
"cy cy pengantin baru ini ye aroma nya kok ekhm ekhm " Revan tersenyum senyum sambil meledek Arga dan Marsha yang baru saja tiba di meja makan .
Marsha pun menunduk malu dengan ledekan dari Revan . Sedangkan Arga sudah melotot kan kedua bola mata nya ke arah Revan.
Mama Nia tersenyum melihat nya , lalu menyuruh Marsha dan Arga untuk ikut gabung sarapan pagi bersama .
"Ka--kamu mau makan pakai apa Ga " tanya Marsha sambil mengambil piring .
"Terserah ka--"
"Ekhm , udah nikah kok manggil nya masih nama sih , enggak enak banget ya Tante denger nya " ledek Revan .
"Iya ini Van , aneh ya . Mesti nya pake sayang atau apa deh yang romantis " celetuk Mama Nia , menimpali ledekan Revan .
"Masih malu-malu tuh Tan " ucap Revan .
"AHA iya ya , Tante juga gitu dulu . Tapi--"
"Ma " Marsha langsung memotong perkataan sang Mama , dari pada mama nya menyambung kalimat yang tidak tidak lagi . Mama nya tidak tau apa jika Marsha sudah malu bukan main .
"Iya iya deh , " sahut Mama Nia yang paham dengan yang di maksud Marsha .
__ADS_1
Marsha lalu beralih menatap Arga kembali . "Mau pakai apa ?"
"Terserah apa aja deh . " Sahut Arga .
Lalu Marsha mengambil kan Arga nasi goreng dan menyajikan nya .
"Enak ni ya , yang udah nikah , udah di layani--"
"Diem Van , makan " ucap Arga ketus , menyela kalimat Revan .
Revan menyengir , lalu mereka semua melanjutkan sarapan nya kembali .
____oOo___
Kavandra tersenyum tipis , meraih gelas yang ada di hadapannya , lalu menenggak minuman es yang di pesan nya tadi hingga tandas .
"Saya sudah bilang . Mau anda menangis darah sekalipun saya tidak akan mau" ucap Kavandra .
"Kamu mau apa ?"
Terkekeh kecil , Kavandra meletakkan gelas nya yang sudah kosong tadi di atas meja . Tangan nya bersidekap dada .
__ADS_1
"Memang nya jika saya menginginkan nya , apa anda bisa menuruti nya ?" Tantang nya .
"Saya akan melakukan apa pun . Tapi kan ih harus pergi dari hidup Marsha , Jangan pernah ganggu hidup nya lagi . Biarkan dia bahagia dengan Arga ."
Kavandra tersenyum getir mendengar nya . Sesak , itu pasti yang di rasakan oleh nya , tapi mau bagaimana pun , kenyataan nya saat ini , Marsha juga bukan milik nya . Marsha sudah menjadi istri orang lain . Walaupun Kavandra menyangkal nya , tapi tetap , status Arga lebih tinggi dari diri nya .
"Saya hanya meminta Marsha " ucap Kavandra .
Jordan membulat kan kedua bola mata nya , tangan nya mengepal kuat . "Saya sudah bilang ! Apa pun . Jangan Marsha" ucap Jordan dengan nafas yang memburu , sungguh berbicara dengan Kavandra sangat menyebalkan .
Kavandra terkekeh . Lalu bangkit dari duduk nya . Mendekat ke arah Jordan yang masih menatap tajam ke arah nya .
"Bagaimana hm ? Bagaimana rasa nya om ? Dulu posisi kakek saya yang meminta kepada anda seperti ini . Tapi sayang nya anda tidak sama sekali menghiraukan nya . Anda tetap dengan keegoisan anda . Sampai papa saya menghembuskan nafas nya terakhir , nama istri anda di sebut oleh nya ." Menghela nafas nya kasar , Kavandra mengubah ekspresi wajah nya menjadi datar kembali .
"Saya benci . Jujur saya sangat benci . Mama saya tidak di anggap sama sekali . Mama saya hanya di anggap sebagai wanita pelarian . Sampai mama saya stres dan pergi juga . Ini semua karena ke egoisan anda. Dan sekarang anda mau mengulang nya kembali hm ? Anda ingin mengambil kebahagiaan anak sahabat yang anda khianati . Padahal permintaan saya sangat sederhana . Saya hanya ingin Marsha , "
Jordan sejenak terpaku dengan perkataan dari Kavandra .
"Tapi kamu salah , Marsha sudah menjadi istri orang--"
"Saya tau ! Saya tidak menyangkal nya . Tapi apa pun itu . Persetan dengan status ! Tanpa restu ataupun apa , saya akan pergi dan membawa Marsha . Mau anda berekspektasi apa pun saya tidak perduli " setelah mengucapkan kata-kata tersebut Kavandra berlalu pergi dari sana .
__ADS_1
Jordan mengepalkan kedua tangan nya . Menatap punggung Kavandra .
"Saya tidak akan membiarkan kamu membawa putri saya "