Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua
60


__ADS_3

Masahiro menekan bel rumah Megumi, wajahnya tersenyum senang karena sudah lama ia tidak bertemu dengan Megumi. Dan tak lama kemudian seseorang datang membuka gerbangnya.


"Kau...." Masahiro sangat terkejut saat tahu siapa yang berada di dalam dan membukakan pintu gerbang untuknya.


"Sensei." Taehyung juga sama terkejutnya ketika tahu Masahiro Sensei yang menjadi tamu di rumah Saibara.


"Kim Taehyung?? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Masahiro dengan berbisik.


"Aku berkunjung, ada apa sensei." Tanya Taehyung berbalik.


"Hey Taehyung siapa yang datang?" Teriakan Megumi disusul dengan orangnya.


"Eh Sensei... Kenapa kau kemari?" Tanya Megumi lagi setelah melihat Masahiro.


"Untuk apa juga Kim Taehyung ada dirumahmu?" Masahiro tidak menjawab pertanyaat Megumi, ia malah balik bertanya. Sedangkan Taehyung hanya diam saja.


"Taehyung? Oh. Sedari pagi Taehyung sudah ada dirumahku, sekarang aku sedang membuat barbeque." Jawab Megumi dengan santai.


"Se-sedari pagi." Masahiro mengulang perkataan dengan terbata-bata, ia juga memegangi dadanya rasanya sakit sekali mendengar Taehyung dan Megumi bisa menghabiskan waktu bersama.


"Masuklah sensei, nona Hana tidak memperbolehkan Megumi berada di luar." Taehyung mengajak Masahiro masuk ke rumah tapi Masahiro masih terdiam mungkin dirinya masih shock mendengar jawaban Megumi.


"Sensei, aku membuat barbeque jika kau tidak mau akan ku habiskan dengan Taehyung." Ucap Megumi karena masih melihat gurunya berdiri mematung di depan gerbang.


"B-baiklah." Jawab Masahiro dan langsung menyusul Taehyung ke dapur.


"Hey Kim Taehyung jangan habiskan bagianku...." Seru Masahiro lagi.


Megumi dengan lincahnya menghidangkan barbeque untuk Taehyung dan Masahiro, karena sedari tadi ia melihat Taehyung dan Masahiro terus berdebat, entah apa yang sedang mereka bicarakan. Daripada mereka berdua mengacau di dapur Megumi menyuruh Taehyung dan Masahiro untuk berada di ruang makan dan membiarkan dirinya saja yang menghidangkan makanan.


"Hey kau belum menjawab pertanyaanku, kenapa kau ada disini?" Ucap Masahiro dengan tatapan tajam ke arah Taehyung.


"Hah memangnya kapan sensei bertanya padaku?" Balas Taehyung.


"Tadi." Masahiro melipat kedua tangannya kedepan karena merasa cemburu dengan muridnya.

__ADS_1


"Oh, aku dan Megumi membaca buku, bercanda, menanam bunga dan banyak lagi." Jawab Taehyung menggoda sehingga membuat wajah Masahiro terlihat merah.


"Aku tidak menanyakan apa yang kau lakukan." Balas Masahiro dengan semakin geram saja. Meskipun Masahiro telah merelakan Megumi pada Taehyung, tetapi tetap saja melepas orang yang paling penting di hidupnya bukan suatu yang mudah.


"Sudahlah, kenapa kalian berdua masih saja ribut. Mari kita makan bersama." Megumi memberikan sepiring daging barbeque kepada Masahiro dan yang satunya lagi untuk Taehyung.


"Aku juga membawakan saos cabai." Tak lupa Megumi juga menaruh mangkok kecil berisi saus cabai. Ayahnya selalu menyukai barbeque dengan sedikit pedas, jadi Megumi pikir Masahiro dan Taehyung juga begitu.


"Aku tidak suka makanan pedas." Ucap Taehyung dan Masahiro secara bersamaan.


Megumi hanya tertawa ketika melihat kekompakan kedua orang yang ada di depannya. Sejak Megumi kehilangan memori ingatannya hanya Taehyung dan Masahiro saja yang mengetahui, dan hanya mereka berdua saja yang bisa ia temui.


"Lihatlah, bahkan kalian berdua memiliki kesamaaan." Ucap Megumi sambil tertawa, sedangkan Masahiro dan Taehyung hanya saling melirik saja.


"Sensei sih kenapa mengikuti aku." Pekik Taehyung.


"A-aku... Kenapa juga aku harus mengikutimu." Protes Masahiro.


