
Omi panik setengah mati , ketika melihat angka jarum jam di dinding yang sudah menunjukkan angka 11 malam . Omi membuka tirai jendela milik nya , melirik memastikan jika sang cucu akan pulang , namun hasil nya nihil , Marsha belum pulang sama sekali .
"Kamu kemana Sha!" Panik Omi .
Menghubungi Marsha , itu sedari tadi yang di lakukan oleh wanita rentan usia itu . Mencoba nya sudah berkali-kali , namun sang cucu agak nya belum sama sekali mengangkat panggilan telepon nya . Sedangkan 30 menit lagi , Kedua orang tua Marsha akan tiba , jika mengetahui Marsha tidak ada di rumah , Jordan-- papa Marsha bisa ngamuk besar . Terlebih alasan Marsha pergi karena menemui Kavandra . Tidak terbayangkan oleh Omi , jika kebencian yang di tanam oleh putra nya Jordan kepada keluarga Alinda akan semakin bertambah .
Flashback ♥
"Mi, Jordan sama Nia pergi sebentar ya , ada yang ingin kami urus tentang pernikahan Marsha yang seminggu lagi di gelar " pamit Jordan sembari meraih punggung tangan sang Ibu , mencium nya dengan takjim .
Setelah acara pertunangan tadi selesai , Darta dan juga sang istri Reta meminta kepada Jordan dan Nia untuk pergi ke suatu tempat , membicarakan tentang persiapan pernikahan anak mereka . Walaupun acara nya di adakan secara sederhana , dan hanya keluarga saja yang menghadiri nya . Tetapi kedua pasang orang tua itu ingin yang sepesial di hari istimewa kedua anak nya . Jika tidak mengingat kedua nya masih mengeyam pendidikan di bangku SMA , mungkin orang tua kedua nya sudah memeriahkan acara pernikahan mereka . Dan satu ? Kenapa mereka tidak menikah sewaktu lulus saja !! Alasan nya karena kakek Zayn dan Oni Cinde sudah bosan dengan tingkah laku Arga yang sangat susah di atur itu . Mereka berharap Arga bisa berubah setelah menikah dengan Marsha .
"Apa tidak bisa besok saja ?" Tanya Omi ,
Jordan menggeleng kan kepala nya sembari tersenyum ke arah sang Mami . "Mami tenang oke , aku dan Nia pasti pulang tepat waktu kok . Lagian mas Darta besok ada meeting penting, jadi besok enggak bisa Mi . " Ucap Jordan .
Omi menghembuskan nafas nya kasar. Bukan melarang sang anak pergi malam-malam , dan diri nya sudah biasa dengan kepergian anak dan menantu nya tengah malam , tapi kali ini perasaan nya tidak enak sama sekali . Entah kenapa . Tapi rasa nya hal ini sama dengan perasaan diri nya sewaktu Jaiden-- saudara kembar' Jordan mengalami kecelakaan beberapa tahun yang lalu .
"Mi , mas Jordan bawa mobil nya hati -hati kok . Aku selalu ingetin " seru Nia , yang seakan tau apa isi hati dari ibu mertua nya itu.
Omi mengangguk kan kepala nya. "Kalian hati-hati ya . Kalau bisa pulang nya jangan terlalu larut . Kan kalian besok harus bekerja lagi . Mami enggak mau kalau kalian sakit ."
"Iya mi , Jordan usahakan , jam 11 : 30 Jordan dengan Nia sudah pulang "
Omi mengangguk kan kepala nya .
Jordan dan Nia mengangguk kan kepala nya . Setelah itu kedua nya pergi .
"Omi - Omi - Omi " Marsha menggedor pintu kamar Omi nya , gadis cantik itu terlihat sangat panik .
Omi yang ingin memejamkan kedua bola mata nya langsung terperanjat kaget . Wanita rentan itu beranjak bangun lalu melangkah kan kaki nya menuju pintu .
Cklek
__ADS_1
"Ada apa Sha ? " Tanya Omi .
"Omi , Marsha minta ijin ya, buat keluar . Tadi temen nya Vandra bilang , kalau Vandra lagi mabuk mi . Jadi temen nya minta buat Marsha bawa Vandra pulang . Karena mereka takut sama kakek Malik mi." Ucap Marsha .
Omi terkejut , "emang enggak bisa apa kamu telepon orang lain aja . Atau enggak si Arga . Biar dia yang jemput " Omi jelas keberatan membiarkan cucu nya pergi malam-malam begini .
