
"Burung kenari mulai berkicau pada akhir bulan April
Di atas jalan setapak putih yang dilupakan orang-orang
Aku merasa masih ingin mengingat ujung jarimu yang gemetaran itu
Tak apa, tak apa jika aku dapat bersamamu
Tak apa meski aku tak dapat kembali lagi ke tempat ini
Tak apa jika aku dapat bersamamu
Mari kita berjalan bersama hingga akhir. " (Kenshin yonezu - canary)
Taehyung menyiram bunga lili hitam dengan perasaan yang rapuh. Harusnya ia tak meletakkan perasaannya lagi pada Megumi. Tapi semua itu hanyalah omong kosong, meskipun berkali-kali Taehyung ingin menjauh dari gadis itu, tapi tetap saja dirinya akan jatuh cinta lagi kepadanya.
"Kim Taehyung..."
Suara yang sangat Taehyung kenal menyebut namanya. Dengan malasnya ia berusaha pergi tanpa menoleh sedikitpun pada orang yang memanggilnya.
"Jangan pergi, kumohon, hanya Taehyung satu-satunya temanku." Gadis itu langsung memeluk Taehyung dari belakang sehingga membuat Taehyung tidak bisa pergi dari tempatnya.
"Kumohon." Ucap gadis itu sekali lagi dan memeluk Taehyung semakin erat.
Taehyung hanya berdiam membiarkan Haruka memeluknya meskipun rasa kesal masih ada. Suaranya yang lembut dan wajahnya yang teduh membuatnya tak menyangka jika selama ini memendam marah pada seseorang.
Megumi mengukir senyum di bibirnya, meskipun terasa sakit namun dirinya selalu mencoba tersenyum, itu sebabnya senyumnya selalu berbeda dari orang lain dan Taehyung menyebutnya dengan senyum kesedihan.
"Bahagia selalu Kim Taehyung." Gumam Megumi dengan pelan saat melihat seorang gadis yang tidak ia kenal memeluk Taehyung. Kemudian Megumi memutuskan pergi dari taman dengan sekeranjang bunga yang ada di tangannya.
Megumi mengingat jika Taehyung sering datang ke taman di dekat rumah sakit tempat ayahnya bekerja. Taehyung juga sangat menyukai bunga, jadi Megumi memang sudah berniat untuk kesana dan membawa beberapa bibit bunga untuk di tanam.
Tapi sayangnya, Taehyung bersama dengan gadis lain. Tentu saja, Taehyung laki-laki yang menurutnya tampan jadi buka hanya dirinya saja gadis yang dekat dengannya. Dan entah mengapa tanpa sadar hati Megumi terasa sakit, mungkin karena selama ini hanya Taehyung temannya, jadi saat melihat Taehyung bersama orang maka sudah sewajarnya perasaannya terasa cemburu.
"Aku ingin masuk ke SMA Higashi sebenarnya karena ada kau." Ucap Haruka sekali lagi dan Taehyung langsung melepas pelukan Haruka.
"Watashi? (aku)." Taehyung menunjuk kearahnya sendiri dan sedikit bingung.
"Iya. Sudah lama aku tidak bersekolah, rasanya masih ada rasa takut. Karena dulu aku pernah menjadi korban pembulian, dan kupikir saat ada Taehyung disekolah itu bisa menjadi pelindung." Jawab Haruka meskipun sedikit malu mengatakannya.
"Tapi aku tidak bisa melindungimu. Ada seseorang yang ingin kulindungi, namun aku gagal. Jadi jangan mengandalkanku." Rasa kecewa masih menempel di hati Taehyung, dan ucapan Haruka mengingatkan Taehyung dengan beberapa keselahannya.
__ADS_1
Taehyung segera pergi dari tempat itu, ia tak ingin berlama-lama bersama Haruka karena bagaimanapun ia buka laki-laki yang bisa diandalkan.
"Tadaima (aku pulang)." Ucap Taehyung ketika sampai rumahnya dan meletakkan sepatunya pada rak yang berdiri.
"Okaerinassai (selamat datang). Kenapa pulang selarut ini? Apa Taehyung sudah makan malam?" Tanya Ibunya dan menyambut kedatangan putranya dengan senyuman yang sumringah.
"Maaf membuat ibu khawatir, aku sudah makan di rumah temanku." Jawab Taehyung dengan singkat.
"Baiklah, apa kau sudah mengemasi barang-barangmu? Pesawatnya akan berangkat sore hari, tapi kita pergi dulu ke kantor perkebunan ayahmu." Ibu Taehyung mengingatkan pada putranya.
