Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
52


__ADS_3

Tanpa pikir panjang Taehyung menarik tangan Megumi dan membawanya berlari masuk ke gedung olahraga. Disana pertandingan futsal kelas 1- A akan segera di mulai. Sudah terlihat semua teman-temannya berada di lapangan futsal.


"Kau bisa melihat dari sini, teman-teman lainnya tidak akan tau kedatanganmu." Ucap Taehyung. Ia menyuruh Megumi untuk melihat pertandingan futsall di atas karena jarang sekali ada seseorang berada di tempat itu.


Megumi hanya mengangguk seakan menuruti perintah Taehyung. Kemudian Taehyung pergi untuk ke lapangan futsal, meskipun sebenarnya Megumi merasa takut saat Taehyung meninggalkannya.


"Dari mana saja kau? Kenapa lama sekali." Junta lansung menggerutu saat Taehyung memasuki lapangan.


"Gomenne (maaf)." Jawab Taehyung dengan siangkat kemudian pertandingan futsal langsung di mulai.


Kelas 1-A melawan kelas 1-B, pertandingan berlangsung dengan meriah karena skor nilainya beda tipis.


Dari atas Megumi hanya memperhatikan Taehyung saja karena hanya Taehyung yang ia ketahui. Empat puluh lima menit permainan telah berlangsung, dan kelas mereka mendapatkan skor yang sama yaitu 2-2. Junta sudah berhasil meraih skor dua kali selama permainan.


.


.


.


.


"GOALLLL" Teriak semua penonton dan suara tepuk tangan berlangsung ramai.


Pada menit terakhir akhirnya Taehyung bisa memasukkan bola kedalam gawang. Moment ini sangat menegangkan untuk semua yang bermain maupun yang menonton.


Taehyung tersenyum dengan lega karana bisa memenangkan permainan futsal. Ia melihat kearah Megumi dan tersenyum.


"Ehhhhh dimana Taehyung??" Tanya Junta pada temannya karena Taehyung sudah menghilang dari lapangan.


"Tadi dia ada disini." Jawab Aoi dengan raut wajah kebingungan karena tadi semua team masih lengkap.


"Menghilang saja." Umpat Junta sendiri.


Taehyung berlari untuk menghampiri Megumi yang menunggu di atas. Ia tersenyum senang karena akhirnya bisa menyelesaikan babak penyisihan dengan baik.


"Apa kelas kita sudah menang?" Tanya Megumi saat Taehyung menghampirinya.


"Hum, masih di awal pertandingan dan masih ada beberapa pertandingan lagi." Jawab Taehyung.


"Kalau begitu selamat." Ucap Megumi dan memberi senyuman ke arah Taehyung.

__ADS_1


"Terimakasih." Jawab Taehyung dengan sedikit malu-malu. Setelah sekian lama tidak bertemu dengan Megumi dan akhirnya Taehyung bisa berbicara lagi dengan Megumi.


"Nomor 17 apakah nomor keberuntunganmu Kim Tae Hyung?" Tanya Megumi seraya melihat kaos yang di pakai Taehyung.


"Tidak juga, hanya saja aku menyukai nomor punggung 17. Hey kau tau namaku?"


"Hum, aku membaca dari kaos yang kau pakai. Maaf atas waktu itu karena membuatmu tersinggung." Jawab Megumi.


"Tidak masalah kok." Taehyung melebarkan senyum untuk Megumi, ia merasa senang karena Megumi masih mengingatnya. Tapi Taehyung tidak ingin terlalu berharap lagi, karena sudah dua kali harapannya hancur dan tak ingin menyakitinya.


"Megumi..." Suara teriakan Hiroaki terdengar memanggil Megumi.


Megumi yang mendengarnya langsung panik dan segera lari meninggalkan gedung olahraga. Taehyung juga terkejut dengan reaksi Megumi, ia juga ikut berlari mengejar Megumi sama yang di lakukan oleh Hiroaki.


.


.


.


' Matte (tunggu). Hiroaki belum tahu jika Megumi mengalamai gangguan ingatan yang serius. Hiroaki kun tak boleh menemui Megumi.'


Pekik Taehyung dalam hati, ia juga ingat perkataan Masahiro waktu itu jika sebenarnya kondisi Megumi adalah rahasia keluarga dan para guru saja. Taehyung membalikkan badannya dan mencoba menghalangi Hiroaki.


"Minggirlah, jangan ikut campur." Elak Hiroaki dan mendorong tubuh Taehyung.


