
"Apa kau benar bisa membuatku sekolah lagi." Teriak Haruka saat Aoyama san akan masuk ke dalam mobilnya.
Dirinya mencoba mengikuti saran dari Kim Taehyung. Saat bekerja di cafe, Haruka selalu melihat anak-anak yang seusianya berkumpul dengan teman-temannya. Mereka juga sering mengerjakan tugas sekolahnya di cafe tempat Haruka bekerja. Hal itu membuat Haruka sedikit iri dengan kebahagiaan yang di lihatnya.
"Jika kau menyetujui semua persyaratanku."
Jawab Aoyama San (pak Aoyama).
"Lalu bagaimana dengan biaya kehidupanku. Kau juga sudah punya anak, mana mungkin anakmu mau menerimaku." Haruka mulai keluar dari rumahnya dan berjalan ke arah Aoyama.
"Aku akan menanggungnya. Kau tahu jika aku dan istriku tidak mempunyai anak perempuannya. Setelah proses adopsi selesai kau bisa tinggal di rumahku. Tenang saja, putra pertamaku sudah tidak tinggal di rumah bersama. Jadi hanya istriku dan putra keduaku." Jawab Aoyama menjelaskan pada Haruka.
"Baiklah, aku percaya padamu." Haruka mencoba untuk mempercayai lelaki setengah tua yang ada di depannya. Ia ingin kembali ke masa-masa sekolahnya dahulu.
"Terimakasih sudah mempercayaiku. Aku dan istriku akan menghubungimu kembali. Sampai jumpa." Ucap Aoyama dan masuk ke dala mobilnya.
...****************...
Ujian telah selesai Taehyung bisa bernafas lega karena tidak lagi melihat tulisan-tulisan kanji yang membuatnya pusing.
"Yoo, ayo makan dulu sebelum pulang." Ajak Junta yang sudah ada di hadapannya Taehyung.
"Baiklah..." Jawab Taehyung dan menyambar tasnya.
"Kali ini kita akan makan dimana? Apa di tempat temanmu bekerja?" Tanya Junta yang langsung menyebut nama cafe di mana Haruka bekerja.
"Bisa saja ayo kita pergi.
Hey Junta bisa aku minta tolong bantuanmu?"
"Apa?" Tanya Junta dengan santai sambil memainkan ponselnya.
"Jika kau ada waktu aku ingin belajar bersama. Aku juga akan mengajak seorang lagi." Ucap Taehyung mengutarakan maksud tujuannya.
"Kau mau mengajak Saibara chan?" Tebak Junta.
Taehyung hanya diam, sebenarnya Taehyung tidak berpikir untuk mengajak Megumi. Ia lebih memilih mengajak Haruka karena Haruka yang lebih membutuhkannya.
"Humm mengajak Megumi juga tidak masalah." Jawab Taehyung akhirnya.
__ADS_1
"Boleh saja. Kau juga harus mengajak Yuri, apa kau tidak keberatan jika mengajaknya juga?" Junta semakin bersemangat karena artinya bisa mengambil kesempatan bisa dekat dengan sosok Yuri.
"Hum.. Aku akan mencobanya." Balas Taehyung. Lalu Junta merangkul Taehyung dan segera masuk ke cafe.
Taehyung sama sekali tidak melihat Haruka bekerja. Padahal sudah hampir satu jam ia dan Junta berada di cafe.
"Doshite (kenapa)." Tanya Junta yang melihat Taehyung sedikit panik.
"Tidak ada apa-apa kok."
"Ah... Aku tahu. Kau pasti mencari gadis pelayan waktu itu kan." Junta tersenyum sendiri dan menyindir temannya Taehyung.
"Kurasa dia sedang libur kerja." Jawab Taehyung singkat.
"Aku pikir kau menyukai Saibara chan, tetapi kenapa kau masih peduli dengan perempuan lain."
Junta menerka-nerka apakah Taehyung temannya ini merupakan sosok playboy. Karena banyak sekali perempuan yang berada di dekatnya.
"Aku hanya menganggap Haruka temanku biasa."
"Haruka? Nama yang bagus, hanya saja gadis itu menurutku cuek." Junta mengulang nama perempuan yang di katakan Taehyung. Ia juga memuji namanya.
"Rikako. Kemarilah." Sapa Junta dan mengajaknya bergabung.
"Kalian sudah selesai makan?" Tanya Rikako karena melihat Taehyung yang sedang memakai jaketnya.
"Hum... Kau tidak sedang bersama Megumi?" Tanya Taehyung karena menurutnya jika ada Rikako pasti ada Megumi.
