
Haruka sedang berjalan menuju rumahnya. Sejak Aoyama mengadopsinya ia mulai tinggal dirumah orang tua angkatnya dan jarang pulang ke rumah.
Kali ini Haruka ingin mengunjungi rumahnya walaupun hanya sejenak, saat ditengah jalan ia melihat sosok Masahiro yang sedang berjalan sendiri.
"Sensei....!" Haruka memanggil Masahiro dengan sebutan 'sensei', karena ia tak tahu namanya.
Mendengar seseorang yang memanggil namanya, Masahiro langsung berbalik arah. Ia sangat terkejut saat melihat sosok Haruka, karena tak jauh dari tempat Haruka berdiri ada Megumi dan Kim Taehyung.
"Kau...." Pekik Masahiro dan mendekati Haruka, tanpa pikir panjang Masahiro langsung mengajak Haruka menjauh dari tempat itu.
Masahiro melepaskan tangan Haruka, ia juga bingung bagaimana harus menjelaskan pada Haruka kenapa ia membawanya kemari.
"Ano... Maaf aku mengajakmu kemari, hanya saja itu.... Itu..." Masahiro menggaruk kepalanya dan berpikir alasan apa yang harus ia buat untuk Haruka. Tidak mungkin juga ia mengatakan ada Megumi disana.
"Sensei, kau sedang menghindari seseorang kan." Ucap Haruka.
"Eh..." Masahiro terkejut mendengar ucapan Haruka, ia masih bingung harus bagaimana menjelaskannya. "Mungkin terlihat seperti itu." Ucapnya dengan pasrah.
"Sebenarnya aku hanya ingin mengucapkan terimakasih. Waktu itu kau mengajariku mengerjakan soal latihan. Aku sudah bisa bersekolah lagi bulan depan."
"Benarkah? Selamat untukmu." Balas Masahiro dan ikut senang karena Haruka sudah mulai bersekolah lagi.
"Arigatou (terimakasih)."
"Sekolah mana yang akan kau masuki?" Tanya Masahiro.
"Higashi high school."
"Eh... Higashi?" Ulang Masahiro sambil berteriak, ia sangat terkejut mendengar jawaban dari Haruka.
"Hum, benar." Haruka membalasnya dan mengulas sedikit senyum pada pria yang sudah sering ia temui tapi belum tahu siapa namanya.
'Gawat !!!! Bagaimana jika mereka berdua bertemu?' Gumam Masahiro dari dalam hati.
"Selamat kalau begitu," Akhirnya Masahiro memberi ucapan meskipun sedikit ragu.
"Kenapa dengan wajahmu? Kau mengatakan selamat dengan terpaksa."
__ADS_1
Masahiro dibuat semakin terkejut karena Haruka langsung menyadarinya.
"Itu tidak benar...! A-aku senang kau bisa bersekolah lagi. Aku mengajar di sekolah itu." Jawab Masahiro meskipun lidahnya berbelit.
Mendengar ucapan Masahiro membuat wajah Haruka tersenyum berseri. Baru kali ini Masahiro melihat Haruka yang tertawa dan terlihat cantik, itu karena Haruka memang jarang tersenyum atau tertawa padanya.
"Jadi karena itu? Sensei tidak suka jika harus bertemu denganku setiap hari." Haruka mengatakannya masih dengan tertawanya.
"Bukan begitu." Sangkal Masahiro dengan segera.
"Maaf, aku hanya bercanda. Hey sensei mata pelajaran apa yang kau ajarkan?"
"Sastra Jepang." Balas Masahiro.
Haruka melirik kearah jam tangannya, nampaknya ia sudah ada janji.
"Sensei, sampai bertemu di sekolah. Ku harap kau tidak membenciku." Haruka melambaikan tangan kearah Masahiro kemudian ia berlari pergi.
Masahiro membalas dengan asal, kali ini ia menganggap Haruka mudah diajak bicara. Gadis yang ia pikir menakutkan karena keberadaannya sering dianggap membahayakan untuk Megumi. Dan ternyata Haruka tidak seperti yang Masahiro pikirkan.
Taehyung mengantarkan Megumi sampai di depan rumahnya. Setelah berjalan-jalan di taman Taehyung tak ingin membiarkan Megumi berlama-lama di luar karena kondisi Megumi belum membaik.
"Terimakasih telah mengantarku pulang." Sambil menganggukkan kepalanya Megumi mengucapkan terimakasih pada Taehyung.
"Tidak masalah."
"Kim Taehyung." Megumi memanggil Taehyung saat laki-laki itu mulai pergi.
"Ada apa?" Taehyung kembali membalikkan tubuhnya.