"Hiroaki kun, kau ingat saat Masahiro sensei mengatakan jika Megumi mempunyai penyakit yang menular. Mungkin karena itu Megumi menghindar, jadi biarkan saja dari pada kau tertular." Ucap Taehyung dengan cepat dan mencegah tangan Hiroaki.


"Oleh karena itu aku ingin menanyakan kabarnya." Jawab Hiroaki singkat.


"Tidak boleh, anooo maksudku kau nanti akan tertular penyakitnya." Ucap Taehyung dengan gugup.


"Memangnya Megumi sakit apa? Kulihat sudah baik-baik saja."


"Etooo..... Penyakit kulit. Kau tahu, banyak bercak merah dan ruam di kulitnya. Jika kau mendekat sedikit saja pasti tertular." Taehyung berusaha membuat alasan untuk Hiroaki, dirinya tau jika Hiroaki tidak suka jika ada luka sedikit saja di kulit.


"Ehhh benarkah? Mengerikan." Hiroaki memasang wajah geli setelah mendengar penjelasan dari Taehyung.


"Benar, mengerikan jadi jangan mengejarnya dulu." Tambah Taehyung.


Tanpa berkata apa-apa lagi Hiroaki langsung pergi meninggalkan Taehyung.

__ADS_1


"Anoo... Apa pertandingan basketmu akan di mulai?" Tanya Taehyung.


"Iya, kenapa?"


"Tidak ada apa-apa, aku akan melihatnya." Ucap Taehyung.


"Terserah kau saja..." Balas Hiroaki dengan sinis kemudian pergi meninggalkan Taehyung. Tapi setelah agak jauh Hiroaki mengulas sedikit senyuman. Hiroaki juga tidak bisa menyangkal kalau dulu Taehyung memang menjadi teman dekatnya.


...****************...


Megumi masih berlari untuk menghindari kedua temannya. Ia masih belum ingin menemui teman-temannya karena Megumi sama sekali tak mengingatnya.


"Apakah sudah aman?" Ucap Megumi pada dirinya sendiri dengan nafas yang tergesa-gesa.


"Ketemu."


Megumi menoleh kebelakang, mencari keberadaan sumber suara.


"Sensei..." Pekik Megumi setelah melihat Masahiro berjalan mendekat ke arahnya.


"Ibumu mencemaskanmu, dari mana saja kau." Ucap Masahiro pada Megumi.


"Aku dari sekolah. Hey sensei aku melihat pertandingan futsal dan kelas kita berhasil menang." Jawab Megumi dengan wajah berseri-seri.


"Megumi chan, aku tahu bagaimana perasaanmi tapi tolong turutilah perkataan tuan Saibara. Semua itu juga demi kebaikanmu, jika kau bertemu dengan orang lain maka keadaannya akan semakin gawat."


"Wakatta (aku mengerti), tenang saja aku hanya bertemu dengan Kim Taehyung. Laki-laki yang waktu itu kau bawa ke rumah." Ucap Megumi pada Masahiro, ia ingin meyakinkan pada gurunya bahwa tidak ada yang perlu di khawatirkan.


"Kim Taehyung?" Pekik Masahiro.


"Hum." Jawab Megumi dengan mengangguk.


"Sensei kau tak perlu mengikutiku, kau akan di kira paparazi nantinya. Lagipula perintah ayahku apakah itu penting? Aku bisa menjaga diriku sendiri."


"Tapi kau melupakan semua orang, bagaimana nantinya jika orang lain tahu penyakitmu." Sangkal Masahiro, ia masih belum bisa melepaskan Megumi begitu saja.


"Tenang saja.... Lagian sensei juga bukan siapa-siapa ku, aku akan katakan pada ayahku kau tak perlu mengikutiku." Balas Megumi dan pergi berjalan meninggalkan Masahiro ditepi jalan.


Masahiro hanya memandangi kepergian Megumi dengan perasaan hampa. Perlahan ia memegangi dadanya, dilupakan oleh orang yang paling penting hal yang sangat menyakitkan.


'Hey Megumi, kau adalah satu-satunya orang yang aku punya, satu-satunya teman yang kumiliki dan satu-satunya gadis yang aku cintai. Dilupakan olehmu sungguh terasa sakit, tapi aku juga sadar bahwa aku tidak bisa memilikimu. Berada di sampingmu sudah lebih dari cukup untukku.' Batin Masahiro dari dalam hati, ia kemudian berlari mengejar Megumi.

__ADS_1


"Matte (tunggu)."


"Sudah ku katakan sensei jangan mengikutiku." Ucap Megumi pada Masahiro, ia masih merasa kesal karena tidak bisa bebas karena gurunya selalu mengikutinya.


__ADS_2