
Isak tangis Arga yang sedari tadi di sepanjang perjalanan nya membuat kepala Aega berdenyut ,
Arga berjalan gontai menuju ke apartemen nya , pria itu bahkan hampir limbung kalau tidak Revan menahan tubuh nya .
"Lo harus kuat jalan bentar lagi juga nyampe" ucap Revan .
Arga tidak menyahut , diri nya masih diam seperti orang linglung .
"Ga"
Revan berdecak kesal , mau tidak mau Revan menuntun tubuh Arga yang sudah lemas itu .
"Nyusahin banget sih lo Ga "
Arga tidak menyahut , diri nya masih diam .
Tidak lama Revan sudah sampai di deoan apartemen , Revan lalu meletakkan tubuh Arga di sofa .
Revan memekik terkejut ketika Arga di letakkan di sofa , diri nya sampai membulat kan kedua bola mata nya sangkin syok nya .
"Ga , lo kenapa ? Ga bangun Ga " ucap Revan sambil menepuk-nepuk pipi Arga .
"Ga jangan bercanda . Enggak lucu Arga" ucap lagi Revan .
Revan berdecak , lalu meraih ponsel nya yang berada di saku celana nya , pria itu langsung menghubungi Reta -- Mami Arga .
Panggilan langsung terhubung .
"Halo Van "
__ADS_1
"Tan-- tante , Arga Tante" panik Revan .
Reta yang tengah tertidur langsung membulat kan kedua bola mata nya mendengar nada panik dari Revan , apa lagi ada nama anak nya .
"Van , Arga kenapa ? " Pekik Reta nada suara nya yang tinggi sampai membuat sang suami yang tengah memejamkan kedua bola mata nya, langsung terbangun .
"Mi kenapa sih teriak-teriak ?" Tanya Darta dengan suara serak nya . Tapi tidak di hiraukan oleh Reta .
" Van , cepet bilang , ada apa Van ?"
"Arga tiba-tiba pingsan Tan" sahut Revan .
Reta membulatkan kedua bola mata nya . Lalu menatap sang suami . "Pi , Arga pingsan" teriak nya , yang langsung membuat Darta juga ikutan panik .
"Van , kami ke apartemen sekarang"
Tuuuut
"Gue harus hubungi Marsha deh, mana tau langsung siuman tuh bocah" ucap Revan yang langsung mendeal Nomor Marsha .
Untung saja panggilan pertama yang di layangkan oleh Revan langsung terhubung ,
Marsha yang tengah tertidur langsung membuka mata nya ketika nada dering di ponsel nya berbunyi . Di sana tertera nama Revan , Marsha langsung mengangkat nya .
"Halo Van ada apa ?"
"Sha , Arga , Sha , Arga pingsan" ucap Revan tho the point .
Marsha panik bukan main , diri nya yang lagi tertidur lamgsung bangkit dan berdiri . "Kamu dimana Van ? Aku ke sana sekarang " ucap Marsha .
__ADS_1
"Gue lagi di apartemen ni , gue juga lagi nungguin Tante Reta sama Om Darta , "
"Oke , aku kesana ,"
Lalu Marsha langsung melangkah kan kaki nya ke kamar kedua orang tua nya.
Tok
Tok
Tok
"Pa , Ma " panggil Marsha sembari mengetuk pintu kamar kedua orang tua nya .
Jordan dan Nia yang memang belum tidur langsung saling pandang , lalu kedua nya beranjak dari tempat tidur dan melangkah kan kaki nya menuju pintu dan membuka pintu .
Cklek
Jordan dan Nia bisa melihat raut wajah khawatir sang putri .
"Ada apa sayang ? " Tanya Nia .
Marsha menghela nafas nya dalam . "Pa , Ma , Ar-- arga Pingsan , Marsha pamit mau ke apartemen nya" ucap nya .
Jordan dan Nia langsung membulatkan kedua bola mata nya. "Sha, ayo kita ke sana, Papa antar " sahut Jordan cepat .
Nia pun mengangguk kan kepala nya . "Ayo Sha" ajak nya lalu menarik tangan snag putri .
Mereka pun pergi menuju ke apartemen milik Arga .
__ADS_1
___oOo__