Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
24


__ADS_3

Masahiro yang mendengar jawaban dari Taehyung juga sangat terkejut dan bisa merasakan bagaimana rasa sakit yang dirasakan oleh Taehyung.


"Tapi tak apa, perlahan mungkin aku akan terbiasa. Jaa ne Sensei." ucap Taehyung sekali lagi dan berpamitan kepada gurunya. Ia segera pergi menuju kelasnya sesuai dengan yang di perintahkan gurunya.


Sementara itu, Masahiro hanya bisa melihat kepergian Taehyung dengan rasa kasihan. Pasti berat bagi Taehyung di lupakan oleh orang yang dicintainya. Masahiro memang menyukai Megumi, tapi ia sadar itu tidak mungkin. Masahiro hanya ingin melindungi Megumi saja, dan membiarkan Megumi bersama dengan orang yang tepat.


Di ruang kelas 10-A


"Hey kenapa baru datang, apa kau terlambat bangun?" Tanya Junta yang melihat Taehyung baru datang dan duduk di bangkunya.


"Aku baru saja mengumpulkan tugas gila." Jawab Taehyung dengan santai.


"Lalu apa katanya? Bagaimana nilainya?" Junta sedikit terkekeh karena dari kemarin temannya selalu mengeluhkan tugas yang diberikan Masahiro.


"Entahlah masih di periksa." Jawab Taehyung singkat kemudian membuka buku pelajaran matematika karena sebentar lagi gurunya akan datang. Junta pun juga kembali ke tempat duduknya.


Taehyung melihat Megumi yang duduk di depannya. Ia merasa lega karena Megumi baik-baik saja. Jika suatu saat ia bertemu dengan Haruka lagi, Taehyung ingin meyakinkan jika itu bukan kesalahan Megumi.


Saat jam istirahat makan siang, Junta langsung menghampiri Taehyung dan membawa bekalnya.


"Makanlah." Junta membuka bento yang ia bawa untuk dimakan bersama Taehyung.


"Kenapa tidak kau makan saja."


"Kau gila mana mungkin aku makan segitu banyaknya. Ayolah."


Jawab Junta dan mengambilkan sumpit untuk Taehyung.


Sebenarnya Junta bukan tipe orang yang sok akrab, hanya saja untuk rasa berterimakasih karena Taehyung membelanya kemarin.


"Oishi (enak)."


Taehyung memuji bento yang dibawakan Junta saat ia makan di suapan pertamanya. Rasa inilah yang sangat dirindukan Taehyung.


"Makanlah yang banyak." Junta merasa senang dan menyuapi udang goreng tepung ke mulut Taehyung.


Megumi yang baru saja datang sangat tertarik melihat kedua temannya yang sedang makan bersama.


"Sepertinya menyenangkan membawa bento ukuran besar."


Sedikit penasaran Megumi mengintip bekal yang dibawa Junta.

__ADS_1


"Saibara chan kemarilah." Junta memanggil Megumi sementara Taehyung masih asik makan udangnya.


"Apa yang kau bawa.... Ah ebifurai...! Itu sangat enak."


Megumi sangat tertarik karena Junta membawa udang goreng tepung.


"Ambilah jika kau mau." ucap Junta menawarkan pada Megumi.


"Apakah tidak masalah? " Tanya Megumi sesikit ragu karena biasanya ia hanya berbagi bekal pada orang terdekatnya saja, contohnya Rikako.


"Ambil saja." Jawab Junta.


Megumi mengambilnya satu dan memakannya. Memang sangat menyenangkan berbagai bekal dengan teman-teman. Hanya saja Megumi tak begitu ingat apakah ia pernah berbagi bekalnya selain dengan Rikako.


"Emm enak sekali. Arigatou (terimakasih)." ucap Megumi dengan tersenyum dan masih mengunyah makanan dimulutnya.


"Megumi, ayo... " Rikako memanggil Megumi dari luar kelas, dan di belakangnya sudah ada Hiroaki. Mereka sepertinya mengajak Megumi makan bersama.


"Haik (iya)." Teriak Megumi kepada sahabatnya.


"Aku hanya membawa inari sushi, senang bisa berbagi bekal bersama. Jaa... "


Megumi memberikan satu inari sushi yang dibuatnya. Ia meletakkan di tempat bekal milik Junta, kemudian bergegas menemui Rikako dan Hiroaki yang sudah menunggunya.


"Kenapa diam saja."


Junta yang berada di sebelah Taehyung ternyata memperhatikan.


