Cinta Marsha

Cinta Marsha
prolog


__ADS_3

Bruuuk


Tubuh Marsha tersungkur , jatuh ke lantai , gadis cantik dengan dandanan natural itu memekik kesakitan , akibat lutut nya yang habis mendarat di lantai .


Byuuuur


Lagi Marsha di siram oleh seember air oleh teman sekelas nya .


Huuuuuu


Sorak-sorai teman-teman nya membuat Marsha terisak , gadis cantik itu memejamkan kedua bola mata nya , menahan perih di dada nya .


Bukan - karena perlakuan teman-teman nya yang menyudutkan gadis cantik itu , tapi ketika melihat seseorang yang sangat di kenal nya di sudut ruangan tersebut , seseorang yang selalu di bela nya , hanya diam di sudut ruangan sembari terus menatap nya .


“Dasar jala*ng ” ucap Seorang gadis bernama Vera , gadis berambut pendek berwarna pirang .


“Enggak malu di peluk-peluk sama cowok ” teriak Nia - sahabat nya Vera ... “Dassar murahan ” sambung nya lagi dengan tatapan sinis .


Marsha hanya mampu menggeleng-gelengkan kepala nya , diri nya sudah menyangkal dan sudah  mencoba menjelaskan semua nya , jika foto tersebut tidak seperti yang mereka lihat  semua nya , lebih tepat nya Marsha di jebak oleh  seseorang . Mengingat bagaimana lembut dan baik nya hati gadis cantik itu . Namun teman-teman sekelas nya tidak mempercayai sedikit pun perkataan dari Marsha . Mereka menganggap Marsha adalah wanita murahan .


Brakk


Ketika semua teman sekelas nya menyudutkan diri nya , Seseorang mendobrak pintu gudang .


Seorang pria __


Dan di belakang nya  ada seorang gadis yang sangat di kenal Marsha .


Semua atensi mengarah ke dua orang yang baru saja tiba di gudang sekolah tersebut ,


“Ya ampun Marsha sayang !” pekik Reni - sahabat Marsha , tapi mereka beda kelas .


Reni langsung berlari , mendekap tubuh Marsha yang sudah basah , yang di siram air oleh  teman sekelas nya tadi .


Marsha mendongak , lalu menggeleng kan kepala nya , berusaha mendorong tubuh Reni agar tidak mendekati nya , dia takut jika seragam Reni jadi ikutan basah juga .


Namun Reni tetap bersikekeh , gadis cantik itu tetap mendekap tubuh sahabat nya , sembari terisak pilu melihat kondisi Marsha .


Pria yang tadi mendobrak pintu gudang dan melihat pemandangan itu , hati nya berdenyut . Tidak pernah menyangka gadis yang di cintai nya akan mengalami hal sehina ini . Pria itu langsung  saja menatap tajam seluruh teman Marsha .


“Brengs*ek !! Tai kalian semua !” Desis nya dengan kilatan amarah , dia adalah Kavandra alianda -ketua tim basket putra SMA Nusa Bangsa , sekaligus sepupu Reni . Dan satu lagi fakta , jika Kavandra adalah anak dari pemilik sekolah Nusa Bangsa ini .


Mendengar suara Kavandra yang menyeramkan membuat semua teman kelas Marsha terdiam ,dan menundukkan kepala nya , takut juga dengan sifat pria itu yang emosian , sangat dingin dan tidak bersahabat sama sekali . Dan satu lagi jangan lupakan Kavandra pria yang tidak suka  di usik sama sekali oleh siapa pun . Pria itu akan menampakkan taring nya kepada siapa pun yang mencoba mengusik nya . Kavandra sangat di segani di SMA Nusa bangsa , bukan hanya diri nya pria dingin , tapi Kavandra juga cucu pemilik sekolah Nusa bangsa ini .


Hanya seorang Argantara Kusuma sang ketua OSIS tampan itu yang berani menghadapi seorang Kavandra . Karena kedua kakek mereka bersahabat dekat .


