
Taehyung masih berjalan pergi, tidak menghiraukan Masahiro sensei. Ia merasa frustrasi untuk kesekian kalinya. Sifat Megumi benar-benar berubah, meskipun dulu Megumi sering melupakannya tapi Megumi selalu terlihat ceria dan tersenyum hangat.
"Apa kau akan melarikan diri lagi Kim Taehyung." Teriak Masahiro karena tak sanggup lagi mengejar Kim Taehyung.
'Benar !!!, apa aku akan melarikan diri lagi? Tapi tidak yakin untuk memulai lagi.' Batin Taehyung. Ia lalu memutar langkah kakinya dan menghampiri Masahiro yang terlihat nafasnya naik turun.
"Kenapa denganmu?" Tanya Taehyung karena melihat Masahiro seakan terkulai lemas.
"Sebenarnya aku sangat lemah saat berlari berlari. Oleh sebab itu aku tidak begitu antusias dengan pekan olahraga." Jawab Masahiro dan menstabilkan nafasnya.
"Tunggulah dulu." Taehyung membelikan minuman untuk gurunya di vending machine yang tak jauh dari perempatan jalan.
"Minumlah." Taehyung memberikan air mineral untuk Masahiro, ia juga membeli minuman ion yang manis untuk dirinya sendiri.
"Arigatougozaimasu (terimakasih banyak), kau sangat perhatian sekali." Masahiro meminum air mineral yang di berikan oleh Taehyung untuk menghilangkan rasa dahaga di tenggorokannya.
"Megumi juga melupakan aku. Kau tahu betapa sakitnya perasaanku saat beteman dengan seseorang selama sepuluh tahun tapi tiba-tiba ia mengatakan 'anatawa dare? (kamu siapa)' . Sekarang aku bisa merasakan bagaumana perasaanmu. Tapi aku yakin perlahan Megumi pasti bisa akrab denganku lagi."
Masahiro menjelaskan pada Taehyung. Ia juga merasa sedih saat di rumah sakit Megumi merasa canggung ketika dekat dengan Masahiro.
"Hey Kim Taehyung, apakah kau akan menyerah?" Tanya Masahiro sekali lagi untuk meyakinkan Taehyung.
Taehyung masih terdiam, kini ia bingung harus bagaimana lagi. Untuk kedua kalinya Megumi melupakannya dan itu sudah membuat hati Taehyung sangat sakit.
"Pada awalnya aku yakin akan memulai kembali dengan Megumi. Gadis yang pertama kali ku temui sedang menanam bunga yang entah apa namanya. Tapi untuk ketiga kalinya aku tidak yakin bisa melakukannya lagi. Dan bunga yang pernah ku tanam dengan Megumi pun layu dan akhirnya mati. Itu sudah menandakan bahwa tak mungkin lagi aku melakukannya."
Taehyung akhirnya membuka suaranya, saat ini hatinya benar-benar hancur. Karena bukan hanya ingatan Megumi saja yang menghilang. Tapi Taehyung merasakan jika Megumi yang dulu juga menghilang darinya.
"Bunga yang layu pun juga akan meninggalkan tumbuhan lain kan?"
Perkataan Masahiro membuat Taehyung terkejut. Memang benar saat itu ada tunas kecil yang tumbuh bersebelahan dengan bunga yang layu dan sudah mati.
"Yang pernah ku pelajari, jika bunga akan layu jika meninggalkan tumbuhan baru. Seperti bunga peony, bunganya akan mengering kemudian ada bibit baru yang terjatuh. Kim Taehyung, bukankah perasaan seseorang sama saja?"
Masahiro berdiri dan mendekati Taehyung, entah kenapa dirinya sangat yakin jika Taehyung adalah orang yang bisa mengembalikan Megumi seperti semula.
"Meskipun berkali-kali orang itu akan melupakan sesuatu. Tetapi aku yakin beberapa memori nya masih meninggalkan rasa yang nyaman." Ucap kembali Masahiro.
__ADS_1
.
.
.
.
.
" Apa kau marah padaku karena berkali-kali melupakanmu? Aku tahu kita hanya teman sekelas biasa, dan jarang berbicara. Tapi entah mengapa aku merasa jika kita pernah akrab sebelumnya. Maaf karena berkali-kali membuatmu terganggu."
.
.
.
Tiba-tiba saja Taehyung mengingat perkataan Megumi beberapa hari yang lalu. Seakan menggabungkan dengan ucapannya Masahiro, bahwa setidaknya ada sedikit memori yang di ingat oleh perasaan meakipun otak tak mampu lagi mengingatnya.
