Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
27


__ADS_3

Penilaian taman kelas berlangsung. Taehyung tak percaya jika pemenangnya adalah kelasnya. Junta dan teman-teman lainnya ikut bersorak kepada Taehyung dan memberikan ucapan selamat padanya.


"Baiklah, untuk perwakilan kelasnya silahkan memberikan sepatah kata untuk semuanya." Ucap Guru bahasa inggris yang menjadi pembawa acara.


Taehyung naik keatas podium dengan membawa piala dan mahkota bunga yang ia kenakan.


"Terimakasih pada Igarasi sensei. Sebenarnya ini tugas gila yang diberikan guru wali kelasku. Aku tak mengerti kenapa sensei menyuruhku, mungkin karena waktu itu aku terlihat luang jadi seenaknya sensei menyuruhku. Tapi, setiap kali aku melihat bunga yang tumbuh mekar. Perasaanku senang dan bisa sedikit melupakan rasa sedihku, jadi aku menikmatinya. Kedepannya aku tidak ingin lagi ditunjuk menjadi perwakilan kelas untuk merawat taman. Terimakasih."


Perkataan Taehyung di atas podium tentu saja mengundang banyak tawa. Acara resmi yang seharusnya bisa memotivasi, tapi nyatanya Taehyung mengatakan jika merawat taman merupakan paksaan. Masahiro pun hanya bisa menggelengkan kepala karena salah satu muridnya.


"Omedeto.... (selamat). " Teriak Junta saat Taehyung turun dari podium, dan teman-temannya yang lain bersorak karena kelasnya menang.


"Tidak seharusnya kau mengatakan seperti itu, dasar murid laknat." Masahiro langsung mendatangi Taehyung dan menyentil kepalanya.


"Itai.... (sakit). Lalu apa yang harus kukatakan?" Keluh Taehyung yang kesakitan.


"Terimakasih atas kerja kerasmu dan selamat." Ucap Masahiro pada Taehyung, namun tak lama kemudian ada seseorang yang memanggilnya. Dengan cepat Masahiro segera menenuimya yang tak lain adalah Saibara.


Taehyung merasa penasaran dengan gurunya, ia juga belum sempat memberikan sebuah bingkisan yang di dapat dari kemenangannya.


"Sensei, maaf mengganggu. Aku hanya ingin memberikan ini padamu." Taehyung berlari dan menghampiri gurunya. Ia juga sedikit menundukkan kepala kepada laki-laki yang menjadi tamu senseinya.


"Oh terimakasih. Saibara san dia adalah Taehyung yang sebelumnya pernah menolong Megumi. Dia juga mengalami nasib yang sama."


Masahiro mengenalkan Taehyung pada Saibara.


"Saibara san adalah ayahnya Megumi." Ucap Masahiro pada Taehyung.


"Senang bertemu denganmu dan terimaksih telah menolong Megumi." Saibara sedikit menundukkan kepala pada Taehyung, karena pernah mendengar cerita dari Masahiro kalo Taehyung mencegah Haruka untuk menyakiti Megumi.


Taehyung membalas ucapan Saibara dengan tersenyum dan membalas anggukan kepala. Kemudian Masahiro dan Saibara berlalu pergi setelah percakapan kecil dengan Taehyung selesai. Semua teman-teman sekelas Taehyung memberikan kartu ucapan selamat padanya karena telah memenangkan taman kelas di tahun.

__ADS_1


"Omedeto....(selamat)." Ucap Megumi dan tersenyum kepada Taehyung. Ia juga memberikan bingkisan kecil sebagai hadiah.


"Terimakasih." Taehyung menerima kartu ucapan dari Megumi dan memakan permen yupi hadiah dari Megumi.


"Ano... Aku mengikuti saranmu untuk menggambar. Baru-baru ini aku membeli buku gambar, hanya saja aku bingung akan menggambar apa." Tanya Megumi dengan ragu ia juga sedikit menggaruk kepala karena menurutnya terlalu banyak bicara pada orang yang baru ia kenal.


"Kau mengingatku?" Tanya Taehyung pada Megumi, dan semejak hari itu dirinya belum berani berbicara banyak pada Megumi.


"Tentu saja, kita kan teman sekelas."


"Benar juga. Teman sekelas." Pekik Taehyung dan tersenyum dengan hambar. Taehyung pikir Megumi bisa mengingatnya sesuai harapannya.


Taehyung diam sejenak, terbesit di dalam hatinya ingin memberitahu kalau dirinya bukan hanya sekedar teman sekelas. Melainkan pernah menyatakan perasaan satu sama lain, tapi itu tak mungkin. Megumi sudah benar-benar melupakan.


"Hey, menurutmu apa yang biasanya ku gambar? " Tanya Megumi dan menyadarkan Taehyung pada lamunannya


"Bunga.! Cobalah menggambar bunga, kau sangat pandai menggambar bunga."


