Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
48


__ADS_3

Sinar matahari membuat sedikit silau mata Taehyung, ia segera mendekat kearah kilaunnya.


'Aku menemukannya.' Batin Taehyung dan tersenyum. Ia segera mengambilnya dan memberikannya kepada Megumi.


"Aku menemukan." Teriak Taehyung dan berteriak kearah Megumi.


"Benarkah?" Megumi langsung berlari kearah Taehyung. Ia segera mengambil jepit rambutnya yang menurutnya sangat berharga.


"Terimakasih kau sudah menemukannya." Megumi sangat senang dan memegang erat-erat jepit rambut berbentuk bunga sakura.


"Jagalah baik-baik." Taehyung pun juga ikut senang karena pemberiannya sangat di sukai oleh Megumi.


"Hum, aku akan menjaganya dengan baik. Terimakasih banyak K..." Megumi melupakan lagi nama laki-laki yang ada di depannya.


"Bukankah kau sudah menyebutkan namamu?" Tanya Megumi tiba-tiba, ia merasa ada masalah dengan memorinya.


"Iya, kenapa?"


"Aku rasa aku melupakannya sekali lagi, eh.. aku merasa ada sesuatu yang aneh pada diriku." Megumi bergumam tidak jelas ia juga tersenyum hambar.


"Woii... Kalian seharusnya segera pulang. Bukan malah berada di sini." Masahiro melihat Taehyung dan Megumi. Ia langsung menegurnya karena mereka berdua harus mempersiapkan diri belajar untuk ujian.


"Ada apa? Kenapa kalian tidak langsung pulang?" Ucap Mashiro saat sudah berada di depan Taehyung dan Megumi.


"Megumi menjatuhkan jepit rambutnya dan aku membantu mencarinya. Benarkan Megumi?." Jawab Taehyung untuk meyakinkan Masahiro gurunya.


"Baiklah segeralah pulang. Oh ya Megumi aku ada perlu dengan ayahmu, jadi pulanglah bersamaku." Masahiro berbicara pada Megumi dan mengajaknya pulang.


"Megumi, apa kau baik-baik saja?" Tanya Taehyung karena melihat Megumi diam seperti orang yang kebingungan.

__ADS_1


Megumi mencari catatan kecilnya di tas kemudian membukanya. Tapi hanya ada satu catatan saja yaitu nama Taehyung.


"Megumi ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Masahiro pun ikut bertanya karena melihat gadis yang ada di depannya kebingungan.


"Tiba-tiba saja aku merasa tidak mengenalmu."


Taehyung dan Masahiro sama- sama terkejut. Mereka berdua tidak mengerti dengan apa yang di katakan Megumi.


'Dokter..., aku segera menemui dokter itu. Aku juga tidak mengingat namanya. Siapa dokter itu, dokter yang sering kuajak bercerita.' Megumi benar-benar tidak mengingat apapun, ia memegangi kepalanya saja.


"Megumi, kau kenapa? Apa kau sakit?" Taehyung langsung mendekat kearah Megumi, ia sangat panik.


"Taehyung apa yang terjadi?" Tanya Mashiro pada Taehyung.


"Aku juga tidak tahu, aku dan Megumi hanya mencari jepit rambut saja." Jawab Taehyung.


Masahiro terkejut melihat Megumi, kali ini bukan hanya Taehyung saja yang di lupakan . Megumi melupakan semuanya.


"Aku tahu dokter yang kau maksud, aku akan mengantarmu." Ucap Masahiro dan bergegas ke parkiran. Tiba-tiba Taehyung mencegah Masahiro dengan memegang tangannya.


"Apa aku boleh ikut?." Tatapan Taehyung terlihat memohon pada Masahiro.


"Pulanglah kau harus mempersiapkan ujian untuk besok. Aku juga akan menghubungi Saibara." Masahiro tidak mengizinkan Taehyung untuk ikut, karena bagaimana pun juga ia harus mendisiplinkan muridnya untuk belajar.


"Tapi..."


"Taehyung, berdoalah saja. Aku akan memberitahumu." Ucap Masahiro dan langsung meninggalkan Taehyung.


'Tidak, ini tidak boleh terjadi lagi. Aku tidak mau Megumi melupakanku lagi.'

__ADS_1


Air mata Taehyung mulai menetes, ia tidak ingin merasakan kehilangan yang kedua kalinya. Taehyung merasa tidak kuat lagi menahan tubuhnya. Apakah harapannya akan memudar lagi. Ia baru saja memulai kembali tetapi kenapa akhirnya akan seperi ini.


Hujan pun mulai turun ke tanah, Taehyung tidak peduli jika bajunya basah karena hujan. Hanya saja hari ini sangat menyakitkan baginya.


"Kim Taehyung...." Haruka melihat Taehyung kehujanan saat bekerja di toko roti. Ia langsung mengambil payung dan menghampirinya.


"Kenapa kau main hujan-hujan?" Tanya Haruka dan memayungi Taehyung, ia terkejut saat melihat wajah Taehyung juga basah karena air mata.


"Kau menangis? Hey kenapa? Apa terjadi sesuatu? Masuklah dulu ke toko, aku akan membuatkanmu minuman." Haruka mengajak Taehyung untuk masuk karena hujan turun dengan sangat deras. Ia juga sedikit khawatir karena Taehyung tidak mengatakan sepatah katapun.


"Aku harus segera pulang. Haruka hiduplah dengan bahagia." Ucap Taehyung dengan pelan.


Taehyung berjalan lagi menerobos hujan dan tak memperdulikan dirinya basah kuyup. Sedangkan Haruka berdiri sendirian dengan memegangi payungnya. Melihat Taehyung yang bersedih, entah mengapa membuat Haruka hancur. Laki-laki yang selama ini mengikutinya, selalu tersenyum dan baru kali ini Haruka melihatnya bersedih.


****


Masahiro mengantarkan Megumi bertemu dengan Mitsuya, ia juga menghubungi Saibara Takane untuk memberitahu jika terjadi sesuatu pada putrinya.


Dengan panik Megumi langsung masuk ke ruangan Mitsuya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Megumi, kau membuatku terkejut. Kenapa tak mengetuk pintu dulu." Ucap Mitsuya dan langsung mengambil jas putihnya.


"Ano... Aku sering bercerita padamu kan?." Tanya Megumi langsung.


Mitsuya sedikit terkejut karena Megumi berbicara dengannya secara formal seperti orang yanh baru saja mengenal.


"Benar, lalu ada apa? Apakah terjadi sesuatu?" Tanya Mitsuya kembali, ia tidak jadi membuatkan minuman karena sepertinya pasien di depannya terlihat sangat panik.


"Aku pikir ada sesuatu yang terjadi padaku, aku tidak mengingat apapun, bahkan saat kemari aku tidak tahu siapa nama Dokter. Aku hanya mengingat wajah dokter dan ku pikir aku selalu bercerita pada dokter." Megumi menceritakan semuanya pada Mitsuya, karena hanya Mitsuya yang teringat jelas di pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2