
"Maafkan aku, kau pasti marah padaku karena aku tidak bisa mengingat namamu. Itu memang kelemahanku tidak bisa mengingat nama orang lain kecuali Rikako dan Masahiro Sensi. Tapi entah kenapa aku merasa senang setiap kali bisa berbicara denganmu."
.
.
.
Taehyung mengukir senyumannya karena mengingat perkataan dari Megumi. Ia sempat berburuk sangka pada Megumi, tapi sepertinya orang yang disukainya ternyata masih memperhatikannya. Taehyung pikir setelah Megumi melupakannya ia tak akan pernah lagi bisa menyapa atau bicara padanya lagi.
"Hey ada apa denganmu? Kenapa kau tersenyum sendiri?" Tanya Junta yang memperhatikan kelakuan temannya yang menurutnya aneh.
"Tidak ada apa-apa. Hanya teringat sesuatu saja." Jawab Taehyung santai.
"So desuka (oh begitu)."
"Hey Junta, apa menurutmu ingatan seseorang bisa kembali lagi?" Ucap Taehyung.
"Bisa saja. Bahkan orang yang amnesia saja bisa mendapatkan kembali ingatannya. Kecuali orang yang pikun." Jawab Junta dan sediki tertawa.
"Kim Taehyung..."
Yuri menyapa dari kejauhan dan perlahan berjalan kearah Taehyung dan Junta.
"Domo...(halo)." Balas Taehyung dan tersenyum.
"Kebetulan sekalia ada Junta, bisakah kalian berdua membantuku?" Ucap Yuri meminta bantuan.
"Apa?" Tanya Junta karena tidak biasanya Yuri meminta bantuan apa lagi mereka bertiga berbeda kelas.
Yuri mengajak Taehyung dan Junta pergi ke lapangan basket indoor. Pengurus osis akan mengadakan rapat dengan staff jadi Yuri harus menata tempat duduk. Sebenarnya tugas itu bukan hanya dikerjakan Yuri, tapi karena Yuri perwakilan osis paling muda jadi seniornya seenaknya menyuruhnya.
"Kau ternyata anggota OSIS, keren sekali."
Puji Taehyung kepada Yuri dan membantu menata kursi. Meskipun Yuri masih terlihat canggung berbicara dengannya, tapi Kim Taehyung berusaha mencairkan suasana.
"Tentu saja tidak keren kalau semua tugasnya di limpahkan kepada satu orang."
Ucap Junta memprotes pujian yang di berikan oleh Taehyung. Dulu Junta juga pernah di tawari menjadi anggota OSIS tapi ia menolaknya.
"Maafkan aku telah merepotkan kalian, aku janji akan mentraktir kalian." Balas Yuri dan tersenyum pada Junta.
__ADS_1
"Kau ini memang terlalu baik sejak dulu. Jadi orang lain selalu memperalatmu." Kesal Junta.
"Kalian berdua terlihat sangat akrab, ayolah Juntu jangan mengeluh terus." Ucap Taehyung dan menyuruh temannya agar bergegas menyelesaikan tugasnya.
"Kami berdua satu SMP dulu, juga dengan Saibara iya kan Yuri. Dan Yuri selalu di berikan tugas ini dan itu oleh senior kami."
Junta memberitahu kepada Taehyung kalau kebaikan Yuri sering di salah gunakan oleh para seniornya. Dan semua tugas yang harus di kerjakan bersama kerap kali hanya Yuri seorang diri.
Mendengar nama Megumi, wajah Yuri berubah tidak seceria tadi. Dan Taehyung juga memahami, karena alasan Taehyung menolak Yuri karena memang menyukai Megumi.
Karena akan ada rapat dengan komite dan para staff, semua kelas mendapatkan jam kosong. Taehyung dan Junta telah selesai menyiapkan semua keperluan rapat meskipun itu bukan tugasnya.
"Sesuai janjiku, ini buat kalian."
Yuri membelikan minuman dan roti isi untuk Taehyung dan Junta sebagai tanda terimakasih.
"Banyak sekali.... Terimakasih Yuri chan." Ucap Junta dan mengambil salah satu roti isi dan jus buah.
"Terimakasih juga telah membantuku."
Taehyung mengambil satu roti isi tapi isiannya cream kopi moka. Sedangkan yang di makan oleh Junta isian strawberry. Ia segera merebut roti isi milik Junta sebelum temannya melahapnya.