Arga maju , lalu tersenyum miring ke arah Kavandra . “Mau jadi pahlawan kesiangan hmm ?” seringai nya .


Kavandra mengepalkan kedua tangan nya , rasa nya ingin sekali menghabisi pria di hadapannya saat sekarang ini , diri nya sangat tau betul siapa pria yang ada di depan nya itu , pria yang sangat egois , bisa Kavandra bilang begitu .. karena tega melihat Marsha di perlakukan sehina itu . Padahal yang Kavandra tau Arga bersahabat dekat dengan Marsha . .


Hueh ' inikah yang dinamakan sahabat dekat ' batin Kavandra di dalam hati , tersenyum sinis ke arah Arga .


“Gak usah sok belagu deh Lo ” seru Arga menatap nyalang ke arah Kavandra . Entah mengapa Arga sangat membenci pria yang ada di hadapannya saat sekarang ini .


Kavandra mengangkat kepalan tangan nya ingin menghajar Arga , pria tidak tahu diri itu , namun suara dari Reni membuat niat nya urung , pria itu mengalihkan atensi nya ke arah Reni yang histeris.

__ADS_1


“Vandra, Marsha , Vandra !!” Teriak Reni histeris.


Kavandra dan Arga langsung berlari menghampiri Reni dan Marsha , bisa di lihat tubuh Marsha sudah tumbang   . Gadis cantik itu pingsan , di dalam dekapan Reni .


Tanpa kata apa pun Kavandra langsung meraih tubuh mungil gadis cantik itu , menggendong nya ala bride style , mengabaikan pekikan heboh kaum hawa , pasal nya baru kali ini mereka melihat manusia es dan dingin Nusa bangsa berlaku perhatian seperti itu kepada seseorang , terlebih kepada seorang gadis .


Arga yang melihat itu tidak terima , pria itu mengepalkan kedua tangan nya . Lalu menghadang Kavandra yang akan membawa Marsha .


“Biar gue !” seru Arga mencoba meraih tubuh Marsha yang lemas . Namun Kavandra berusaha menjauhkan tubuh Marsha dari Arga .


Kavandra mendelik , “Minggir !! ” pekik nya .


“Gue enggak bakalan minggir kalau Lo enggak kasih Marsha ke gue” ucap Arga lagi ,


Kavandra lalu tersenyum menatap ke arah  Arga tajam . “Cih ! Lo bahkan enggak pantas pegang Marsha ” sinis nya , lalu tersenyum miring “lo bahkan enggak pantes sedikit pun buat Marsha , ” sambung nya lagi, lalu berlalu  sembari menyenggol tubuh Arga .


Arga menggeram , diri nya tidak terima , lalu ingin mengejar Kavandra yang sudah pergi dengan Reni di belakang nya . Namun Vera  sang kekasih memeluk nya erat dari belakang .


Arga tersentak , pria itu melepaskan dekapan Vera dengan kasar .


Vera berdecak kesal . “Kenapa si Beb ,” gerutu Vera .


Arga menatap nya sinis . “ Lo ,!! gue udah bilang kan , kenapa buat acara kayak gini sih” Desis nya tajam .


Vera tergeragap , “Maaf beb, tapi aku kan bener , enggak salah . Marsha itu memang ****** beb . Kan kamu bisa lihat sendiri tadi , itu bukti nya ” Vera berusaha menghasut Arga dengan menunjukkan bukti foto Marsha yang tengah di rangkul oleh seseorang di sebuah mall .


Arga memijit pelipisnya , rasa nya sangat pusing , di sisi lain hati nya sakit melihat foto tersebut , dan sakit melihat Marsha di perlakukan oleh teman-temannya , di tambah Marsha di gendong oleh Kavandra , dada nya terasa terhimpit oleh beban berat . Namun ketika diri nya ingin menolong sahabat nya itu , Arga tidak mampu , karena rasa kecewa nya lebih besar , maka dari sebab itu sedari tadi pria itu hanya diam saja .


