Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
23


__ADS_3

Taehyung telah berhasil menemukan seseorang yang bernama Haruka. Ia mengingat perkataan dokter dan Masahiro jika Haruka yang menyebabkan Megumi mengalami trauma yang sangat dalam.


"Matte (tunggu). Ada sesuatu yang ingin ku katakan." Taehyung mencoba mencegah gadis itu pergi. Ia langsung menggenggam pergelangan tangannya.


"Dari mana kau tahu namaku? Kau sudah mengikutiku selama ini."


Haruka terlihat sangat takut saat Taehyung memanggil namanya.


Perlahan Taehyung melepaskan pergelangan tangan Haruka karena melihat wajah gadis itu yang ketakutan. Niat Taehyung hanya ingin bertanya bukan untuk menyakiti seseorang.


"Maaf membuatmu takut."


"Aku tak pernah mengikutimu, hanya saja ada yang ingin ku tanyakan." ucap Taehyung tanpa basi-basi lagi. Ia tak ingin dicurigai seperti penjahat oleh gadis yang tak di kenalnya itu.


Haruka kemudian duduk di bangku, mungkin ia sudah sesikit percaya dengan penjelasan Taehyung.


"Nani? (apa)." Tanya Haruka dengan suara yang memang lembut dari sananya. Meskipun penampilan Haruka terlihat kumuh seperti anak jalanan, tapi suaranya sangat lembut dan kulitnya putih pucat mungkin karena tidak terawat.


Taehyung perlahan ikut duduk di samping Haruka. Rambut panjang milik Haruka menutupi wajahnya sehingga Taehyung kesulitan untuk melihat wajah Haruka.


"Kau mengenal Megumi Saibara?"


Pertanyaan dari Taehyung membuat mata Haruka terbuka lebar. Perempuan yang di bicarakan adalah putri dari seseorang yang sudah membuat ayahnya meninggal dan hidupnya berantakan.


"Saibara adalah anak seorang pembunuh."


Jawab Haruka, ia langsung menggenggam kuat kotak P3k yang sedari tadi dipegangi.


"Sekali lagi maaf jika aku membuatmu terkejut. Kenapa kau selalu menyebutnya putri seorang pembunuh? " tanya Taehyung dengan hati-hati.


"Saibara san (tuan saibara atau yang dimaksud adalah ayahnya Megumi) membunuh ayahku."


Jawab Haruka sedikit berteriak lalu melihat kearah Taehyung.


Wajah Haruka sudah terlibat sembab, dan matanya sudah berkaca-kaca tak lama lagi ia pasti akan menangis. Taehyung sejujurnya memiliki hati yang sangat lembut, dirinya selalu tidak tega jika melihat seorang perempuan menangis. Melihat wajah Haruka yang sangat sendu dan mata yang hampir menangis membuat Taehyung merasa bersalah.

__ADS_1


Haruka lalu berdiri dan pergi dari hadapan Taehyung. Ia melewati perlintasan kereta saat Taehyung ingin mengejarnya palang kereta mulai menutupi jalan dan keretapun mulai melintas. Taehyung benar-benar kehilangan jejak Haruka, ia tak tahu kemana Haruka pergi. Akhirnya Taehyung memutuskan untuk pulang kerumahnya.


...----------------...


Taehyung menuju keruang guru, tugas gila yang diberikan Masahiro akhirnya telah selesai juga ia kerjakan.


"Tugas gila yang kau berikan."


Ucap Taehyung seakan memprotes guru wali kelasnya yang mengajar sastra Jepang.


Masahiro yang sudah berada di ruangannya hanya tertawa kecil karena berhasil membuat Taehyung jera.


"Anak yang baik, lain kali jika kau tak mengikuti kelasku dengan sengaja, akan lebih gila lagi tugas yang kau kerjakan." Jawab Masahiro dan tersenyum menandakan kemenangannya.


Saat Taehyung akan pergi dari ruang guru, pikirannya teringat dengan Haruka. Dan ia tahu bahwa Masahiro mengetahui semua masalahnya.


"Ada apa lagi, pergilah biar ku periksa tugasmu." ucap Masahiro seakan mengusir keberadaan Taehyung.


"Masahiro Sensei ada yang ingin kutanyakan tentang Megumi." ucap Taehyung pada akhirnya.


"Apa?"


Mendengar perkataan dari Taehyung membuat Masahiro terkejut. Akhirnya Masahiro mengajak Taehyung bicara.


"Ikut aku sekarang, kita akan bicara di luar saja."


"Haik (iya). " Jawab Taehyung mengiyakan ajakan gurunya.


Taehyung mengikuti gurunya dari belakang, entah sepertinya pembicaraan ini sepertinya serius. Ia berjalan di belakang Masahiro hingga akhirnya berada di atap sekolah. Udara dingin mulai menusuk di tulangnya meskipun Taehyung sudah memakai jaket yang tebal. Mengapa Masahiro mengajaknya bicara di sini, itulah yang ada di pikiran Taehyung.


