Cinta Marsha

Cinta Marsha
Episode 16


__ADS_3

"Dokter²" panggil salah satu perawat yang ada di dalam ruangan ICU .


Dokter tersebut menoleh ke belakang , menatap perawat tersebut.


"Dok , pasien yang tadi , detak jantung nya muncul lagi " ucap sang perawat .


Dokter tersebut langsung berlari masuk ke dalam ruang ICU lagi .


Deg


Semua jantung orang yang berada di sana berpacu cepat . Mereka bangkit , lalu berdiri tepat di depan ruangan ICU , menunggu dokter kembali keluar dari dalam sana . Wajah mereka menegang , mereka berdoa , berharap ada sebuah keajaiban yang akan terjadi . Mereka berharap sepenuhnya untuk Kavandra .


Lima belas menit lama nya dokter berada di dalam sana akhirnya keluar . Dokter tersebut sampai terkejut ketika membuka pintu ruangan tersebut , si suguhkan oleh orang-orang yang sudah berdiri di depan ruangan tersebut .


Seulas senyum terbit di kedua sudut bibir sang dokter , menghembuskan nafas nya panjang , sang dokter menatap seluruh orang yang ada di sana . "Alhamdulillah , ini suatu keajaiban yang sangat luar biasa . Pasien yang sebelumnya di nyatakan meninggal dunia , kini detak jantung nya kembali lagi . Bahkan pasien sudah melewati masa koma nya "


Semua orang tersenyum bahagia , mereka semua nya saling berpelukan . Termasuk Marsha . Marsha yang sedari tadi berurai dengan air mata kini seulas senyum terbit di bibir nya . Marsha sampai menangkup kedua tangan nya mengucap syukur .


"Dok , apa boleh kami masuk ?" Tanya Kakek Malik .


Dokter tersebut mengangguk kan kepala nya. "Silahkan . Tapi kalau bisa , sebagian dulu ya pak , karena kondisi pasien yang masih lemah . Dan satu tidak boleh ribut" ujar sang dokter yang langsung di anggukin oleh semua nya .


Kakek Malik , Marsha dan Omi adalah orang yang pertama masuk ke dalam .


Marsha duduk di samping brangkar Kavandra , menelisik wajah tampan itu yang masih memucat , ada rasa nyeri di dalam hati nya .


"Maafin aku ya" lirih Marsha sambil menundukkan kepala nya . Perasaan bersalah mencuat di dalam hati nya . Apa lagi ketika Marsha mendapatkan surat tadi .


"Vandra "


"Sha , yuk , biar Vandra istirahat dulu , kita keluar dulu . Yang penting kita udah lihat dia baik-baik aja . " Ucap Omi memegang pundak Marsha .


"Tapi Omi --"


"Marsha , kakek tau kamu khawatir sama Vandra . Sebentar lagi Vandra pasti siuman kok . Kan kamu denger sendiri tadi dokter bilang apa , ayo , kamu juga belum makan dari tadi "


Marsha mengangguk kan kepala nya , lalu beranjak dari duduk nya . Mereka semua ingin melangkah kan kaki nya keluar , namun suara ringisan dari Kavandra membuat semua nya membalikkan tubuh nya , mereka langsung mendekat ke arah Kavandra .


"Vandra - Vandra " panggil Marsha .


Kavandra memegangi kepala nya yang berdenyut .


"Panggil dokter " ucap kakek Malik .

__ADS_1


Marsha mengangguk , lalu buru-buru keluar , memanggil dokter .


Tidak lama Marsha datang bersama dengan dokter , Reni dan Mama nya juga ikut masuk ke dalam , khawatir terjadi sesuatu lagi dengan Kavandra .


Dokter memeriksa Kavandra ,


"Bagaimana dokter ? " Tanya Kakek Malik .


Dokter tersebut menatap Kakek Malik . "Tidak apa-apa Pak , ini hanya efek obat saja " sahut sang dokter .


Lalu detik itu juga Kavandra membuka kedua bola mata nya . Mengerjap-ngerjap kan nya menyesuaikan nya dengan sinar yang menyeruak ke indera penglihatan nya .