Karena kepala nya pusing , Arga melenggang pergi meninggalkan Vera yang terus-menerus berteriak memanggil nama nya , Arga mengabaikan kekasih nya itu , pria itu saat ini hanya ingin menenangkan diri nya terlebih dahulu . Tentang semua nya yang terjadi . Tentang semua foto Marsha yang di lihat nya .


__oOo__


Kavandra merebahkan tubuh Marsha lalu memanggil petugas UKS untuk segera memeriksa nya .


Sang petugas tertegun melihat raut wajah khawatir seorang Kavandra , karena 3 tahun diri nya menjaga UKS ini , baru kali ini diri nya melihat seorang Kavandra mengkhawatirkan seseorang . Yang diri nya kenal , pria itu sangat dingin dan datar , tidak pernah berinteraksi kepada orang asing , hanya teman dekat nya saja .


“Dia enggak kenapa-kenapa kok , dia cuman kelelahan dan dia belum makan” ucap sang petugas UKS tersebut kepada Kavandra , sedangkan Reni gadis itu sudah pergi karena ingin membeli seragam baru untuk Marsha .


Kavandra mengangguk , lalu meraih tangan Marsha , pria itu menggenggam nya erat , dan pandangan nya tidak lepas dari gadis cantik itu.


Petugas UKS itu tersenyum lalu pamit meninggalkan Kavandra dengan Marsha . “Kalau dia sudah sadar , kamu bisa berikan obat ini ” ucap sang petugas sambil menyerahkan obat kepada Kavandra , sebelum pergi dari ruangan itu .


Pria itu hanya merespon , dengan mengangguk kan kepala nya saja  tanpa mengucapkan kata apa pun ,


Kavandra menatap wajah sayu milik Marsha , pria itu menghela nafas nya berat . Mengapa diri nya terlambat , jika diri nya tidak terlambat mungkin Marsha tidak akan mengalami semua ini .


Kavandra sedang bermain basket , bersama dengan teman-teman nya , dua hari lagi akan di adakan turnamen antara sekolah , dan Kavandra selalu kapten basket menyuruh teman-teman nya berlatih lebih giat lagi , hingga pulang sekolah mereka masih berada di lingkungan sekolah .


       Tengah asih berlatih , Reni datang menghampiri nya dengan tergesa-gesa , suara cempreng milik Reni membuat Kavandra menghentikan aktivitas nya , Kavandra menghampiri sang sepupu ,


       “Kita harus ke sa-san-sana Va-ndra” ucap Reni dengan nafas tersengal-sengal .


     Kavandra menautkan sebelah alis nya , bingung dengan perkataan yang di ucapkan oleh Reni , pria itu lalu mengambil sebotol air mineral di tas nya yang tidak jauh dari mereka berdiri .


     Kavandra lalu memberikan air tersebut ke -Reni .

__ADS_1


     Reni menenggak nya terlebih dahulu , hingga hanya sisa sedikit , gadis itu lalu menarik nafas nya dalam-dalam , setelah sudah teratur , Reni langsung bicara .


      “Vandra , Marsha , Marsha di bully sama anak sekelas nya. Gue tadi di kasih tau sama Dona , temen sekelas gue , yang masuk geng nya Vera , ” Reni menjelaskan semua nya.


      Kavandra yang mendengar nya langsung mengepalkan kedua tangan nya , tanpa basa-basi lagi pria itu berlalu pergi dari sana , membuat teman-teman nya yang tengah di lapangan basket di buat cengoh.


    “Woi mau kemana lu” teriak Joyfen -sahabat Kavandra .


    “Gile tu si Vandra , main tinggal -tinggal aja ” timpal Boy-sahabat Kavandra .


     Reni menepuk jidat nya melihat Kavandra berlari duluan , kenapa Kavandra tidak tanya dulu dimana Marsha di bully , eh ini malah main pergi-pergi aja .


