
"Kau sekolah dimana? Apakah gurumu mengizinkamu bekerja sampai larut malam." Tanya Masahiro karena tidak melihat Haruka di sekolah tempat ia mengajar.
Haruka diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari Masahiro.
"Aku tidak bersekolah. Aku sudah berhenti sekolah sejak satu tahun yang lalu."
Jawaban Haruka membuat perasaan Masahiro terenyuh. Ia merasa kasihan pada Haruka karena harus mengorbankan sekolahnya.
"Berapa umurmu?" Tanya Masahiro sekali lagi.
"Enam belas tahun, dan aku akan berusia tujuh tahun pada bulan depan." Jawab Haruka dengan pelan. Ia merasa juga merasa kesepian karena harus merayakan hari ulang tahunnya tanpa Ayahnya.
Haruka dan Masahiro sama-sama terdiam. Masahiro pun juga tidak mengira kalau insident itu menyebabkan Haruka harus mengorbankan sekolahnya.
"Maaf jika pertanyaanku menyinggungmu. Tapi aku kagum padamu karena masih mau belajar mandiri." Ucap Masahiro.
"Buku ini sebenarnya bukan milikku, aku meminjam dari temanku. Jika saja temanku tidak memberiku saran, maka aku juga tidak mungkin belajar." Balas Haruka, ia langsung mengambil bukunya dari tangan Masahiro dan membacanya lagi.
"Hey Haruka, mengapa kau tak mencoba bersekolah lagi." Masahiro mencoba memberi saran pada Haruka.
"Aku tidak cukup banyak waktu, lagipula biaya sekolah juga tidak murah." Jawab Haruka dengan santai. Pertanyaan itu juga pernah diajukan oleh Kim Taehyung.
Masahiro semakin merasa bersalah karena mengatakan hal yang sepatutnya tidak ia katakan. Harusnya Masahiro mencari tahu dulu alasan mengapa Haruka tidak bersekolah.
"Aku bisa membantumu, mungkin tidak begitu banyak uang yang ku punya. Tapi kau juga bisa bekerja paruh waktu tetapi yang ringan saja." Ucap Masahiro, tak apa jika uang gajinya habis jika untuk membantu membiayai Haruka bersekolah lagi.
"Terimakasih atas bantuannya. Tapi aku tak ingin merepotkanmu."
Haruka menolak tawaran dari Masahiro dengan sopan. Masahiro hanya diam ketika mendengar jawaban dari Haruka. Ia lebih baik membantu Haruka mengerjakan soal latihan bersamanya.
"Kau tak perlu juga mengantarku sampai rumah. Aku sudah biasa pulang larut malam sendirian." Ucap Haruka ketika dirinya berjalan bersama Masahiro.
"Tidak apa-apa, aku juga sekalian pergi ke rumah temanku di sekitar sini."
"Temanmu putrinya Saibara san." Haruka menebaknya dan berhenti berjalan membiarkan Masahiro jalan terlebih dahulu.
Sadar bahwa Haruka ada di belakangnya, Masahiro menoleh ke belakang dan melihat Haruka berdiri terdiam. Ia pun kembali kearah Haruka.
"Mereka bisa bahagia di atas penderitaan orang lain." Gumam Haruka pelan.
Masahiro masih bisa mendengarnya, ia berusaha untuk menjelaskan pada Haruka agar tidak terjadi salah paham.
"Tidak begitu juga, putrinya Saibara tidak tahu ap....".
"Mereka hidup bahagia setelah menghancurkan orang lain. Bisa sekolah, punya teman dan tertawa bersama. Itu tidak adil." Teriak Haruka saat Masahiro berusaha mencoba menjelaskan. Haruka lalu berlari meninggalkan Masahiro.
"Haruka.. Haruka.. Tunggu sebentar." Masahiro mencoba mengikuti Haruka tetapi Haruka tak terlihat lagi dari pandangannya.
Masahiro akhirnya hanya berjalan menuju rumah Megumi, ia hanya memandangi dari luar saja. Semua lampu sudah padam dan pasti Megumi sudah tidur.
