
"Nat , kamu serius ? Aku emm enggak --"
"Kamu nolak permintaan aku baby ? Kamu mau ibu kamu aku biarin sekarat!"
Vera langsung menggeleng kan kepala nya cepat . "Nat please! Di dunia ini aku cuman punya ibu" lirih Vera dengan nafas yang tercekat . Sungguh diri nya akan melakukan apa pun untuk ibu nya. Meski dengan harga diri nya sendiri .
Nathan tersenyum miring , lalu mengecup sekilas bibir Vera , "yaudah , kamu harus ngikutin rencana aku tadi "
"Ta--tapi Nat , itu sangat berbahaya"
"Enggak baby . Kamu tau kan sih Kavandra udah hilang ingatan nya . Jadi udah berkurang yang melindungi nya . Cuman satu . Dan tugas kamu , kamu harus mengalihkan satu pelindung itu " ucap Nathan .
Vera tergeragap . "Nat , kalau Ar--Arga curiga gimana ? Aku takut "
Nathan terkekeh , "aku bakalan transfer ke rekening kamu 20 juta kalau kamu bisa menjalankan tugas kamu dengan baik" ucap Nathan .
Vera terperangah mendengar nominal yang akan masuk ke dalam rekening nya , jika diri nya berhasil menjalankan misi dari Nathan . Dengan ragu Vera mengangguk kan kepala nya, diri nya tidak ada pilihan lain , ini semua demi pengobatan sang ibu.
"Good job , baby ! Aku suka sama kerja kamu !" Ucap Nathan tersenyum smirk .
Vera hanya tersenyum , diri nya tidak tau entah apa yang terjadi pada diri nya ke depan jika diri nya sampai ketahuan .
"Ver , semua ini demi ibu , Lo harus bisa, maafin gue Sha ," monolog Vera di dalam hati nya .
Sedangkan sedari tadi , ada seseorang yang menguping semua pembicaraan kedua nya , seorang itu menggeram , lalu mengepalkan kedua tangannya .
"Gue enggak akan biarin Lo nyentuh Marsha sedikit pun , walaupun seujung kuku"
___oOo___
__ADS_1
"Ga , kamu pulang dulu ya ke rumah Mami , mami khawatir loh kalau kamu di apartemen . " Ucap Mami Reta sambil melipat selimut , dan menyimpan nya di tas . Ya hari ini Arga sudah di perbolehkan pulang , karena kondisi nya sudah membaik .
Arga mendesah panjang . "Mi , aku mau nya di apartemen aja ! Engg--"
Mami Reta langsung melayang kan tatapan tajam ke arah Arga . "Tidak ada penolakan Argantara ! Dan kamu tinggal di rumah sampai kamu menikah ! Titik"
"Tapi mi "
"Kalau soal Revan , kamu enggak usah khawatir . Revan juga tinggal di rumah kita . " Lalu menoleh ke arah Revan . "Revan , sekarang kamu siap-siap , ambil baju kamu dan Arga di apartemen "
Revan mengangkat tangan nya membentuk hormat . "Asiap Tante cantik" celetuk nya .
Lalu pandangan mami Reta tertuju ke arah Marsha "Sha , kamu enggak sekolah ?" Tanya Mami Reta .
Marsha menggeleng kan kepala nya .
"Gimana mau sekolah coba Tante ! Anak Tante tu manja banget . Makan aja nungguin Marsha " celetuk Revan tanpa dosa , dan langsung membuat Arga membulat kan kedua bola mata nya .
Arga tergeragap . "Mi , engg--"
"Bohong Arga Tante , dia tadi bilang sendiri . Bahkan ya Tante , bubur dari rumah sakit aja di abaikan sama dia . Dia milih sup daging buatan Marsha ." Tambah Revan .
Mami Reta tidak sanggup menyembunyikan rasa bahagia nya , kedua sudut bibir nya melengkung ke atas .
Arga berdecak kesal , lalu bangkit dan melangkah kan kaki nya ke arah Revan , mengangkat sebelah tangan nya siap melayang kan pukulan di kepala Revan . Tapi dengan segera Revan berlari menghindari Arga .
"Ga Lo gila !" Pekik Revan ,
Arga mengejar Revan , tidak perduli dengan teriakan Revan .
__ADS_1
Sedangkan Mami Reta dan Marsha , terkekeh melihat tingkah kedua nya . Memang persahabatan Arga dan Revan sangat dekat . Salah nya Revan beda sekolah dengan Arga . Jika mereka satu sekolah mungkin setiap hari kedua nya membuat heboh .
"Ga berhenti , gue capek !"
"Gue enggak perduli"
"Ga !!"
Mengedikkan bahu nya , Arga tetap mengejar Revan .
___oOo___
"Bagaimana? Apa kamu sudah mendapatkan sesuatu ?"
Menjatuhkan bokong nya di atas sofa , pria itu mengangguk kan kepala nya . "Aku enggak nyangka , jika baji*ngan itu akan melakukan rencana paling licik kek"
Menghembuskan nafas nya kasar . "Semua nya tergantung di kamu . Dan kamu sudah menyelidiki semua nya . Kamu yakin ini semua ada sangkut pautnya dengan sahabat kamu ?"
"Dia kakak nya kek . Nesya adik nya"
Deg
Sang kakek langsung membulat kan kedua bola mata nya . "Kamu serius?"
"Aku serius ."
Menghela nafas nya dalam , sang kakek lantas menepuk bahu sang cucu .
"Lakukan " ucap nya .
__ADS_1
Pria itu mengangguk kan kepala nya , lalu menatap lurus ke depan .
___oOo__