"Kau melihatnya dimana?


Maksudku, dimana Megumi akan di serang." tanya Masahiro dengan serius.


"Di perlintasan kereta, tak jauh dari rumahku. Masahiro sensei, waktu itu aku sempat mendengar percakapanmu dengan dokter nama Haruka. Apa hubungannya dengan Haruka? " tanpa segan Taehyung langsug bertanya pada intinya.

__ADS_1


Masahiro lalu mengambil rokok di saku celananya. Ia mengambil satu batang kemudian meyalakan dan menghisapnya. Mungkin karena udaranya terlalh dingin, jadi menghisap rokok membuatnya terasa hangat.


"Sebenarnya semua ini merupakan kesalahpahaman. Apa kau tahu jika ayahnya Saibara chan adalah seorang dokter? "


"Haik (iya)." ucap Taehyung mengiyakan ucapan dari gurunya, dan ia juga ingin mendengar kelanjutannya.


"Saat itu ada pasien dengan luka yang cukup parah, Saibara san (ayahnya Megumi) yang sedang bertugas menolongnya. Tapi nyawa pasien itu tidak tertolong dan meninggal dirumah sakit. Itu merupakan pertama kalinya Saibara diangkat sebagai dokter tetap setelah bertahun-tahun menjadi dokter magang. Pasien yang meninggal itu adalah ayahnya Haruka." ucap Masahiro menjelaskan semuanya kepada Taehyung.


Taenyung malah penasaran dengan rokok yang dihisap oleh gurunya. Apakah benar rokok bisa membuatnya hangat, karena udaranya semakin dingin saja. Perlahan ia mengambil satu batang dan menyalakan api.


"Hey apa yang kau lakukan." Dengan tatapan yang tajam Masahiro mencegah Taehyung. Namun terlambat, Taehyung sudah mengambil satu batang rokok dan menghisapnya.


"HUEK... UHUK.... UHUK"


"Rasanya tidak enak HUEK" Taehyung berbatuk saat mencoba menghisap rokok milik Masahiro.


Melihat kelakuan muridnya Masahiro hanya tertawa. Ia hendak melarang Taehyung tapi karma sudah langsung membalasnya.


"Lagipula apa yang sedang kau lakukan, murid sepertimu tidak boleh merokok. Aku akan memberi hukuman pada muridku yang merokok." Ucap Masahiro yang masih tertawa keras.


"Aku juga tidak mau menghisapnya lagi. Aku hanya penasaran, ayahku pernah menghisap rokok dan mengatakan untuk menghangatkan. Tapi rasanya sangat tidak enak dan membuatku batuk, itu juga kenapa Masahiro mengajak bicara disini. Sudah tahu jika udara semakin dingin." Taehyung bicara cukup panjang seakan memprotes gurunya.


Masahiro perlahan menghentikan tawanya dan menyimpan rokoknya kedalam saku celananya. Ia juga teledor karena menaruh rokoknya di atas balkon jadi tak salah jika Taehyung mengambilnya.


"Gomenne, kurasa hanya disini yang menurut aman membicarakan sesuatu." Jawab Masahiro.


"Lalu mengapa seseorang yang bernama Haruka selalu menyerangnya?" tanya Taehyung sekali lagi.


"Mungkin saja karena Haruka masih tidak terima dengan kematian ayahnya. Dan kesalahpahaman itu membuatnya ingin membalas Saibara san lewat anaknya. Andai saja aku bisa bicara dengan Haruka, aku ingin meyakinkan jika semua itu bukan kesalahan Megumi. Dan Haruka tak harus melakukannya pada Megumi."


Taehyung masih terdiam mendengar penjelasan dari gurunya, ia akhirnya mengerti masalahnya. Pantas saja dulu Taehyung pernah mendengar seseorang mengatakan anak pembunuh. Dan disaat itu Megumi menjadi panik dan menyuruhnya pergi.


"Kim Taehyung kurasa cuma itu yang bisa kujelaskan, pergilah sebentar lagi kelas dimulai. Aku tak ingin kau bolos di pelajaran apapun. " Masahiro menyuruh Taehyung pergi sedangkan dirinya masih ingin menghabiskan rokoknya.


"Haik (iya). " Taehyung menurut dan merasa sudah cukup penjelasan yang ia dengar.

__ADS_1


"Taehyung... ! Apa hubunganmu dengan Megumi baik-baik saja." Tanya Masahiro memastikan ia teringat saat tiba- tiba Megumi melupakan Taehyung. Dan saat itu ia pikir mereka sudah pacaran, karena Masahiro mendengar Taehyung menyatakan perasaannya.


"Kami berdua seperti seseorang yang tidak pernah bertemu. Semua yang pernah kita lalui, Megumi melupakannya, semuanya." Jawab Taehyung dengan menahan rasa perih.


__ADS_2