
Masahiro memegang wajah Megumi dengan kedua tangannya. Gadis kecil yang selalu bermain dengannya kini sudah berubah menjadi gadis remaja yang cantik dan kuat. Ia tersenyum dengan senang, meskipun Megumi melupakan Taehyung tapi perasaannya pada Taehyung masih ada.
"Megumi chan, dahulu teman-temanmu bukan hanya aku dan Rikako saja kan. Kau selalu mempunyai banyak teman tapi kau selalu ragu untuk menyebutnya teman karena tidak terlalu akrab. Boleh ku tanya sesuatu, kenapa kau ragu menyebutnya teman?".
Masahiro teringat dengan masa lalunya dengan Megumi sewaktu SMA. Menurutnya Megumi mudah bergaul dengan siapapun, tapi kenapa saat kejadian itu saat semua orang di tempatnya membencinya karena anak dari Saibara. Megumi mengalami gangguan semacam OCD dan yang Megumi ingat hanyalah Masahiro dan Rikako.
"Karena hanya Masahiro kun dan Rikako adalah teman terbaikku. Yang sangat mengerti tentang perasaanku dan yang paling berharga untukku." Megumi menjawab pertanyaan dari Masahiro jujur dari lubuk hatinya.
"Bagaimana jika kau menganggap Taehyung teman terbaik juga seperti kau menganggapku dan Rikako. Tidak hanya Kim Taehyung, tapi semua orang yang ada di sekelilingmu. Cobalah saranku." Ucap Masahiro dan perlahan Megumi sudah mulai membaik.
"Apakah saranmu dari dokter Mitsuya?" Tanya Megumi dan melihat wajah Masahiro dengan tatapan yang curiga.
Pertanyaan Megumi membuat Masahiro tertawa lebar.
Saran yang di katakan Masahiro hanya menurut pendapatnya saja. Dan Mitsuya lebih handal lagi memberi saran karena ia seorang dokter.
"Eh kenapa kau malah tertawa." Tanya Megumi keheranan.
"Bagaimana bisa kau lebih mempercayai saran Mitsuya padahal baru mengenal selama dua tahun." Jawab Masahiro dan membuat berantakan rambut Megumi.
"Itu karena Mitsuya selalu mendengarkan keluh kesah ku dan aku sering bercerita banyak hal padanya. Jadi aku juga menganggap Mitsuya adalah teman baikku."
"Dan kau juga mengingat Mitsuya seperti mengingatku dan Rikako. Jadi cobalah kepada orang lain. Dengan menganggap orang lain teman baikmu kau bisa mengingat mereka." Ucap Masahiro sebelum pergi meninggalkan Megumi.
' Megumi chan Tumbuhlah menjadi gadis dewasa yang kuat, aku akan selalu menjagamu.' Gumam Masahiro dalam batinnya.
Taehyung masih berusaha mencari keberadaannya Megumi. Ia ingin mengatakan terimaksih pada Megumi karena berusaha mengingatnya.
"Ketemu...!"
Ucap Taehyung dengan nafas yang tak beraturan saat menemukan Megumi di atap sekolah. Megumi masih belum berani wajah Taehyung, ia masih terus berpikir apakah firasatnya itu benar jika dirinya dan Taehyung pernah menjadi teman akrab.
"Megumi chan, aku meminta maaf padamu. Kau tidak bersalah kok." Ucap Taehyung sekali lagi dan berjalan mendekat kearah Megumi.
"Tapi aku selalu melupakan namamu." Balas Megumi dengan pelan.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, aku bukan orang Jepang. Jadi wajar jika namaku terlalu sulit untuk di ingat. Dan aku sangat berterimakasih karena kau telah berusaha untuk mengingat namaku."
Kali ini Taehyung berusaha untuk menghibur Megumi. Ia ingin mengulang kembali kebersamaan dengan Megumi sesuai saran dari Masahiro.
"Tapi bukan hanya namamu saja yang kulupakan. Aku melupakan semua orang kecuali Rikako dan Masahiro."
"Kalau begitu kau bisa menulis namanya di telapak tanganmu, bukankah seperti itu yang kau lakukan."
Taehyung memegang tangan Megumi dan mempertebal tulisan namannya di telapak tangan Megumi. Tulisan itu sedikit pudar karena Megumi berusaha menghapusnya.
"Tolongn tuliskan namamu di tangan ku juga." Taehyung memberikan pulpennya pada Megumi dan mengulurkan tangannya.
