
"Maaf aku tidak sengaja membangunkanmu, Kim Tae Hyung..." Ucap Megumi panik karena Taehyung membuka matanya.
"Ada pulpen yang rambutmu yang kusut."
Megumi memperlihatkan pulpen yang ia ambil di rambut Taehyung. Sedangkan Taehyung hanya membuang nafas dengan kasar karena sudah pasti ini kelakuan Junta temannya.
Taehyung juga terkejut karena Megumi memanggil namanya.
'Benarkah Megumi memanggil namaku? Apakah Megumi sudah mengingatku?' Batin Taehyung dengan senang karena harapannya bisa terwujud.
"Kau menyebut namaku?" Tanya Taehyung dan tersenyum melihat Megumi.
"Hum... Aku mencoba untuk mengingat namamu." Jawab Megumi dengan menggangguk ia menyembunyikan tangan kirinya karena menulis nama Taehyung di telapak tangannya.
Taehyung merasa sangat senang karena orang yang ia sukai akhrinya bisa mengingat namanya. Namun ia masih berharap jika Megumi bisa mengingat tentangnya, dan keduanya pun sama-sama tersenyum.
Hiroaki melihat Megumi dan Taehyung sama-sama tersenyum, hatinya merasa sakit karena pada akhirnya Megumi tetap akan pergi meninggalkannya.
Megumi memperlihatkan gambarnya pada Taehyung, ia juga tidak menyangka kalo bisa menggambar bunga peony dengan sangat bagus.
"Bagus sekali..." Puji Taehyung yang kagum dengan gambaran milik Megumi. Memang sudah tidak diragukan lagi jika Megumi bisa menggambar dengan hasil yang hampir sempurna.
"Aku juga tidak tahu jika hasilnya akan sebagus ini. Memang aku pernah memenangkan lomba menggambar tapi itu saat sekolah dasar." Jawab Megumi dengan santai, ia benar-benar tidak mengingat apapun.
Taehyung juga merasa jika Megumi benar-benar melupakan aktivitasnya. Tapi ia juga teringat sesuatu dan membuka ponselnya.
"Begitu ya. Kegiatan yang pernah dilakukan sebelumnya. Aku menemukannya." Ucap Taehyung dan memperlihatkan ponselnya pada Megumi.
"Katanya itu merupakan memori prosedural.
Memori prosedural adalah jenis memori implisit yang membantu kinerja jenis tugas tertentu tanpa kesadaran akan pengalaman sebelumnya. Memori prosedural juga memandu proses yang kita lakukan, dan paling sering berada di bawah tingkat kesadaran." Taehyung membaca penjelasan dari internet dengan Megumi.
"Hey Megumi kemampuanmu akan bertambah jika kau sering menggambar." Ucap Taehyung sekali lagi.
"Eh benarkah?"
"Cobalah untuk terus menggambar."
Taehyung memberikan saran kepada Megumi. Ia juga berharap jika memori mempertajam memori prosedural laama-lama memori sensoriknya akan mengingatnya.
__ADS_1
"Baiklah, karena saat aku menggambar terasa menyengkan. Terimakasih Kim Tae Hyung." Balas Megumi dan tersenyum kepada Taehyung, ia melihat tulisan di tangannya untuk menyebut namanya Taehyung.
Megumi terkejut saat Taehyung memegang tangannya dan melihat jika Megumi menuliskan namanya di telapak tangannya.
"Eh... Aku benar-benar minta maaf.
Aku berusaha untuk mengingat namamu, karena aku merasa kita bukan hanya teman sekelas saja. Maafkan aku."
Megumi berkata dengan sedikit terbata-bata dan tanpa terasa air matanya sudah terjatuh karena saking gugupnya ketahuan oleh Taehyung.
Taehyung tak mengira jika gadis di depan matanya saat ini sedang berusaha sekuat tenaga untuk mengingatnya. Sedangkan dirinya hampir menyerah dan ingin melupakannya.
"Cotto matte (tunggu sebentar)."
Megumi melepaskan pergelangan tangannya yang di pegang oleh Taehyung. Ia langsung berlari keluar. Taehyung segera mengejar Megumi tapi langkahnya terhalang karena tiba-tiba Hiroaki menariknya.
"Tidaklah kau melihat bahwa aku sedang terburu-buru." Taehyung mencoba melepaskan diri dari Hiroaki yang menahannya.
"Apa yang kau lakukan pada Megumi?" Tanya Hiroaki karena melihat Megumi berlari dari ruang kelasnya.
"Bukan urusanmu," Jawab Taehyung dengan singkat tapi Hiroaki malah mendorongnya ke tembok dan menyudutkan Taehyung.
