Cinta Marsha

Cinta Marsha
episode 42


__ADS_3

"cy cy pengantin baru ini ye aroma nya kok ekhm ekhm " Revan tersenyum senyum sambil meledek Arga dan Marsha yang baru saja tiba di meja makan .


Marsha pun menunduk malu dengan ledekan dari Revan . Sedangkan Arga sudah melotot kan kedua bola mata nya ke arah Revan.


Mama Nia tersenyum melihat nya , lalu menyuruh Marsha dan Arga untuk ikut gabung sarapan pagi bersama .


"Ka--kamu mau makan pakai apa Ga " tanya Marsha sambil mengambil piring .


"Terserah ka--"


"Ekhm , udah nikah kok manggil nya masih nama sih , enggak enak banget ya Tante denger nya " ledek Revan .


"Iya ini Van , aneh ya . Mesti nya pake sayang atau apa deh yang romantis " celetuk Mama Nia , menimpali ledekan Revan .


"Masih malu-malu tuh Tan " ucap Revan .


"AHA iya ya , Tante juga gitu dulu . Tapi--"


"Ma " Marsha langsung memotong perkataan sang Mama , dari pada mama nya menyambung kalimat yang tidak tidak lagi . Mama nya tidak tau apa jika Marsha sudah malu bukan main .


"Iya iya deh , " sahut Mama Nia yang paham dengan yang di maksud Marsha .

__ADS_1


Marsha lalu beralih menatap Arga kembali . "Mau pakai apa ?"


"Terserah apa aja deh . " Sahut Arga .


Lalu Marsha mengambil kan Arga nasi goreng dan menyajikan nya .


"Enak ni ya , yang udah nikah , udah di layani--"


"Diem Van , makan " ucap Arga ketus , menyela kalimat Revan .


Revan menyengir , lalu mereka semua melanjutkan sarapan nya kembali .


____oOo___


Kavandra tersenyum tipis , meraih gelas yang ada di hadapannya , lalu menenggak minuman es yang di pesan nya tadi hingga tandas .


"Saya sudah bilang . Mau anda menangis darah sekalipun saya tidak akan mau" ucap Kavandra .


"Kamu mau apa ?"


Terkekeh kecil , Kavandra meletakkan gelas nya yang sudah kosong tadi di atas meja . Tangan nya bersidekap dada .

__ADS_1


"Memang nya jika saya menginginkan nya , apa anda bisa menuruti nya ?" Tantang nya .


"Saya akan melakukan apa pun . Tapi kan ih harus pergi dari hidup Marsha , Jangan pernah ganggu hidup nya lagi . Biarkan dia bahagia dengan Arga ."


Kavandra tersenyum getir mendengar nya . Sesak , itu pasti yang di rasakan oleh nya , tapi mau bagaimana pun , kenyataan nya saat ini , Marsha juga bukan milik nya . Marsha sudah menjadi istri orang lain . Walaupun Kavandra menyangkal nya , tapi tetap , status Arga lebih tinggi dari diri nya .


"Saya hanya meminta Marsha " ucap Kavandra .


Jordan membulat kan kedua bola mata nya , tangan nya mengepal kuat . "Saya sudah bilang ! Apa pun . Jangan Marsha" ucap Jordan dengan nafas yang memburu , sungguh berbicara dengan Kavandra sangat menyebalkan .


Kavandra terkekeh . Lalu bangkit dari duduk nya . Mendekat ke arah Jordan yang masih menatap tajam ke arah nya .


"Bagaimana hm ? Bagaimana rasa nya om ? Dulu posisi kakek saya yang meminta kepada anda seperti ini . Tapi sayang nya anda tidak sama sekali menghiraukan nya . Anda tetap dengan keegoisan anda . Sampai papa saya menghembuskan nafas nya terakhir , nama istri anda di sebut oleh nya ." Menghela nafas nya kasar , Kavandra mengubah ekspresi wajah nya menjadi datar kembali .


"Saya benci . Jujur saya sangat benci . Mama saya tidak di anggap sama sekali . Mama saya hanya di anggap sebagai wanita pelarian . Sampai mama saya stres dan pergi juga . Ini semua karena ke egoisan anda. Dan sekarang anda mau mengulang nya kembali hm ? Anda ingin mengambil kebahagiaan anak sahabat yang anda khianati . Padahal permintaan saya sangat sederhana . Saya hanya ingin Marsha , "


Jordan sejenak terpaku dengan perkataan dari Kavandra .


"Tapi kamu salah , Marsha sudah menjadi istri orang--"


"Saya tau ! Saya tidak menyangkal nya . Tapi apa pun itu . Persetan dengan status ! Tanpa restu ataupun apa , saya akan pergi dan membawa Marsha . Mau anda berekspektasi apa pun saya tidak perduli " setelah mengucapkan kata-kata tersebut Kavandra berlalu pergi dari sana .

__ADS_1


Jordan mengepalkan kedua tangan nya . Menatap punggung Kavandra .


"Saya tidak akan membiarkan kamu membawa putri saya "


__ADS_2