Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
56


__ADS_3

.


.


.


.


.


"Watanabe."


Junta langsung berbalik ketika namanya di panggil. Suara kakak kelasnya terdengar meskipun ia berada di kerumunan.


"Jadilah kapten dan lanjutkan club futsal." Teriak Yuta dengan disambut senyuman tipis di bibirnya. Meakipun jaraknya tidak begitu dekat tapi Junta bisa melihatnya.


"Haik.(iya)." Balas Junta dengan senyum dan mata yang berbinar-binar. Akhirnya perselisihan ini berakhir juga. Yuta pun terlihat pergi dari lapangan dan bergabung dengan teman-temannya.


...****************...


Taehyung langsung berlari keluar gedung setelah melihat Megumi sudah tidak ada lagi di atas. Ia sangat senang karena gadis yang ia sukai ternyata mendukungnya saat bermain futsal.


"Kau datang hari ini." Ucap Taehyung dengan senyuman yang lebar saat menemukan keberadaan Megumi sebelum keluar dari gerbang.


"Hum,aku juga tidak tahu jika hari ini ternyata kau bermain futsal." Jawab Megumi.


"Aku berhasil memenangkannya." Taehyung memberitahu Megumi dengan bangganya, karena hampir saja ia menyerah saat itu. Tapi begitu melihat Megumi seakan semangatnya tumbuh lagi.


"Selamat kalau begitu. Taehyung aku harus pergi, maaf tidak bisa berlama-lama." Megumi segera berpamitan kepada Taehyung. Sesuai dengan perkataan Mitsuya sensei, dirinya memang tidak mengingat apapun masa lalunya. Jadi jika Taehyung berbohong padanya Megumi pun juga tidak akan tahu.


"Baiklah aku akan mengantarmu pulang." Ajak Taehyung karena tak ingin membiarkan Megumi sendirian.


"Tidak. Eh maksudku aku bisa pulang sendiri, aku pergi kemari diam-diam. Jadi lebih baik aku pulang sendiri." Tolak Megumi dengan hati-hati. Meskipun Megumi tak mengingat apapun ,tapi berada di dekat Taehyung sudah membuatnya percaya jika Taehyung benar-benar orang yang baik.

__ADS_1


"Baiklah sampai jumpa."


"Ittekimasu (aku pergi)." Ucap Megumi dan berlalu pergi.


"Itterashai (hati-hati di jalan)." Balas Taehyung dan melambaikan tangan kearah Megumi.


Sambil membalas lambaian tangan Megumi tersenyum kearah Taehyung. Sebenarnya saat bertemu dengan Taehyung, ia ingin menanyakan siapa pemberi jepit rambut bunga sakura. Mungkin Taehyung tahu karena satu-satunya teman yang diberitahu keadaannya hanyalah Taehyung dan Masahiro sensei. Perkataan dari Mitsuya yang membuatnya mengurungkan niatnya, Megumi takut jika Taehyung membohonginya.


"Saibara chan......"


Terdengar suara sesorang yang memanggil dirinya. Perlahan Megumi menoleh kebelakang, ia sangat terkejut ketika orang yang tidak dikenalnya memanggilnya. Orang yang dikenal Megumi hanyalah Taehyung dan Masahiro sensei saja.


.


.


.


.


Ingin rasanya Megumi langsung kabur, tapi jaraknya dengan laki-laki itu tidak terlalu jauh. Dirinya teringat perkataan Taehyung waktu lalu jika laki-laki itu bernama Hiroaki.


"Hiroaki..." Gumam Megumi dengan pelan dan laki-laki itu langsung.


"Ah.... Kau mengingat namaku?" Ucap Hiroaki dengan senang ketika mendengar ucapan Megumi. Hanya saja ia sedikit canggung karena biasanya Megumi memanggilnya dengan nama belakang, tapi kali ini nama depannya yang dipanggil oleh Megumi.


"Eh, memangnya biasanya tidak ya?" Balas Megumi dengan menggaruk kepalanya. Sejujurnya ia tak terlalu ingin berbicara dengan orang lain.


"Emm tidak juga sih. Maaf aku sedikit canggung karena tiba-tiba saja kau memanggil nama depanku. Oh ya bagaimana kabarmu? Apa kau sudah sembuh?" Hiroaki menanyakan karena Taehyung mengatakan jika Megumi mengalami sakit kulit yang menular.


"Sembuh?" Tanya Megumi balik.


