
"Teman?" Hiroaki mengulang perkataan Junta dengan nada mengejek.
"Kau akan paham nantinya jika orang yang kau sebut teman tiba-tiba menghianatimu." Ucap Hiroaki di hadapan Junta dengan tersenyum pahit.
Taehyung hanya diam tepaku. Benar saja Hiroaki masih merasa jika dirinya menghianatinya. Taehyung juga masih merasa bersalah pada Hiroaki karena menyukai orang yang sama.
.
.
" Aku menyukai Saibara Megumi, aku sengaja masuk ke SMA ini karena ingin bersama dengan Megumi. Meskipun Megumi sering kali melupakan namaku, tapi aku selalu mengingatkannya. Dia adalah gadis yang maniak dengan karakter anime."
Jawab Hiroaki saat menemui Taehyung di lapangan basket. Saat itu Taehyung dan Hiroaki masih berteman dekat, Hiroaki selalu mencari dan mencemaskan Taehyung setiap kali Taehyung tidak masuk kelas. Tapi sekarang semuanya berubah, mungkin karena keegoisan Taehyung.
.
.
Tapi Taehyung juga berpikir sekali lagi, apakah menyuka Megumi merupakan kesalahannya. Taehyung bertemu dengan Megumi di taman sebelah rumah sakit untuk pertama kalinya. Sejak saat itu Taehyung mulai menaruh perasaan pada Megumi.
"Sudahlah hentikan." Taehyung mencoba tegas. Dirinya juga tak ingin jika Junta mengetahui permasalahannya dengan Hiroaki.
"Ada hal yang lebih penting yang harus kulakukan saat ini, daripada meladeni permainan basketmu. Junta ayo kita pergi." Ucap Taehyung memberanikan diri berbicara seperti itu di hadapan Hiroaki.
Kemudian Taehyung pulang bersama Junta, sebelumnya Junta mengajaknya untuk makann ramen. Tetapi Taehyung mengajak Junta untuk makan di cafe tempat Haruka bekerja saja.
"Kau masih tidak mau menceritakan padaku?" Tanya Junta yang ingin membahas perselisihan antara Taehyung dan Hiroaki.
Taehyung diam sejenak, ia masih belum percaya sepenuhnya pada orang lain. Dahulu saat Hiroaki pertama kali mengajaknya bicara Taehtung sangat senang, dirinya selalu berfikir jika akan berteman baik dengan Hiroaki. Taehyung juga selalu bertemu dengan Hiroaki di depan gerbang sekolah.
.
.
"Ohayougozaimasu (selamat pagi) Kim Taehyung."
Setiap pagi, Hiroaki selalu menyapanya. Saat itu Hiroaki juga menolongnya. Taehyung melihat Haruka yang merundung Megumi pada malam hari. Ketika Taehyung mencemaskan Megumi, dirinya terjatuh dan lututnya berdarah. Hiroaki lah yang mengajak Taehyung pergi ke ruang kesehatan sekolah dan mengobati lukanya.
"Lihatlah lututmu terluka, bajumu juga kotor. Apa kau terjatuh?" Tanya Hiroaki sedangkan Taehyung hanya melihat kearah Megumi.
"Ayo ikut aku, biar ku obati lukamu."
__ADS_1
"Ayo cepatlah. " Hiroaki menyeret Taehyung agar menurut padanya. Dirinya menyerah ketika di seret oleh temannya.
.
.
Tapi semua terasa hilang begitu saja dari Taehyung. Ketika Megumi melupakan segalanya, saat itulah Taehyung kehilangan sosok teman pertamanya.
"Hanya sedikit terjadi salah paham antara aku dengan Hiroaki." Taehyung memilih mengaduk machanya daripada harus membahas Hiroaki. Meskipun Hiroaki telah berubah tapi Hiroaki tetaplah teman pertama Taehyung.
"Lalu mengapa kau tak mencoba menyelesaikannya?"
"Percuma saja." Jawab Taehyung dengan asal.
Taehyung melihat laki-laki di depannya juga sangat peduli padanya. Tapi entah kenapa dirinya masih belum berani membuka diri untuk lebih percaya pada Junta. Perselisihan antara dirinya dan Hiroaki tak ingin Taehyung alami dengan Junta.
"Benar juga. Hiroaki sangat egois bahkan semuanya harus berpihak padanya. Aku juga merasa kasihan pada Masahiro sensei." Ucap Junta dan meminum coklat hangatnya.
"Memangnya kenapa dengan Masahiro Sensei?"
"Oh ya kau tidak tahu ya. Masahiro adalah kakaknya Hiroaki. Tapi Masahiro sudah keluar dari rumahnya karena masalah yang aku tidak begitu paham. Hingga saat ini hubungan persaudaraan mereka merenggang." Jawab Junta menjelaskan apa yang ditanyakan Taehyung.
