
Keesokan hari yang sama.
Taehyung merasa mengantuk karena semalam tidur sangat larut. Ia menunggu Haruka tetapi tidak berhasil di temuinya.
"Ohayougozaimasu (selamat pagi)." Sapa Junta dan langsung duduk di hadapan Taehyung.
"Selamat pagi. " Jawab Taehyung dengan wajah yang mengantuk.
"Hey, kenapa kau terlihat sama sekali tidak bersemangat? Apa musim dingin yang membuatmu mengantuk."
Canda Junta dan mentertawakan Taehyung karena rambut temannya yang sangat berantakan.
"Entahlah. Aku tidur terlalu malam."
Taehyung menjawab pertanyaan Junta sambil menguap karena semalam memang tidak tidur terlalu larut memikirkan Megumi.
"Ini adalah bangku."
Ucap Megumi yang baru datang setelah beberapa menit Junta duduk di bangkunya.
"Ohayou (selamat pagi) Saibara..." Sapa Junta dan pergi daru tempat duduk Megumi.
"Ohayou (selamat pagi). " Balas Megumi dan mulai duduk di bangkunya.
Sementara Taehyung hanya diam memandang Megumi yang baru saja duduk.
"Selamat pagi." Sapa Megumi pada Taehyung dan tersenyum manis seperti biasa.
"Pagi." Jawab Taehyung dengan singkat kemudian kembali menyandarkan kepala.
'Megumi chan, apakah kau masih mengingatku? Apakah kau mengingat namaku yang baru saja semalam ku beri tahu? Aku juga ingin memberitahu padamu jika bunga yang kita tanam waktu itu sudah layu dan mati. Tapi aku berhasil menemukan tunasnya, apakah tunas itu bisa tumbuh menjadi bunga yang baru? Apakah masih ada harapan untuk bersamamu kembali?'
Taehyung kembali melihat Megumi meskipun hanya terlihat punggungnya saja. Entah kenapa tiba-tiba Megumi menoleh ke arahnya dan tersenyum padanya lagi. Seolah Megumi bisa mendengar kata hatinya.
"Rambutmu terlihat berantakan. Tapi kau tetap terlihat tampan kok." Puji Megumi.
Perkataan itu membuat Taehyung mengingat sesuatu. Dulu Megumi selalu menggambar karakter anime dengan rambut panjang dan berantakan. Karena Taehyung sangat tertarik pada Megumi akhirnya ia sengaja tak merapikan rambutnya saat berangkat sekolah.
"Ano... Apa kau tahu...."
Perkataan Taehyung terpotong karena Masahiro sensei sudah datang dan memulai pelajarannya.
namaku lanjut Taehyung dalam hati.
Masahiro menjelaskan puisi haiku kembali. Kali ini ia membahas tentang karya milik Katayama Kiyoshi yang berisi 5 -7 -
"Shizukasa ya,
hanasaki niwa no,
haru no ame
(Betapa sunyinya, halaman berbunga, hujan musim semi)"
__ADS_1
Masahiro membaca karangan haiku milik Katayama Kiyoshi. Baru saja Masahiro menjelaskan artinya tapi ia melihat Taehyung yang melamun dan melihat jendela.
"Kim Taehyung, ujian semester semakin dekat harusnya kau tidak bersantai seperti itu."
Tegur Masahiro dan memukulkan bukunya pada kepala Taehyung.
"Gomennassai (maaf). Aku akan lebih fokus belajar lagi." Taehyung meminta maaf pada gurunya.
"Baiklah kalau begitu, bacalah haiku milik Katayama Kiyoshi agar kau kembali fokus."
Masahiro memberi perintah kepada muridnya dan Taehyung mengangguk.
"Betapa sunyinya
Halaman berbunga
Hujan musim semi."
Taehyung mulai membacanya dan perlahan ia juga sudah mulai bisa membaca tulisan kanji jika terbiasa.
"Berikan artinya dan penjelasan." Perintah Masahiro sekali lagi.
Taehyung terdiam sejenak memikirkan apa arti dari haiku tersebut. Kenapa harus ia yang menjelaskan, Taehyung bukan dari Jepang tentu saja sangat sulit memahaminya.
"Kim Taehyung." Panggil Masahiro.
"Maaf, aku tidak mengerti sama sekali."
Jawab Taehyung dan membuat seisi kelas mentertawakannya.
Ucap Masahiro dan kembali pada pelajarannya. Sebenarnya ia tak bermaksud mempermalukan Taehyung, Masahiro hanya ingin semua muridnya fokus dan memperhatikan pelajarannya.
"Sama seperti biasa, kalian semua akan mendapat tugas mengartikan haiku dari beberapa tokoh. Waktu sepuluh menit untuk menjelaskan ke depan."
