Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
42


__ADS_3

Taehyung masih merasa takut untuk jujur pada Junta. Ia tak ingin kehilangan teman untuk kedua kalinya. Tapi bukankah lebih baik jujur dari pada nantinya akan ketahuan dan menyesal, itulah yang ada di pikiran Taehyung. Makanya ia berusaha untuk mengatakan pada Junta.


"Hey... Katakan saja. Apa masalah yang penting." Ucap Junta sekali lagi karena temannya tak juga bicara.


"Kau harus tahu, aku bukan bermaksud menghianatimu hanya saja..."


Perkataan Taehyung terdengar berbelit-belit. Lidah Taehyung serasa memutar, ia bingung harus bagaimana mengatakannya.


"Katakan saja. Jika kau tak mengatakannya mana mungkin aku tahu kau menghianatiku atau tidaknya." Jawab Junta dengan santai.


'Itu benar, jika tak dikatakan memang tidak akan tahu.' Batin Taehyung kemudian ia menarik nafasnya dalam-dalam untuk membuatnya tenang.


"Junta, sebenarnya waktu itu Yuri chan menyatakan perasaannya padaku." Ucap Taehyung dengan melawan rasa takutnya.


"Tapi aku tidak menerimanya, aku menganggap Yuri hanya teman biasa. Aku tidak ada perasaan lebih pada Yuri, sama sekali tidak." Ucap Taehyung dengan segera, ia tak ingin Junta salah paham dan Taehyung mengatakan yang sejujurnya.


Taehyung masih melihat Junta yang terdiam. Terbesit dipikirannya jika Junta tidak akan memaafkannya dan Taehyung akan kembali sendiri lagi. Padahal Taehyung sama sekali tak ada niatan untuk menghianati kedua temannya.


"Aku tahu kok."


Hanya perkataan singkat dari Junta membuat Taehyung sedikit lega. Setidaknya Junta masih mau berbicara padanya.


"Maaf, Junta.." Gumam Taehyung dengan lirih.


"Kenapa harus minta maaf, aku sudah tahu kok jika Yuri menyukaimu. Maka dari itu aku tidak berani menyatakan perasaanku pada Yuri karena takut di tolak."


Junta memang sudah tahu sebelumnya. Saat Yuri menatap Taehyung sangat berbeda ketika Yuri melihat ke orang lain. Bahkan Yuri juga tidak sering menyapa teman laki-laki kalau tidak akrab.Yuri sering datang dan menyapa Taehyung meskipun hanya basa- basi saja. Tapi Junta tidak tahu jika akhirnya Yuri berani menyatakan perasaannya pada Taehyung dan Junta baru mendengarnya dari Taehyung.


"Hey sudahlah jangan seperti itu. Kita tidak mungkin memaksakan perasaan seseorang." Ucap Junta sekali lagi karena melihat Taehyung hanya diam.


"Tapi aku tidak menyukainya, aku hanya menganggap Yuri teman sepertimu."


"Wakatta (aku mengerti), kau juga mengatakannya tadi. Ayo bayar tagihannya." Junta menyeret Taehyung untuk berdiri dari kursinya.


'Benarkah Junta tidak marah padaku? Aku tidak menghianatinya kan? Kita masih tetap berteman kan?' Tanya Taehyung dalam batinnya, ia pasrah ketika Junta menariknya dan mengajaknya membayar tagihan makanan.


"Kau tidak marah padaku?" Tanya Taehyung setelah membayar tagihan.

__ADS_1


"Kenapa aku harus marah padamu?" Junta menjawabnya dengan santai.


"Aku tidak menghianatimu kan? Taehyung sekali lagi bertanya pada Junta untuk memastikan.


"Tentu saja tidak. Tunggu sebentar apakah pertemananmu dengan Hiroaki rusak karena masalah cinta?" Tanya Junta yang langsung menebak ketakutan Taehyung.


"Benar, aku dan Hiroaki menyukai orang yang sama. Hiroaki pernah menceritakan padaku tentang orang yang disukainya, tapi aku menghiraukan perasaan Hiroaki dan tetap menyukai gadia itu." Jawab Taehyung tanpa sengaja menceritakan masalahnya.


"Kau menyukai Saibara Megumi?"


"Darimana kau tahu." Taehyung terkejut karena Junta bisa menebaknya dengan benar.


"Tentu saja aku tahu. Karena Hiroaki menyukai Saibara chan, Masahiro juga."


"Masahiro Sensei?" Taehyung menyebut nama gurunya dengan sedikit terkejut.


