
Dua puluh menit menempuh perjalanan akhirnya Marsha sudah sampai di sekolah nya. Gadis itu mendesah ketika gerbang sekolah sudah tertutup rapat .
Benar kan perkiraan nya , jika dirinya sudah telat . Bagaimana tidak telat ini sudah pukul 07:30 . Yang artinya dirinya sudah telat 30 menit lama nya.
Melangkah kan kaki nya menuju ke arah gerbang sekolah , mendekat ke arah pembatas , Marsha melengok kan kepala nya , mencari pria paruh baya yang memiliki kumis tebal , tapi jangan di sangka galak , pria paruh baya itu baik nya sungguh luar biasa .
"Pak Asep !"
Pak Asep yang tengah menikmati secangkir kopi sembari membaca koran , mendongak kan kepala nya . Pria paruh baya itu menatap ke arah gerbang sekolah yang sudah di tutup nya . Di sana bisa diri nya lihat jika ada seorang gadis cantik yang tengah berdiri sambil mengulas kan senyuman manis nya .
Pak Asep lantas meletakkan koran , lalu beranjak dari duduk nya. Pria itu melangkah kan kaki nya menuju ke gerbang .
"Eh neng Marsha , tumben telat ?" Tanya pak Asep sembari mengerutkan kening nya . Karena selama Marsha menempuh pendidikan di sekolah ini , pak Asep tidak pernah melihat nya telat . Dan baru kali ini saja diri nya melihat Marsha telat .
Marsha menghembuskan nafas nya panjang , "Bangun nya kesiangan Pak . Oiya pak , boleh enggak di buka in gerbang nya?" Tanya Marsha , berharap pak Asep bisa menolong nya .
Pak Asep diam , tampak berpikir sejenak. "aduh neng sebenarnya nya saya mah mau bukain gerbang nya , tapi --" pak Asep menoleh ke belakang , di sana sudah ada Arga dan anggota OSIS lain nya .
Pak Asep menoleh lagi ke arah Marsha . "Maaf ya neng , " lirih nya merasa bersalah .
Marsha tersenyum , lalu mengangguk kan kepala nya . ",Enggak kenapa-kenapa kok pak , ini juga salah nya saya yang terlambat datang nya " ucap nya .
Pak Asep hanya mengangguk kan kepala nya , lalu Arga dan anggota OSIS lain nya berjalan menuju ke gerbang.
"Buka gerbang nya " titah Arga kepada pak Asep .
Pak Asep menurut , pria paruh baya itu membuka gerbang , lalu Marsha masuk .
"We Marsha , orang paling pintar bisa telat juga tuh" celetuk Dio anggota OSIS .
"Emang sementang anak pintar enggak bisa telat apa ? Dia juga manusia kali Yo" sahut Jefri gemas dengan mulut omes Dio ,
"Seumur -umur baru kali ini gue lihat dia telat , "
"Ya kan--"
"CK diam Lo pada " pekik Arga yang sudah sakit telinga mendengar celotehan teman-teman OSIS nya .
Dio dan Jefri langsung menutup mulut nya .
__ADS_1
Sedangkan Lira , salah satu anggota OSIS itu berjalan mendekat ke arah Marsha . "Yuk Sha , gue tunjukin hukuman buat Lo . Maaf ya gue harus hukum Lo " ucap gadis berambut pendek itu . Gadis itu sangat cer dengan Marsha , karena diri nya teman sekelas Reni .
Marsha hanya mengangguk kan kepala nya . "Enggak apa-apa kali Lir , gue juga salah kok , "
Lira dan Marsha hendak melangkah kan kaki nya , namun suara berat Arga membuat kedua nya berhenti .
"Marsha biar gue yang hukum"
Lira , Dio dan Jefri membulat kan kedua bola mata nya . "Tapi Ga , Lo kan enggak biasa nya ---"
Ucapan Lira terpotong ketika Arga mengangkat tangan nya . "Pergi semua kalian . " Teriak nya .
"Tapi Ga --"
"Gue bilang pergi ya pergi !!"
Lira , Dio dan Jefri langsung meneguk Saliva nya susah payah , aura seram menyelimuti diri Argantara Kusuma .
