
Gomenne... Hey, aku lupa siapa namamu?" Haruka menanyakan nama Taehyung, padahal dulu ia pernah mengatakannya.
"Kim Taehyung." Jawab Taehyung dengan tersenyum.
"Kim Taehyung? Ah iya.. Aku hanya mengingat jika kau bukan berasa dari Jepang. Kim Taehyung lumayan sulit di ucapkan." Gumam Haruka.
"Tapi kau bisa mengingatnya kan?"
Tanya Taehyung. Ia masih terpikir dengan Megumi yang selalu melupakan namanya. Saat itu Taehyung belum tahu kondisi Megumi, jadi hanya beranggapan jika namanya sangat sulit untuk lidah orang Jepang.
"Tentu saja, meskipun kau bukan dari Jepang dan namamu cukup sulit di ucapkan. Baiklah jangan banyak bicara. Masih banyak yang harus di kerjakan dan besok aku juga harus kembali ke kafe."
Haruka memberikan sapu yang baru diambil untuk Taehyung. Dan mereka berdua mulai manyapu taman bersama.
"Biar aku saja yang menyapu sebelah sini, ada bunga yang baru saja ku tanam."
Taehyung langsung mengampiri Haruka ketika melihatnya sedang mencabuti rumput.
"Kau menanam bunga apa?"
Pertanyaan Haruka serasa sulit untuk Taehyung jawab. Karena yang menemukan bunga ini adalah Megumi dan ia hanya merawatnya saja.
.
.
" Jenis bunga apa yang kau tanam?" Tanya Taehyung kepada Megumi yang sedang menaburkan pupuk pada bunganya.
"Entahlah, aku menemukannya di tepi jurang. Warna bunganya kuning dan sangat cantik, tapi agak keunguan." Jawab Megumi pada Taehyung dan mengukir senyum indah di wajahnya.
.
.
.
.
"Entahlah, aku menanamnya dengan seseorang. Dan aku belum pernah melihatnya mekar." Jawab Taehyung.
"Ohhh, akan butuh waktu lama untuk melihatnya karena masih tumbuh tunas."
"Benar dan aku masih menunggunya." Jawab Taehyung dan Haruka sudah pergi ke selatan untuk membersikan daun-daun kering yang jatuh.
.
.
'Aku masih menunggunya, menunggu Megumi untuk mengingatku. Meskipun butuh waktu yang lama, tapi aku yakin masih ada perasaan yang tersisa di hatinya.'
__ADS_1
.
.
Batin Taehyung dengan memandangi tanamannya yang masih tumbuh tunas.
Setelah dua jam menyelesaikan pekerjaannya, akhirnya Haruka bisa pulang dan beristirahat. Tentu saja karena bantuan Taehyung, sebelumnya Haruka selalu pulang jam tiga pagi.
"Haruka, maaf tidak bisa mengantarmu pulang." ucap Taehyung yang sedang menghabiskan air minumnya.
"Tidak masalah, aku berterima kasih karena sudah membantuku. Ehhh kau tahu rumahku." Haruka terkejut jika Taehyung tahu rumahnya.
"Humm, aku mendapatkan alamat rumahmu dari pemilik toko roti. Beberapa hari yang lalu aku pergi ke rumahmu tapi kau tidak ada di rumah."
"Gomenne (maaf), aku jarang ada di rumah."
"Aku tahu kok. Haruka sampai jumpa, hati-hati di jalan."
Taehyung melambaikan tangan kepada Haruka karena arah rumahnya yang berlawanan. Sementara Haruka hanya tersenyum tipis dan pergi.
Taehyung mengendap- endap masuk ke rumah, karena pulang terlalu malam dan tidak mendengarkan perintah ibunya.
"Ibu kan menyuruhmu untuk pulang jangan terlalu malam." Suara ibunya terdengar dan menyalakan lampu ruang tamu.
"Eoma (ibu). Aku minta maaf, lain kali tidak akan ku ulangi lagi."
"Masuklah ke kamar dan segera tidur. Ibu tidak mau besok kau terlambat sekolah." Ucap ibunya memeperingatkan Taehyung.
"Haik wakatta (iya, baiklah)."
Taehyung merasa lega karena ibunya tidak memarahinya. Ia akhirnya pergi ke kamarnya dan tidur. Hari ini terasa melelahkan bagi Taehyung, tapi tak apa ia perlahan telah mengenal sosok Haruka. Dan perlahan Taehyung pasti bisa untuk menyuruh Haruka untuk tidak menyakiti Megumi. Karena alasan Haruka membenci Megumi karena kehidupan Haruka yang berubah drastis dan menginginkan masa remajanya normal.
