Cinta Marsha

Cinta Marsha
Episode 26


__ADS_3

"CK , ganteng banget Lo Ga , mau kemana ? " Revan menelisik penampilan Arga , yang malam ini cukup lumayan tampan .


Arga mengedikkan bahu nya. "Suka-suka gue lah mau kemana ," sahut nya .


Revan berdecih , "Lo enggak ngajak gue ?"


"Enggak"


"CK ajak lah Ga , gue suntuk di rumah sendirian ."


"Kan ada Mami sama Papi gue , Lo enggak sendirian kali Van ."


"Lo enggak tau , Mami sama Papi Lo itu dari tadi pacaran Mulu , lah gue ? Jadi nyamuk nya?" Gerutu Revan .


Arga terkekeh , lalu tangan nya meraih ponsel milik nya , mengetik sesuatu , lalu mengirim kepada seseorang .


"Gue cabut" ucap Arga ingin melangkah kan kaki nya , namun Revan mencekal nya .


"Ga -- Gue ikut" rengek Revan


Arga berdecak kesal , menepis tangan Revan . "Gue mau ngedate sama Marsha ! Lo mau jadi nyamuk ?" Tanya Arga .


Revan berdecak kesal . "Gini amat jomblo"


"Yaudah Lo di rumah aja . Kalau enggak Lo apelin deh si Vera . Gue mah ikhlas"


Revan menatap tajam ke arah Arga . "Gue masih waras kali Ga , enggak kayak Lo " cibir Revan .


"Sialan ! Ah gue udah telat, malas ngeladeni Lo " ucap nya , lalu berlalu dari sana .


Revan menghembuskan nafas nya kasar , begini lah nasib seorang jomblo ,


Ting


Ponsel milik Revan berbunyi , pria itu meraih ponsel milik nya , melihat siapa yang mengirimi nya pesan malam-malam begini .

__ADS_1


Deg


Jantung Revan berdetak kencang , ketika melihat siapa yang mengirimi nya pesan , pria itu menghela nafas nya kasar , lalu membuka nya .


Sesak , itu yang di rasakan oleh Revan , ketika membaca pesan tersebut ....


___oOo___


Arga melangkah kan kaki nya dengan kedua sudut bibir yang melengkung ke atas , bibir nya tidak berhenti mengalun kan lagu yang indah , pria itu sesekali memegangi detak jantung nya yang berdetak sangat kencang .


"Ah , gue lama-lama bisa gila " gumam Arga .


"Mau kemana kamu Ga ?"


Arga menoleh ke belakang , menatap sang Mami .


"Aku mau keluar Mi " sahut Arga .


Mami Reta mengerutkan kening nya . "Mau kemana malam-malam begini ? Kamu kan mau nikah 2 hari lagi Arga !! Enggak baik pergi-pergi , kamu di rumah aja . Selain sekolah , kamu enggak boleh kemana-mana ." Ucap Mami Reta dengan tegas .


Arga menghembuskan nafas nya kasar , Mami nya ini cerewet sekali , tapi diri nya harus tetap tenang menghadapi Mami nya . Arga mengeluarkan jurus andalan nya. Siapa lagi kalau tidak Marsha . Ya diri nya akan mengatakan jika ingin pergi dengan Marsha . Fiks seratus persen pasti sang Mami mengijinkan nya .


"Kamu kenapa senyum-senyum gitu"


"Mami ini , orang anak nya senyum juga enggak boleh"


"Tapi Mami geli lihat kamu senyum-senyum gitu "


Arga berdecak , "ish,. Mi , Arga mau pergi ngedate sama Marsha , pasti Mami ijinin kan , yaudah Arga pamit Mi" ucap Arga , lalu hendak melangkah kan kaki nya pergi , namun Mami Reta langsung menghadang nya .


"Mi kenapa lagi sih ! Arga udah telat ini . Marsha udah nungguin Arga " ucap Arga kesal .


Mami Reta menghembuskan nafas nya kasar . "Kamu masuk Arga . Kamu enggak boleh keluar sama Marsha , atau jumpa sama dia lagi . Cukup tadi kamu ngantar Marsha ," ucap Mami Reta .


Arga membulat kan kedua bola mata nya . "Maksud Mami apa ? Mami biasa nya enggak gini loh . Ini kenapa sama Mami ? Marsha itu bakalan jadi menantu Mami loh dua hari lagi . Kok Mami benci sama dia ... Aduuuh" Arga memegangi bahu nya yang habis terkena cubitan Mami Reta .

__ADS_1


"Kamu ngomong apa sih . Mami itu bukan benci sama Marsha . Mami itu ngelarang kamu ketemu sama Marsha , karena kalian mau nikah . Dan kalian harus di pingit mulai saat ini , enggak boleh ketemu sampai nikah . Dan Mami udah sepakat sama Mama nya Marsha dan Omi ." Jelas Mami Reta .


Arga mendengus kesal . "Mi , enggak usah pake acara pingit-pingitan segala deh"


"Harus Arga !"


"Mi "


"Masuk ," titah Mami Reta .


Arga menghembuskan nafas nya kasar , mencebikkan ujung bibir nya , lalu melangkah kan kaki nya menuju ke kamar nya . Dengan perasaan yang tak karuan .


"Gagal deh gue ngedate !!" Gerutu nya .


___oOo___


"Sha mau kemana malam-malam gini?" Tanya Mama Nia yang berjalan sembari membawa mangkuk berisi buah-buahan , meletakkan nya di atas meja sofa , lalu duduk berdampingan dengan Marsha dan juga Jordan sang suami .


Marsha mengambil buah tersebut lalu memakan nya . "Marsha ada janji sama Arga keluar Ma , ini kata nya Arga udah mau otw" sahut Marsha sambil memainkan ponsel milik nya .


Mama Nia sontak membulat kan kedua bola mata nya . Beranjak dari duduk nya lalu menarik tangan Marsha . Membuat sang suami dan Marsha terkejut .


"Ma , kenapa ?" Tanya kedua nya nyaris bersamaan .


"Marsha enggak boleh ketemu sama Arga " ucap Mama Nia .


"Kenapa Ma ?" Tanya Marsha .


Mama Nia menghela nafas nya kasar . "Kamu lagi di pingit sayang , kamu enggak boleh ketemu sama Arga sampe hari pernikahan kalian " ucap Mama Nia .


"Aduh Ma , itu ajaran siapa sih ?" Celetuk Papa Jordan .


"Pa , ini udah turun temurun tau , dulu kita juga di pingit kan "


Papa Jordan menghela nafas nya panjang . "Iya iya deh, yaudah Sha , sana masuk " ucap Papa Jordan

__ADS_1


"Tapi , Arga udah otw kata nya "


"Udah tenang aja , nanti biar Mama yang bilang sama Arga " ucap Mama Nia , lalu menarik tangan Marsha , membawa nya menuju ke dalam kamar nya . Marsha hanya menurut saja , diri nya tidak membantah sama sekali .


__ADS_2