
Denzo berjalan dengan gaya santai nya melewati koridor rumah sakit . Jalan nya santai tapi tidak dengan pikiran nya saat sekarang ini , diri nya sangat ketakutan apa lagi baru saja mendapatkan kabar dari sang Mami jika Papi dan adik nya baru saja mengalami kecelakaan . Dan diri nya yang tengah belajar harus di jemput oleh Pak Ujang , sang sopir pribadi keluarga nya .
Cklek ....
"ya ampun , Arga ... Nara ... Kalian Enggak kenapa-kenapa ?" Pekik Mami Reta histeris , sambil menelisik wajah Arga dan juga Nara sang cucu.
Baru masuk saja , Denzo sudah di kejutkan oleh pekikan keras dari sang Oma, Denzo langsung mengedarkan pandangan nya menatap ke arah sang Papi yang tengah duduk di kursi , sedangkan sang adik yang tengah duduk bersandar pada brangkar rumah sakit. Ya kedua nya satu ruangan , karena tidak ada hal yang serius yang mesti di khawatirkan . Denzo lantas mendekat , dan berdiri di samping sang Mami yang tengah menyuapi adik nya makan .
Arga berdecak , melepaskan tangan sang Mami yang terus menerus menelisik wajah nya , walaupun tidak parah , tapi rasa nya masih sakit . Apa mami nya itu tidak tau ...
"Mi sakit tau , jangan pegang-pegang"
"Mangkanya kamu jangan ngebut-ngebut naik mobil nya . Dan lihat kamu ngebahayain nyawa cucu mami . Lihat ..." Mami Reta yang tadi nya iba kini berubah menjadi galak , tangan nya menunjuk ke arah Nara sang cucu yang tengah makan .
"Kalau sampai terjadi sesuatu sama cucu mami , kamu mami sate !" Sembur mami Reta lagi .
Arga mencebikkan ujung bibir nya , "tadi khawatir , lah sekarang malah ngomel, enggak jelas banget ..." Lalu mata nya beralih ke arah sang istri . "Yang sakit ini ... Usapin " rengek nya .
Mami Reta langsung memukul lengan Arga , membuat Arga meringis . "Kamu manja banget sih , enggak lihat apa istri kamu masih nyuapin makan Nara ? Kamu udah tua juga enggak nyadar ! Malu sama Denzo !" Cetus mami Reta dengan wajah super galak nya .
"Salah lagi , dasar mami tiri " gumam Arga yang masih bisa di dengar oleh mami Reta .
Mami Reta sudah membulatkan kedua bola mata nya , "kamu bilang apa ?!!"
Arga langsung meringis , "maaf mi...."
Mami Reta hanya mendengus , lantas duduk di sofa tempat Papi Darta yang sedari tadi menghela nafas nya kasar mendengar perseteruan keluarga nya . Pusing juga sebenarnya sih ,
Denzo menghela nafas nya kasar , pusing juga melihat oma dan Papi nya itu . Pandangan Denzo lalu beralih menatap ke arah sang adik , tangan nya terangkat mengelus puncak kepala sang adik dengan lembut .
"Are you okey ?" Tanya Denzo , meski sering berantem dengan asik nya itu , tapi diri nya juga sangat khawatir .
Nara mengangguk lemah , "I'ts okey , kamu enggak usah khawatir , aku kan wonderwoman " sahut nya di akhiri kekehan di ujung kalimat nya .
__ADS_1
Denzo mendengus , melihat tingkah Nara , sudah sakit tapi tingkah nya enggak ada obat .
"Makan yang banyak , supaya kamu cepat pulih !" Ucap Denzo lembut .
Nara mengangguk , lalu kembali menerima suapan dari sang Mami .
Arga berdecak kesal , menatap ke arah Denzo , membuat Denzo yang mengalihkan pandangan ke arah sang Papi mengangkat kedua alis nya , seolah bertanya apa .
"Kamu enggak tanya kondisi papi ?" Tanya Arga .
Denzo memutar bola mata nya jengah , "enggak usah di tanya juga , aku lihat papi baik-baik aja kok" sahut nya enteng.