"Tapi aku tak tahu apakah bisa melakukannya? Hatiku sangat sakit jika terus berpura-pura." Taehyung menutupi wajahnya dengan salah satu tangannya. Ia berusaha menutupi air matanya agar tidak di lihat oleh Masahiro.
"Kau tak perlu berpura-pura. Lakukanlah saat kau dan Megumi seperti dulu. Mungkin awalnya susah tapi aku percaya kau bisa melakukannya." Masahiro menepuk pundak Taehyung, ini baru pertama kalinya ia melihat Taehyung menangis. Sudah sewajarnya laki-laki harus kuat, tapi jika perasaannya terlalu sakit tak menutup kemungkinan jika laki- laki juga akan menangis.
Masahiro pergi meninggalkan Taehyung di stasiun, bagaimanapun juga ia juga tidak bisa memaksa Taehyung. Dirinya juga di lupakan oleh Megumi dan itu juga menyakitkan.
.
.
.
" Onni-chan ayo kita berjanji untuk tetap menjadi teman sampai di masa yang akan datang." Suara Megumi kecil membuat Masahiro menghentikan doanya.
"Kenapa harus membuat janji? Kita tetap akan berteman seterusnya kan?" Jawab Masahiro dan berjongkok menyamai tinggi badan Megumi.
"Tentu saja. Sebentar lagi kau akan masuk universitas, tentu saja akan punya pacar. Meskipun kau punya pacar, aku ingin tetap berteman. Yakushoku (janji)?" Megumi menunjukkan jari kelingkingnya. Bagi mereka janji yang tidak boleh di ingkari adalah saat melingkarkan kedua jari kelingking.
__ADS_1
"Yakushoku (janji)." Masahiro membalasnya dan tertawa kecil pada Megumi. Karena sampai kapanpun Megumi adalah temannya, dan hanya gadis kecil itu yang mau jadi temannya.
.
.
.
"Janji, kita akan menjadi teman selamanya." Gumam Masahiro dan memandangi jari kelingkingnya sendiri. Kemudian ia kembali lagi ke rumah keluarga Saibara.
"Bagaimana keadaan teman Megumi?" Tanya Hana ibunya Megumi yang khawatir karena Taehyung tiba-tiba pergi tanpa berpamitan.
"Mungkin masih sedikit shock, aku yakin pasti akan terbiasa. Bibi, di kegiatan pekan olahraga besok apakah Megumi benar-benar tidak bisa pergi?" Masahiro menanyakan keputusan ibunya Megumi untuk sekali lagi. Karena bagaimanapun juga, kegiatan seusai ujian sangat dinantikan untuk semua murid.
"Keputusan ini yang membuat adalah Saibara Takane, jadi aku tidak bisa menentangnya. Terlebih banyak teman Megumi yang pastinya akan bertanya mengapa selama ini tidak pergi ke sekolah." Jawab Hana dan Masahiro pun juga diam.
"Sebenarnya aku juga ingin Megumi bisa bersenang-senang dengan teman lainnya." Ucap Hana sekali lagi sambil menengok ke arah kaca depan dan terlihat suaminya sudah pulang dari pekerjaannya.
Taehyung pulang ke rumahnya namun di depan rumahnya sudah ada Haruka yang menunggu dengan duduk berjongkok.
"Kau akhirnya pulang." Pekik Haruka dan berdiri kearah Taehyung.
"Kau sedang mencariku?" Tanya Taehyung, karena beberapa hari ini memang tidak bertemu Haruka. Terakhir saat ibunya menyuruh Taehyung membeli roti, ia juga tidak bertemu dengan Haruka.
"Aku ingin bicara beberapa hal denganmu, apa kau ada waktu?" Tanya Haruka pada Taehyung.
"Tentu," Taehyung akhirnya mengajak Haruka pergi ke taman yang tak jauh dari rumahnya. Ia juga ingin melihat bunga yang pernah di tanama.
"Woah... Sudah tumbuh tiga daun." Seru Haruka saat melihat Taehyung menyiram bunganya.
"Hum.. Aku sudah lama tidak melihat bunga ini, ku pikir akan mati lagi." Jawab Taehyung.
"Kau belum tahu nama bunga ini?" Tanya Haruka sekali lagi.
"Belum, tunggu saja saat bunganya mekar." Taehyung kemudian mengajak Haruka untuk duduk.
"Kim Taehyung, aku ingin mengembalikan buku milikmu. Terimakasih." Haruka memberikan buku pada Taehyung.
__ADS_1