
"Taehyung ayo pulang bersama."
.
.
Yuri sudah berada di depan pintu kelas dan memanggil Taehyung.
"Hum baiklah." Jawab Taehyung dan segera merapikan bukunya.
Megumi yang mendengar nama Taehyung di panggil seseorang langsung menoleh ke belakang. Ternyata seorang gadis yang ia lihat di koridor yang memanggil Taehyung dan mengajaknya pulang.
Megumi memegangi dadanya entah mengapa melihat kebersamaan Taehyung dengan orang lain terasa menyakitkankan baginya.
.
.
'Kenapa terasa menyakitkan, bukankah kita hanya teman sekelas? Ku pikir kita berdua tidak terlalu akrab.' Batin Megumi.
.
.
"Megumi, ayo kita pulang." Ajak Rikako kemudian. Rikako juga melihat Taehyung yang pergi dengan perempuan dari kelas lain.
"Haik (iya)."
"Apa terjadi sesuatu padamu?" Tanya Rikako yang tahu jika Megumi juga memperhatikan Taehyung.
"Iie desu (tidak), aku baik-baik saja." Jawab Megumi dan memaksakan senyum kepada sahabatnya.
Sebelumnya pulang Rikako mengajak Megumi untuk makan ramen di tempat biasanya. Karena sudah lama sekali Rikako tidak makan ramen setelah sakit perut seminggu yang lalu.
"Hummm Oishi (enak)." Ucap Rikako saat menghirup aroma ramen yang baru saja di hidangkan.
"Baiklah ayo kita makan. Itadakimasu (selamat makan)" Megumi tersenyum dan mengambil satu suapannya.
"Emmmm Oishi, oishi, oishi."
Ucap Rikako yang ada di sebelahnya dengan berisik. Sedangkan Megumi hanya tertawa kecil melihat kelakuan sahabatnya.
"Makanlah dengan pelan agar perutmu tidak sakit lagi." Megumi mencoba mengingatkan Rikako sahabatnya, karena penyebab Rikako sakit perut karena buru-buru makan ramen.
"Tentu saja.... Aku akan menikmati setiap suapannya."Jawab Rikako dengan santai dan mereka berdua sama-sama menikmati ramen yang tersedia.
"Rikako chan, boleh aku bertanya padamu?" Tanya Megumi setelah ramennya telah habis.
"Katakan saja."
"Murid laki-laki yang duduk di belakangku, apakah kau mengenalnya dengan baik?" Tanya Megumi, ia sengaja tidak menyebut nama Taehyung.
__ADS_1
"Oh maksudmu Kim Taehyung." Rikako sedikit terkejut dan meletakkan kedua sumpitnya. Rikako teringat bahwa dulu pernah mengatakan sesuatu yang mungkin membuat taehyung terluka.
"Dulu aku dan Taehyung juga sempat berteman akrab, begitu juga dengan kau dan Hiroaki." Jawab Rikako lagi.
"Watashi? (aku)" Ucap Megumi dengan keheranan, karena Megumi tidak mengingatnya jika pernah berteman akrab.
"Benar. Hanya saja aku pernah mengatakan sesuatu pada Kim Taehyung yang mungkin membuatnya terluka. Oleh sebab itu mungkin Taehyung sedikit menjaga jarak denganku, begitu juga dengan Hiroaki."
Rikako sedikit menyesal karena mengingat perbuatannya yang pernah ia lakukan pada Taehyung. Selama ini Rikako tidak tahu tentang gangguan yang di derita Megumi jadi Rikako menganggap Taehyung dan Megumi menjauh hanya karena perkataan Rikako pada Taehyung.
Hiroaki juga tidak menceritakan pada Rikako karena keinginan dari Megumi yang di sampaikan pada Masahiro. Alasan Megumi masih bertahan di kota ini memang karena Rikako, meskipun ia sering kali diganggu Haruka tapi Megumi selalu menolak jika harus pindah tempat tinggal.
"Memangnya apa yang kau katakan pada Tae hyung." Tanya Megumi yang ingin tahu.
"Hemm bukan apa-apa, tidak ada hubungannya denganmu. Hanya masalahku dengan Taehyung."
Jawab Rikako yang sengaja membohongi Megumi. Karena tidak mungkin juga Rikako mengatakan jika Hiroaki menyukai Megumi.
"Rikako chan, jika kau merasa menyakiti perasaannya lebih baik kau minta maaf padanya." Megumi memberikan saran pada Rikako karena melihat raut wajah sahabatnya yang cemas.
"Mana mungkin bisa... Maksudku kau tahu sendiri aku dan Taehyung tidak pernah bertegur sapa. Jadi mana mungkin aku berbicara dengannya."
"Cobalah, kau mana tahu hasilnya jika tidak dicoba."
"Baiklah akan ku coba." Balas Rikako dan Megumi tersenyum kepadanya.
...****************...
Ucap Taehyung dan Yuri secara bersamaan. Yuri langsung memberikan kue ulang tahun kecil untuk Junta, dan Taehyung memakaikan topi ulang tahun di kepala Junta.