"Taehyung dan Sensei mengatakan jika kau tidak masuk sekolah karena sakit yang menular. Dan Taehyung bilang kau kena penyakit kulit, apakah tidak apa-apa jika kau keluar tanpa menggunakan jaket?" Jawab Hiroaki, ia juga memperhatikan sepertinya Megumi baik-baik saja dan tidak ada masalah di kulitnya. Megumi juga memakai vintage dress dan kulitnya tidak mengalami perubahan.

__ADS_1


"Oh itu... Iya aku sudah sembuh, hanya saja masih tidak boleh berlama-lama berada di luar. Baiklah aku harus pergi." Megumi mencari alasan untuk segera pergi dari tempat itu.


"Tunggu sebentar...." Hiroaki mencoba mencegah Megumi pergi. "Jepit rambut itu, kau jadikan gantungan." Jepit rambut berbentuk bunga sakura tentu saja Hiroaki mengingatnya. Melihatnya saja sudah membuat hati Hiroaki merasa sakit.


"Oh ini, aku merasa kurang percaya diri saat memakainya. Kau tahu tentang jepit rambut ini?" Tanya Megumi secara perlahan.


Hiroaki hanya diam mematung mengingat bahwa dirinya pernah membeli jepit rambut untuk hadiah ulang tahun Megumi. Tapi ia terlambat memberikannya, Taehyung juga memberikan benda yang sama, dan saat itu juga Hiroaki melihat Taehyung yang mencium Megumi.


"Hiroaki, kau baik-baik saja?" Megumi melambaikan tangannya ke wajah Hiroaki membuyarkan lamunan Hiroaki.


"Maaf, aku baik-baik saja. Apa yang kau tanyakan tadi?" Jawab Hiroaki.


"Tidak, lupakan saja. Sebenarnya aku juga lupa dari mana jepit rambut ini, karena banyak sekali jepit rambut dirumah dan bentuknya pun sama." Megumi membuat alasan dan mengurungkan niatnya bertanya. Ia menyimpan benda yang menurutnya berharga.


"Apa kau benar-benar lupa?"


"Eh... Aku hanya sedikit lupa karena ada beberapa bentuk yang sama. Tapi lupakan sajalah. Hiroaki aku harus segera pergi, ayahku pasti mencemaskanku. Sampai jumpa." Megumi segera pergi karena takut ketahuan jika dirinya tak mengingat apapun.


"Hadiah ulang tahunmu. Jepit rambut itu hadiah ulang tahun..... Dariku."


Mendengar ucapan dari Hiroaki, Megumi pun menghentikan langkahnya. Ia berbalik kebelakang dan masih melihat Hiroaki yang berdiri dengan pandangan tertunduk. Megumi bingung harus mengatakan apa, tentu saja orang yang memberikan jepit rambut itu akan merasa kecewa jika tidak diingatnya.


"Oh... Jadi yang ini ternyata darimu. Terimakasih, maaf aku sedikit lupa karena aku punya beberapa dirumah dan bentuknya sama." Ucap Megumi dan memaksakan tertawa ,meskipun itu bukan hal lucu untuk ditertawakan.


Hiroaki membuka matanya dengan lebar, ia benar-benar tak menyangka jika Megumi lupa siapa yang memberikan jepit rambut itu. Tapi ia juga belum merasa senang, mungkin Megumi mempunyai jepit rambut berbentuk sakura lebih dari satu. Yang satu dari Taehyung dan mungkin yang satunya dari orang lain tapi entah dari siapa dirinya sendiri juga tidak tahu.


"Tidak masalah, mungkin ada jepit rambut yang lebih kau suka daripada itu." Jawab Hiroaki.


"Sepertinya begitu. Tapi jepit rambut darimu aku juga menyukainya."


Kali ini Megumi masih berdiri diam, ia mengurungkan niatnya untuk kembali pulang. Jepit rambut itu memang sangat berharga baginya, tapi ia tak bisa mengingatnya sama sekali. Mungkinkah Hiroaki berbohong? Tentang itu Megumi masih ingin menyelidikinya.


"Begitukah? Aku sangat senang mendengarnya. Hey Saibara aku akan mengantarmu pulang kalau begitu ." Hiroaki menawarkan diri untuk mengantar Megumi sampai rumah, karena sedari tadi Megumi sudah ingin pulang tapi dirinya yang mencegahnya. Megumi pun juga tidak keberatan dengan tawaran Hiroaki, hanya saja dirinya sering mengalihkan topik pembicaraan jika diajak berbicara dengan Hiroaki.

__ADS_1


"Saibara chan sampai jumpa, aku harap kau bisa masuk sekolah besok." Ucap Hiroaki saat berada di depan rumah Megumi.


__ADS_2