"Hum, memang tidak banyak yang tahu kalau Masahiro sensei dan Hiroaki bersaudara. Karena Masahiro sensei mengubah nama keluarganya." Jawab Junta sekali lagi.
Taehyung memang pernah mendengar jika Masahiro lebih suka dipanggil dengan nama depannya saja. Dan ketika memeperkenalkan nama, Masahiro selalu menyebut nama depannya saja darilada nama lengkap. Tapi Taehyung tak mengira jika? Masahiro dan Hiroaki akdalah saudara.
"Haruka..." Taehyung memanggil Haruka saat melihatnya sedang membersihkan meja. Ia segera menghampiri Haruka.
"Kau lagi. Aku sedang sibuk bekerja." Jawab Haruka singkat seperti biasa.
"Aku tahu kok, aku hanya ingin melihatmu dan memastikan jika kau baik-baik saja." Ucap Taehyung dan merasa senag jika gadis di depannya sudah bisa beraktivitas lagi.
"Memangnya kenapa?"
" Tidak ada apa-apa." Taehyung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Setelah pekerjaan kemarin malam, badanku terasa sakit semua. Bahkan sampai sekarang punggungku masih terasa sakit. Syukurlah jika kau baik-baik saja."
Ucap Taehyung dengan sedikit gugup. Karena prilaku Haruka sekarang dan kemarin malam sangat berbeda. Haruka yang sekarang terlihat dingin seperti biasanya.
"Kau hanya belum terbiasa saja. Pergilah dan istirahatlah jika masih lelah." Jawab Haruka lalu pergi ke ruangan karyawan dengan membawa beberapa piring kotor.
__ADS_1
Taehyung kembali lagi untuk makan bersama Junta. Memang benar yang dikatakan Haruka, bahwa kemarin pertama kalinya Taehyung mengerjakan pekerjaan paruh waktu.
"Siapa gadis itu? Aku juga melihatnya saat perayaan ulang tahunku." Tanya Junta saat temannya kembali.
"Pelayan di cafe ini." Jawab Taehyung dan mulai makan yakisoba nya.
"Apa kau menyukai tipe gadis yang seperti itu? Gadis dewasa."
Pertanyaan dari Junta membuat Taehyung tersedak, dengan cepat Junta meemberikan air mineral untuk Taehyung.
"Tentu saja tidak, gadis itu hanya temanku." Jawab Taehyung setelah meminum air.
"Santai saja, hanya bercanda kok." Junta terkekeh karena melihat ekspresi Taehyung. Dirinya juga tak sengaja membuat temannya tersedak.
"Aku sedang menyukai seseorang juga. Kami pernah satu kelas sebelumnya." Ucap Junta dan tersenyum.
"Dare? (siapa)." Tanya Taehyung dengan santai dan melanjutkan makan Yakisoba kembali.
"Aku menyukai Tahara Yuri.."
"Sebenarnya sudah sejak SMP aku menyukainya, tapi aku tak berani menyatakan perasaanku. Aku takut di tolak." Jawab Junta dengan senyum-senyum sendiri.
Taehyung terkejut mendengar penuturan daru Junta. Karena Yuri juga pernah menyatakan perasaan cintanya pada Taehyung tapi ia tolak.
Taehyung juga ingat hubungannya dengan Hiroaki mulai merenggang karena masalah cinta dan mereka berdua menyukai orang yang sama. Kali ini Taehyung bingung apa yang akan dilakukan. Haruskah Taehyung mengatakan yang sejujurnya pada Junta. Ataukah tetap menyembunyikannya, jika Yuri menyatakan perasaannya padanya.
"Tentu saja aku akan ikut campur karena Taehyung adalah temanku." Jawab Junta dan siap melerai jika terjadi pertikaian.
"Teman?" Hiroaki mengulang perkataan Junta dengan nada mengejek.
"Kau akan paham nantinya jika orang yang kau sebut teman tiba-tiba menghianatimu."
Taehyung tiba-tiba juga teringat perselisihan dengan Hiroaki lagi. Junta mengatakan jika dirinya adalah temannya. Dan Taehyung juga begitu, ia tak ingin Junta meninggalkannya. Taehyung juga tak ingin menghianati Junta.
"Ano... Aku yang ingin ku katakan padamu." Ucap Taehyung, sebaiknya Taehyung mengatakannya meskipun terasa takut.
"Apa? Katakan saja."
"Tapi berjanjilah padaku kau tidak akan marah." Taehyung merasa gugup karena bingung harus mengatakannya dari mana.
"Katakan saja, lagi pula untuk apa aku marah." Ucap Junta sekali lagi, ia juga mengusap mulutnya untuk membersihkan sisa makanan.
__ADS_1