...****************...
__ADS_1
Pagi yang sedikit berembun telah menyapa. Beberapa tetesan air hujan masing menggenang di pinggir jalan.
Taehyung berpikir keras untuk mengerjakan soal ujiannya. Sementara Masahiro yang menjadi pengawas ruangan sering kali terlihat menguap. Masahiro memejamkan matanya karena tidak bisa menahan kantuk.
"Ada kebakaran dalam gedung sekolah." Ucap Junta di sebelah teringa Masahiro, sementara Taehyung membakar kertas dan menaruh di depan meja Masahiro.
"CEPAT PADAMKAN, KITA BUTUH APAR...." Masahiro terperanjat, ia berlari hingga beberapa kali terjatuh ketika mengambil alat pemadam kebakaran dan menyemprotkan ke arah api yang menyala.
Taehyung tertawa lebar karena berhasil mengerjai gurunya. Begitu juga dengan murid-murid lain yang masih di kelas.
"Dasar murid laknat." Umpat Masahiro setelah sadar bahwa dikerjai oleh muridnya.
Ia berusaha berdiri karena sangat terkejut.
"Salahmu sendiri tidur di kelas." Sahut Junta yang masih tertawa.
"Siapa dalang semua ini." Tanya Masahiro sedikit marah. Tetapi semua orang tidak ada yang menjawabnya.
"Kim Taehyung kau merencanakan semuanya?" Tebak Masahiro. "Kalian berdua akan ku laporkan pada guru kedisiplinan." Ancam Masahiro dan membersihkan pakaiannya karena terkena cairan pemadam.
"Silahkan saja, aku juga akan melaporkanmu ke kepala sekolah karena mengawasi kami dengan tertidur." Balas Taehyung dan menertawakan gurunya.
Masahiro hanya bisa diam, ia kalah telak. Tentu saja dirinya bersalah karena tidur saat menjadi pengawas ruangan.
"Baiklah kumpulkan semua soal dan jawaban ujian." Ucap Masahiro dengan menyerah.
"Sudah ku lakukan sejak tadi." Dengan sigap Megumi menyerahkan lembar jawaban dan soal ujian yang sudah selesai. Masahiro menerimanya dan membawanya ke ruang guru.
"Itaaiiii (sakit)." Terdengar suara seseorang yang kesakitan saat Masahiro mencoba melempar kaleng ke tempat sampah tapi meleset.
"Maaf aku tidak sengaja." Ucap Masahiro dan menengok ke bawah. Saat itu Masahiro sedang minum kopi di balkon ruang guru. Ia segera turun dan menemui Taehyung yang terkena lemparan kaleng.
"Harusnya aku tak perlu minta maaf karena kaleng yang mengenai kepalamu." Ucap Masahiro dengan sedikit tertawa karena lemparannya mengenai Taehyung.
"Kau sengaja."
"Tidak, itulah yang di namakan karma." Masahiro tersenyum dengan kemenangannya.
"Tetapi bukan aku saja, ada Junta, Megumi dan lainnya." Protes Taehyung karena merasa hanya dirinya saja yang terkena karma.
"Itu karena kau sedang apes saja."
"Jika boleh ku tahu kenapa kau tidur di kelas. Sangat memalukan menjadi guru seperti itu." Gerutu Taehyung.
"Baiklah aku minta maaf. Kemarin aku bertemu Haruka, karena panik tidak menemukan Megumi maka targetku ku ubah untuk mengawasi Haruka." Jawab Masahiro membahas masalah kemarin malam.
"Lalu bukankah kau ku kirimkan pesan jika aku berhasil menemukan Megumi." Ucap Taehyung membela diri.
"Iya, tapi aku masih khawatir jika Megumi masih bertemu dengan Haruka. Apa kau mengantarkannya dengan aman?" Tanya Masahiro.
"Tentu saja.
