
"Kau belum tahu nama bunga ini?" Tanya Haruka sekali lagi.
Taehyung hanya tersenyum kecil pada Haruka, sejujurnya ia juga mulai tak berharap pada bunga yang akan di tanamnya. Tapi sekali lagi ucapan Masahiro masih terdengar di telinganya.
.
.
"Yang pernah ku pelajari, jika bunga akan layu jika meninggalkan tumbuhan baru. Seperti bunga peony, bunganya akan mengering kemudian ada bibit baru yang terjatuh. Kim Taehyung, bukankah perasaan seseorang sama saja?"
.
.
.
"Belum, tunggu saja saat bunganya mekar." Jawab Taehyung kemudian mengajak Haruka untuk duduk.
"Begitukah.... Hey Kim Taehyung, aku ingin mengembalikan buku milikmu. Terimakasih." Haruka memberikan buku pada Taehyung.
"Doitamemashite, kau bisa memilikinya." Taehyung masih belum menerima buku yang di serahkan oleh Haruka.
"Aku akhirnya mengikuti saran darimu. Meskipun berat untukku tapi akhirnya aku mengerti mana yang terbaik untukku." Haruka memasukkan kembali buku milik Taehyung kedalam tasnya.
"Aku menerima tawaran dari seseorang yang ingin menolongku. Sudah satu minggu aku tidak bekerja dan mulai ikut les privat sebelum masuk sekolah. Akhirnya aku bisa bersekolah lagi, aku sangat menantikan hal itu." Ucap Haruka dan membuat Taehyung senang.
"Benarkah?" Tanya Taehyung dengan wajah yang bisa berbinar-binar.
"Hum, aku mengikuti ujian masuk SMA meskipun sudah pernah ku lakukan sebelumnya."
"Haruka tidak apa mengulangi ujian masuk SMA lagi, karena masa depan tidak akan bisa terulang lagi. Syukurlah aku senang mendengarnya." Ucap Taehyung dengan tulus. "SMA mana yang akan menjadi tujuanmu?" Tanya Taehyung.
"Aku ingin bersekolah di SMA yang sama denganmu, meskipun nilai kelulusannya sangat tinggi."
Jawaban dari Haruka membuat Taehyung terkejut. Jika Haruka bersekolah di sekolah yang sama berarti akan sering bertemu dengan Megumi.
__ADS_1
"Bukannya putrinya orang yang membunuh ayahku juga bersekolah di sana?" Ucap Haruka sekali lagi dan tersenyum pahit.
Dalam pikiran Taehyung bertanya-tanya, apakah Haruka akan membalas dendam lagi pada Megumi. Tidak... Megumi tidak bersalah dan Taehyung harus mencegahnya.
"Benar, apa yang ingin kau lakukan? Bukankah membalas dendam pada orang yang tidak bersalah merupakan perbuatan yang kejam." Balas Taehyung, ia tidak ingin keberadaan Haruka malah membahayakan Megumi.
"Kim Taehyung apa kau menganggapku orang yang kejam?" Pertanyaan Haruka membuat Taehyung dilema, ia tak tahu bagaimana menjawabnya.
"Kau benar, yang kau lihat tentangku saat itu aku sedang balas dendam pada putrinya Saibara. Aku iri padanya, setelah kematian ayahku hanya aku yang menderita sedangkan Saibara dan keluarganya masih bisa hidup bersenang-senang." Ucap Haruka sekali lagi. Karena berkali-kali Taehyung sering mencegahnya saat dirinya mencoba menyakiti Megumi.
"Bukankah impianmu sudah terwujud? Jadi daripada memikirkan balas dendam lebih baik kau berfokus pada sekolahmu." Taehyung akhirnya mengucapkan kata setelah lama memikirkannya, ia tak ingin jika Haruka melukai Megumi kembali.
"Kedengarannya bagus. Lebih baik aku fokus pada sekolahku. Aku juga bisa menjadi orabg yang di inginkan ayahku." Gumam Haruka kemudian ia duduk dan memeluk lututnya sambil melihat ke arah bintang.
Taehyung kemudian mengikutinya sambil melihat kearah bintang yang sama.
"Hey Taehyung, bukankah kau ingin mengatakan jangan sakiti gadis itu lagi. Sepertinya kau khawatir jika aku akan menyakiti gadis itu." Ucapan Haruka seakan menebak apa yang ada di pikiran Taehyung. Seketika wajah terkejut Taehyung langsung terlihat.
"Bukan seperti itu." Sangkal Taehyung, meskipun memang benar yang di ucapkan oleh Haruka.
"Mengakulah saja. Karena bukan hanya kau saja yang membujukku. Seseorang yang mengaku sebagai guru juga selalu mengatakan untuk jangan menganggu gadis itu." Ucap Haruka dan menunjukkan rasa kecewa. Karena setiap orang selalu memperhatikan Megumi.
