
"Kim Taehyung nani desuka? (ada apa)." Tanya Megumi karena melihat Taehyung hanya diam membatu di tempatnya.
"Eh tidak ada, bagaimana kalau kita kesebelah sana. Matahari sangat menyengat." Taehyung sedikit terkejut karena di sadarkan Megumi, lalu mengajaknya untuk berteduh.
Di sepanjang perjalanan mereka tak banyak bicara, perkataan ayahnya Megumi seoalah mengingatkan Taehyung pada kesalahannya. Taehyung menganggap dirinya tidak bisa menjaga seseorang dan tidak bisa diandalkan, bahkan ia juga tidak berhasil menjaga Megumi dari Haruka yang selalu mengusiknya.
"Kau melamun di sepanjang jalan." Ucap Megumi dan berdiri tepat di hadapan Taehyung. Dengan reflek tentu saja Taehyung terkejut dan jatuh kebelakang. Sedangkan Megumi hanya tertawa sambil memberika bantuan.
"Sudah kuduga ada yang sedang kau pikirkan sedari tadi." Ucap Megumi sekali lagi dan mengulurkan tangannya kepada Taehyung.
"Kau tiba-tiba membuatku terkejut." Keluh Taehyung dan membalas uluran tangan Megumi yang membantunya berdiri.
"Gomen (maaf). Ne Kim Taehyung apa kau sedang ada masalah? Kau bisa bercerita padaku jika ada masalah yang menganggu."
"Tidak ada masalah kok, aku hanya sedikit mengantuk saja." Jawab Taehyung memberi alasan kemudian ia menaruh kemejanya pada rumput untuk alas agar Megumi duduk.
"Terimakasih. Eh tunggu sebentar, kenapa lenganmu berdarah?" Megumi langsung menangkap tangan Taehyung. Ia mengambil plaster yang ada di dalam tasnya kemudian menempelkannya pada luka Taehyung.
"Doumo Arigatou. (terimakasih banyak)." Taehyung sedikit gugup mengucapkan terimakasih pada Megumi. Saat Megumi mengobati lukanya, ia seakan teringat neneknya. Ketika Taehyung terluka, saat teman-temannya merundungnya, nenek Taehyung selalu ada dan membantunya.
"Luka kecil tak akan jadi masalah untuk seorang laki-laki. Tapi tetap saja harus di obati." Ucap Megumi dan tersenyum kepada Taehyung. Bahkan perkataannya sama seperti yang pernah di ucapkan oleh nenek Taehyung.
Seketika Taehyung langsung menarik Megumi dan memeluknya. Entah mengapa baru kali ini Taehyung merasa berat kembali ke Daegu, padahal sebelumnya ia selalu senag ketika akan mengunjungi kota kelahirannya meskipun tidak bertemu neneknya.
"Sebentar saja. Izinkan hanya sebentar saja." Lirik Taehyung saat Megumi akan melepas pelukan Taehyung secara tiba-tiba.
Kali ini Megumi tak lagi bergerak, dirinya membiarkan Taehyung memeluknya dan tanganya pun ikut membalas pelukan Taehyung.
"Aku pernah punya seorang nenek yang sangat ku sayangi, tapi aku tak bisa di andalkan, jadi nenekku meninggal. Tapi kali ini aku ingin melindungi seseorang, meskipun aku tak bisa di andalkan tapi aku ingin melindunginya." Gumam Taehyung yang tanpa sadar terucap dari mulutnya.
Megumi masih membiarkan Taehyung memeluknya tanpa bicara apapun, meskipun tak tahu maksud dari perkataan Taehyung, tapi Megumi cukup memahami bahwa laki-laki di pelukannya sedang merasakan kehilangan.
__ADS_1
"Sudah merasa lebih baik?" Tanya Megumi saat Taehyung melepaskan pelukannya dan beberapa jam membiarkan Taehyung memeluknya.
"Gomen (maaf)." Balas Taehyung dengan sedikit canggung dan masih menundukkan kepalanya.
"Tidak masalah, sepertinya kau baru saja kehilangan seseorang yang sangat kau sayangi. Aku juga pernah mengalaminya." Megumi ikut duduk di sebelah Taehyung.
"Sebenarnya sudah lama sekali nenekku meninggal, sepertinya aku merindukannya.
Hari ini aku akan pulang ke kampung halamanku, ini menyenangkan." Taehyung menjawab pertanyaan Megumi.