"Vandra " panggil Marsha .


Kavandra menoleh ke arah sumber suara , lalu menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Sayang kamu sudah sadar " seru kakek Malik .


Kavandra menatap kembali kakek Malik , tapi hanya diam , tidak menjawab pertanyaan nya .


"Vandra , ada yang sakit ?" Tanya Marsha lagi . Kini raut wajah nya sudah sangat khawatir .


Kavandra masih diam .


Reni meringis , menampakkan deretan gigi nya . "Bercanda Ma"


"Enggak usah di suasana tegang begini juga " bisik sang Mama .


Reni cengengesan . Lalu mereka kembali menatap ke arah Kavandra yang masih menatap mereka semua dengan tatapan yang sulit di artikan .


"Van-"


"Kalian siapa ?"


Deg


____oOo___


"Kak " panggil seorang pria yang baru saja sampai di salah satu rumah sakit jiwa di Jakarta . Diri nya mendekati sang kakak yang kini duduk di sebuah kursi sembari menatap lurus ke depan .


"Lo datang juga rupa nya "


"Kak , aku pasti datang , ini hari ulang tahun adik kita " lirih nya dengan kepala yang menunduk .

__ADS_1


"Udah dapet kabar dari Kavandra ?" Tanya sang kakak .


Pria itu menggeleng kan kepala nya . "Emang nya Vandra kenapa kak ?"


Terkekeh sang kakak , meraih cerutu yang ada di atas meja , lalu memantik nya deng korek , menghisap nya , hingga kepulan asap menggembung di udara . "Kavandra udah mati"


Deg


Jantung pria itu berdetak kencang , kaki nya lemas , rasa nya tidak sanggup berdiri .


"Kak --"


"Gue enggak bercanda . Gue serius . Gue yang udah mastiin semua nya " ucap nya lagi .


"Tapi kak , ini salah . Kita enggak perlu sejauh ini " nafas nya tercekat di tenggorokan , rasa nya sangat sesak di dada nya saat diri nya mengetahui fakta tersebut .


Sang kakak terkekeh . "Lihat !" Tunjuk nya ke arah seorang wanita yang tengah duduk melamun di sudut ruangan tersebut .


"Lihat dia -- lihat adik kita . Dia kayak gitu karena ulah Kavandra dan Arga !!" Pekik nya .


Lalu sang kakak bangkit dari duduk nya , menghampiri pria itu yang mata nya sudah memanas . "Mungkin Lo enggak lupa kan ?" Bisik nya di telinga pria itu .


Pria itu menggeleng kan kepala nya . "Tapi , kalau Mama tau --"


"Mama enggak bakalan tau "


"Kak "


"Gue udah ucapin selamat ulang tahun buat adik gue . Kalau Lo masih anggap dia adik Lo , Lo harus ngucapin juga . Dan --" menjedah nya , menghisap cerutu nya lagi . "Lo harus siap sama rencana kita selanjutnya " sambung nya lagi , lalu berlalu dari sana .


Pria itu mengepalkan kedua tangan nya . Memejamkan mata nya sesaat , lalu melangkah kan kaki nya menuju ke arah sang adik .


Duduk di sana , memandangi wajah pucat sang adik , jangan lupakan air mata yang terus mengalir membasahi pipi nya . Dan tatapan kosong sang adik yang semakin membuat hati nya teriris . Mengelus Surai panjang sang adik yang berantakan , pria itu menghela nafas nya panjang .


"Kamu harus sembuh Nes . Kakak mau kamu sembuh ." Ucap nya .


"Selamat ulang tahun sayang "


cup


Pria itu mengecup kening sang adik , lalu menghela nafas nya panjang , pria itu bangkit dari duduk nya ,


"kakak pamit pulang dulu , besok kalau ada waktu kakak datang lagi oke . Janji ya sama kakak , kalau kamu bakalan sembuh dan bertahan buat kakak " ucap nya lagi ,

__ADS_1


Lalu pria itu melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan tersebut .


__ADS_2