__ADS_1
"Aku melihat Haruka sedang belajar saat istirahat dari pekerjaannya. Kasihan sekali, Haruka sudah berhenti sekolah." Masahiro tanpa sadar menceritakan sosok Haruka yang di lihatnya.
"Aku sudah tahu itu."Balas Taehyung dengan santai.
"Darimana kau tahu?" Selidik Masahiro dan mulai fokus berbicara pada Taehyung.
"Aku beberapa kali bertemu dengan Haruka dan bicara. Menurutku Haruka bukan orang yang jahat. Haruka hanya merasa iri karena kehilangan masa remaja seperti anak-anak lainnya."
"Benar. Aku juga menganggap seperti itu." Masahiro sependapat dengan Taehyung. Haruka memang bukan orang jahat, tapi entah mengapa Haruka selalu menyerang Megumi yang tidak bersalah.
"Tapi tetap saja Haruka berbahaya jika bertemu dengan Megumi." Ucap Masahiro lagi secara lantang.
"Sensei, menurutmu apa yang membuat Haruka selalu menyerang Megumi? Bukankah kau sudah tahu kejadian itu berlangsung lama?"
Tanya Taehyung seakan ingin tahu awal mulanya. Ia juga sedang mencari cara agar Haruka tidak lagi menyerang Megumi.
"Entahlah, aku baru kemarin bisa berbicara cukup banyak dengan Haruka. Mungkin karena....."
Ucapan Masahiro terputus karena suara bel berbunyi. Taehyung harus kembali ke ruang kelasnya untuk mengikuti ujian lagi. Begitu juga dengan Masahiro harus mengambil soal dan menjadi pengawas ruangan di kelas lain.
"Masuklah, dan kerjakan dengan baik." Masahiro akhirnya pergi dan menepuk bahu Taehyung.
...****************...
Sepulang sekolah Taehyung melihat Megumi yang sedang berada di taman kelas. Entah apa yang sedang dilakukan Megumi.
"Sedang apa kau di sini?" Suara Taehyung tiba-tiba mengejutkan Megumi.
"Eh.. Aku sedang mencari sesuatu. Aku rasa sedang menjatuhkannya di sekitar sini."Jawab Megumi dengan melihat ke bawah mencari sesuatu.
"Apa yang kau jatuhkan? Mungkin aku bisa membantumu?" Tanya Taehyung.
"Aku sedang mencari jepit rambut. Terima kasih kau memang baik K..."
Lidah Megumi terasa kelu, entah mengapa ia tiba-tiba lupa nama seseorang yang ada di depannya. Megumi segera mencari catatan kecilnya dan mencari nama laki-laki yang ada di depannya.
"Namae wa Kim Taehyung." Ucap Taehyung memperkenalkan namanya.
"Kau melupakan namaku lagi?" Ucap Taehyung sekali lagi dan tersenyum pada Megumi.
'Kupikir aku sudah membacanya pagi hari tadi. Tapi kenapa aku tidak bisa mengingat namanya.'
"Kim Taehyung... Gomenne aku melupakan namamu." Balas Megumi dengan meringis.
"Baiklah jepit rambut seperti apa yang kau jatuhkan, aku saja yang mencarinya sebelah sini karena banyak rumput liar."
"Jepit berbentuk bunga sakura. Bewarna merah muda yang cantik. Aku memang belum pernah memakainya." Jawab Megumi.
Taehyung langsung terkejut mendengar jawaban dari Megumi. Mungkinkan jepit rambut yang ia berikan saat ulang tahun Megumi. Begitulah yang ada di pikiran Taehyung.
"Jepit itu sangat berharga bagiku, jadi tolong bantu aku menemukannya .Onegaishimasu." Ucap Megumi sekali lagi.
__ADS_1
"Wakatta (aku mengerti). Ayo kita cari bersama." Ajak Taehyung dan mulai mencari di sekitarnya. Jika memang benar jepit rambut yang dimaksud Megumi adalah jepit rambut pemberiannya, maka Taehyung pasti bisa menemukannya. Karena ia sudah tahu baigaimana bentuk dan warnanya.