
Yuri melihat Taehyung yang sedang duduk di pinggiran taman. Taehyung terlihat sedang membaca buku, kemudian Yuri langsung menghampirinya.
"Taehyung...!" Panggil Yuri dengan senyuman manis di wajahnya.
"Yuri, ada apa? " Tanya Taehyung terkejut dan menutup bukunya.
"Tidak ada apa-apa. Oh ya selamat karena telah memenangkan taman kelas semester ini." Ucap Yuri lalu berjalan semakin dekat kearah Taehyung.
"Arigatougozaimasu (terimakasih). Kau orang yang ke seratus yang mengatakan selamat padaku." Balas Taehyung dengan bercanda.
"Benarkah? Kim Taehyung memang orang yang paling populer di sekolah."
Mendengar ucapan dari Yuri, Taehyung malah menjadi malu. Padahal ia hanya bermaksud bercanda.
"Tidak, aku hanya bercanda. Jangan menanggapi serius." Ucap Taehyung dan menggaruk kepalanya.
"Kim Taehyung ada yang ingin ku katakan padamu."
"Aku menyukaimu." Yuri memberikan hadiah untuk Taehyung yang dari tadi ia sembunyikan.
"Tapi... "
Taehyung terkejut saat mendengar ucapan dari Yuri. Ia bingung harus bagaimana, memang selama ini Taehyung dekat dengan Yuri. Tapi Taehyung sama sekali tidak memiliki perasaan spesial. Dirinya hanya menganggap Yuri sebagai teman biasa.
"Tidak masalah." Ucap Yuri dengan cepat. Ia sudah tahu jika Taehyung akan menolaknya.
"Taehyung kun menyukai Saibara kan. Tidak masalah, aku merasa lega karena bisa menyatakan perasaanku." Yuri mencoba tetap tersenyum pada Taehyung meskipun kecewa karena cintanya tidak berbalas.
"Gomenne (maaf) Yuri." Taehyung merasa bersalah karena harus mengatakan yang sejujurnya.
"Tidak apa. Saibara chan orang yang baik. Hanya saja Saibara chan tidak terlalu akrab denganku. Aku dan Saibara chan adalah teman saat SMP."
"Maafkan aku Yuri karena harus menolakmu." Ucap Taehyung dengan rasa bersalah.
"Sudah kubilang tidak apa. Tapi bisakah kita untuk tetap berteman? " Cairan bening yang dari tadi ditahan oleh Yuri tiba-tiba jatuh dan Taehyung juga melihatnya.
"Tentu saja, kita akan berteman baik." Jawab Taehyung dan memberikan sapu tangannya untuk Yuri.
Yuri mengambil sapu tangan milil Taehyung dan langsung menjauh dari Taehyung.
"Jika kau menyukainya maka berjuanglah.
Ganbatte Taehyung..."
Teriak Yuri dan tersenyum. Meskipun air matanya tumpah tetapi Yuri tetap memaksakan senyum untuk laki-laki yang disukainya.
__ADS_1
Taehyung pergi masuk kedalam kelasnya, ia masih merasa berasalah kepada Yuri. Taehyung memang tidak peka jika kedekatannya dengan Yuri malah membuat Yuri salah mengartikannya.
"Megumi apa yang kau lakukan?" Hiroaki langsung menghampiri Megumi dan mengambil pensil milik Megumi.
Taehyung bisa melihatnya dan mendengar karena ia berada di depan pintu.
"Aku mencoba menggambar. Akhir-akhir ini aku merasa bosan dan Masahiro Sensei dan murid dari Korea Selatan memberikan saran seperti itu padaku ." Jawab Megumi dengan santai.
"Kau tidak bisa menggambar. Ano.. maksudku kau tidak biasanya menggambar. Jika merasa bosan, Megumi biasanya membaca buku atau bermain piano. Kau biasa melakukan itu." Ucap Hiroaki dengan menggaruk kepalanya.
"Begitukah? Kalau begitu aku akan membaca buku sasrta saja." Megumi langsung mengelurkan buku bacaan sastra Jepang dan langsung membacanya meskipun Hiroaki masih ada di dekatnya.
"Lebih baik begitu. " Balas Hiroki meskipun Megumi tidak menghiraukannya.
Sejak kejadian itu, Hiroaki langsung mengemasi semua buku gambar milik Megumi. Ia sengaja mengambilnya dan mengatakan jika membaca adalah hobi Megumi. Karena Hiroaki tidak ingin Megumi mengingat Taehyung dan kembali bersamanya.
