Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
55


__ADS_3

Megumi masuk kedalam kamarnya setelah selesai makan malam. Saat ia merapikan buku pelajarannya tanpa sengaja menemukan jepit bunga sakura yang tersimpan rapi di lacinya.


"Sejak kapan aku memiliki benda ini?" Gumam Megumi pada dirinya sendiri. Ia kemudian mencoba di rambutnya dan berdiri di depan kaca.


"Megumi chan turunlah sebentar ada Mitsuya sensei." Suara teriakan dari ibunya membuat Megumi harus turun kebawah.


"Iya." Jawab Megumi dan langsung turun sesuai perintah ibunya.


Mitsuya mengunjungi Megumi karena permintaan Saibara, ia sudah tahu jika putrinya sering keluar rumah. Saibara juga tak ingin terus mengekang putrinya jadi menyuruh Mitsuya untuk memeriksa apakah sudah baik-baik saja.


"Oh jepit rambut yang bagus." Ucap Mitsuya saat melihat Megumi. Ia memuji jepit rambut yang dikenakan oleh Megumi.


"Benarkah? Aku juga tidak tahu sejak kapan aku memiliki jepit rambut ini. Hey sensei ada apa kau mencariku malam-malam?" Tanya Megumi yang langsung pada intinya.


"Aku membawakanmu manisan. Bagaimana kabarmu hari ini?" Mitsuya memberikan sekotak manisan untuk Megumi.


"Ya seperti yang kau lihat." Jawab Megumi dengan santai, ia lalu membuka kotak manisan.


"Ayahmu berkali-kali melihatmu pergi diam-diam dari rumah. Hey Megumi apa kau belum mengerti bahayanya jika kau sering menyelinap keluar rumah...."


"Aku hanya pergi ke sekolah." Teriak Megumi memotong ucapan Mitsuya. Dirinya merasa jengkel jika harus mendengarkan ocehan dokternya.


"Satu hal yang perlu kau tahu. Kau tidak mengingat apapun masa lalumu. Ayahmu mencemaskan hal itu karena bisa saja orang lain memanfaatkanmu." Kali ini Mitsuya berusaha tegas pada Megumi, ia ingat amanat yang di berikan oleh Saibara ayahnya Megumi.


"Oh ya satu hal lagi, tentang jepit rambut itu. Kau bahkan tidak bisa mengingat siapa pemberinya dan kapan kau mendapatkannya. Jadi mudah saja bagi orang lain membohongimu. Aku kemari hanya untuk memperingatkanmu saja. Jangan keluar rumah sebelum waktu yang di izinkan." Ucap Mitsuya lagi, kemudian ia berpamitan pada Hana untuk pulang.


Megumi hanya bisa diam seribu bahasa, ia juga menyentuh jepit rambut yang ia kenakan. Memang, Megumi tak mengingat sama sekali siapa yang memberikan jepit rambut itu. Tapi apakah ia salah jika ingin pergi ke sekolah bertemu dengan teman-temannya. Diantara semua orang pasti ada temannya yang tulus dengan Megumi, namun ayah dan ibunya masih saja mengkhawatirkannya.


"Hey Megumi, kau baik-baik saja?" Tanya ibunya setelah selesai mengantar Mitsuya sampai kedepan.


Megumi enggan untuk menjawab pertanyaan ibunya, ia langsung naik keatas kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"kau tidak mengingat apapun masa lalumu."


.

__ADS_1


.


" Jadi mudah saja orang lain membohongimu. Aku kemari hanya untuk memperingatkanmu saja."


Perkataan dari Mitsuya masih saja memenuhi pikiran Megumi. Yang di katakannya memang benar, tapi Megumi merasa jika tidak coba mana mungkin ingatannya akan kembali.


...****************...


Junta mulai mengatur strategi sebelum memulai pertandingan. Kali ini semua taktik sudah direncanakan secara matang, pertandingan kali ini kelasnya tidak boleh kalah. Taehyung memasang headband dikepalanya agar rambutnya tidak menghalangi matanya. Demi nama baik temannya ia harus bertanding secara maksimal.


"Pertandingan kali ini melawan Yuta senpai?" Ucap Hiroaki saat berpapasan dengan Taehyung dan team futsal yang lainnya mulai memasuki lapangan.


"Hum." Jawab dengan singkat.


"Berjuanglah, dan semoga menang." Hiroaki mengambil tasnya karena latihan basket sudah berakhir dan lapangannya akan digunakan untuk futsal. Ia juga sedikit tersenyum sebelum benar-benar pergi bergabung dengan teman sekelas lainnya.


"Ano.... Apakah kau akan mendukungku?." Tanya Taehyung.


