
"Dokter²" panggil salah satu perawat yang ada di dalam ruangan ICU .
Dokter tersebut menoleh ke belakang , menatap perawat tersebut.
"Dok , pasien yang tadi , detak jantung nya muncul lagi " ucap sang perawat .
Dokter tersebut langsung berlari masuk ke dalam ruang ICU lagi .
Deg
Semua jantung orang yang berada di sana berpacu cepat . Mereka bangkit , lalu berdiri tepat di depan ruangan ICU , menunggu dokter kembali keluar dari dalam sana . Wajah mereka menegang , mereka berdoa , berharap ada sebuah keajaiban yang akan terjadi . Mereka berharap sepenuhnya untuk Kavandra .
Lima belas menit lama nya dokter berada di dalam sana akhirnya keluar . Dokter tersebut sampai terkejut ketika membuka pintu ruangan tersebut , si suguhkan oleh orang-orang yang sudah berdiri di depan ruangan tersebut .
Seulas senyum terbit di kedua sudut bibir sang dokter , menghembuskan nafas nya panjang , sang dokter menatap seluruh orang yang ada di sana . "Alhamdulillah , ini suatu keajaiban yang sangat luar biasa . Pasien yang sebelumnya di nyatakan meninggal dunia , kini detak jantung nya kembali lagi . Bahkan pasien sudah melewati masa koma nya "
Semua orang tersenyum bahagia , mereka semua nya saling berpelukan . Termasuk Marsha . Marsha yang sedari tadi berurai dengan air mata kini seulas senyum terbit di bibir nya . Marsha sampai menangkup kedua tangan nya mengucap syukur .
"Dok , apa boleh kami masuk ?" Tanya Kakek Malik .
Dokter tersebut mengangguk kan kepala nya. "Silahkan . Tapi kalau bisa , sebagian dulu ya pak , karena kondisi pasien yang masih lemah . Dan satu tidak boleh ribut" ujar sang dokter yang langsung di anggukin oleh semua nya .
Kakek Malik , Marsha dan Omi adalah orang yang pertama masuk ke dalam .
Marsha duduk di samping brangkar Kavandra , menelisik wajah tampan itu yang masih memucat , ada rasa nyeri di dalam hati nya .
"Maafin aku ya" lirih Marsha sambil menundukkan kepala nya . Perasaan bersalah mencuat di dalam hati nya . Apa lagi ketika Marsha mendapatkan surat tadi .
"Vandra "
"Sha , yuk , biar Vandra istirahat dulu , kita keluar dulu . Yang penting kita udah lihat dia baik-baik aja . " Ucap Omi memegang pundak Marsha .
"Tapi Omi --"
"Marsha , kakek tau kamu khawatir sama Vandra . Sebentar lagi Vandra pasti siuman kok . Kan kamu denger sendiri tadi dokter bilang apa , ayo , kamu juga belum makan dari tadi "
Marsha mengangguk kan kepala nya , lalu beranjak dari duduk nya . Mereka semua ingin melangkah kan kaki nya keluar , namun suara ringisan dari Kavandra membuat semua nya membalikkan tubuh nya , mereka langsung mendekat ke arah Kavandra .
"Vandra - Vandra " panggil Marsha .
Kavandra memegangi kepala nya yang berdenyut .
"Panggil dokter " ucap kakek Malik .
__ADS_1
Marsha mengangguk , lalu buru-buru keluar , memanggil dokter .
Tidak lama Marsha datang bersama dengan dokter , Reni dan Mama nya juga ikut masuk ke dalam , khawatir terjadi sesuatu lagi dengan Kavandra .
Dokter memeriksa Kavandra ,
"Bagaimana dokter ? " Tanya Kakek Malik .
Dokter tersebut menatap Kakek Malik . "Tidak apa-apa Pak , ini hanya efek obat saja " sahut sang dokter .
Lalu detik itu juga Kavandra membuka kedua bola mata nya . Mengerjap-ngerjap kan nya menyesuaikan nya dengan sinar yang menyeruak ke indera penglihatan nya .