"Selama libur sekolah apa yang akan kau lakukan?" Tanya Megumi meskipun hanya sekedar basa basi saja.
"Mengunjungi keluargaku di Korea. Ayahku bilang, beliau ingin mengunjungi makan nenekku." Jawab Taehyung.
"So desuka (begitukah). Aku baru sadar kalau kau berasal dari Korea, maaf menanyakan hal yang kurang penting." Megumi tersenyum getir, itu artinya dirinya tidak akan bertemu dengan Taehyung selama musim libur sekolah.
"Megumi chan, kau harus pergi ke Korea suatu saat nanti. Aku akan menunjukkan tempat wisata yang indah di sana." Balas Taehyung meskipun ia tidak serius mengajaknya. Karena Taehyung berpikir jika kebahagiaan ini tentu tak bertahan lama. Dirinya sudah tak ingin lagi berharap lebih.
__ADS_1
"Benarkah? Jika aku ke Korea kau harus menjadi pemandu wisata untukku."
"Tentu. Ketika aku kembali ke Jepang, buah tangan (omiyage / oleh-oleh) apa yang kau inginkan." Tanya Taehyung, ia juga sudah berencana memberikan oleh-oleh untuk Megumi.
"Omiyage? Apapun darimu aku akan senang menerimanya." Ucap Megumi, sejujurnya ia tak mengharapkan oleh-oleh apapun. Bersama dengan Taehyung sudah merasa cukup baginya, karena hanya Taehyung yang mengerti kondisinya. Semejak kejadian itu, ayahnya selalu menjaga Megumi dengan ketat.
"Baiklah, sampai jumpa lagi." Taehyung berpamitan pada gadis di depannya.
"Sampai jumpa lagi." Balas Megumi dan akhirnya ia masuk kedalam gerbang rumahnya.
Taehyung menoleh ke belakang saat Megumi sudah benar-benar masuk ke rumahnya. Senyum tipisnya masih menghiasi bibirnya, kali ini ia merasa bahagia, tapi ia harus yakin bahwa kebahagiaan ini hanya sesaat. Kondisi Megumi bisa saja memburuk lagi dan melupakannya kembali, oleh karena itu Taehyung berusaha menampik jauh-jauh harapannya untuk bersama Megumi.
'Hari ini bunga yang kita taman sudah mekar sempurna, aku jadi bersyukur karena bunga yang kunantikan selama ini sudah tumbuh dan berhasil berbunga. Hari ini juga kau yang memberitahuku apa nama bunga itu, seperti saat itu aku yang ingin tahu siapa namamu.
Ne Megumi chan, andaikan kau tahu bahwa bunga itu adalah harapannku padaku. Saat bunganya mekar aku juga mengharapkan perasaanmu padaku berbalas. Tapi bukankah bunga itu bisa layu ? Kau akan melupakanku lagi sama seperti bunga itu.'
Kim Taehyung berjalan kearah rumahnya. Ponselnya berkali-kali berbunyi menandakan pesan masuk dari Junta yang mencari keberadaannya.
"Ne moshi-moshi (ya Halo)." Jawab Taehyung saat Junta melakukan panggilan suara.
"Kemana saja kau dari tadi?"
"Maaf Junta, aku sudah kembali ke rumah." Taehyung berbicara dengan sedikit terkekeh karena mengingat ekspresi Junta yang kesal.
"Baka.... Bukankah kita akan membahas strategi pertandingan untuk besok. Kenapa kau malah pulang." Umpat Junta dari teleponnya.
"Sekali lagi aku benar-benar minta maaf, aku mendadak ada urusan penting." Ucap Taehyung yang masih tertawa.
"Wakatta, hey Taehyung pertandingan besok melawan kakak kelas 3. Kalau sampai kalah, kau harus menggendongku berkeliling lapangan." Junta setengah mengancam Taehyung. Baginya pertandingan besok adalah hal yang paling penting meskipun bukan final. Junta tak ingin lagi diremehkan oleh Yuta yaitu ketua team futsal di clubnya, Junta ingin membuktikan bahwa jabatan bisa diraih oleh keahlian dan kerja keras, bukan karena umur atau yang paling lama berada di club.
"Baiklah kapten aku akan berusaha." Jawab Taehyung kali ini ia menanggapi dengan serius karena sudah tahu permasalahan Junta dengan sang ketua club.
"Ku matikan teleponnya, aku akan berlatih." Tanpa menunggu balasan dari Taehyung. Ia sudah mematikan panggilannya dan berlatih sendiri. Junta adalah sosok yang pekerja keras meskipun nilai akademiknya tidak begitu bagus. Ia merasa cocok berteman dengan Taehyung karena Taehyung selalu membuatnya lebih percaya diri.
__ADS_1