      Tidak ingin membuat sepupu nya mencak-mencak nanti nya , Reni langsung berlari mengejar nya.


      “Ye ileh , satu nenek emang gitu tuh” sungut Joyfren menatap jengah Kepergian Reni .


      Boy menggeplak kepala Joyfren yang sudah membicarakan sang kekasih- Reni . “Syialan lu, pacar gue tu” gerutu Boy .


     Joyfren menatap jengah Boy, “Dasar bucin akut”


      Boy hanya mengedikkan bahu nya acuh lalu beralih lagi ke arah teman-teman se-tim nya .


     “Lanjut ! Kavandra lagi ada urusan keluarga ” teriak nya ,


__oOo__


“Essshhh, ” Marsha mengerjap-ngerjap kedua bola mata indah nya , sembari memegang kepala nya yang terasa berdenyut .


Di lirik nya kesana kemari , ini adalah ruangan UKS sekolah nya . Diri nya masih ingat betul ketika diri nya belum pingsan , gadis itu tadi merasakan pusing yang luar biasa di kepala nya . Lalu tidak tahan lagi diri nya langsung jatuh di dalam pelukan sahabat nya -Reni . Lalu dimana Reni ? Dan lantas siapa yang membawa nya kemari ? Batin nya .


Cklek


Pintu ruangan UKS itu terbuka , manampakkan seorang pria yang masih mengenakan seragam basket nya lengkap menghampiri nya .


“Kavandra ” seru Marsha .


Kavandra berjalan menghampiri Marsha , dengan seragam di tangan sebelah kiri nya , dan di sebelah kanan nya pria itu menenteng sekresek makanan dan minuman . Dan jangan lupakan senyuman termanis yang di tampilkan di wajah tampan nya . Ah senyuman itu hanya khusus di peruntukkan untuk Marsha seorang saja . Tidak untuk yang lainnya . Meski nya Marsha beruntung mendapatkan senyum dan hati yang tulus dari seorang Kavandra , namun entah kenapa hati Marsha hanya untuk seseorang , seorang pria yang tidak pernah menghargai dirinya .


Kavandra duduk di samping brangkar Marsha . Pria tampan itu meletakkan semua yang di bawa nya tadi ke meja yang ada di dekat mereka .


“Udah bangun hmm? Masih ada yang sakit ” Tanya Kavandra dengan nada lembut nya .


Marsha mengangguk kan kepala nya , “Cuman kepala Marsha yang masih sakit Vandra” ucap nya .


Kavandra mengambil kresek yang di bawa nya tadi , lalu membuka nya. Kavandra menyajikan makanan tersebut dan menyuruh Marsha makan .


“Makan dulu Sha , perut kamu kosong . Kenapa tadi jam istirahat enggak ke kantin ?” tanya Kavandra .


Marsha menghembuskan nafas nya kasar lalu meraih kotak berisi makanan dari tangan Kavandra , menyuapkan nya ke dalam mulut nya. “Aku tadi ada tugas banyak banget Vandra , jadi enggak sempet ke kantin” sahut Marsha bohong , padahal tadi diri nya sibuk mengurus keperluan Arga , ya Arga merengek meminta Marsha mengurus keperluan pria itu pergi kemping Minggu depan .


Kavandra mengangguk-anggukkan kepala nya , lalu mengusap kepala Marsha sayang. “Yaudah kamu makan gih , nanti kalau udah siap minum obat , dan ganti seragam kamu yang basah itu” ucap Kavandra .


Marsha tersenyum . “Makasih ya Vandra , kamu baik banget sama aku” ucap Marsha , Kavandra tersenyum mendengar nya .


Lalu pria itu memalingkan wajah nya ke lain arah , Kavandra menghela nafas nya kasar . “Andai kamu mau sama aku Sha , kamu bakalan jadi ratu di dalam hidup ku” batin nya menatap nanar ke depan .

__ADS_1


__oOo__


__ADS_2