"Oke - oke kita pergi " ucap Dio mengalah ,
ketiga nya langsung melangkah kan kaki nya pergi . Takut terkena amuk oleh Arga .
"Sha ikut aku !" Ucap Arga tanpa memperdulikan tatapan kesal Marsha , pria itu lalu meraih tangan Marsha , dan menyeret nya . Tanpa memperdulikan Marsha yang terus-menerus menepis tangan nya .
"Lepasin" pekik Marsha .
Arga tidak menghiraukan nya , pria itu terus membawa Marsha ke sebuah ruangan yang tidak terpakai .
Blam
Arga menutup pintu sebuah ruangan yang tak terpakai itu menggunakan kaki nya .
Grep
___oOo__
Kavandra berjalan gontai menuju ke kelas nya , sebelum ke kelas nya pria itu sempat pergi ke kelas Marsha , namun sayang di sana diri nya tidak melihat kehadiran Marsha .
Kavandra menjatuhkan bokong nya di kursi nya , melipat tangan nya di atas meja , lalu membentur kan kepala nya di atas meja , dan memejamkan kedua bola mata nya .
__ADS_1
Bodoh' satu kata itu yang ada di dalam benak nya . Diri nya tidak menyalahkan Tristan , semua ini bermula dari diri nya yang tidak bisa mengendalikan emosi nya .
Di sini diri nya nya lah yang salah , tidak dengan orang lain .
Andai Kavandra tidak terpancing dengan pesan yang di kirim kan Arga , mungkin diri nya tidak akan sampai ke club' Tristan . Dan terlebih -- Marsha tidak akan melihat sisi buruk nya .
Sebuah tepukan di bahu nya membuat Kavandra mendongak , menatap siapa yang berani mengganggu nya .
Menghela nafas nya berat , Kavandra menatap kesal ke arah Joyfen dan Boy yang memasang cengiran handalan kedua nya.
Yuk perkenalkan dulu kedua sahabat Kavandra . Joyfen → pria bertubuh jangkung , kulit sawoh matang , kedua orang tua nya memiliki bisnis kuliner , anak Mami , manja nya tidak ketulungan . Tapi play boy nya luar biasa . Pantang melihat cewek cantik ...
Boy → tampan , hampir sama ciri-ciri nya dengan Joy , tapi sikap nya berbanding kebalik . Pria setia -- hanya kepada satu gadis aja sedari SMP yaitu Reni sepupu Kavandra . Tidak manja , boy hanya memiliki Ibu , ayah nya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu . Boy sangat mandiri , pekerja keras , di usia nya yang masih terbilang sangat muda , diri nya sudah bisa mengembangkan cafe milik almarhum sang ayah yang hampir gulung tikar , dan sekarang menjadi cafe tranding di kalangan remaja . Diri nya juga termasuk pria yang tidak suka menghambur-hamburkan uang.
Tapi kedua nya sama-sama sahabat yang super konyol dan lucu .
Kembali lagi ke awal --
"Lo kenapa ?"
Mendesah , Kavandra menggeleng kan kepala nya. Pikiran nya sudah bercabang entah kemana saja . Memikirkan Marsha yang tidak hadir ke sekolah , lalu semenjak tadi pagi gadis itu tidak menjawab panggilan maupun membalas pesan nya . Kavandra tidak bisa tenang . Kavandra sangat takut jika Marsha marah dan ilfil dengan diri nya.
"Kalau ada masalah bilang Vandra" ucap Boy menepuk pundak Kavandra.
Kavandra lagi-lagi menghela nafas nya dalam , apakah diri nya akan sanggup menceritakan deretan kisah nya tadi malam .
"Gue ---"
"Vandra !!!"
Ketiga nya menoleh , mereka serempak mengerutkan kening nya menatap Reni yang tengah ngos-ngosan mencoba mengatur nafas nya .
"Kenapa beb ?" Tanya Boy .
Reni menghembuskan nafas nya panjang , lalu menatap sepupu nya , tanpa memperdulikan sang kekasih .
"Marsha !!! Marsha lagi di bully sama Vera lagi . "
Mendengar nya , tanpa kata apa pun , Kavandra langsung bangkit dari duduk nya , berlari keluar kelas ..
__ADS_1
___oOo__