Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
49


__ADS_3

Mitsuya keluar dari ruangannya, membiarkan Megumi untuk meminum teh buatannya. Saat ia keluar sudah ada Masahiro dan tak butuh waktu lama Saibara juga datang.


"Sepertinya Megumi harus di periksa oleh dokter spesialis syaraf. Karena aku yakin ini bukan hanya masalah psikis saja, karana bisa saja terjadi sesuatu di otaknya." Ucap Mitsuya menjelaskan pada Saibara yang merupakan ayahnya Megumi.


"Bagaimana awal mulanya, aku pikir selama ini putriku hanya mengalami OCD biasa." Saibara menjadi panik karena mendengar penjelasan dari Mitsuya.


"Kita bicara di tempat lain saja. Masahiro, tolong jaga Megumi. Aku harus bicara serius mengenai kondisi Megumi." Mitsuya menyuruh Masahiro untuk tetap berada disini. Dan menjaga Megumi jika Megumi akan pergi.


Saibara Takane mengajak Mitsuya untuk bicara di ruangannya yang ada di lantai satu. Mereka berdua bekerja di rumah sakit yang sama, jadi tak butuh waktu lama saat Masahiro menghubungi Saibara.


"Megumi mulai melupakan semuanya, bahkan ia juga tidak ingat namaku. Aku rasa kau harus memeriksakan Megumi langsung ke dokter spesialis sayaraf. Karena kondisinya bukan ke psikis lagi, melainkan ada suatu penyakit yang mengganggu memorinya." Mitsuya menjelaskan pada rekannya.


Megumi keluar dari ruangan dokter Mitsuya, dan Masahiro langsung menyambutnya. Sesuai dengan ucapan Mitsuya bahwa dirinya harus menjaga Megumi.


"Ini aneh sekali, saat aku bangun tidur ingataku perlahan selalu hilang." Gumam Megumi pada Masahiro.


"Sebaiknya kau beristirahat dulu. Jangan terlalu di paksakan." Jawab Masahiro dan menyuruh Megumi duduk diruang tunggu sembari menunggu Saibara ayahnya.


Karena kondisi Megumi yang seperti itu, Masahiro memberikan izin untuk mengerjakan di rumah saja. Serta Masahiro selalu ke rumah Megumi untuk mengawasi selama ujian berlangsung.


Taehyung memandangi bangku Megumi yang kosong, sejak kejadian di taman Megumi sudah tidak terlihat lagi di sekolahan. Tapi Masahiro sudah memberi tahu Taehyung jika Megumi butuh waktu untuk sendiri. Dan Masahiro mengatakan pada teman-teman sekelasnya jika Megumi sakit menular, maka dari itu tidak bisa pergi ke sekolah sampai sakitnya sembuh.


"Moshi-moshi (halo)." Taehyung mengangkat telepon dari Masahiro dengan segera. Karena selama ini selalu menunggu kabar dari Masahiro.


"Harusnya tak ku beritahu nomor teleponku padamu, hey apa kau tidak belajar? Tiap saat kau selalu meneleponku."


Masahiro mengomel pada Taehyung di telepon karena ponselnya kerap berbunyi pada malam hari. Dan sengaja juga tidak diangkat oleh Masahiro.


"Sudah ku bilang untuk memberitahu bagaimana kondisi Megumi, tapi kau sama sekali tidak ada kabar. Kau juga tidak terlihat di sekolah sama sekali." Taehyung mencoba membela diri dengan mengungkap semua kekhawatirannya


"Baiklah aku bersalah karena tak langsung memberitahuku. Taehyung bukankah ini hari terakhir ujian? Sepulang sekolah datanglah ke rumah Megumi, aku tidak bisa menjelaskan lewat telepon."

__ADS_1


"Baiklah, aku akan kesana."


"Tapi bisakah kau datang sendiri? Karena sebenarnya hal ini merupakan privasi Megumi." Masahiro memperingatkan Taehyung, karena sebenarnya masalah ini hanya beh diketahui oleh guru saja.


"Haik Wakatta (baiklah, aku mengerti)." Jawab Taehyung kemudian mematikan ponselnya.


Taehyung masuk kedalam kelas untuk berdikusi pekan olahraga setelah ujian. Sebenarnya ia tidak terlalu tertarik, tapi semua murid di haruskan partisaipasi dalam kegiatan ini.


"Ku harap pekan olahraga ini akan menjadi seru." Junta langsung duduk di sebelah Taehyung.


"Woi kenapa kau tak bersemangat? Apa ada sesuatu? Sudahlah, kau sudah berusaha dalam ujian, serahkan hasilnya pada Tuhan. Pulang sekolah kita makan sama-sama, Yuta senpai mengajak kita." Ucap Junta kembali memberi semangat pada temannya yang terlihat murung.