"Iya. Saibara chan memang sudah dekat dengan Masahiro Sensei sejak kecil jadi wajar saja jika Masahiro sensei punya perasaan pada Saibara. Tapi saat tahu bahwa Hiroaki menyukai Saibara, Masahiro sensei memutuskan menjauh dari Saibara."


Junta mejelaskan pada Taehyung apa yang ia ketahui.


"Kau banyak tahu tentang mereka."


"Lalu kenapa sekarang kalian tidak akrab lagi?" Tanya Taehyung penasaran.


"Ahh... Itu karena aku lebih membela Masahiro Sensei daripada Hiroaki. Dan Hiroaki masih marah denganku. Hey Taehyung jika kau menyukai Yuri juga aku tidak akan kecewa dan menganggap kau menghianatiku, karena tidak bisa memaksakan perasaan seseorang."


Taehyung sangat kagum dengan kemurahan hati Junta. Ia juga bersyukur karena Junta bisa menjadi temannya. Taehyung yang semula ragu ingin menceritakan masalahnya sekarang ia merasa yakin bahwa Junta orang yang baik dan bisa menerima dengan apa adanya.


"Tapi aku beneran tidak menyukai Yuri chan." Ucap Taehyung.


"Syukurlah kalau begitu, akhirnya aku masih punya harapan." Teriak Junta pada dirinya sendiri.


Taehyung hanya tersenyum memandangi Junta. Ia juga bersyukur karena Junta juga memilihnya sebagai teman.


"Aku pulang dulu, kau jangan pulang terlambat. Sebentar lagi ujian kenaikan kelas." Junta mengingatkan temannya karena akhir-akhir ini Taehyung sering mengantuk di kelas.


"Aku mengerti. Baiklah sampai jumpa." Taehyung melambaikan ke arah Junta karena arah rumah mereka berlawanan.

__ADS_1


Taehyung mengampiri Haruka sejenak, ia juga harus segera pulang seperti yang di katakan Junta bahwa harus mempersiapkankan ujian.


"Konnichiwa." Sapa Taehyung dan tersenyum saat melihat Haruka keluar selesai bekerja.


"Kau lagi."


"Apa akan kembali bekerja lagi?" Tanya Taehyung dan mengikuti Haruka dari belakang.


"Tidak, hari ini aku libur. Tapi nanti malam aku akan bekerja di taman." Jawab Haruka.


"Haruka, apa kau masih mengingat sedikit tentang pelajaran?" Taehyung berusaha untuk membantu Haruka, meskipun Haruka tak sekolah tapi masih bisa belajar mandiri.


"Entahlah, mungkin sudah mulai lupa. Karena sibuk bekerja aku tak punya waktu belajar. Bahkan membaca buku sudah tak pernah."


Jawab Haruka dengan perasaan sedih, ia juga mengingat bagaimana menyenangkan saat bersekolah dan bertemu teman-temannya.


"Hey Haruka, sebentar lagi aku akan ujian. Mari kita belajar bersama, aku sedikit payah dalam pelajaran berbagai pelajaran. Jadi bantulah aku." Ajak Taehyung kepada Haruka.


"HAH??? Kau meminta bantuan pada orang yang telah berhenti sekolah? Dasar konyol." Cela Haruka.


"Kau pasti masih mengingatnya kan, kita akan belajar bersama-sama." Taehyung sedikit memohon pada Haruka.


"Tapi pekerjaanku banyak, aku juga sudah tak punya buku tulis." Jawab Haruka.


"Tak masalah, aku masih punya banyak buku tulis. Aku juga akan meminjamkanmu beberapa buku materi. Kau sedang ada waktu luang saat ini, ayo kerumahku akan kuberikan beberapa buku."


Tanpa menunggu Haruka menyetujuinya, Taehyung langsung menarik Haruka pulang ke rumahnya. Haruka hanya terdiam dan menurut ajakan Taehyung.


"Tadaima... (aku pulang)." Ucap Taehyung saat sampai si rumahnya. Ia juga tidak mengira jika ayah dan ibunya sudah pulang.


"Okaerinassai (selamat datang"." Jawab Ibunya namun sedikit terkejut karena putranya pulang dengan seorang gadis.


"Ayah juga sudah pulang, oh ya ini temanku Haruka. Hey Haruka masuk dan duduklah aku akan mengambilkan bukunya."


Taehyung mengenalkan Haruka pada kedua orang tuanya, ia juga menyuruh Haruka untuk masuk ke ruang tamu.


"Namaku Haruka, senang berkenalan denganmu." Ucap Haruka dengan sopan memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Aku Kim Myungso, ayah Taehyung. Anggaplah sebagia rumahmu sendiri." Balas ayahnya Taehyung dengan ramah.


__ADS_2