"Tidak,!! Emm maksudku semua pertandingan ini kan untuk kelas jadi aku ingin semuanya bisa dimenangkan." Jawab Hiroaki dengan sedikit terbata-bata. Ia mulai binggung mencari alasan, karena ucapan semangat tiba-tiba keluar dari mulutnya tanpa sengaja. Dulu dirinya dan Taehyung memang berteman dekat dan saling menyemangati satu sama lain, mungkin alam bawah sadar Hiroaki masih merasa jika dirinya dan Taehyung masih berteman dekat.


"Hiroaki aku harap kau mendukungku, aku akan berjuang keras." Balas Taehyung pada temannya namun Hiroaki masih tetap diam tidak merespon Taehyung. Hiroaki langsung saja bergabung dengan teman-teman lainnya tanpa melihat kearah Taehyung.


"Kim ayo berkumpul." Ajak Junta dan menarik lengan Taehyung agar bergabung dengan yang lainnya. Setelah kepergian Taehyung, Hiroaki tersenyum kecil dan menoleh kebelakang untuk mencari sosok Taehyung.


"Berjuanglang!!!" Ucap Hiroaki lagi dengan sangat pelan, sehingga hanya dirinya sendiri yang dapat mendengarnya.


Pertandingan futsal sudah dimulai, sebagai team penyerang, Kim Taehyung harus berusaha untuk menjebolkan bola ke gawang lawan. Namun ternyata pertahan dari murid kelas 3 sangatlah kuat, hingga akhirnya mendapatkan skor 0 -0 padahal sudah dua puluh menit pertandingan berlangsung.


"Abe kau harus selalu fokus pada gawangmu, jangan sampai satu bola berhasil masuk. Kau mengerti??" Ucap Junta pada Abe yang bertugas sebagai penjaga gawang pada saat break sejenak.


Keringat Taehyung sudah bercucuran, karena hasilnya masih seri maka ada waktu pertambahan. Baik Junta maupun Taehyung sudah mulai lelah.


"Hey Taehyung tetaplah fokus, jangan lakukan kesalahan." Teriak Junta saat Taehyung melakukan kesalahan saat mengoper bola. Tapi mau bagaimana lagi pertandingan sudah berlangsung 30 menit semua orang sudah merasa lelah.


Taehyung merasa lelah karena semalam ayahnya menyuruhnya untuk membawakan hasil panen kedalam gudang dan dirinya baru istirahat jam 2 pagi. Ia menarik nafasnya dalam-dalam agar oksigen masuk dikepalanya dan membuatnya berfokus kembali, tanpa sengaja mata Taehyung melihat Megumi yang sedang berdiri diatas dan melihat ke arahnya.

__ADS_1


Entah sejak kapan Megumi berdiri diatas sana, Taehyung melihat Megumi yang tersenyum padanya seakan mendapakan energi yang baru. Junta mengoper bola kearahnya, tanpa basa-basi lagi Taehyung langsung menendangnya kearah gawang lawan karena mendapat peluang yang besar.


.


.


.


.


.


"GOALLLLL!!!!" Teriak semua penonton.


Dan peluit panjang berbunyi menandakan waktu permainan telah habis.


Kelas 1-A berhasil memenangkan pertandingan melawan kelas 3-A. Junta langsung bersorak kemenangan karena goal terakhir dari Taehyung merupakan goal kemenangan melawan Yuta senpai.


Hiroaki ikut tersenyum senang ketika Taehyung berhasil memenangkan pertandingan.


"Omedetou (selamat)." Ucap Yuta kepada Junta meskipun dengan wajah yang masam.


"Arigatougozaimasu senpai." Balas Junta dengan senyuman dan membalas jabatan tangan dari kakak kelasnya itu. Yuta berlalu pergi setelah memberikan ucapan selamat.


"Senpai....." Teriak Junta dan menghampiri Yuta, sejujurnya Junta ingin perselisihannya dengan kakak kelasnya selesai.


"Pertandingan Yuta senpai sangat keren sekali, terimakasih telah mengajariku selama di club." Ucap Junta.


Yuta masih mematung berdiam diri memikirkan ucapan adii kelasnya. Sejujurnya dirinya sama sekali tak mengajari apapun pada laki-laki yang ada di depannya. Malahan menekannya saat di club.


"Aku tak mengajarimu apapun, bahkan kau pun tak masuk team inti." Balas Yuta dengan tatapan mata yang kasar.


"Meskipun aku tak masuk team inti, tapi taktik yang senpai ajarkan aku mempelajarinya. Baiklah senpai sampai jumpa." Tak ingin berlama-lama Junta langsung berpamitan pergi, karena sepertinya kakak kelasnya masih tidak menyukai dirinya.


"Watanabe."

__ADS_1


__ADS_2