"Entahlah, aku tidak menanyakan namanya."
"Haruka, awalnya aku juga ingin mengatakan jika berhentilah menganggu orang lain. Tapi setelah aku bersamamu, aku juga tahu alasan kenapa kau berbuat seperti itu. Jadi berbuat baiklah, karena kau juga tidak tahu apa yang sedang di alami orang lain." Ucap Taehyung, dan Haruka hanya memandangi wajah Taehyung yang berada di sebelahnya.
"Kau benar, seorang guru itu hanya hanya menyuruhku saja. Tak pernah tahu apa yang sedang ku alami." Desah Haruka dan mencoba menahan air matanya.
"Haruka juga tidak tahu apa yang di alami oleh Megumi bukan? Jadi lebih baik berfokuslah pada dirimu sendiri. Ayo pulang udara sudah semakin dingin." Taehyung berdiri dari posisi duduknya kemudian mengajak Haruka untuk pulang.
Taehyung mengantarkan Haruka sampai ke stasiun karena Haruka sendiri yang menolaknya. Haruka tak ingin jika Taehyung melihat rumahnya yang masih kotor.
"Taehyung kun, jika aku berhasil masuk di SMA yang sama denganmu. Bisakah kau menjadi teman akrabku." Ucap Haruka dan berlari ke arah Taehyung sebelum masuk kereta.
"Tentu."
__ADS_1
Jawaban singkat dari Taehyung mampu membuat Haruka tersenyum. Bagi Haruka alasan untuk kembali ke sekolah adalah Taehyung. Jika saja ia tak bertemu dengan Taehyung ia tidak mungkin bisa kembali sekolah lagi.
"Mata ashitane (sampai jumpa besok)." Haruka melambaikan tangan kearah Taehyung kemudian berlari masuk kedalam kereta.
Taehyung membalas lambaian tangan Haruka dan tersenyum simpul kearah Haruka.
...****************...
Keesokan harinya pekan olahraga sudah dimulai. Ketua kelas sudah mengatur lomba olahraga apa yang akan di ikuti oleh semua murid.
"Kim Taehyung cepatlah bersiap-siap." Teriak Junta dan menyuruh Taehyung untuk bersiap-siap karena pertandingan futsall akan di mulai.
"Haik (iya)." Balas Taehyung dan mengambil kaos futsallnya di loker miliknya.
Pandangan Taehyung mengarah ke jendela, ia melihat sosok Megumi yang berdiri di gerbang dengan menggunakan pakaian biasa.
Taehyung hanya mengambil kaosnya saja kemudian berlari mengahampiri Megumi. Tapi sayangnya Megumi sudah tidak ada di tempatnya, Taehyung masih belum menyerah, ia masih berusaha menemukan Megumi dan terlihat Megumi berjalan keluar dari gerbang sekolah.
"Matte....(tunggu),," Teriak Taehyung.
"Cotto matte kudasai (Tolong tunggu sebentar)." Teriak Taehyung sekali lagi dan berlari mengejar Megumi.
Beberapa saat kemudian Megumi menoleh kebelakang karena merasa ada yang memanggilnya.
"Kau memanggilku?" Tanya Megumi kepada Taehyung dan ia hanya berdiri dari tempatnya.
"Kenapa kau tak masuk kedalam?" Taehyung langsung berjalan kearah Megumi, dirinya tak peduli saat ini apakah saat Megumi mengenalnya atau tidak.
"Tidak mungkin, aku tidak mengenal seorangpun disana." Jawab Megumi dengan lemah.
"Kenal atau tidaknya Megumi adalah seorang murid di sekolah ini, jadi masuklah. Kelas kita akan bertanding futsall dengan kelas sebelah, ku mohon lihatlah." Ajak Taehyung dengan penuh senyuman.
"Tapi, aku belum mendapatkan izin dari ayahku." Megumi memegang tasnya dengan erat. Dari lubuk hatinya sebenarnya ia ingin pergi bersekolah tapi ayahnya masih belum mengizinkannya. Jadi bisa di bilang Megumi sedang keluar tanpa sepengetahuan orang tuanya.
"Ayolah,..." Tanpa pikir panjang Taehyung berlari dan menggandeng tangan Megumi. Ia mengajak Megumi untuk menonton pertandingan futsall.
__ADS_1
"Kau bisa melihat dari sini, teman-teman lainnya tidak akan tau kedatanganmu." Ucap Taehyung. Ia menyuruh Megumi untuk melihat pertandingan futsall di atas karena jarang sekali ada seseorang berada di tempat itu.
Megumi hanya mengangguk seakan menuruti perintah Taehyung. Kemudian Taehyung pergi untuk ke lapangan futsal.