Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
58


__ADS_3

Taehyung sangat terkejut saat mendengar pernyataan Haruka. Ternyata benar kekhawatirannya, Haruka masih saja akan menganggu Megumi.


"Itu sama saja." Ucap Taehyung dengan sedikit berteriak.


Tadinya Taehyung pikir dengan berjalan-jalan di taman akan membuat moodnya semakin baik, tapi kekhawatiran Taehyung mulai mucul kembali ketika mendengar penuturan dari Haruka.


"Hey Haruka, apa jika kau puas memberinya pelajaran apakah ayahmu akan kembali hidup?" Tanya Taehyung dan membuat wajah Haruka semakin merah padam karena marah.


"Tentu saja tidak, meskipun mereka (keluarga Saibara) melakukan apapun ayahku tak akan pernah kembali." Jawab Haruka.


"Lalu apa yang kau cari dengan mencelakai Megumi? Kepuasan hanya itukah? Aku bahkan juga kecewa jika tujuanmu bersekolah ditempat yang sama hanya karena itu. Awalnya aku sangat senang saat mendengar kau akan bersekolah kembali, ku pikir kau akan mendapatkan kembali masa depanmu. Tapi sekarang aku kecewa padamu." Taehyung berdiri dari tempat duduknya, ia mulai pergi meninggalkan Haruka sendiri.


Haruka masih duduk mematung sambil memandangi kepergian Taehyung, air mata yang ditahannya perlahan jatuh bersamaan dengan rasa bersalahnya. Ia tak menyangka jika rencananya akan membuat Taehyung membencinya.


Taehyung kembali pulang ke rumahnya, perkataan Haruka masih saja terpaku di pikirannya. Sejauh ini, Taehyung berpikir bahwa dirinya telah berhasil untuk membuat Haruka tidak lagi mencelakai Megumi. Tapi ia malah membuat Haruka semakin mendekat pada Megumi, bahkan bisa saja setiap saat akan membuat Megumi terluka. Misinya telah gagal, ia membuat membuat gadis yang dicintainya berada dalam bahaya.


Keesokan paginya Taehyung langsung pergi ke rumah Megumi. Meskipun pada awalnya ibunya Megumi sedikit ragu menyambutnya.


"Anata wa dare? (kamu siapa)." Tanya Hana ibunya Megumi pada Taehyung meskipun dulu Masahiro pernah mengajaknya, tapi untuk memastikan dulu jika Taehyung mengetahui kondisi Megumi.


"Saya Kim Taehyung teman sekelas Megumi. Sumimasen, saya sudah mengetahui tentang kondisi Megumi juga pernah kemari sebelumnya." Jawab Taehyung.


"Baiklah, silahkan masuk." Hana lalu menyuruh Taehyung masuk ke ruang tamu. Setelah itu ia langsung pergi ke kamar Megumi untuk membangunkan putrinya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


"Megumi chan bangunlah, temanmu mencarimu." Hana menarik selimut yang dipakai putrinya dan membuka gorden jendela membiarkan sinar matahari masuk ke kamar putrinya.


"Siapa?" Tanya Megumi dengan menguap, karena tidak biasanya ibunya membangunkannya dengan masuk kamar, biasanya hanya mengetuk pintu kamarnya.


"Dia bilang temanmu. Hey Megumi, sebentar lagi ibu akan pergi bekerja. Ingatlah pesan ayahmu." Hana memperingatkan putrinya agar tidak pergi keluar rumah. Tapi meskipun berkali-kali perintahnya di.langgar, kali ini ia merasa percaya pada putrinya


"Haik.... (iya)." Jawab Megumi dengan malas.


Megumi masih berada di kamarnya, sedangnya ibunya langsung turun ke bawah dan membuatkan minuman untuk Kim Taehyung.


.


"Untuk keperluan apa kau menemui Megumi? Bukankah guru wali kelasmu sudah menjelaskan bahwa Megumi belum bisa ditemui oleh siapapum, ayahnya bahkan menjaganya dengan ketat." Ucap Hana memberikan penjelasan pada Kim Taehyung.


"Lalu apa kau pikir Megumi akan menuruti perkataanmu Jika kau hanya mengatakan jangan pergi ke sekolah? Aku sudah berkali-kali melarangnya, dan kau lihat sendiri kan."


"Entahlah kurasa memang tidak mungkin, Tapi aku akan berusaha mencari cara agar Megumi tidak pergi agar Hana San tidak khawatir." Taehyung menggaruk kepalanya sambil memikirkan cara bagaimana agar Megumi tetap berada di rumah.