Marsha menggeleng kan kepala nya . "Omi .... Vandra sama Arga itu enggak pernah akur Omi "
Omi menghembuskan nafas nya panjang . "Baiklah , kamu hati-hati ya Sha . Omi mau jam 10 kamu sudah sampai di rumah . Sebelum Mama dan Papa mu pulang " peringat Omi , Marsha langsung mengangguk kan kepala nya .
Marsha pamit , Omi menatap kepergian sang cucu dengan tatapan yang sangat sulit di artikan .
-----
"Ayo Sha , angkat telpon Omi " seru Omi khawatir , jari nya tidak henti-henti nya menekan tombol panggilan untuk menghubungi Marsha .
___oOo___
Marsha tidak pernah terpikirkan jika Arga menyuruh nya kemari , hanya untuk melihat pria itu bermesraan dengan Vera .
Sungguh hati Marsha sangat sakit melihat nya. Pria yang di cintai nya dan seminggu lagi akan resmi menjadi suami nya , ternyata tega bermesraan dengan wanita lain . Dan apakah Marsha sanggup ke depan nya, melihat Arga seperti itu .
Marsha terluka , Marsha sangat terluka ..
"Sha ... Yuk gue antar pulang " seru Revan yang sudah ada di belakang Marsha . Pria itu mengikuti Marsha setelah memarahi Arga .
Marsha menghapus air mata nya , lalu mendongak kan kepala nya menatap Revan , gadis itu menyunggingkan senyuman manis nya . "Enggak usah Van , aku bisa pulang sendiri " tolak Marsha lembut.
Revan menghela nafas nya dalam , "ini udah jam 10 lewat Sha ... Gue enggak mau terjadi sesuatu sama Lo . " Ucap Revan yang jelas khawatir takut terjadi sesuatu kepada Marsha .
Marsha menggeleng kan kepala nya . "Enggak Van , tadi aku pergi kemarin nya juga sendiri kok . Jadi aku pulang sendiri juga. Thanks ya Van atas tawaran kamu . Aku permisi " Marsha langsung masuk ke dalam mobil milik nya , lalu melajukan nya meninggalkan apartemen tersebut .
Revan menatap nanar kepergian Marsha . Revan tau betapa hancur nya hati Marsha tadi . Diri nya juga tau Marsha menangis. Tapi Marsha gadis yang pandai menyembunyikan semua nya . Dia gadis yang sangat sempurna menurut Revan .
__ADS_1
"CK , Lo bodoh Ga !! Lo udah sia-sia in berlian demi sebuah batu " gumam Revan .
___oOo___
Sementara di dalam apartemen Arga , pria itu menatap tajam ke arah Vera .
"Lo gila ! Lo udah buat gue ilfil sama Lo Ver " teriak Arga kesal .
Vera mencebikkan ujung bibir nya . Mencoba meraih lengan kekar Arga , namun Arga langsung menepis nya . Menjauhkan tubuh nya dari Vera . Sungguh Arga sangat muak dengan gadis itu . Jika saja tujuan nya sudah tercapai , Arga akan langsung memutuskan hubungan nya dengan gadis itu .
"Tapi kamu tadi suka kan Ga . Kan kita juga sepasang kekasih . Kamu enggak pernah cium aku selama ini . Jadi enggak salah dong jika aku cium kamu "
Cih
Arga berdecak , "Gue jijik sama Lo " ucap Arga terus terang .
Vera membulat kan kedua bola mata nya , "Ga kamu bercanda kan . ?" Tanya Vera tidak percaya .
Arga tersenyum miring . "Gue enggak bercanda sama sekali . Gue jijik sama Lo Ver . Dan Lo harus tau , kalau gue cuman minta Lo datang kemari aja . Enggak lebih ... Lo cuman gue suruh duduk di sofa !!! Dan gue enggak suruh Lo buat cium-cium gue kayak tadi . Asli gue ilfil " Arga bergidik ngerih membayangkan ketika Vera menempel kan bibir nya ke bibir Arga .
Vera tergelak , kata-kata Arga sangat pedas . "Ga kamu --"
"Pulang " Arga meninggikan intonasi nada suara nya .
Vera menggeleng kan kepala nya . "Aku enggak mau Ga , aku masih --"
"Gue bilang pulang ya PULANG" pekik Arga .
Vera langsung terkejut mendengar pekikan Arga , gadis itu langsung berlari keluar dari apartemen Arga .
Arga mengacak rambut nya frustasi . Rencana nya tidak seperti itu . Dan rencana nya kali ini gagal total .
"Ah bangk*e"
__ADS_1