Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
21


__ADS_3

Taehyung langsung duduk di kursinya, dan mulai mengikuti pelajaran sains. Sekilas ia melirik kearah Megumi yang antusias mendengar penjelasan dari gurunya. Guru sains memberikan tugas kelompok dan pasangan Taehyung kali ini adalah Megumi.


"Saibara, kau mau satu kelompok denganku?" Hiroaki tiba-tiba mendekat ke tempat duduk Megumi saat Megumi hendak memutar kursinya ke belakang.


"Bukankah sangat kejahuan letak tempat dudukmu." Jawab Megumi kepada Hiroaki dan Taehyung masih memperhatikannya.


"Hey Junta, ayo kerjakan bersamaku." Taehyung langsung pergi ke tempat duduk Junta, ia bukannya menyerah hanya saja Taehyung malas berdebat dengan Hiroaki.


Saat Taehyung akan membuka bukunya tiba-tiba Junta menanyakan sesuatu yang malas Taehyung jawab.


"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Junta dan menggigit ujung pensilnya.


"Tidak, aku merasa kalau nilaimu lebih bagus di pelajaran sains." Jawab Taehyung dengan malas.


"Bagus apanya, aku hanya mendapat nilai rata -rata saja." Balas Junta dan ikut membuka buku pelajaran.


"Setidaknya kau bisa membaca."


"Benar juga. Kau kan tidak bisa membaca tulisan kanji. Baiklah ayo kita mulai." Ucap Junta dan memakai jepit untuk merapikan poni rambutnya.


Taehyung dan Junta mulai mengerjakan tugas kelompoknya. Taehyung sebenarnya sudah tak asing lagi dengan soal yang ada, hanya saja ia perlu seseorang untuk menerjemahkan bahasa kanji untuknya. Dan beruntung temannya Junta pandai dalam pelajaran sejarah dan bahasa Jepang.


Sesekali Taehyung melirik kearah Megumi dan Hiroaki, dadanya sangat sakit saat melihat Megumi tertawa dengan orang lain. Dulu ia juga pernah seperti itu, namun semuanya hanya kenangan. Dan kenangan itu hanya bisa diingat oleh Taehyung sendiri.


"Doshite? (ada apa) "


Pertanyaan Junta membuat Taehyung tersadar dari lamunanya.


"Tidak ada. Hey Junta sepertinya hari ini aku tidak ikut club. " ucap Taehyung mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa?apa terjadi sesuatu."


"Masahiro Sensei memberiku tugas." Taehyung memperlihatkan buku yang di berikan oleh gurunya. Junta hanya tertawa pelan karena sudah tahu jika ada murid yang sengaja bolos pada jamnya pasti akan dapat hukuman.


"Rasakan sendiri akibatnya." Ejek Junta lalu ia melanjutkan tugasnya.


Sepulang sekolah Taehyung langsung pergi ke perpustakaan untuk mencari beberapa buku yang bisa membantunya untuk menerjemahkan huruf kanji.


"Kenapa susah sekali."

__ADS_1


Taehyung menggaruk kepalanya dengan keras karena masih tak memahami tulisan yang ada di bukunya.


"Kau sepertinya dalam kesulitan."


Suara yang sangat dikenal oleh Taehyung tiba-tiba terdengar. Tidak salah lagi suara itu milik Megumi Saibara, tentu saja sangat melekat di telinganya.


Megumi melihat buku yang sedang dibawa oleh Taehyung, ia sangat tertarik kemudian membuka dan membacanya.


"Shusen wa


Kogubeshi ai wa


Ubau beshi


Karya Mitsuhasi Takajo.


(Ayunan harus diayunkan


Sementara cinta harus dicuri, dari orang lain).


Ayunan? Mungkin "shunsen" yang dimaksud adalah musim semi."


"Kau suka belajar haiku (puisi cinta). " Megumi memberikan pertanyaan pada Taehyung yang sedari tadi hanya melihatnya.


"Tentu saja tidak, ini karena hukumanku." Jawab Taehyung dengan pelan tapi masih enggan melihat wajah Megumi.


"Pasti kau membuat ulah pada Masahiro kun." Megumi mengejek Taehyung dan tersenyum simpul kepadanya.


"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" Taehyung berbalik tanya pada Megumi.


"Entahlah, aku tidak mengikuti club apapun. Dan aku sendiri juga tidak tahu apa yang biasa aku lakukan." Jawab Megumi.