"Bekal dari Saibara, kau bisa memakannya." ucap Junta sekali lagi, karena melihat Taehyung memandangi inari sushi yang diberikan Megumi.


Taehyung mengambil inari sushi dan memakannya. Entah mengapa Taehyung masih belum bisa sepenuhnya melupakan rasa inari sushi yang pernah dibuatkan Megumi. Dan sekarang rasa rindunya terbalas.


"Kau sangat mirip seperti karakter yang ku gambar."


"Ta Tae... Aku menebaknya dengan benar."


"Aku juga menyukaimu." Ucap Megumi lalu perlahan Taehyung perlahan mendekatkan wajahnya da mencium bibir Megumi.


Ingatan- ingatan itu terlintas di pikiran Taehyung. Sangat terasa menyakitkan bukan jika orang yang disukai tiba-tiba melupakannya.


"Ku harap semua akan baik-baik saja."

__ADS_1


Junta menepuk bahu Taehyung dengan pelan. Melihat temannya makan inari sushi dengan menangis tentu saja membuat Junta berpikir jika Taehyung sedang ada masalah. Sebelumnya Junta juga pernah melihat Taehyung yang dekat dengan dengan Megumi. Tapi setelah libur musim panas selesai, Junta tak lagi melihat kebersamaan antara Taehyung dengan Megumi


"Oishi (enak)." balas Taehyung dengan isak tangisnya. Ia masih menghabiskan inari sushi yang diberikan Megumi walaupun dengan menangis.


"Itu benar. Saking enaknya kau sampai menangis." Ucap Junta yang mencoba memahami perasaan Taehyung.


...----------------...


Taehyung pergi ke taman kelas, mungkin melihat beberapa bunga bisa membuat perasaannya membaik.


"Diudara yang sangat dingin, bunga milikmu akan mati jika terus kau siram."


Suara Tahara Yuri membuat Taehyung tersadar. Ia langsung mematikan saluran air dan mengembalikan ke tempatnya.


"Wajahmu kelihatan sedang tidak baik-baik saja, apa terjadi sesuatu padamu." Tanya Yuri dan mendekat kearah Taehyung.


"Tidak ada apa-apa." Taehyung hanya menjawab pertanyaan Yuri dengan singkat, kemudian ia berjongkok untuk merapikan beberapa bunga krisan yang tidak beraturan.


Yuri tersenyum memandangi Taehyung, ia seperti mengingat sosok kakeknya yang menyukai bunga. Kakek Yuri berada di panti jompo, setiap hari Kakek Yuri sangat senang jika cucunya berkunjung membawakan bunga.


"Bukankah besok adalah waktu penilaian." Ucap Yuri yang langsung berada di samping Taehyung.


"Benar. Setelah itu aku akan terbebas dari tugas ini." Jawab Taehyung setengah bercanda.


"Kukira kau menyukai merawat tanaman."


"Tidak begitu juga sih. Masahiro sensei yang menyuruhku, tapi aku juga menikmatinya." Balas Taehyung sekali lagi pada Yuri.


"Memang seperti itu Masahiro Sensei. Tapi Taehyung kun seperti kakekku, dia sangat menyukai bunga. Beberapa bunga membuat perasaannya membaik, kakeku juga sangat menyukai nenekku. Jadi dia menganggap bunga adalah nenekku, maka dari itu dia selalu bahagia jika sudah merawat tanaman."


Yuri bertopang dagu yang masih memperhatikan Taehyung yang sedang memberikan pupuk untuk bunganya.


"Apa aku terlihat seperti kakek kakek?" Balas Taehyung sembari bercanda.


"Anoo... Buka seperti maksudku...hanya saja."


"Bercanda kok, Jaa ne (sampai jumpa)."


Ucap Taehyung berpamitan pada Yuri, ia juga mengacak-acak poni rambut milik Yuri karena ada daun yang jatuh mengenai rambut Yuri.


Yuri hanya bisa terdiam melihat Taehyung. Perlakuan Taehyung barusan membuat detak jantung Yuri semakin kencang. Ia sangat terkejut karena tiba-tiba saja Taehyung mengacak-acak rambutnya.

__ADS_1


Dari atas ruang kelas satu, Megumi tak sengaja melihat perlakuan Taehyung kepada Yuri. Senyumannya memudar, entah mengapa Megumi merasakan hal yang sangat tidak suka. Megumi tak mengerti, padahal ia dan Taehyung hanya teman sekelas.


__ADS_2