"Kim Taehyung apa kau bisa membaca tulisan Kanji?" Tanya Masahiro pada Taehyung, karena mengingat Taehyung adalah murid pindahan dari Korea Selatan.
"Sedikit saja." Jawab Taehyung.
"Baiklah, kau akan mengerjakannya dengan Saibara chan. Meskipun bukan tugas kelompok, kau bisa meminta tolong Saibara untuk membaca dan menuliskan huruf Kanji."
Masahiro memberikan solusi untuk Taehyung, dan memang Megumi juga murid terbaik di kelasnya.
"Kenapa harus dengan Saibara?" Protes Hiroki dan berdiri dari tempat duduknya.
"Karena tempat duduk mereka berdekatan. Lagipula ini juga bukan tugas kelompok. Baiklah selesaikan tugas kalian dalam waktu lima belas menit."
Ucap Masahiro menjawab pertanyaan dari Hiroaki meskipun mencoba memprotesnya.
"Baiklah kau mendapatkan tugas haiku milik siapa?" Tanya Megumi dan memutar tempat duduknya menghadap kebelakang.
"Masaoka shiki."
"Baiklah akan ku bacakan.
__ADS_1
Furusato ha,
itoko no Ooshi,
momo no hana
(Pada kotaku, anak-anak gembira, bunga pun mekar)"
Megumi membacakan haiku dengan perlahan agar Taehyung bisa mengerti dan mengulanginya. Dengan cara belajar yang Megumi berikan tentu saja membuat mudah di pahami. Dan lagi-lagi Taehyung kembali mendapatkan alasan menyukai Megumi.
"Hey, jika kau ingin mengartikan haiku dengan tepat, cobalah untuk menjadi penyair itu. " Megumi memberikan arahan untuk Taehyung.
"Penyair?" Tanya Taehyung dengan sebelah alisnya terangkat, ia sama sekali tidak mengerti maksudnya.
"Cobalah untuk menjadi Masaoka Shiki. Karena haiku tercipta dari lubuk hati yang paling dalam. Dan bisa jadi merupakan ungkapan hatinya." Jawa Megumi lalu melanjutkan tugasnya kembali.
Taehyung juga tak ingin berlama-lama. Ia juga mulai mengerjakan tugasnya. Lima belas menit telah berlalu. Sesuai dengan perintah Masahiro semua murid menjelaskan kedepan.
Megumi menuliskan makna dari haiku yang ia dapat, tentu saja semua orang kagum. Karena Megumi memang sangat ahli dalam pelajaran sastra. Masahiro memberikan tugas yang kedua. Kali ini semuanya harus membuat Tanka entah tentang percintaan ataupun kerinduan.
Tugas ini terdiri dari dua orang, tetapi Taehyung masih harus berpasangan dengan Megumi karena kosa katanya masih belum sempurna.
"Kau akan membuat apa?" Tanya Megumi seakan berdiskusi pada Taehyung.
"Kuserahkan saja padamu. Kau memang yang terbaik." Jawab Taehyung karena memang Megumi sangat menguasai hal-hal yang berbau sastra.
"Baiklah, bagaimana kalau sama-sama membuat. Jika kau kesulitan beritahu padaku akan ku bantu." Megumi memberikan solusi dan Taehyung menerimanya.
.
.
'Kimi o omoeba, kono mune ga itai ni natta'
(Kalau aku teringat padamu, dada ini menjadi sakit)
Taehyung memberikan buku tulisnya. Ia tak memiliki ide apapun membuat Tanka. Masa bodoh dengan Tanka ataupun Haiku. Semuanya Taehyung tak mengerti.
"Eh, kenapa? Kau seperti membuat puisi tentang patah hati."
Ucap Megumi memberikan komentar setelah membaca puisi milik Taehyung.
"Hanya itu yang terlintas di pikiranku. Sudahlah kita pakai dari mu saja."
Taehyung langsung mengambil bukunya dan menyandarkan kepalanya di bangku karena sudah kehabisan pikiran.
'Koi wa sono hajimari ga itsumo utsukushi sugiru. Ketsumatsu ga kesshite yokunai nomo murikaranu koto da.
Dakara kimi o omoeba, kono mune ga itai ni natta'
(Awal dari kisah cinta itu selalu sangatlah indah. Tetapi tidak perlu heran kalau endingnya berakhir dengan buruk.
Karena kalau aku teringat padamu, dada ini menjadi sakit)
__ADS_1
Megumi memberikan buku tulisnya pada Taehyung. Ia menggabungkan kata-kata milik Taehyung dan miliknya.
Sementara Taehyung terkejut dan membaca sungguh-sungguh karya yang di buat Megumi.