"Tapi kau bisa mengingat namaku dengan jelas." Ucap Megumi seakan memprotes keinginan Taehyung.
"Benar. Tapi terkadang aku juga akan lupa, Hey mari kita berusaha bersama untuk mengingatkan satu sama lain."
Taehyung tersenyum kepada Megumi dan tak lama kemudian Megumi setuju dengan ajakan Taehyung, ia pun menuliskan namanya di telapak tangan Taehyung.
'Berharap bolehkan?
Dan aku berharap bahwa perasaan ini akan tumbuh kembali.'
Taehyung dan Megumi sama-sama tersenyum dan memandang satu sama lain. Keduanya tak mengingat jika jam istirahat telah usai, dan membolos bersama.
Hiroaki melihat bangku yang di duduki Taehyung dan Megumi kosong. Meraka berdua bolos pada jam pelajaran sejarah. Hiroaki merasa darahnya mulai mendidih, ia tak akan membiarkan jika Taehyung merebut Megumi lagi.
"Taehyung ayo pulang." Ajak Tsubaki saat bel pulang telah berbunyi, Taehyung menjawab dengan anggukan dan merapikan bukunya.
"Bisa ikut aku sekarang. Aku ingin melawanmu bermain basket."
Hiroaki masih belum bisa menerima kekalahan. Ia sengaja mengajak Taehyung bertanding basket hanya untuk melampiaskan kekesalan.
"Maaf, tapi kurasa sudah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan." Tolak Taehyung dengan mengeluarkan keberaniannya. Baru kali ini ia tak ingin menuruti keinginan Hiroki.
"Dasar pengecut, bilang saja kau takut kalah." Hiroaki menggertak dan mengejek Taehyung karena tidak terima jika ditolak mentah-mentah.
__ADS_1
"Ada apa ribut-ribut."
Ucap Junta yang langsung menghampirinya temannya. Karena sedari tadi Junta menunggu Taehyung di luar kelas tetapi Taehyung tidak keluar juga.
"Kau selalu saja. Jangan ikut dalam urusanku."
"Tentu saja aku akan ikut campur karena Taehyung adalah temanku." Jawab Junta dan siap melerai jika terjadi pertikaian.
"Teman?" Hiroaki mengulang perkataan Junta dengan nada mengejek.
"Kau akan paham nantinya jika orang yang kau sebut teman tiba-tiba menghianatimu."
"Sudahlah hentikan." Taehyung mencoba tegas. Dirinya juga tak ingin jika Junta mengetahui permasalahannya dengan Hiroaki.
"Ada hal yang lebih penting yang harus kulakukan saat ini, daripada meladeni permainan basketmu. Junta ayo kita pergi."
Taehyung memberanikan diri mengucapkan hal itu di depan Hiroaki. Ia langsung menarik Junta untuk pergi dari hadapan Hiroaki.
Saat keluar dari gerbang sekolah Junta langsung mengajak Taehyung untuk makan ramen di tempat biasa. Tapi Taehyung menolak, ia langsung mengajak Junta untuk makan di cafe tempat Haruka bekerja.
"Kau masih tidak mau menceritakan padaku?" Tanya Junta yang ingin membahas perselisihan antara Taehyung dan Hiroaki.
"Hanya sedikit terjadi salah paham antara aku dengan Hiroaki." Taehyung memilih mengaduk machanya daripada harus membahas Hiroaki.
"Lalu mengapa kau tak mencoba menyelesaikannya?"
"Percuma saja." Jawab Taehyung dengan asal.
"Benar juga. Hiroaki sangat egois bahkan semuanya harus berpihak padanya. Aku juga merasa kasihan pada Masahiro sensei." Ucap Junta dan meminum coklat hangatnya.
"Memangnya kenapa dengan Masahiro Sensei?"
"Oh ya kau tidak tahu ya. Masahiro adalah kakaknya Hiroaki. Tapi Masahiro sudah keluar dari rumahnya karena masalah yang aku tidak begitu paham. Hingga saat ini hubungan persaudaraan mereka merenggang." Jawab Junta menjelaskan apa yang ditanyakan Taehyung.
"Masahiro Sensei?"
__ADS_1
"Hum, memang tidak banyak yang tahu kalau Masahiro sensei dan Hiroaki bersaudara. Karena Masahiro sensei mengubah nama keluarganya." Jawab Junta sekali lagi.