Melihat perlakuan Hiroaki, Taehyung sadar bahwa Hiroaki tidak menyerah hingga saat ini. Hiroaki sengaja mencegah Megumi untuk mengingatnya.
.
.
.
"Jika kau menyukainya maka berjuanglah.
Ganbatte Taehyung..."
.
.
.
"Kupikir Megumi juga memiliki perasaan sama padamu. Tapi saat itu kenapa kau mengatakan jika hanya teman sekelasnya, apakah kau hanya bermain-main padanya?"
Kepala Taehyung seakan penuh dengan berbagai pikiran. Entah sejak kapan dirinya mulai terjebak dalah kisah percintaan yang menurutnya rumit.
Taehyung berjalan ke tempat duduknya dan Megumi yang tak sengaja melihatnya tersenyum padanya. Taehyung hanya membalas senyuman Megumi dengan senyum yang asal. Seperti yang di katakan Masahiro, bahwa berpura-pura tidak mengenal adalah hal yang sangat menyakitkan.
Taehyung berjalan pulang dengan sangat lemah, meskipun berkali-kali Junta menghiburnya tapi tetap saja Taehung merasa hampa. Ia juga belum bercerita pada Junta jika Yuri menyatakan perasaan cintanya pada Taehyung.
"Haruka... " Pekik Taehyung saat melihat sosok Haruka yang sedang bekerja di sebuah toko roti. Haruka adalah gadis yang selalu merundung Megumi.
"Haruka... " Panggil Taehyung saat sudah berada di toko roti dan sedang melayani pembeli.
__ADS_1
"Oh kamu lagi." Ucap Haruka dengan lembut dan melanjutkan pekerjaan. Tapi salah satu pegawainya menyuruh Haruka untuk beristirahat karena sudah bekerja lama.
"Ada apa lagi kau menemuiku. Aku dipecat dari pekerjaanku sebelumnya. Maka dari itu aku bekerja di toko roti."
Meskipun wajah Haruka terlihat sangat dingin dan murung. Tetapi suaranya terdengar sangat lembut, bahkan saat marah. Taehyung pernah mendengar sebelumnya.
"Haruka bisa bicara sebentar?" Ucap Taehyung meminta izin karena tidak ingin membuat mood buruk gadis yang ada di depannya.
"Aku tidak ingin berbicara tentang Saibara, pergilah... "
"Matte (tunggu). " Taehyung langsung memegang tangan Haruka untuk mencegahnya pergi.
"Maaf. Aku tahu tentangmu, namaku Taehyung. Benarkan jika namamu Haruka?"
Ucap Taehyung dengan gugup karena tak sengaja memegang tangan Haruka dan tentu saja membuat Haruka tidak nyaman.
Haruka masih belum membuka suara, ia membeli dua kopi di vending machine yang tak jauh dari tempat kerjanya.
"Untukmu."
Haruka meberikan sekaleng kopi untuk Taehyung dan duduk bangku sebelah Taehyung.
"Darimana kau tahu namaku?" Tanya Haruka.
"Masahiro sensei yang menyebutkan namamu. Apa kau mengenalnya?" Jawab Taehyung dan masih memegangi kopi yang diberikan oleh Haruka.
"Iie desu (tidak). Kenapa kau ingin tahu tentangku? Pasti karena Saibara kan?"
Tebakan dari Haruka memang benar, Taehyung memang ingin bertanya mengapa Haruka selalu merundung Megumi. Dan Taehyung juga ingin membuat Haruka berhenti merundung Megumi.
"Tidak perlu basa-basi lagi. Kau pasti ingin menyuruhku untuk berhenti mengganggu gadis itu kan? Tapi sayangnya sia-sia. Pergilah...!"
Ucap Haruka sekali lagi seakan mengusir kehadiran Taehyung. Memang bukan hanya Taehyung saja yang mendatanginya, Masahiro dan Mitsuya pun juga.
"Kenapa kau melakukan?" Tanya Taehyung sebelum Haruka pergi lagi darinya.
"Apa kau punya mata? Lihatlah bagaimana bahagianya gadis itu, sedangkan aku harus bernasib seperti ini. Ayah gadis itu yang merenggut nyawa ayahku."
Jawab Haruka tanpa menutupi apapun dari Taehyung.
"Tapi itu juga bukan kesalahan Megumi. Tidak seharusnya kau melakukannya pada Megumi."
Taehyung mencoba membela Megumi tanpa sengaja meninggikan suaranya.
"Benar...! Dan ini juga bukan kesalahanku."
__ADS_1
Ucap Haruka dan pergi meninggalkan Taehyung.