"Ehhh... Kenapa kau mengambil punyaku. Dasar." Umpat Junta karena gagal memakan roti miliknya yang disambar cepat oleh Taehyung.
"Dasar...." Tanpa memperpanjang masalah Junta langsung mengambil roti isi yang satunya dan segera memakannya.
"Kenapa Taehyung tidak suka rasa kopi?" Tanya Yuri yang sedang makan juga di samping Taehyung.
"Sebenarnya aku juga tidak menyukai kopi atau apapun yang berhubungan dengan kopi. Rasanya pahit dan aku tidak suka." Jawab Taehyung.
"Asal kau tahu Yuri chan. Kim Taehyung menyukai susu pisang jadi wajar jika lidahnya tak bisa menerima rasa kopi." Sahut Junta yang mengejek temannya.
Mendengar ucapan dari Junta, Yuri tertawa keras. Meakipun banyak yang tidak menyukai kopi tapi setidaknya masih meminumnya dan memakan makanan yang berasa kopi. Tapi Taehyung tidak sama sekali saat mencobanya saja kedua matanya sudah berkedip menandakan lidahnya tidak menerima rasa pahitnya.
Karena sedang tidak ada pelajaran, Megumi pergi ke perpustakaan. Ia memang suka menghabiskan waktunya di sana ketika tidak ada jam. Sementara Rikako memilih untuk pergi ke clubnya. Saat di perjalanan Megumi melihat Taehyung dan Yuri yang tampak akrab dan sama-sama tertawa.
.
'Perasaan apa ini. Mengapa tiba-tiba hatiku terasa sakit.'
.
__ADS_1
Mata indah milik Megumi seakan berkaca-kaca dan sudah kedua kalinya ia merasakan seperti itu ketika melihat Taehyung dengan perempuan lain.
"Saibara chan, kau mau kemana?" Tanya Junta yang melihat Megumi hendak lewat di depannya.
"Karena tidak ada jam pelajaran aku akan pergi ke perpustakaan. Ada apa?" Jawab Megumi dan sengaja tidak melihat kearah Taehyung.
"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku merasa kau terlalu rajin. Pergilah maaf mengganggumu."
Junta tersenyum kepada Megumi karena kagum dengan kerajinan temannya. Pantas saja nilai milik Megumi tidak pernah turun karena Megumi selalu belajar.
"Jaa ne (sampai jumpa)." Ucap Megumi dan Junta melambaikan tangan ke arahnya. Ketika berjalan cukup jauh dari ketiga temannya. Megumi menoleh kebelakang, ia masih melihat Taehyung yang tertawa lebar dengan Yuri begitu juga dengan Junta.
'Akupun juga ingin seperti itu.' Batin Megumi dan melangkah maju kembali.
...****************...
Bel pulang sekolah telah berbunyi Taehyung sudah berencana pergi karena club sekolah di liburkan.
"Taehyung ayo pulang bersama."
Yuri sudah berada di depan pintu kelas dan memanggil Taehyung.
"Hum baiklah." Jawab Taehyung dan segera merapikan bukunya.
Megumi hanya bisa melihat kepergian Taehyung, entah sejak kapan ia mulai memperhatikan Taehyung.
"Megumi, ayo kita pulang." Ajak Rikako kemudian. Rikako juga melihat Taehyung yang pergi dengan perempuan dari kelas lain.
"Haik (iya)."
"Apa terjadi sesuatu padamu?" Tanya Rikako yang tahu jika Megumi juga memperhatikan Taehyung.
"Iie desu (tidak), aku baik-baik saja." Jawab Megumi dan memaksakan senyum kepada sahabatnya.
Taehyung sengaja pulang bersama dengan Yuri karena hari ini adalah ulang tahun Junta. Jika Yuri tidak memberitahunya pasti Taehyung tidak tahu dan mengabaikan. Mereka berdua sudah berdiskusi saat selesai menata kursi di lapangan basket.
Taehyung sepakat dengan Yuri jika ulang tahun Junta akan dirayakan di cafe meskipun hanya kecil-kecilan.
"Otanjobi Omedeto (selamat ualang tahun)."
Ucap Taehyung dan Yuri secara bersamaan. Yuri langsung memberikan kue ulang tahun kecil untuk Junta, dan Taehyung memakaikan topi ulang tahun di kepala Junta.
__ADS_1
"Waahhh Terimakasih kasih banyak. Aku tidak menyangka jika mendapatkan surprise dari kalian."Junta merasa terharu dengan kejutan yang di berikan oleh Taehyung dan Yuri.