Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
22


__ADS_3

Akhirnya langkah kaki Taehyung terkalahkan oleh pikirannya, ia berbalik arah dan masuk ke lapangan futsall.


Sebenarnya Taehyung memberanikan diri, tidak mungkin juga ia melawan beberapa kakak kelas di sana.


"Apa yang sedang kalian lakukan." Ucap Taehyung di depan kakak kelas yang sedang menyiram air pada Junta temannya.


"Kau tidak bisa melihat apa sedang ku lakukan?" Salah satu kakak kelas dua berdiri dan berjalan ke arah Taehyung.


Taehyung merasa sangat ketakutan, mungkinkah kakak kelas akan memukulnya. Sungguh dirinya belum siap untuk hal itu.


"Bukankah kita satu club, ku pikir tidak ada salahnya jika bermain bersama." Taehyung mencoba mengatakan sesuatu, mungkin bisa membuat kakak kelasnya berubah pikiran dan pergi dari hadapan Taehyung.


"Kita memang satu club, tapi lihat saja dia." Kakak kelas menunjuk kearah Junta yang sudah basah semua karena siraman air.


"Dia cuma anak petani sangat tidak cocok bermain di team inti, tapi laki-laki itu masih saja bersikeras menunjukkan kemampuannya." kakak kelas yang saat itu sedang minum juga ikut menyahuti perkataan dari temannya.


Taehyung mengingat perkataan yang pernah Junta ucapkan beberapa hari yang lalu.


"Kenapa kau tak masuk kedalam team inti? Bukankah cara bermainmu juga bagus." Tanya Junta.


" Mereka terlihat sangat sombong, lalu kenapa juga kau tak masuk kedalam team inti? Bukankah cara bermainmu juga bagus." Ucap Taehyung berbalik bertanya.


Junta menjawab pertanyaan Taehyung dengan cukup lama.


"Seperti yang kau katakan, mereka terkesan sombong. Sebenarnya aku ingin keluar dari club futsall."


"HAH kenapa? Kau yang mengajakku dan sekarang kau mau keluar dari club futsall." Taehyung terkejut dan sedikit berteriak saat berbicara dengan temannya.


Taehyung sekarang mengerti, ternyata yang bisa masuk team inti dalam permainan futsall bukan dari seseorang yang permainannya bagus. Semuanya karena kesenjangan sosial.


"Tapi aku juga anak seorang petani, jadi artinya aku tidak pantas untuk ikut club futsall." Ucap Taehyung pelan meskipun sebenarnya ia bergumam pada dirinya.


"Siapa yang mengatakan begitu."


Salah seorang yang memakai kapten bernama Yuto yang ikut menyiram Junta dengan air berdiri dan menghampiri KimTaehyung


"Bukankah Watanabe Junta tak bisa masuk team inti karena dia anak seorang petani. Aku juga anak petani, itu artinya club ini tak boleh di ikuti oleh anak seorang petani." Jawab Taehyung yang sebenarnya juga gugup mengatakannya.


"Siapa namamu?" tanya Yuto lagi.

__ADS_1


"Kim Taehyung."


"Bermainlah dengan kami, tunjukkan kemampuan mu." Yuto melemparkan bola kepada Kim Taehyung dan mengajaknya bermain. Taehyung berhasil menangkap bola dan mengikuti ajakan dari seniornya.


Sebenarnya Yuto tak memerdulikan masalah kesenjangan sosial. Hanya saja dirinya mempunyai dendam kepada Junta. Saat SMP gurunya yang melatih futsall menggantikan posisinya sebagai kapten, dan menunjuk Junta sebagai penggantinya padahal masih junior jauh di bawahnya.


Saat di SMA, Yuto ingin membalaskan dendam kepada Junta dan tak ingin Junta merebut posisinya kembali. Itulah mengapa Yuto tak ingin jika Junta masuk ke team inti dan selalu merisaknya.


Taehyung menikmati permainan futsallnya, memang sejak dulu Taehyung sangat menyukai futsall jadi ia sangat bersemangat saat bermain.


"Permainan mu lumayan bagus juga, apa kau mau masuk ke team inti? Akulah kaptennya." Yuto memberikan sebuah penawaran kepada Taehyung.


"Sebenarnya aku tidak tertarik masuk team inti, bisa bermain bersama -sama sudah membuatku merasa senang karena aku menyukai futsall." Jawab Taehyung dengan mengembangkan senyum di wajahnya, ia juga mengingat dulu pernah memainkannya bersama kakaknya.