"Aku tidak ikut."


"Eh doshite (kenapa), bukankah Yuta senpai sangat menyukaimu?" Tanya Junta karena terkejut mendengar ponolakan dari temannya.


"Aku sudah ada janji sepulang sekolah, jadi maafkan aku." Ucap Taehyung menolak sekali lagi dan Junta sudah memahami hal itu.


Taehyung pergi ke rumah Megumi, dan dari luar Masahiro sudah menyambutnya. Sejenak Masahiro memberi tahu kepada Taehyung tentang keadaan Megumi sebelum masuk ke rumahnya.


"Megumi mengalami cedera dikepalanya. Karena terlalu lama tidak diketahui maka hasilnya sangat fatal. Tapi tidak apa, sekarang sudah masa pengobatan dan perlahan Megumi pasti bisa mengingat seperti sedia kala." Ucap Masahiro menjelaskan pada Taehyung.


"Lalu apakah ingatannya yang dilupakan akan kembali lagi?" Tanya Taehyung dengan senang karena akhirnya orang ia sukai akan mengingatnya.


"Soal itu belum tahu pasti." Jawab Masahiro, kemudian ia mengajak Taehyung masuk kedalam rumah.


Kediaman Saibara sangat luas dan rapi. Karena kedua orang tua Megumi bekerja maka sering kali pekerja part time datang untuk membersihkan rumah.


"Konnichiwa (selamat siang) kau kedatangan teman." Ucap Masahiro dengan ramah pada Megumi dan di sana ada ibunya Megumi.


"Konnichiwa, masuklah. Bertemanlah dengan baik. Siapa namamu?" Tanya Hana ibunya Megumi, ia juga menyuruh Taehyung untuk duduk.

__ADS_1


"Kim Taegyung desu. Yoroshiku onegaishimasu ." Jawab Taehyung dengan sopan.


"Ki-Kim..." Hana mencoba menirukan nama Taehyung tapi kedengarannya sangat sulit di eja.


"Kim Taehyung pindahan dari Korea Selatan. Jadi memang terdengar susah namanya." Masahiro menjelaskan pada ibunya Megumi.


"Oh begitu rupanya. Aku Hana Saibara, Yoroshiku onegaishimasu. Kalian berdua anggap saja seperti rumah sendiri. Akan kubuatkan minuman." Ucap Hana kemudia pergi di dapur.


Masahiro menyuruh Taehyung untuk berbicara dengan Megumi. Ia juga duduk namun sedikit menjauh dengan kedua muridnya.


"Bagaimana ujianmu?" Tanya Taehyung memulai percakapan pertama pada Megumi.


"Berjalan lancar, aku juga merasa spesial karena harus mengerjakan di rumah." Jawab Megumi, ia masih berfokus pada buku yang ia baca.


"Yokatta (syukurlah)" Gumam Taehyung, ia merasa sedikit canggung saar berbicara pada Megumi tidak seperti biasanya.


"Di sekolah, ada pekan olahraga. Pasti menyenangkan kalau kau bisa ikut."


Taehyung mencoba membuat susana agar tidak canggung, karena mengingat Megumi sangat suka acara-acara yang diadakan di sekolahan.


"Pasti menyenangkan sekali, tapi sayangnya ayahku belum mengizinkan aku keluar rumah dalam waktu beberapa hari. Jadi mana mungkin aku pergi sekolah."


Jawaban dari Megumi membuat perasaan Taehyung tertohok. Kali ini Taehyung merasa jika gadis di hadapannya seperti orang lain. Sifatnya sangat berbeda dari Megumi yang pernah ia kenal.


"Benar juga, maaf karena membuatmu tersinggung." Taehyung kemudian memutuskan untuk pergi dari rumah Megumi. Ia tak tahu harus mengatakan apa lagi, karena Masahiro bilang jika tidak boleh terlalu memaksakan Megumi.


"Cotto Matte (tunggu sebentar). Woy Taehyung tunggu sebentar..." Teriak Masahiro mengejar Taehyung.


Taehyung masih berjalan pergi, tidak menghiraukan Masahiro sensei. Ia merasa frustrasi untuk kesekian kalinya. Sifat Megumi benar-benar berubah, meskipun dulu Megumi sering melupakannya tapi Megumi selalu terlihat ceria dan tersenyum hangat.


"Apa kau akan melarikan diri lagi Kim Taehyung." Teriak Masahiro karena tak sanggup lagi mengejar Kim Taehyung.

__ADS_1


__ADS_2