosankan tiba-tiba menjadi haru karena akhirnya Taehyung bisa memahami kedua orangtuanya.


"Apa kau akan pergi? " Teriak ibunya Taehyung yang sedang mencuci piring dan melihat putranya memakai sepatu.


"Hanya berjalan-jalan sebentar." Jawab Taehyung dengan santai.


"Baiklah... Hati-hati jangan pulang terlalu malam."


"Haik (iya). Aku pergi dulu." Ucap Taehyung menuruti perintah ibunya kemudian pergi.


Taehyung sudah berencana pergi ke taman karena sudah lama ia tidak kesana. Disamping itu Taehyung ingin melihat apakah bunganya sudah tumbuh, karena ia berharap tunasnya akan tumbuh menjadi tanaman baru setelah bunga yang waktu itu ditanamnya layu.


Dengan tersenyum senang Taehyung menyiramnya, karena batang tunasnya sudah menyembul ke atas tanah. Itu artinya tunas itu benar-benar tumbuh. Ia juga berharap jika akan bertemu Megumi di taman seperti waktu itu.


"Ehh Haru ka."


Pekik Taehyung saat melihat seorang gadis yang di kenalnya sedang duduk di bangku taman. Ia terlihat seperti sedang kelelahan.


"Kita bertemu lagi." Ucap Taehyung saat mendekati Haruka.

__ADS_1


"Kau lagi.... Apa kau paparazi yang selalu mengikutiku." Umapat Haruka dengan kesal.


"Tidak, rumahku di sekitar sini, kau bisa main jika mau." Jawab Taehyung.


"Sayangnya aku tidak punya waktu untuk itu." Gumam Haruka pelan tapi Taehyung masih bisa mendengarnya.


"Haruka apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Taehyung dan duduk di sebelahnya.


"Aku bekerja menggantikan bibi yang biasanya membersihkan taman ini." Jawab Haruka.


"Ehh kau bekerja hingga selarut ini?" Taehyung sangat terkejut.


"Humm, upahnya lumayan juga. Meskipun hanya seminggu saja aku menggantikannya."


Melihat Haruka yang sangat kelelahan, Taehyung merasa kasihan. Haruka adalah seorang gadis dan harus bekerja keras bahkan sampai larut malam.


"Apa kau sudah makan?" Tanya Taehyung yang asal keluar dari mulutnya.


"Ah.. Iya, aku lupa makan malam. Makanya aku terasa hari ini sangat melelahkan. Baiklah aku akan menyelesaikan pekerjaanku dan pergi makan."


Haruka kembali mengambil sapu dan pengkinya untuk menyapu dedaunan yang jatuh.


"Diamlah, jangan pergi kemana-mana."


Taehyung segera mencegah Haruka dan mengambil sapu yang akan diambil oleh Haruka. Taehyung meletakkan sapunya kembali dan pergi sebentar.


Tak butuh waktu lama, Taehyung telah kembali dan membawakan Haruka makanan.


"Makanlah." Taehyung memberikan sekotak makanan untuk Haruka.


Haruka ragu dan hanya memandangi sekotak makanan yang diberikan Taehyung.


"Makanlah, bukankah kau harus bekerja lagi." Ucap Taehyung sekali lagi dan Haruka akhirnya mau menerima pemberian dari Taehyung.


"Arigatou (terimakasih), tapi kau tak perlu harus melakukan ini." Ucap Haruka dan mulai makan.


"Tidak masalah, aku juga sering begitu kalau lupa belum makan."


Taehyung lalu berdiri dan mengambil sapu, ia mulai membersihkan daun-daun yang berserakan.


"Hey kau tak perlu juga melakukan itu." Teriak Haruka yang ingin mencegah Taehyung.


"Tidak apa-apa. Bukankah cepat selesai akan lebih baik, dan kau akan segera istirahat. Cepat habiskan makananmu." Balas Taehyung dan melanjutkan kembali menyapu.


Dari kejauhan Haruka akhirnya tersenyum, ia merasa sedikit lega karena Taehyung membantunya. Haruka segera menghabiskan makanannya untuk bisa melanjutkan kembali pekerjaannya.


"Kembalikan sapunya."


Haruka segera meminta kembali sapu yang dipakai Taehyung dan melakukan kembali pekerjaannya.


"Aku akan membantumu, bukankah kau merasa kelelahan?" Jawab Taehyung.

__ADS_1


"Tapi ini adalah pekerjaanku."


__ADS_2