
"Saat aku membuka mataku, terlihat senyuman yang membawaku ke masa depan.
Masa depan yang meyakinkanku jika kota ini akan berpihak kepadaku. Tapi kenyataan yang indah itu akan hilang dalam satu waktu.
Kenyataan yang seperti mimpi, yang akan hilang saat terbangun." (Kim Taehyung)
.
.
.
.
.
.
Udara makin menjadi dingin, Taehyung memegangi dadanya, ia seakan mengorek kembali luka yang telah ditutupnya. Ingin sekali dirinya melupakan seseorang yang dicintainya, tapi semakin mencoba melupakannya semakin menderita juga.
Masahiro masih terdiam dan enggan berbicara, sejujurnya dirinya juga menyukai Megumi. Tapi tak mungkin baginya dan perbedaan usia mereka juga terlampau jauh.
"Kenapa kau tak mencoba mengulang dari awal."
Masahiro akhirnya membuka suaranya dan memberikan saran pada Taehyung. Ia merasa jika Taehyung memang orang yang tepat untuk Megumi.
"Tidak mungkin. Aku tak ingin bersaing dengan Hiroaki." Balas Taehyung dengan suara yang melemah.
"Hey, masa bodoh dengan Hiroaki. Jika kau menyukai Megumi kau harus membuat Megumi mengingatnya. Hiroaki tak berhak menentukan perasaan pada Megumi." Ucap Masahiro dengan sedikit keras dan memegangi kedua bahu Taehyung.
"Aku tidak bisa. Jika aku melakukannya maka aku akan menyakiti Hiroaki.
Aku tidak bisa, bagaimanapun juga Hiroaki adalah orang pertama yang mengajakku bicara, orang yang menyapaku setiap pagi meski sekarang tak pernah lagi."
"Lalu kau akan terus berpura-pura jika tak ada hubungan apapun dengan Megumi?"
Sebelah alis milik Masahiro terangkat ke atas, ia menantang Taehyung apakah bisa melakukan seperti itu.
"Lalu apa yang harus kulakukan?"
Tanya Taehyung dengan meragu. Sejujurnya ucapan Masahiro ada benarnya, ia tak sanggup jika terus menerus berpura-pura pada Megumi. Tapi Taehyung juga tidak ingin hubungannya dengan Hiroaki memburuk. Taehyung juga tahu jika Hiroaki sudah menunggu Megumi selama tiga tahun bahkan sampai rela masuk ke SMA yang sama.
"Entahlah, tanyakan saja pada perasaanmu. Aku hanya tak ingin kau mengalami penyesalan." Jawab Masahiro dan mengambil satu batang rokok lagi untuk dihisapnya.
__ADS_1
"Pergilah, kurasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Tentang kondisi Megumi tolong rahasiakan."
Masahiro menyuruh Taehyung untuk pergi. Ia menatap langit biru dengan sangat dingin.
(flashback)
Saat itu Masahiro masih berusia enam belas tahun. Ia hanya sendirian duduk di dekat lapangan basket dan bermain bola basket sendiri.
"Oniichan, boleh ku pinjam bola itu." Seorang anak kecil perempuan tiba-tiba menghampiri Masahiro dan menunjuk ke arah bolanya.
"Tentu saja." Jawab Masahiro dan menyerahkan bolanya.
Gadis kecil itu bermain bola basket dengan polosnya dan berusaha memasukkan kedalam ring. Meskipun berkali-kali gagal tapi sepertinya gadis itu tak pernah menyerah.
Melihat usahanya yang tak kenal lelah, Masahiro menjadi tertarik dan mendekatinya.
"Kau bisa bermain basket? "
Tanya Masahiro dan berjongkok menyamai gadis kecil itu.
"Tidak, tapi aku akan berlatih agar aku bisa bermain bersama kakak ku dan teman-temannya."
Jawab gadis kecil itu dan menunjuk kearah sekumpulan anak kecil laki-laki yang sedang bermain basket dengan senang.
Gadis kecil itu mengatakan dengan jujur. Ia mengajak Masahiro bermain basket, karena Masahiro tidak bermain dengan teman-teman seusianya.
"Baiklah, ayo bermain bersama."
Masahiro menyetujui ajakan gadis kecil itu meski sedikit ragu di awal. Tapi semakin lama ia tak menghiraukannya, baginya mendapat teman bermain sudah lebih dari cukup meskipun hanya anak kecil.
Masahiro dan gadis kecil itu bermain cukup lama dan saling tertawa.