"Sudahlah jangan ribut terus. Ayo kita makan bersama." Megumi segera menengahi perdebatan kedua laki-laki yang ada di depannya.


"ITADAKIMASU. (Selamat makan)." Ucap semua orang bersama-sama.


'Segera habiskan makananmu dan pulang bersamaku'


Ternyata yang mengiriminya pesan adalah Masahiro. Dengan wajah yang sedikit masam Taehyung membalas pesan singkat itu dan memasukkan ponselnya kembali ke sakunya.


'Ya'


"Aku senang sekali kalian berdua datang ke rumahku, akhir-akhir ini ayahku sangat posesif bahkan kurasa baru kalian berdua yang berkunjung kemari." Megumi mengantarkan Taehyung dan Masahiro sampai ke pintu gerbang, karena setelah makan siang mereka berdua sama-sama berpamitan pulang.


"Sama sekali tidak masalah, kau bisa memintaku datang setiap hari." Jawab Taehyung dan mengembangkan senyum kepada Megumi.


Masahiro langsung menginjak kaki Taehyung karena mendengar perkataan yang menurutnya menjengkalkan


"Ahhh itaii (sakit)." Teriak Taehyung meringis kesakitan.

__ADS_1


"Megumi bisa meminta kami berdua datang kemari, tapi tidak bisa setiap hari. Kau tahu bagaimana khawatirnya ayahmu kan." Ucap Masahiro pada Megumi.


"Iya aku paham. Tapi terimakasih, oh ya sensei jeruknya sangat manis. Aku rasa aku menyukai jeruk." Balas Megumi.


"Kau mememang menyukai dari dulu." Gumam Masahiro dengan pelan.


"Eh nani? (apa)." Megumi merasa gurunya mengatakan sesuatu tapi tidak terdengar.


"Tidak ada. Baiklah kami pergi dulu. Jaa ne (sampai jumpa)." Masahiro melambaikan tangan kepada Megumi kemudian menyeret Taehyung untuk pergi dari hadapan Megumi.


Sementara itu Taehyung hanya menurut saja ketika gurunya membawanya.


"Biasakah aku mendapatkan minuman? Aku belum minum sama sekali setelah makan." Keluh Taehyung pada akhirnya. Saat di meja makan Masahiro selalu saja menatapnya tajam seakan menyuruh Taehyung untuk segera pergi.


"Ada hal penting yang ingin ku katakan. Haruka... Gadis itu mengambil ujian masuk SMA Higashi." Tanpa basa-basi lagi Masahiro segera mengutarakan maksudnya.


"Wakatta (aku mengerti)."


"Eh.... Kau sudah tahu?" Ucap Masahiro mengangkat alisnya.


"Hemm." Sementara Taehyung hanya berdehem saja membalas ucapan gurunya.


"Eh tunggu sebentar, kau sudah tahu tapi kenapa hanya diam saja? Hey apa kau mendengarkannku?" Masahiro mengejar Taehyung yang berjalan di depannya.


"Hey Taehyung, berani sekali kau mengabaikanku." Teriak Masahiro sekali lagi dan mengambil minuman dari tangan Taehyung.


"Cotto (tunggu)." Taehyung hanya pasrah ketika gurunya meminum air minum yang baru saja ia beli dari vending machine.


"Sensei, aku sendiri tidak tahu harus berbuat apa? Ku pikir setelah berhasil membantu Haruka mendapatkan impiannya, Megumi bisa hidup bahagia. Tapi ternyata yang ku lakukan malah membuat Megumi semakin terancam." Ucap Taehyung mengutarakan perasaannya.


"Kenapa kau tidak meyakinkan Haruka sekali lagi agar tidak masuk sekolah Higashi. Bukankah kau dekat dengannya." Sahut Masahiro.


"Sensei apa kau bodoh? Di perfektur ini hanya ada satu SMA saja. Lalu kemana lagi Haruka akan bersekolah."


"Kau benar juga, kalau begitu tidak ada cara lain lagi." Ucap Masahiro dan memberikan minumannya.

__ADS_1


"Tidak ada cara lain? Eh... Bagaimana maksudnya?" Taehyung tidak mengerti apa maksud perkataan gurunya.


"Kalau kita tidak bisa mencegah Haruka, maka Megumi harus pergi ke tempat yang aman." Masahiro melihat ke atas langit dengan pandangan yang kosong. Sementara Taehyung masih berusaha mencerna perkataan gurunya.


__ADS_2