"Aku mengajak Megumi hanya saja ditolak. Megumi bilang ayahnya akan mengajak ke suatu tempat. Hey Taehyung bisa bicara sebentar."
Rikako mengajak Taehyung keluar kafe, sebenarnya ia hanya ingin minta maaf karena perkataan yang tidak sepantasnya.
"Anoo... Aku ingin meminta maaf waktu itu. Hal itu juga tidak sepantasnya ku katakan padamu, mungkin hubunganmu merenggang dengan Hiroaki karena aku." Ucap Rikako dengan menyesal.
"Tidak apa, perkataanmu waktu itu memang ada benarnya. Hiroaki memang telah berusaha keras untuk bersama dengan Megumi. Ketimbang denganku yang baru mengenal Megumi." Balas Taehyung.
"Benar, dari dulu Hiroaki hanya melihat kearah Megumi. Tanpa memperdulikan jika ada seseorang yang selalu di dekatnya." Gumam Rikako sendiri dengan pelan, tapi Taehyung bisa mendengarnya.
" Baiklah Taehyung, hanya itu yang ingin ku katakan padamu. Aku senang karena akhirnya kau memaafkanku. Sampai jumpa." Rikako kemudian masuk ke kafe bersama dan bergabung bersama teman-temannya.
__ADS_1
Taehyung pulang lebih dulu, karena Junta masih ingin bersama teman-temannya Rikako.
Ketika sudah sampai di rumah, Taehyung terkejut karena melihat Haruka yang menunggunya di depan rumahnya.
"Haruka..." Panggil Taehyung saat melihat Haruka duduk berkokok dengan bermain kayu.
"Oh... Kau sudah pulang? Aku mengetuk pintu rumahmu berkali-kali tapi tidak ada jawaban." Ucap Haruka dan berdiri mendekati Taehyung.
"Kedua orang tuaku masih bekerja. Masuklah." Taehyung membuka pintu rumahnya dan menyuruhnya masuk.
"Tidak perlu, aku hanya sebentar saja.
Kim Taehyung, apa kau punya materi sains? Aku mencoba meluangkan waktuku untuk belajar, dan aku juga ingin belajar sains." Ucap Haruka dengan pelan.
Taehyung mulai tersenyum mendengar penuturan dari Haruka. Karena akhirnya Haruka bisa belajar lagi.
"Tentu saja, tunggulah sebentar akan ku ambilkan." Taehyung langsung masuk ke rumahnya dan mengambil bukunya di rak kamarnya. Saat akan keluar Taehyung melihat lukisan dari Megumi.
'Aku akan membuatmu bahagia, setelah ini tidak akan lagi yang menganggumu.' Batin Taehyung.
Ia langsung keluar dan memberikan bukunya untuk dipijam Haruka.
"Aku segera mengembalikannya." Haruka menerima buku dari Taehyung kemudian pergi.
Malam harinya Taehyung menyempatkan datang ke taman untuk menyiram bunganya. Perlahan bunga yang ia tanam sudah mulai tumbuh dan muncul satu daun.
Saat Taehyung hendak pulang tiba-tiba Taehyung melihat gurunya sedang panik sambil memegang ponsel, ia berjalan mendekatinya.
"Masahiro Sensei." Panggil Taehyung dari belakang.
"Kim Taehyung, apa yang kau lakukan di sini?." Tanya Masahiro saat menoleh ke belakang. Ekspresi wajahnya terlihat saat khawatir, ia juga terlihat berkali-kali sedang menelepon.
"Rumah ku ada di sekitar sini. Lalu apa yang Sensei lakukan di sini?" Jawab Taehyung dengan memperhatikan wajah gurunya.
"Keadaannya sangat gawat, aku mendengar jika Haruka bekerja di sini. Dan Megumi sudah pergi dari rumahnya sejak satu jam yang lalu." Jawab Masahiro kepada Taehyung.
Mendengar penjelasan dari gurunya, mata Taehyung terbuka lebar. Ia juga ikut panik karena bisa saja Haruka akan kembali menyakiti Megumi ketika bertemu.
"Dari mana sensei tahu jika Megumi akan datang kemari." Taehyung mencoba bertanya sekali lagi. Ia juga ikutan panik seperti Masahiro.
__ADS_1
"Tuan Saibara mengataka jika Megumi akan menemui Mitsuya malam ini. Tentu saja Megumi akan kemari sebelum datang ke tempat Mitsuya. Taehyung bantu aku mencari Megumi sebelum mereka berdua bertemu." Masahiro mulai meminta tolong pada Taehyung untuk mencari Megumi. Dan tanpa pikir panjang Taehyung langsung bertindak.