
Marsha masih diam tidak bergeming , pandangan nya lurus ke depan , menatap kosong hamparan bunga dan tanaman yang menghiasi tempat tersebut . Ya posisi nya saat ini Marsha tengah berada di sebuah taman , yang tidak jauh dari tempat Kavandra membawa nya tadi .
Marsha masih menata hati nya , masih memikirkan kejutan demi kejutan yang menghampiri hidup nya . Sampai sebuah tangan besar mengisap kepala nya . Awal nya Marsha tersentak , namun diri nya akhirnya tenang , ketika tau siapa pemilik tangan tersebut walaupun tanpa melihat .
"Boleh Papa duduk Sha ?" Tanya papa Jordan
Marsha mengangguk , walaupun pandangan nya masih setia menatap ke arah depan .
Papa Jordan menghembuskan nafas nya panjang , lalu menjatuhkan bokong nya duduk di samping sang putri semata wayangnya . Mengelus rambut putri nya dengan sayang , yang ternyata saat ini sudah menjadi istri dari anak sahabat nya.
Hening , hanya ada keheningan di antara kedua nya , sampai papa Jordan mengatakan sesuatu ,
"Mau dengar cerita ?"
Marsha diam , tidak menjawab .
Menghembuskan nafas nya kasar , Papa Jordan menegakkan tubuh nya . Menatap lurus seperti apa yang di lakukan oleh sang putri.
"Kejadian beberapa tahun lalu harus terulang lagi. "
__ADS_1
Marsha diam , namun tetap mendengar kan .
"Kejadian yang membuat kenangan masa lalu terulang lagi , antara Papa, Mama mu dan Papa nya Kavandra. Sama seperti saat ini , Kamu , Arga dan juga Kavandra ."
Marsha langsung menoleh ke arah sang Papa , sungguh diri nya sangat terkejut apa yang di ucapkan oleh Papa nya .
Papa Jordan terkekeh , tanpa melihat sang putri , pandangan nya masih setia ke depan .
"Beda nya , Papa yang pemeran Kavandra dulu . Dan Mama kamu harus terpaksa mencintai Papa demi sebuah keegoisan Papa . Dan dulu pemeran Arga lah yang kalah . Papa nya Kavandra , Dia rela melepaskan Mama kamu untuk Papa . Ya walaupun sampai hembusan nafas terakhir nya , cinta nya hanya untuk Mama kamu . Dan Mama kamu pun sama . Butuh bertahun-tahun untuk bisa mencintai Papa . Walaupun sudah ada kamu , tapi cinta nya masih tertuju untuk orang lain . Dan papa menyadari itu . Sebab itu lah kenapa Papa membenci Kavandra ketika melihat nya . Papa benci wajah nya . Wajah nya mengingat kan Papa kepada Papa nya . Sahabat Papa . Orang yang sudah membuat Papa bertahun-tahun harus merasakan sakit hati ketika Mama kamu masih menyimpan perasaan nya "
Deg
"Pa --"
"Papa tau kamu kecewa sama Kavandra , Papa tau Sha . Tapi sebagai sahabat kamu harus memaafkan dia . Papa juga merasakan apa yang di rasakan oleh Kavandra . Sulit untuk melepaskan orang yang kita cintai . Sampai Papa nekad bunuh diri dan Mama kamu barulah menerima Papa Sha . Tapi apa yang papa lakukan salah . Papa sungguh menyesal . Bukan berarti Papa menyesal sudah menikah dengan Mama kamu . Andai waktu bisa terulang kembali , papa lebih memilih melepas kan Mama kamu . Papa enggak tega ngelihat seberapa hancur nya sahabat papa dulu ketika papa sudah menikah dengan Mama kamu . Tapi papa seolah tuli dan buta , papa tidak memperdulikan nya . "
"Sha , Arga sekarang sudah menjadi suami sah kamu . Hubungan kalian sudah sangat tinggi . Dan papa mau kamu menghormati dan menghargai suami kamu Sha . Kenapa papa lebih milih Arga ? Itu juga karena kakek kamu yang meminta Sha . Papa sebenarnya ingin kamu menikah dengan Kavandra untuk menebus kesalahan papa dulu . Tapi perasaan kamu dan janji terakhir kakek lah yang membuat niat papa urung. Papa kalah , papa tidak ingin memisahkan dua orang yang saling mencintai lagi ."
"Pa , " Marsha sudah berderai dengan air mata yang mengenang di pipi nya .
__ADS_1
Papa Jordan menghembuskan nafas nya kasar . "Papa akan bicara dengan Kavandra . Dan semoga dia mau ikhlas . Papa tidak mau kesalahan masa lalu terulang kembali . Terlebih sekarang kamu sudah menjadi istri Arga " ucap Papa Jordan menoleh ke arah Marsha , lalu tangan nya terangkat menghapus buliran bening yang masih menetes di pipi nya .
"Pa peluk "
Papa Jordan tersenyum , lalu merengkuh tubuh mungil sang putri dengan sayang , mengecup puncak kepala nya , dan tidak lupa mengelus rambut panjang nya .
"Marsha sayang Papa "
Dan tanpa mereka sadari Arga yang mencari Marsha tadi sudah ada di belakang kedua nya . Arga mendengar semua cerita dari papa mertua nya . Arga juga sama terkejut nya . Namun diri nya tetap tenang .
"Aku janji Sha , aku bakalan buat kamu bahagia "
___oOo___
"arggh gue harus ngelakuin cara apa lagi supaya Marsha bisa sama gue " teriak Kavandra frustasi . Kavandra Sampai menghancurkan barang-barang yang ada di dekat nya . Tidak perduli dengan luka lebam yang ada di wajah nya . Rasa sakit nya tidak sebanding dengan rasa sakit hati nya saat sekarang ini . Rencana nya gagal total . Rencana membawa Marsha pergi gagal .
"gue harus ngelakuin sesuatu . Gue enggak mau Marsha sama Arga . Gue enggak bakalan rela sama sekali . Gue cinta mati sama dia ". ucap nya lagi .
Setelah lama berpikir , akhirnya sebuah senyuman miring terbit di bibir Kavandra . Menyugar rambut nya kebelakang , Kavandra lalu menjatuhkan tubuh nya di sofa .
__ADS_1
"gue yakin kali ini Lo bakalan jadi milik gue Sha " ucap Kavandra .