"Baiklah, aku percayakan Megumi padamu." Hana sedikit mengulas senyumannya, ia kemudian pergi ke kamar Megumi untuk memvangunkannya.


...----------------...


"Kau baru bangun tidur." Taehyung terkejut dan membuka matanya dengan lebar saat Megumi menghampirinya. Gadis yang ia cintai ternyata juga memiliki kebiasaan yang unik karena memakai baju tidur seperti anak kecil.


"Eh. Kim Taehyung??? Tolong tunggu sebentar." Megumi kemudian berlari lagi menuju kamarnya. Ia sadar bahwa masih memakai piyama warna merah muda persis seperti baju putri disney milik anak kecil.

__ADS_1


"Okaasan kenapa kau tidak memberitahuku jika yang datang adalah teman laki-laki......" Teriak Megumi memprotes ibunya. Taehyung yang bisa mendengar teriakan Megumi hanya tertawa kecil.


Tiga menit Megumi sudah berganti baju memakai baju panjang bewarna putih. Ia kemudian duduk disamping Taehyung, ibunya juga sudah membuatkan minuman untuk Taehyung dan dirinya.


"Ibu berangkat bekerja sekarang, Megumi ingatlah pesan ibu. Jika temanmu sudah pulang jangan lupa kunci pintu. Jangan kemana-kemana." Pesan Hana kepada putrinya sebelum pergi bekerja. Ia juga melihat kearah Taehyung.


Taehyung mengerti bahasa isyarat yang di sampaikan oleh ibunya Megumi, dirinya menunduk dan memberi hormat kepada perempuan paruh baya di depannya.


"Tentu saja, selamat jalan dan hati-hati dijalan." Jawab Megumi dan.melambaikan tangan kearah ibunya.


"Baiklah ayo pergi ke sekolah...." Ajak Megumi kepada Kim Taehyung.


"Eh... Bukankah ibumu berpesan agar kau tidak pergi kemanapun." Pekik Taehyung setelah mendengar perkataan Megumi.


"Tenang saja, kita akan kembali sebelum ibuku pulang." Ucap Megumi dengan entengnya dan bergegas masuk kerumah untuk mengambil tasnya. Taehyung memegang tangannya dan membuat Megumi berhenti.


"Kita tak perlu pergi ke sekolah, lagi pula sudah libur dan hanya murid SMP yang datang untuk berkunjung." Cegah Taehyung.


"Tidak masalah, kita akan melihat adik kelas. Bukankah sangat menarik." Megumi mengatakan pada Taehyung dengan tawa kecilnya.


"Tidak boleh.!!! Ano... Maaf, maksudku tidak perlu, menurutku tidak menarik sama sekali." Taehyung langsung menurunkan volumenya kembali setelah tidak sadar ia hampir berteriak.


"Emmm bisakah kau mengajariku tentang bahasa Jepang? Aku kemari karena ingin belajar padamu, kau juga pandai dalam pelajaran sastra." Ucap Taehyung kembali dan memikirkan cara agar Megumi tetap berada di rumah.


"Kau ternyata murid yang sangat rajin ya. Sebenarnya aku malas membahas pelajaran ketika berlibur, tapi baiklah daripada bosan. Ayo...!" Megumi lalu mengajak Taehyung masuk ke kamarnya, ia mengambil beberapa buku bahasa Jepang dan juga beberapa puisi untuk di pelajari.


"Woah sugoine...!!!! Semua ini koleksi puisi milikmu?" Taehyung sangat takjub ketika masuk ke kamar Megumi yang begitu luas dan banyak koleksi buku puisi lama dan baru.


"Aku suka membacanya, termasuk puisi haiku." Jawab Megumi dan mengambil buku yang karya Katayama Kiyoshi yang ia baca beberapa hari ini.

__ADS_1


"Darimana saja kau mendapatkannya, sangat keren sekali? Sejak kapan kau mulai menyukai sastra?" Taehyung masih sibuk memilih-milih buku yang di koleksi Megumi tanpa sadar bahwa gadis itu hanya duduk terdiam.


"Gomene (Maaf), aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu." Taehyung langsung menghampiri Megumi setelah sadar bahwa pertanyaannya menyakiti Megumi. Tentu saja Megumi tidak mengingatnya mulai kapan menyukai membaca sastra.


__ADS_2