
Tristan menatap pintu yang ada di hadapannya saat sekarang ini . Menghembuskan nafas nya kasar , Tristan menggapai gagang pintu lalu membuka nya .
Pandangan nya langsung tertuju ke arah seseorang yang tengah terbaring di atas brangkar . Tristan melangkah kan kaki nya ke arah nya, menarik kursi , lalu duduk di samping nya .
Memandangi wajah Kavandra , ada rasa bersalah yang mencuat di dalam hati nya .
"Vandra -- sorry" gumam Tristan sangat pelan, nyaris suara nya tidak terdengar sama sekali .
Tristan menundukkan kepala nya . Pikiran nya melayang pada pertemuan diri nya dengan kakek Malik di depan lobi rumah sakit.
"Kakek Malik !" Panggil Tristan .
Kakek Malik yang tengah berjalan sambil menenteng kresek berisi makanan berhenti , menoleh kan kepala nya , lalu tersenyum ke arah Tristan
"Tristan "
Tristan mendekat , lalu menyalami kakek Malik terlebih dahulu .
Kakek Malik menghembuskan nafas nya kasar. Bersikap seperti biasa jika bertemu dengan Tristan . "Kamu di sini untuk bertemu dengan sahabat mu ? Bagaimana ? Club yang kakek suruh tutup itu ? Apa sudah kamu jalan kan apa kata kakek ?" Cerca kakek Malik .
Tristan mendengus sebal . "Kek , aku kemari mau jenguk Vandra loh kek , bukan mau berantem sama kakek ." Sahut Tristan mencoba untuk tenang meski kesabaran nya yang setipis tisu itu sudah berada di puncak nya .
Kakek Malik terkekeh , "iya iya deh " lalu kakek Malik menundukkan kepala nya sedih .
Tristan mengeryitkan sebelah alis nya . "Kek , kenapa ?" Tanya Tristan .
__ADS_1
Kakek Malik menggeleng lemah . "Kamu kalau bertemu dengan Vandra , kamu harus siap !"
"Siap apa kek ?" Tanya Tristan yang belum faham dengan apa yang di ucapkan oleh kakek Malik .
Menghela nafas nya kasar , "Tristan , Vandra amnesia, dia tidak ingat dengan siapa pun , termasuk diri nya sendiri siapa ". Ucap kakek Malik .
Deg
Tubuh Tristan membeku , tubuh nya lemas ,
___oOo___
Dan di sini Tristan , masih memandangi wajah pucat Kavandra .
Menghembuskan nafas nya kasar , "gue balik dulu ya Van, nanti gue ke sini lagi kalau kondisi lo udah baikan . Gu--gue ," memejamkan kedua bola mata nya , Tristan menggeleng-gelengkan kepala nya lemah .
Kavandra membuka kedua bola mata nya , Kavandra tidak tidur , tidak sama sekali . Kavandra mendengar semua nya . Kavandra lalu menyunggingkan senyuman miring nya .
____oOo___
"Sha , Marsha !!" Suara lirih dari Arga membuat semua orang yang berada di sana tersentak , mereka langsung bangkit dari duduk nya , dan menghampiri Arga yang tengah terbaring di brangkar rumah sakit .
Ya karena tadi Arga tidak sadarkan diri , jadi semua nya berinisiatif membawa nya ke rumah sakit .
"Arga " Mami Reta langsung berhamburan memeluk sang putra .
__ADS_1
"Mi" pekik Arga ketika membuka kedua bola mata nya , tubuh Mami nya langsung ada di atas tubuh nya .
"Sayang , jangan seperti itu , tubuh Arga bisa sakit karena kamu tindih begitu" ucap Papi Darta .
Mami Reta meringis , lalu menjauhkan tubuh nya dari sang putra . "Soryy, soal nya Mami khawatir banget sama kamu " celetuk Mami Reta .
Arga memutar bola mata nya jengah . Mami nya memang terkadang lebay . "Mami ikh , "
"Siapa suruh kamu buat Mami khawatir" cetus Mami Reta .
"Iya deh aku minta maaf Mi " lirih Arga semabri menundukkan kepala nya.
Mami Reta mengangguk , tangan nya terulur mengusao kepala sang putra dengan sayang . "Iya sayang , lagian ini bukan salah kamu ." Ucap nya .
Arga mendongak , lalu tersenyum ke arah Mami Reta . "Mi , kok Arga di bawa ke sini sih?"
"Kami tadi semua nya khawatir sayang . Jadi udah enggak tau mau buat apa lagi . Jadi bawa deh kamu ke rumah sakit" sahut Mami Reta .
Arga menghembuskan nafas nya kasar, sebenarnya Arga paling malas jika berurusan dnegan yang nama nya rumah sakit . Tapi mau bagaimana lagi, Arga melirik kesana kemari , Lalu pandangan nya tertuju ke arah seorang gadis, yang membuat nya sampai seperti ini .
"Sha " panggil Arga .
Marsha menampilkan senyuman manis nya ke arah Arga , tapi tidak mengubah ekspresi raut wajah khawatir nya .
"Sha , sono" Revan menarik tangan Marsha membawa nya berjalan mendekat ke arah Arga .
__ADS_1
"Perhatian !!! Perhatian semua nya !!! Ayo kita keluar dulu !! Ayo ayo " teriak Revan mengajak semua dua pasang paruh baya , kedua orang tua Arga dan kedua orang tua Marhsa untuk keluar dari ruangan Arga , menyisakan Arga dan Marsha .
___oOo___