Lagi-lagi Taehyung terlihat dalam pertikaian dengan Hiroaki. Ia sebenarnya tak ingin membuat hubungannya dengan Hiroaki merenggang. Tapi melihat Megumi yang berusaha keras untuk mengingatnya ia tak mungkin meninggalkan Megumi lagi.
"Awalnya aku melupakan Megumi, tapi aku tersadar bahwa Megumi masih memiliki perasaan padaku. Aku yakin perlahan Megumi akan mengingatku."
Taehyung berusaha keras mendorong tubuh Hiroaki dan melepaskan diri. Namun Hiroaki sangat kuat dan tenaganya tidak sebanding dengannya.
"Aku tidak akan membiarkan Megumi mengingatmu, bahkan hanya seujung kuku sekalipun."
Gertak Hiroaki sengaja membuat Taehyung. Lalu Hiroaki pergi meninggalkan Taehyung. Saat ini Taehyung merasakan kakinya tak mampu untuk menopang tubuhnya. Ia jatuh dan bersandar pada dinding temlbok.
Masahiro yang berjalan tak sengaja melihat pertikaian kedua muridnya. Sebenarnya ia ingin melerainya, tapi Masahiro tahu kalau saat ini masih di sekolah dan akan tambah runyam jika dirinya ikut campur dalam masalah ini. Masahiro langsung berlari mencari Megumi, ia sengaja membiarkan Taehyung yang tertunduk lemas.
Sudah bisa ditebak bahwa Megumi saat ini berada di atap. Ia sedang menangis dan mencoba menghapus tulisan nama Taehyung di telapak tangannya.
"Eh..." Seru Megumi karena tiba-tiba Masahiro datang dan mencegahnya.
"Apa yang sedang kau lakukan? Sekali jika kau menghapusnya maka akan hilang selamanya." Ucap Masahiro dengan memegang tangan Megumi.
__ADS_1
"Masahiro kun, kenapa aku selalu melupakannya." Isak tangis Megumi semakin keras setelah kedatangan Masahiro.
"Megumi chan lihatlah mataku. Saat kau melupakan sesuatu itu berati terdapat kenangan yang buruk."
Masahiro mencoba membuatnya tenang, ia juga ingat ucapan dokter Mitsuya jika seseorang merasakan trauma berlebih maka secara tidak sadar memori otaknya akan menghapusnya.
"Tapi, aku selalu melupakan dan melupakan seseorang. Baik yang sudah lama ku kenal maupun yang baru ku kenal." Jawab Megumi.
"Memang siapa yang kau kenal selama ini?"
Tanya Masahiro dan mengambil kursi agar Megumi duduk.
"Bukankah seseorang yang kau kenal adalah aku dan Rikako chan?" tanya Masahiro kembali.
"Tapi aku merasa mengenal orang lain selain kau dan Rikako. Tapi berulang kali aku selalu melupakannya."
"Dare (siapa)." Masahiro mengusap air mata Megumi, ia juga berusaha untuk tersenyum agar gadis di depannya tidak lama bersedih.
"Seseorang yang duduk di bangku belakangku. Dia bernama Kim Taehyung, bahkan aku menyimpan buku catatannya."
Masahiro memegang wajah Megumi dengan kedua tangannya. Ia tersenyum dengan senang, meskipun megumi melupakan Taehyung tapi perasaannya pada Taehyung masih ada.
"Megumi chan, dahulu teman-temanmu bukan hanya aku dan Rikako. Kau selalu mempunyai banyak teman tapi kau selalu ragu untuk menyebutnya teman karena tidak terlalu akrab. Boleh ku tanya sesuatu, kenapa kau ragu menyebutnya teman?".
.
.
.
" Megumi chan.... Kau sedang bermain dengan teman-teman barumu ya?"
Masahiro baru pulang dari sekolah. Melihat Megumi yang bermain dengan banyak teman membuat Masahiro bahagia karena dirinya sendiri hanya punya Megumi saja sebagai tamannya.
"Masahiro kun, akhirnya kau pulang. Mereka bukan teman-temanku." Jawab Megumi kecil dengan polosnya.
"Eh benarkah? Tapi kau terlihat bahagia bermain dengan mereka."
"Aku hanya bermain saja, karena menurutku teman akan mengerti satu sama lain. Dan akan bersama untuk selamanya. Dan hanya Masahiro kun yang seperti itu." Megumi menjelaskan pada Masahiro kenapa tidak tiga anak perempuan yang baru saja bermain dengannya tidak dikatakan temannya.
__ADS_1
"Begitukah, ayo pulang bersama sama." Balas Mashiro dan mengajak Megumi pulang.