"Aku akan berkemas sekarang, aku naik sekarang." Balas Taehyung dan langsung naik keatas kamarnya.
Ibu dan Ayahnya hanya memandangi putranya yang berlalu pergi. Karena tidak seperti biasanya, Taehyung akan sangat senang jika pergi ke Daegu karena kampung halamannya dan akan bertemu dengan saudara-saudaranya. Tapi kenapa kali ini Taehyung seperti tidak bersemangat.
"Apa putra kita baik-baik saja?" Tanya Ayah Taehyung kepada istrinya.
"Kurasa Taehyung mengalami proses remaja, biarkan saja selama tidak menganggu sekolahnya." Balas sang istri dan mencoba tersenyum.
"Aku ingin putraku bisa bahagia setelah sepeninggalan ibu."
"Semuanya butuh proses sayang, kau tahu bagaimana dekatnya Taehyung dengan neneknya. Taehyung akan bisa menerima kepergian neneknya seiring berjalannya waktu." ucap ibu Taehyung seakan memberikan pengertian pada suaminya.
"Kau tidak ikut turun?" Tanya ibunya yang sudah bersiap keluar dari mobil.
"Semalam aku kurang tidur, jadi aku menunggu di mobil saja." Jawab Taehyung.
"Baiklah, istirahatlah." Ibunya lalu menutup pintu mobil dan mengikuti ayahnya Taehyung.
Ipod kesayangannya tak lupa Taehyung bawa, ia langsung memutar musik dan menancapkan earphone pada telingannya.
Lagu jepang kiseki yang ia dengarkan, entah mengapa Taehyung begitu menyukainya semenjak belajar bahasa Jepang.
"kupikir saat ada Taehyung disekolah itu bisa menjadi pelindung."
Perkataan Haruka terlintas begitu saja di ingatan Taehyung dan membuat air matanya tiba-tiba menetes.
"Nenek, aku laki-laki yang tidak bisa diandalkan." Gumam Taehyung sendiri.
Taehyung teringat sebelum neneknya meninggal. Saat itu Taehyung berjanji akan pulang sekolah lebih cepat karena ingin menjaga neneknya yang sedang sakit. Tapi teman sekolahnya ada yang menganggunya, mereka merusak bunga lili kuning yang Taehyung bawa untuk neneknya. Taehyung yang berusaha menyerang kembali teman-temannya membuatnya pulang terlambat.
Neneknya terkena serangan asma dan terlambat untuk dibawa ke rumah sakit.
__ADS_1
Taehyung tersadar dari lamunannya setelah melihat sosok yang sangat ia kenali. Ia lalu buru-buru membuka pintu mobil dan keluar.
"Megumi...." Teriak Taehyung dan gadis yang mempunyai nama itu langsung berhenti dan menatap Taehyung.
"Oh Kim Taehyung." Balas Megumi dan menghampirinya bersama kedua orang tuanya.
Taehyung membungkukkan badan untuk memberi hormat kepada orang tua Megumi.
"Kebetulan sekali kita bertemu disini, apa sedang kau lakukan?" Tanya Megumi dengan senyum yang cerah.
"Ayahku mengelola lahan ini jadi aku berkunjung dengan ibuku."Jawab Taehyung dengan basa-basi.
"Kamu adalah putranya tuan Kim?" Sahut Saibara ayahnya Megumi.
"Iya benar, apakah anda mengenal ayahku?"
"Tentu saja, rumah sakit dan rumah makan yang di kelola istriku selalu memesan buah-buahan dan sayuran langsung dari perkebunan ini. Meskipun perkebunan masih baru, tapi mereka menyiapkan buah dan sayur tanpa pestisida jadi sangat sehat untuk di konsumsi." Jawab Saibara.
"Begitukah ,saya sangat senang mendengarnya." Taehyung menautkan senyuman karena tahu jika hubungan kedua orang tuanya tidak terlalu buruk.
"Otousan (ayah), bolehkah kalian meninggalkanku berdua. Kim Taehyung adalah teman sekelas dan sudah mengenalku dengan baik." Ucap Megumi seraya memohon kepada ayahnya.
"Baiklah, ayah dan ibu akan menunggumu di aula kebun. Megumi chan jangan terlalu lama ya." Sahut Hana berbicara dengan Megumi.
"Kim tolong jaga putriku sebentar." Saibara berbicara kepada Taehyung dan menepuk bahunya kemudian mengikuti istrinya pergi.
Mendengar perkataannya Saibara senyum Taehyung kemudian luntur seketika.
.
.
.
.
.
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Karena hp lagi sakit jadi baru bisa up
__ADS_1