"Vandra " panggil Marsha .
Kavandra menoleh ke arah sumber suara , lalu menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Sayang kamu sudah sadar " seru kakek Malik .
Kavandra menatap kembali kakek Malik , tapi hanya diam , tidak menjawab pertanyaan nya .
"Vandra , ada yang sakit ?" Tanya Marsha lagi . Kini raut wajah nya sudah sangat khawatir .
Kavandra masih diam .
Reni meringis , menampakkan deretan gigi nya . "Bercanda Ma"
"Enggak usah di suasana tegang begini juga " bisik sang Mama .
Reni cengengesan . Lalu mereka kembali menatap ke arah Kavandra yang masih menatap mereka semua dengan tatapan yang sulit di artikan .
"Van-"
"Kalian siapa ?"
Deg
____oOo___
"Kak " panggil seorang pria yang baru saja sampai di salah satu rumah sakit jiwa di Jakarta . Diri nya mendekati sang kakak yang kini duduk di sebuah kursi sembari menatap lurus ke depan .
"Lo datang juga rupa nya "
"Kak , aku pasti datang , ini hari ulang tahun adik kita " lirih nya dengan kepala yang menunduk .
__ADS_1
"Udah dapet kabar dari Kavandra ?" Tanya sang kakak .
Pria itu menggeleng kan kepala nya . "Emang nya Vandra kenapa kak ?"
Terkekeh sang kakak , meraih cerutu yang ada di atas meja , lalu memantik nya deng korek , menghisap nya , hingga kepulan asap menggembung di udara . "Kavandra udah mati"
Deg
Jantung pria itu berdetak kencang , kaki nya lemas , rasa nya tidak sanggup berdiri .
"Kak --"
"Gue enggak bercanda . Gue serius . Gue yang udah mastiin semua nya " ucap nya lagi .
"Tapi kak , ini salah . Kita enggak perlu sejauh ini " nafas nya tercekat di tenggorokan , rasa nya sangat sesak di dada nya saat diri nya mengetahui fakta tersebut .
Sang kakak terkekeh . "Lihat !" Tunjuk nya ke arah seorang wanita yang tengah duduk melamun di sudut ruangan tersebut .
"Lihat dia -- lihat adik kita . Dia kayak gitu karena ulah Kavandra dan Arga !!" Pekik nya .
Lalu sang kakak bangkit dari duduk nya , menghampiri pria itu yang mata nya sudah memanas . "Mungkin Lo enggak lupa kan ?" Bisik nya di telinga pria itu .
Pria itu menggeleng kan kepala nya . "Tapi , kalau Mama tau --"
"Mama enggak bakalan tau "
"Kak "
"Gue udah ucapin selamat ulang tahun buat adik gue . Kalau Lo masih anggap dia adik Lo , Lo harus ngucapin juga . Dan --" menjedah nya , menghisap cerutu nya lagi . "Lo harus siap sama rencana kita selanjutnya " sambung nya lagi , lalu berlalu dari sana .
Pria itu mengepalkan kedua tangan nya . Memejamkan mata nya sesaat , lalu melangkah kan kaki nya menuju ke arah sang adik .
Duduk di sana , memandangi wajah pucat sang adik , jangan lupakan air mata yang terus mengalir membasahi pipi nya . Dan tatapan kosong sang adik yang semakin membuat hati nya teriris . Mengelus Surai panjang sang adik yang berantakan , pria itu menghela nafas nya panjang .
"Kamu harus sembuh Nes . Kakak mau kamu sembuh ." Ucap nya .
"Selamat ulang tahun sayang "
cup
Pria itu mengecup kening sang adik , lalu menghela nafas nya panjang , pria itu bangkit dari duduk nya ,
"kakak pamit pulang dulu , besok kalau ada waktu kakak datang lagi oke . Janji ya sama kakak , kalau kamu bakalan sembuh dan bertahan buat kakak " ucap nya lagi ,
__ADS_1
Lalu pria itu melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan tersebut .