Ternyata benar, setelah kecelakaan itu Megumi mengalami trauma hingga gangguan ingatan. Taehyung sebenarnya sangat sedih dengan apa yang di alami oleh gadis yang ia sukai, tapi dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kenapa kau tidak menggambar saja." ucap Taehyung memberikan saran kepada Megumi.


"Menggambar? Apa aku bisa menggambar? "


Taehyung semakin terkejut dengan pertanyaan Megumi. Apakah Megumi juga melupakan kesehariannya, itulah yang sedang dipikirkan Taehyung. Jika memang benar, pantas saja Megumi melupakan semua tentangnya.

__ADS_1


"Tentu saja, kau sangat pandai dalam menggambar. Hey bisa bacakan yang syair yang ini." Taehyung mencuri kesempatan, ia menyuruh Megumi untuk membacanya karena Taehyung tak bisa membaca tulisan kanji.


"Tentu saja, haiku karya Mayuzumi Madoka.


Aitakute ,Aitakute fumu, Usugoori (Aku merindukanmu, dan ingin bertemu denganmu ,melangkahi es yang tipis)."


Entah kenapa air mata milik Megumi tiba-tiba menetes di pipinya saat membaca puisi tersebut. Dan di saat yang bersamaan sebuah cairan bening milik Taehyung terjatuh di buku tulisnya.


Aku merindukannya


Seperti perasaan Taehyung saat ini yang benar-benar merindukan seseorang meskipun ada di hadapannya.


"Saibara chan."


"Megumi chan. "


Suara teriakan dari Hiroaki dan Rikako membuat Taehyung tersadar dari lamunanya. Ia segara mengambil bukunya dari tangan Megumi dan bergegas pergi. Karena Taehyung malas jika harus berurusan dengan Hiroaki.


"Megumi chan, apa terjadi sesuatu? Kenapa kau menangis? " Rikako mengahampiri Megumi yang sedang duduk di lantai. Ia melihat Megumi mengelurkan air mata dan langsung memberinya segudang pertanyaan.


"Rikako, sepertinya ada sesuatu yang aku lupakan. Tapi apa itu, aku sama sekali tidak bisa mengingatnya." Ucap Megumi dengan tatapan kosong.


"Daijoubu (tidak apa-apa). Megumi perlahan kau akan mengingatnya, tidak apa-apa." Rikako langsung memeluk sahabatnya dengan erat. Ia tahu pasti sulit bagi Megumi untuk mengingat apa yang dilupakannya.


Sementara Hiroaki hanya terdiam sambil memandangi sekitar, ia mencari sesuatu yang membuat Megumi bersedih. Tapi sialnya Hiroaki tak menemukan apapun. Perpustakaan dalam keadaan sepi, hanya ada dirinya, Megumi dan Rikako saja.


"Sudahlah, ayo kita pergi makan." Hiroaki mengajak Megumi dan Rikako untuk pergi dari perpustakaan, ia juga tak ingin jika kesedihan Megumi berlarut.


Taehyung yang berhasil bersembunyi akhirnya hanya bisa menantap kepergian Megumi dengan perasaan hambar.


"Aitakute (aku merindukannya)


"Aitakute fumu, Megumi chan ( aku ingin bertemu denganmu, Megumi)


Taehyung mulai menyesali keputusannya Saat itu, walaupun hatinya sedang hancur, seharusnya ia mengatakannya pada Megumi jika dirinya mencintainya. Taehyung hanya bisa menangis melihat kepergian orang yang ia cintai.


" Andaikan waktu itu bisa kembali, aku ingin mengatakan jika aku adalah orang yang mencintaimu."


Taehyung mengahapus air matanya yang tersisa, sudah cukup untuk hari ini. Dirinya hanya ingin menjalani hidup sesuai alurnya saja, tidak berharap lebih. Ia berjalan menuju kelasnya untuk membereskan alat tulisnya kemudian pulang.

__ADS_1


Saat di lapangan Taehyung melihat Junta yang sedang dirisak oleh kakak kelasnya. Kali ini Taehyung tidak ingin ikut campur, tapi hatinya mengatakan lain. Bagaimanapun Junta teman sekelasnya yang bisa diajak bicara dengan mudah, dan Junta juga sering membantunya dalam hal apapun. Akhirnya langkah kaki Taehyung terkalahkan oleh pikirannya, ia berbalik arah dan masuk ke lapangan futsall.


__ADS_2