"Bunga...!" Pekik Megumi dan sedikit terkejut karena tiba-tiba Taehyung memakaikan mahkota bunga kepadanya. Ia juga tersenyum memandangi Taehyung yang pergi dari kelas.


Sebelum benar-benar pergi, Taehyung menoleh kebelakang sebentar. Senyuman dari Megumi yang sangat ia rindukan, tapi juga sekaligus membuat hatinya sakit. Dalam hati Taehyung masih terbesit pertanyaan, apakah bisa Megumi mengingatnya? Ataukah ia harus kembali menyatakan perasaannya?


Taehyung memutuskan untuk pergi ke ruang guru untuk bertemu dengan Masahiro. Ia penasaran apa yang di bicarakan pada ayahnya Megumi.


"Masuklah, aku tahu kau dari tadi mengintip di sana." Suara Mashiro terdengar dari luar ruangan. Dan tak lama kemudian salah satu muridnya memunculkan dirinya di hadapan Masahiro.


"Ada apa? " Tanya Masahiro pada Taehyung yang barusan masuk menampilkan batang hidungnya.


"Sensei, ada yang ingin kutanyakan padamu."


Jawab Taehyung dengan menunduk. Ia kurang yakin jika gurunya mau menjawab pertanyaan darinya.

__ADS_1


"Kita bicara saja di luar, ayo ikuti aku." Masahiro langsung mengambil mantel yang berwarna coklat kemudian keluar dari ruangan dan disusul oleh Taehyung di belakangnya.


Masahiro mengajak Taehyung untuk berbicara di atas atap. Entah mengapa ia sudah mempunyai firasat jika Taehyung akan bertanya tentang Megumi.


"Saibara san mengatakan padaku jika Megumi melupakan kakaknya. Padahal dia dan kakaknya sangat dekat. Aku sangat terkejut." Ucap Masahiro memulai percakapan lalu menyalakan korek api untuk membakar rokok yang sudah ada di mulutnya.


"Benarkah? " Taehyung masih terkejut dan tidak percaya pada ucapan gurunya. Ia masih kurang yakin jika Megumi melupakan orang lain yang ternyata adalah keluarganya.


"Tapi kenapa kau memberitahuku tentang Megumi." Tanya Taehyung dengan ragu tapi perlahan mendekat kearah Masahiro.


"Bukankah hal itu yang ingin kau tanyakan?"


"Benar juga, tapi aku tidak yakin jika kau akan memberitahuku."


Udara makin menjadi dingin dan Masahiro belum mengatakan apapun lagi. Ia masih berfokus pada rokoknya dan menghisapnya dalam-dalam.


"Anoo... Saat festival kembang api di sekolah, aku melihatmu menyampaikan perasaanmu pada Megumi." Ucap Masahiro tiba-tiba.


Taehyung sangat terkejut karena setahunya saat itu sama sekali tidak ada orang. Apakah gurunya juga melihatnya saat ia mencium Megumi. Taehyung ragu untuk menjawab pertanyaan dari Masahiro, ia malu jika Masahiro benar-benar melihatnya.


"Kupikir Megumi juga memiliki perasaan sama padamu. Tapi saat itu kenapa kau mengatakan jika hanya teman sekelasnya, apakah kau hanya bermain-main padanya?"


"Tentu saja tidak." Elak Taehyung dengan cepat, selama ini ia tak pernah dekat dengan seorang perempuan apalagi untuk mempermainkannya.


"Kenapa? Bukankah kau sudah tahu jika Megumi akan melupakan ingatannya pada malam hari, lalu mengapa kau menyatakan perasaanmu. Dan seenaknya mengatakan jika hanya teman sekelas."


Masahiro menginjak sisa rokok untuk mematikan apinya. Kini pembicaraan mereka buka sekedar guru dan murid melainkan sesama laki-laki.


"Kupikir aku akan mengatakan lagi di hari esok. Meskipun Megumi akan melupakannya, esok harinya aku akan mengatakannya jika aku menyukai, selalu. Walaupun harus setiap hari. Tapi, malam itu dan setelah kejadian itu, entah mengapa hatiku sangat sakit karena Megumi tiba-tiba melupakanku. Bukan hanya namaku, tapi semuanya tentangku. Padahal baru beberapa jam kami bersama dan dengan seketika Megumi melupakannya, jadi lidahku tidak mampu memberitahunya jika aku adalah orang yang menyukainya."


Taehyung memegangi dadanya, ia seakan mengorek kembali luka yang telah ditutupnya. Ingin sekali dirinya melupakan seseorang yang dicintainya, tapi semakin mencoba melupakannya semakin menderita juga.

__ADS_1


Masahiro masih terdiam dan enggan berbicara, sejujurnya dirinya juga menyukai Megumi. Tapi tak mungkin baginya dan perbedaan usia mereka juga terlampau jauh.


__ADS_2