"Waahhh Terimakasih kasih banyak. Aku tidak menyangka jika mendapatkan surprise dari kalian."Junta merasa terharu dengan kejutan yang di berikan oleh Taehyung dan Yuri.
"Maaf jika pestanya tidak meriah." Ucap Taehyung pada Junta.
"Tidak masalah, segini saja sudah cukup untukku. Terimakasih banyak Kim Taehyung. Tapi dari mana kau tahu jika hari ini adalah ualang tahunku?" Tanya Junta kemudian.
"Yuri chan yang memberitahuku, dan Yuri juga yang merencanakan semuanya."
"Yuri chan..... Terimakasih banyak, kau memang baik hati." Junta langsung menghampiri Yuri yang sedang memotong kue dan mencoba memeluknya.
"Matte (tunggu) apa yang akan kau lakukan." Ucap Yuri yang tak bisa menghindar dari pelukan Junta.
Taehyung hanya tertawa lebar karena melihat kelakuan kedua temannya.
"Sumimasen (permisi), Pesanan untuk meja nomor lima bisa di cek kembali." Ucap Waiters dengan lembut dan menghidangkan beberapa makanan yang sudah di pesan.
"Haruka......" Panggil Taehyung yang mengenali waiters yang ada di depannya. Suaranya yang lembut juga sudah menjadi ciri khas Haruka.
"Kau lagi." Pekik Haruka dan berlalu pergi setelah mangantar pesanan.
"Cotto matte (tunggu sebentar) Haruka..." Taehyung mengejar Haruka dan menghiraukan Junta dan Yuri.
__ADS_1
"Aku sedang sibuk bekerja, sebaiknya jangan ganggu aku." Ucap Haruka memperingatkan Taehyung. Karena sudah pasti Taehyung akan membahas tentang Megumi.
"Baiklah, aku tidak akan mengganggumu. Jam berapa kau selesai bekerja?" Tanya Taehyung yang masih membuntuti Haruka dari belakang.
"Dua jam lagi." Jawab Haruka dengan singkat dan mengelap meja yang kotor.
"Baiklah, aku akan menunggumu Haruka."
"Terserah kau saja." Gumam Haruka yang tidak peduli dengan kehadiran Taehyung.
Taehyung kembali ke tempat teman-temannya, ia sudah berjanji tidak akan mengganggu Haruka. Lagi pula hari ini adalah ulang tahun Junta temannya, Taehyung tak ingin mencampuri urusan Megumi dengan Junta
"Apa kau mengenal pelayan wanita itu?" Tanya Junta yang seakan ingin tahu.
"Hum.."
"Sepertinya kau cukup terkenal. Baiklah ayo kita makan bersama. Itadakimasu (selamat makan)."
Ajak Junta dan langsung memasukkan potongan daging steak ke mulutnya. Yuri masih penasaran antara hubungan Taehyung dengan gadis pelayan itu, tapi ia berusaha tidak menonjolkan rasa penasarannya.
Sesuai dengan janjinya Taehyung akan menunggu Haruka sampai selesai kerja. Ia membiarkan kedua temannya untuk pulang terlebih dahulu.
"Baiklah Taehyung terimakasih untuk hari ini, aku pulang dahulu Jaa ne (sampai jumpa)."
Ucap Junta dan menepuk bahu Taehyung.
"Aku juga pulang dahulu. Mata ashita ne (sampai jumpa besok)." Yuri juga ikut berpamitan dan pulang bersama Junta.
"Mata ashita ne (sampai jumpa besok). Bye-bye." Jawab Taehyung dan melambaikan tangannya untuk kedua tangannya.
Taehyung menunggu di luar cafe agar tidak mengganggu pekerjaannya Haruka. Tapi matanya tetap mengawasi kearah pintu cafe untuk berjaga-jaga jika Haruka pergi menghindarinya.
"Haruka...." Panggil Taehyung saat melihat Haruka keluar dari cafe dan sudah tidak memakai seragam kerjanya. Taehtung sudah menunggu lebih dari dua jam.
"Kau benar-benar menungguku."
Ucap Haruka dengan dingin dan berjalan menjauh dari cafe. Taehyung dengan sigap langsung mengikuti Haruka dari belakang.
"Ku katakan sekali lagi, jika kau menemuiku untuk membahas Saibara aku tidak punya waktu." Ucap Haruka sekali lagi.
"Tunggu, apa kau akan pulang ke rumah?" Tanya Taehyung.
"Waktu itu pemilik toko roti mengatakan jika kau masih sekolah, dimana sekolahmu?"
Haruka menghentikan langkah kakinya karena terkejut dengan apa yang di katakan Taehyung.
"Aku sudah tidak sekolah lagi. Hey pergilah aku masih harus bekerja lagi." Jawab Haruka dengam tatapan dingin.
"Matte matte (tunggu). Pemilik toko roti mengatakan kau seusia denganku." Cegah Taehyung pada Haruka.
__ADS_1