
"CK , ganteng banget Lo Ga , mau kemana ? " Revan menelisik penampilan Arga , yang malam ini cukup lumayan tampan .
Arga mengedikkan bahu nya. "Suka-suka gue lah mau kemana ," sahut nya .
Revan berdecih , "Lo enggak ngajak gue ?"
"Enggak"
"CK ajak lah Ga , gue suntuk di rumah sendirian ."
"Kan ada Mami sama Papi gue , Lo enggak sendirian kali Van ."
"Lo enggak tau , Mami sama Papi Lo itu dari tadi pacaran Mulu , lah gue ? Jadi nyamuk nya?" Gerutu Revan .
Arga terkekeh , lalu tangan nya meraih ponsel milik nya , mengetik sesuatu , lalu mengirim kepada seseorang .
"Gue cabut" ucap Arga ingin melangkah kan kaki nya , namun Revan mencekal nya .
"Ga -- Gue ikut" rengek Revan
Arga berdecak kesal , menepis tangan Revan . "Gue mau ngedate sama Marsha ! Lo mau jadi nyamuk ?" Tanya Arga .
Revan berdecak kesal . "Gini amat jomblo"
"Yaudah Lo di rumah aja . Kalau enggak Lo apelin deh si Vera . Gue mah ikhlas"
Revan menatap tajam ke arah Arga . "Gue masih waras kali Ga , enggak kayak Lo " cibir Revan .
"Sialan ! Ah gue udah telat, malas ngeladeni Lo " ucap nya , lalu berlalu dari sana .
Revan menghembuskan nafas nya kasar , begini lah nasib seorang jomblo ,
Ting
Ponsel milik Revan berbunyi , pria itu meraih ponsel milik nya , melihat siapa yang mengirimi nya pesan malam-malam begini .
__ADS_1
Deg
Jantung Revan berdetak kencang , ketika melihat siapa yang mengirimi nya pesan , pria itu menghela nafas nya kasar , lalu membuka nya .
Sesak , itu yang di rasakan oleh Revan , ketika membaca pesan tersebut ....
___oOo___
Arga melangkah kan kaki nya dengan kedua sudut bibir yang melengkung ke atas , bibir nya tidak berhenti mengalun kan lagu yang indah , pria itu sesekali memegangi detak jantung nya yang berdetak sangat kencang .
"Ah , gue lama-lama bisa gila " gumam Arga .
"Mau kemana kamu Ga ?"
Arga menoleh ke belakang , menatap sang Mami .
"Aku mau keluar Mi " sahut Arga .
Mami Reta mengerutkan kening nya . "Mau kemana malam-malam begini ? Kamu kan mau nikah 2 hari lagi Arga !! Enggak baik pergi-pergi , kamu di rumah aja . Selain sekolah , kamu enggak boleh kemana-mana ." Ucap Mami Reta dengan tegas .
Arga menghembuskan nafas nya kasar , Mami nya ini cerewet sekali , tapi diri nya harus tetap tenang menghadapi Mami nya . Arga mengeluarkan jurus andalan nya. Siapa lagi kalau tidak Marsha . Ya diri nya akan mengatakan jika ingin pergi dengan Marsha . Fiks seratus persen pasti sang Mami mengijinkan nya .
"Kamu kenapa senyum-senyum gitu"
"Mami ini , orang anak nya senyum juga enggak boleh"
"Tapi Mami geli lihat kamu senyum-senyum gitu "
Arga berdecak , "ish,. Mi , Arga mau pergi ngedate sama Marsha , pasti Mami ijinin kan , yaudah Arga pamit Mi" ucap Arga , lalu hendak melangkah kan kaki nya pergi , namun Mami Reta langsung menghadang nya .
"Mi kenapa lagi sih ! Arga udah telat ini . Marsha udah nungguin Arga " ucap Arga kesal .
Mami Reta menghembuskan nafas nya kasar . "Kamu masuk Arga . Kamu enggak boleh keluar sama Marsha , atau jumpa sama dia lagi . Cukup tadi kamu ngantar Marsha ," ucap Mami Reta .
Arga membulat kan kedua bola mata nya . "Maksud Mami apa ? Mami biasa nya enggak gini loh . Ini kenapa sama Mami ? Marsha itu bakalan jadi menantu Mami loh dua hari lagi . Kok Mami benci sama dia ... Aduuuh" Arga memegangi bahu nya yang habis terkena cubitan Mami Reta .
__ADS_1
"Kamu ngomong apa sih . Mami itu bukan benci sama Marsha . Mami itu ngelarang kamu ketemu sama Marsha , karena kalian mau nikah . Dan kalian harus di pingit mulai saat ini , enggak boleh ketemu sampai nikah . Dan Mami udah sepakat sama Mama nya Marsha dan Omi ." Jelas Mami Reta .
Arga mendengus kesal . "Mi , enggak usah pake acara pingit-pingitan segala deh"
"Harus Arga !"
"Mi "
"Masuk ," titah Mami Reta .
Arga menghembuskan nafas nya kasar , mencebikkan ujung bibir nya , lalu melangkah kan kaki nya menuju ke kamar nya . Dengan perasaan yang tak karuan .
"Gagal deh gue ngedate !!" Gerutu nya .
___oOo___
"Sha mau kemana malam-malam gini?" Tanya Mama Nia yang berjalan sembari membawa mangkuk berisi buah-buahan , meletakkan nya di atas meja sofa , lalu duduk berdampingan dengan Marsha dan juga Jordan sang suami .
Marsha mengambil buah tersebut lalu memakan nya . "Marsha ada janji sama Arga keluar Ma , ini kata nya Arga udah mau otw" sahut Marsha sambil memainkan ponsel milik nya .
Mama Nia sontak membulat kan kedua bola mata nya . Beranjak dari duduk nya lalu menarik tangan Marsha . Membuat sang suami dan Marsha terkejut .
"Ma , kenapa ?" Tanya kedua nya nyaris bersamaan .
"Marsha enggak boleh ketemu sama Arga " ucap Mama Nia .
"Kenapa Ma ?" Tanya Marsha .
Mama Nia menghela nafas nya kasar . "Kamu lagi di pingit sayang , kamu enggak boleh ketemu sama Arga sampe hari pernikahan kalian " ucap Mama Nia .
"Aduh Ma , itu ajaran siapa sih ?" Celetuk Papa Jordan .
"Pa , ini udah turun temurun tau , dulu kita juga di pingit kan "
Papa Jordan menghela nafas nya panjang . "Iya iya deh, yaudah Sha , sana masuk " ucap Papa Jordan
__ADS_1
"Tapi , Arga udah otw kata nya "
"Udah tenang aja , nanti biar Mama yang bilang sama Arga " ucap Mama Nia , lalu menarik tangan Marsha , membawa nya menuju ke dalam kamar nya . Marsha hanya menurut saja , diri nya tidak membantah sama sekali .