Dengan memandang lukisan yang di buat oleh Megumi, perlahan rasa kantuknya datang hingga akhirnya Taehyung memejamkan matanya dan tertidur.
----------
Keesokan paginya Taehyung terbangun karena suara ibunya dan ketukan pintu kamarnya.
"Taehyung...... Bangulah..... Taehyung......" Ibunya Taehyung membangunkannya dengan menggoyang-goyangkan tubuh putranya.
"Eomma biarkan aku tidur sepuluh menit lagi." Ucap Taehyung dan masih malas membuka matanya.
"Sudah jam delapan kau terlambat sekolah sekarang." Tariak ibunya sekali lagi.
Taehyung membuka matanya dan terperanjat dari tempat tidurnya.
"Kenapa ibu tak bangunkan aku." Ucap Taehyung.
"Dari tadi ibu sudah membangunkan mu. Cepatlah bersiap-siap, kau harus tetap berangkat sekolah meskipun terlambat."
__ADS_1
Ibunya Taehyung masih terus menerus mengomeli anaknya, hingga menyeret Taehyung ke kamar mandi.
Taehyung segera berlari menuju sekolah, ia hanya mencuci mukanya dan sarapan dengan roti karena ibunya yang menjejalkan ke mulutnya. Rambutnya masih terlihat acak- acakan karena tidak sempat menyisirnya , ia sudah melewatkan satu jam di pelajaran pertama.
Taehyung langsung masuk ke ruang kelas tanpa permisi, ia tak tahu jika masih ada guru yang sedang menjelaskan.
"Ehhh Gomennassai (maaf )." Ucap Taehyung dan menundukkan kepala.
"Lain kali jangan bergadang terlalu malam. Duduklah dan buka buku pelajaranmu."
Beruntungnya karena saat itu pelajaran bahasa inggris dan Arumi sensei mengajar dengan sabar. Sedangkan Junta hanya mentertawakan Taehyung dengan pelan dari tempat duduknya.
"Yoo ku pikir kau bolos sekolah hari ini."
Setelah jam istirahat Junta langsung menghampiri Taehyung dan memukul kepala temannya karena melanjutkan tidur.
"Ahhh itai (sakit), kalau saja ibuku tidak membangunkanku pasti aku sudah tidaknakan berangkat sekolah." Jawab Taehyung dan menguap lebar.
"Apa yang terjadi?"
"Aku sangat lelah, semalam aku menyapu taman kota. Punggungku bahkan masih terasa sakit saat ini."
Taehyung memukul-mukul punggungnya, dan Junta sekan perhatian memijatnya.
"Enak sekali, kau sangat cocok menjadi tukang pijat." Puji Taehyung dengan bercanda.
"Dasar bodoh." Umapat Junta dan memukul punggung Taehyung dengan keras.
"Aahhh sakit.." Rintih Taehyung kesakitan.
"Aku akan pergi ke kantin apakah kau mau ikut?" Tanya Junta dan Taehyung hanya menggelengkan. Ia kembali untuk melanjutkan tidurnya karena masih mengantuk.
Hanya melakukan pekerjaan sehari saja badan Taehyung serasa lelah semua. Taehyung memikirkan Haruka bagaimana bisa ia bertahan dengan pekerjaan paruh waktu yang dia ambil. Tanpa pikir panjang Taehyung memanfaatkan waktu luangnya untuk tidur lagi.
Taehyung terbangun karena terasa ada seseorang di kepalanya.
"Maaf aku tidak sengaja membangunkanmu, Kim Tae Hyung..." Ucap Megumi panik karena Taehyung membuka matanya.
"Ada pulpen yang rambutmu yang kusut."
Megumi memperlihatkan pulpen yang ia ambil di rambut Taehyung. Sedangkan Taehyung hanya membuang nafas dengan kasar karena sudah pasti ini kelakuan Junta temannya. Taehyung juga terkejut karena Megumi memanggil namanya.
"Kau menyebut namaku?" Tanya Taehyung dan tersenyum melihat Megumi.
"Hum... Aku mencoba untuk mengingat namamu." Jawab Megumi dengan menggangguk.
Taehyung merasa sangat senang karena orang yang ia sukai akhrinya bisa mengingat namanya. Namun ia masih berharap jika Megumi bisa mengingat tentangnya, dan keduanya pun sama-sama tersenyum.
"Oh ya, aku mengikuti saranmu untuk menggambar bunga." Megumi menunjukkan kertas gambarnya pada Taehyung. Ia menggambar bunga peony merah muda yang sangat bagus.
__ADS_1