"Megumi, ayo pulang...! " Teriak salah satu laki-laki yang merupakan kakak dari gadis kecil itu. Ia menyuruh gadis kecil itu untuk pulang.
"Oniichan bye- bye, aku senang bermain denganmu." Ucap gadis itu sebelum pergi menemui kakaknya.
"Aku juga senang bermain bersama denganmu, aku merasa seperti punya teman." Jawab Masahiro dan mengambil air mineral dari dalam tasnya.
"Mari kita berteman, namaku Megumi Saibara." Dengan senyum polosnya gadis kecil itu memperkenalkan namanya kemudian mengajak Masahiro untuk berteman.
"Cepatlah.... " Teriakan anak laki-laki itu makin keras karena adiknya tak kunjung menghampirinya.
"Jaa ne (sampai jumpa)" Ucap Megumi kecil dengan melambaikan tangam kepada Masahiro. Lalu ia berlari menuju kakaknya dan pulang.
__ADS_1
"Namaku Mashiro, bye-bye. "
Balas Masahiro dengan pelan meskipun gadia kecil itu sudah pergi bersama kakaknya. Masahiro tersenyum senang, karena ia akhirnya bisa memperkenalkan diri walaupun tidak dengar. Selama ini Masahiro tak pernah mempunyai teman, ia sangat malu mendekati seseorang. Bahkan teman sekelasnya sering kali tak mengenalinya ataupun mengingat namanya.
Hari telah berlanjut, seperti biasa Masahiro pergi ke kuil sepulang sekolahnya. Karena ia tak memiliki teman sama sekali, Masahiro selalu berdoa agar bisa mempunyai teman.
"Oniichan.... "
Suara gadis kecil terdengar lembut di telinga Masahiro. Ia merasa doanya benar- benar di kabulkan oleh Tuhan.
"Gadis kecil... Maksudku Megumi benarkah itu namamu." Ucapa Masahiro dengan senang karena gadi kecil yang tempo hari bermain basket bersamanya tiba-tiba ia temuin.
"Benar, namaku Megumi. Lalu siapa nama oniichan, kau harus mengenalkannya padaku." Balas Megumi dengan senyum polosnya.
Masahiro berdehem dan merapikan pakaiannya, saat inilah yang ia tunggu- tunggu untuk berkenalan dengan seseorang.
"Namaku Masahiro, aku lebih suka dipanggil nama depanku. Jangan tanyakan nama belakangku. Senang berkenalan denganmu."
Ucap Masahiro dengan senang karena akhirnya bisa memperkenalkan namanya.
"Baiklah, Masahiro kun." Panggil Megumi kecil dengan riang.
Hari semakin berlalu, Masahiro adalah seorang siswa SMA yang sangat interverot.
Sebenarnya ia ingin mempunyai teman, tapi dirinya selalu tidak berhasil jika mengajak seseorang yang ingin ia jadikan teman.
"Masahiro kun, apakah masa SMA itu menyenangkan?" Tanya Megumi dengan memakan ice cream.
"Emmmm, entahlah. Kau akan merasakannya nanti jika sudah dewasa."
Jawab Masahiro yang juga sedang memakan ice cream. Mereka berdua berpegangan tangan menuju taman bermain.
"Lalu bagaimana dengan Masahiro kun. Apakah Masahiro kun merasa senang?"
Megumi dengan polosnya tetap bertanya pada Masahiro. Melihat senyum manis dari Megumi mana mungkin Masahiro menceritakan jika masa SMA nya sangat membosankan dan tidak mempunyai teman. Masahiro berbohong pada Megumi dan menceritakan hal-hal yang indah semasa SMA.
"Saat SMA banyak sekali teman, ada yang teman sekelas bahkan ada dari kelas lain. Kau juga bisa mengikuti beberapa club ekstrakurikuler." Ucap Masahiro.
"Sepertinya menyenangkan, aku ingin sekali menjadi dewasa. Masahiro apa cita-citamu apakah kau ingin menjadi dokter juga seperti ayahmu?
Kalo aku juga ingin menjadi dokter seperti ayahku, bisa membantu banyak orang sangat menyenangkan bukan."
Lagi-lagi Megumi selalu tersenyum riang. Memang senyuman anak kecil tidak bisa dibohongi. Megumi jelas merasa bahagia dan menantikan masa SMA nya. Namun Masahiro masih meragukan apa yang menjadi cita-citanya. Nilainya tidak begitu bagus, yang menjadi kelebihannya ia tidak pernah bolos sekolah, hanya itu saja.
__ADS_1