"Kalau begitu bermainlah denganku saat di club futsall. Oh satu lagi yang perlu kau tahu, sebenarnya kami juga tidak memandang status sosial. Jaa ne (sampai jumpa). "


Yuto menepuk bahu Taehyung dan diikuti oleh kelima teman-temannya.


Kemudian pergi dari lapangan karena jam berlatih sudah selesai menyisakan Taehyung dan Junta.


"Kau sangat berani sekali melawan Yuto senpai." Ucap Junta yang sedang memunguti botol bekas yang tercecer di lapangan dibantu oleh Taehyung.


"Tapi terimakasih sudah membelaku." Junta akhirnya memberikan senyum yang tulus.


"Gara-gara kau, aku melupakan tugas dari Masahiro sensei." Ucap Taehyung dengan mengeluh dan menyalahkan Junta.


"Tenanglah aku akan membantumu mengerjakan tugas itu. Ayo cepat pel lantainya." Balas Junta.


Taehyung akhirnya menuruti ucapan Junta, ia mengepel lantai dengan cepat. Taehyung berharap jika hubungannya dengan Junta bisa tulus dan berlangsung lama. Tidak sepertinya dan Hiroaki.


Megumi tersenyum memandangi Taehyung dari kejauhan. Ia juga melihat saat Taehyung melawan kakak kelas dengan sangat bijaksana. Meskipun Megumi belum tahu siapa Taehyung, tapi dirinya bisa memutuskan jika Taehyung adalah orang baik.


Selesai mengerjakan tugasnya dengan Junta, Taehyung akhirnya bisa pulang ke rumah. Tapi saat di jalan Taehyung melihat Megumi sedang berdiri di perlintasan kereta dan menunggu kereta yang sedang lewat, Taehyung juga melihat seorang perempuan yang waktu itu pernah membuat Megumi mengalami trauma.


"Tunggu sebentar, apa mungkin gadis itu akan melukai Megumi kembali? " Pekik Taehyung.


Tanpa pikir panjang, Taehyung segera berlari dan menarik tangan gadis itu sebelum menyakiti Megumi.


Taehyung menariknya dan bersembunyi di celah gang.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?" Tanya gadis itu dengan berteriak.


"Lalu apa yang sedang kau lakukan juga. Aku pernah melihat mu. Kau adalah orang yang menyakiti Megumi. " balas Taehyung dengan berteriak. Setelah itu Taehyung mengintip keluar untuk memastikan jika Megumi tidak melihatnya. Taehyung merasa lega karena Megumi bisa pulang dengan aman, ia kembali bicara dengan gadis itu.


.


.


.


BUUKKK


.


.


Gadis itu melemparkan batu tepat mengenai kepala Taehyung dengan sengaja. Dahi Taehyung berdarah dan gadis itu kabur darinya. Tanpa berbuat apapun Taehyung hanya duduk di sebuah bangku yang tak jauh dari perlintasan kereta api. Ia teringat ucapan Masahiro dengan dokter yang saat itu sedang merawat Megumi.


"Tenang saja, esok pasti Saibara akan melupakan semuanya." Ucap dokter itu dengan santai.


"Seperti yang sudah kukatakan waktu itu, Megumi harus terbebas dari segala tekanan dan ancaman. Apakah Haruka masih mengganggunya? " Tanya sang dokter dan Masahiro hanya mengangguk.


Otak Taehyung berpikir dengan cepat. Ia segera tahu jika selama ini kehidupan Megumi tidak baik-baik saja. Memori otak Megumi sengaja melupakan kejadian yang ingin dilupakan, karena memang sudah sering dirisak oleh seseorang. Taehyung langsung berdiri dan ingin menemui Masahiro, hanya guru wali kelasnya yang tahu akar permasalahan ini.


"Ehh."


Pekik Taehyung saat seorang gadis yang baru saja terlepas darinya, tiba-tiba muncul di hadapannya.


Gadis itu membawa kotak P3K dan mengobati dahi Taehyung yang terluka olehnya.


"Maaf, kupikir kau adalah orang mesum yang akan menculikku." Suara gadis itu terdengar sangat lembut di telinga Taehyung.


"Haruka.. " Ucap Taehyung menebak nama gadis itu.


"Dari mana kau tahu namaku?."


Dengan perasaan takut, gadis yang bernama Haruka langsung membereskan perlengkapan obatnya dan ingin bergegas pergi.


"Matte (tunggu). Ada sesuatu yang ingin ku katakan." Taehyung mencoba mencegah gadis itu pergi. Ia langsung menggenggam pergelangan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2