Sialan
Dasar anak kurang ajar !
"Sayang lihat tu si Denzo , Enggak perduli sama aku" rengek Arga seperti anak bayi .
"Is papi , malu dong sama Nara , Nara aja enggak ngerengek kayak papi ! Is udah tua enggak tau malu " desis Nara julid .
Nara memutar bola mata nya jengah , mendengar perkataan dari sang papi .
Enggak tahu malu !
"Udah mi , mami urus Papi aja , biar aku yang suapin Nara " ucap Denzo menengahi , Denzo lalu meraih piring dari tangan sang Mami .
Marsha mengangguk kan kepala nya . Lalu beralih menatap sang suami . "Kamu mau apa ?" Tanya Marsha lembut .
Arga menampilkan wajah sok dramatisis nya , membuat Nara dan Denzo mencebikkan ujung bibir nya .
"Sakit sayang , mau di peluk " rengek Arga .
Uwek
__ADS_1
Rasa nya semua yang ada di ruangan itu mau muntah mendengar perkataan Arga .
Tapi Marsha tetap menurut , mendekap tubuh sang suami dengan sayang , sambil mengelus wajah nya dengan lembut.
"Enggak tau malu , udah tua juga" ledek mami Reta yang hanya di abaikan oleh Arga , Arga masih nyaman dengan pelukan sang istri .
Papi Darta hanya menggeleng kan kepala nya , melihat tingkah putra nya yang sudah punya anak dua itu tidak tau malu .
____oOo____
"Ck , kamu ini masih kecil Raka !" Ucap Arkana yang sudah jengah mendengar permintaan sang putra yang sedari meminta anak gadis orang . Ya ampun rasa nya Arkana bisa gila kalau seperti ini .
"Aku mau dia titik .. enggak pakai koma Yah " ucap Raka datar tanpa ekspresi .
Arkana menghela nafas nya kasar , meraup wajah nya , lalu meraih gelas yang sudah berisi jus dari tangan sang istri . Ya kedua nya sudah sampai di rumah , tadi ada perdebatan panjang , dan Arkana mau tidak mau menggendong tubuh anak nya itu yang terus-menerus tidak mau pulang . Walaupun sudah mendapatkan beberapa pukulan di badan nya , tapi Arkana tidak menyerah , tetap menggendong tubuh putra nya itu . Ya walaupun jujur sih sakit terkena pukulan dari putra nya itu . Tenaga Raka ternyata tidak main-main . Tenaga nya sungguh di luar batas anak seusia nya .
"Yah , emang siapa sih yang di maksud sama Raka ?" Tanya Ria yang juga penasaran . Sebab baru kali ini diri nya melihat sang putra menginginkan sesuatu , apa lagi seorang gadis kecil .
"Boneka hidup Bunda " bukan Arkana yang menjawab , tapi Raka lah yang menjawab nya ,
Cih ! Arkana berdecih , lalu menghempaskan tubuh nya di atas sofa , memijit pelipisnya yang berdenyut .
Ria tersenyum , lalu melangkah mendekat ke arah sang putra , duduk di samping nya .
"Kamu serius suka ?" Tanya Ria .
Raka langsung menoleh dan mengangguk antusias, dengan senyuman tipis dan itu langsung membuat Arkana dan Ria terlonjak kaget .
Ini langkah ... Sangat langkah .... Baru kali ini mereka melihat putra semata wayangnya itu tersenyum . Ya walaupun sangat tipis .
"Aku serius ! Aku suka , dan aku mau dia" sahut nya datar namun penuh dengan penekanan di setiap kata nya .
Ria tertegun , lalu meraih jari mungil putra nya dan menggenggam nya erat . "Nanti malam kita ke rumah sakit , kita kunjungi keluarga nya " ucap Ria yang langsung mendapatkan senyuman tipis lagi dari bibir sang putra .
__ADS_1
Sedangkan Arkana ingin protes namun urung ketika melihat tatapan Ria yang tajam ke arah nya .
"Oke oke , Aku ngalah !"