Megumi sedikit kecewa mendengar jawaban dari Taehyung, karena selama libur sekolah ia tak akan mempunyai teman. Karena hanya Taehyung dan guru Masahiro saja yang boleh berkunjung ke rumahnya.
"Aku akan kembali." Ucap Taehyung dan membuat Megumi terkejut karena ia langsung berdiri.
"Tentu saja kembali kesini, karena pekerjaan orang tuaku ada disini. Ne Megumi ayo pergi ke gazebo, orang tuamu pasti sudah menunggumu." Taehyung mengulurkan tangannya dan mengajak Megumi, tanpa mengucap apapun Megumi membalas uluran tangan dan berdiri.
Disepanjang perkebunan yang luas dan angin musim panas yang berhembus membuat pemandangan indah di musim panas, apalagi buah apel fuji yang terlihat semakin segar ketika dilihat.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Taehyung berbalik dan menghadap ke Megumi yang berjalan di belakangnya sedari tadi.
"Nanimonai (bukan apa-apa)." Megumi merasa tak seharusnya bertanya seperti itu pada Taehyung. Ia langsung berjalan mendahului Taehyung karena malu.
Di gazebo yaitu tempat istirahat sudah terlihat kedua orang tua Megumi dan ibunya Taehyung.
"Taehyung ssi, kau sudah kembali?" Ucap ibunya.
"Aku berjalan-jalan sebentar karena bertemu dengan temanku." Jawab Taehyung dan mendekat kearah ibunya.
"Ahh gadis ini yang pernah kau ajak kerumah kan? Terimakasih karena telah mengajari Taehyung memasak." Nyonya Kim mengucapkan terimakasih pada Megumi dengan sedikit membungkuk.
Megumi hanya melihat ibunya Taehyung dengan tatapan terkejut, karena baru kali ini dirinya bertemu ibunya Taehyung.
__ADS_1
"Te-tentu saja tak masalah, iya kan Megumi? Okaasan ayo pergi ayah sudah menunggu." Taehyung mengajak ibunya pergi tapi sebelumnya ia juga berpamitan pada kedua orang tua Megumi.
Taehyung baru teringat kalo Megumi dan ibunya pernah bertemu sebelumnya, tentu saja Megumi tidak ingat, maka dari itu ia langsung mengajak ibunya pergi sebelum bertanya lebih jauh. Baru berjalan beberapa langkah Taehyung kembali menemui Megumi dan membiarkan ibunya berjalan sendiri.
"Aku akan kembali." Ucap Taehyung di hadapan Megumi.
"Ehhh."
"Pertanyaanmu yang barusan sudah ku jawab." Taehyung memberikan kalung yang ia pakai kepada Megumi. Ia juga memasangkannya ke leher Megumi.
"Sampai jumpa." Ucap Taehyung lalu pergi berlari menyusul ibunya, ia juga melambaikan tangan dan tersenyum kearah Megumi.
'Sekarang aku punya alasan mengapa aku berjanji, yaitu demi seseorang. Orang yang membuatmu merasa senang meskipun hanya melihatnya saja. Aku takut jika tidak bisa melindunginga, jadi aku hanya berjanji untuk kembali padanya.
Setelah ku ketahui dalam bahasa kanji, nama Megumi yang mempunyai arti anugrah.
Memang benar, kau adalah anugrah yang indah dan ku temui sekarang.'
Megumi membalas senyum Taehyung dari kejahuan. Matanya langsung beralih pada kalung dengan liontin bunga clover warna hitam yang terlihat indah. Entah mengapa ia pernah merasakan hal ini sebelumnya, tapi Megumi tak bisa mengingatnya sama sekali.
"Temanmu itu, sangat baik. Dia dari keluarga atas." Ucap tuan Kim yaitu ayah Taehyung ketika di perjalanan.
"Benar, ayahnya adalah dokter." Jawab Taehyung dengan santai.
"Sepertinya ayahnya sangat menjaganya, dia terlihat begitu khawatir saat membiarkan putrinya bersamamu." Ucap tuan Kim lagi.
"Benar itu karena ....."
"Karena putri satu-satunya." Taehyung hampir saja akan mengatakan jika Megumi mempunyai gangguan ingatan. Tapi untung saja ia bisa mencari alasan yang tepat.
"Ayah senang jika kau sudah bisa adaptasi dengan baik disini. Yokatta (syukurlah)." Balas tuan Kim dan Taehyung hanya menjawabnya dengan senyum saja.
__ADS_1