
Brak
"Kamu pikir hidup ini hanya untuk bersenang-senang saja ?"
Arga menghela nafas nya berulang kali , sedari tadi diri nya hanya diam saja , ketika Darta membentak nya . Sudah biasa -- jadi Arga hanya menyimak nya saja . Sesekali mengangguk kan kepala nya . Tidak membantah -- karena diri nya sadar betul , hidup nya selama ini butuh uang sang Papa .
Darta menghembuskan nafas nya kasar , lalu meraup wajah nya , sungguh memiliki putra yang mempunyai sifat seperti Arga harus mempunyai kesabaran yang besar . "Kenapa kamu hanya diam ?" Tanya Darta .
Arga mendongak menatap sang papa . "Terus Arga harus jawab apa ?"
Darta memekik , membulat kan kedua bola mata nya . "Sialan !! Papi mu sudah berbicara panjang lebar Arga !! Kamu hanya merespon nya seperti itu ?"
Mengedikkan bahu nya acuh ,Arga menghela nafas nya dalam . "Terus kalau Arga jawab , nanti Papi bakalan marah lagi . Arga jadi serbah salah kalau begini ." Gerutu Arga .
Darta menggeram . "Kamu pikir apa yang papi ucapkan itu hanya bualan saja ? Kamu pikir selama ini papi enggak tau apa yang kamu perbuat di luar sana ?" Pekik Darta .
"Terus ? Papi tau enggak apa yang Arga kepengen selama ini ? Terus Papi ada tanya enggak Arga mau nya apa ? Jangan papi kekang terus ---"
Plak
"Papi ...."
Reta menghampiri sang suami dan putra nya , Reta langsung memeluk Arga .
"Sayang kamu --"
"Mi cukup !! Cukup kamu belain anak itu . Aku sudah muak !!" Teriak Darta .
Reta menatap sang suami sembari menggeleng kan kepala nya . "Pi enggak kayak gini juga cara nya "
"Jadi mau bagaimana lagi ? Membiarkan dia seperti itu terus-menerus ? Lalu siapa yang akan menggantikan aku nanti ? Siapa yang akan memimpin perusahaan ? Orang lain ? Hah" terkekeh samar , Darta meraup wajah nya frustasi . "Aku selalu mengajarkan dia jadi anak yang pandai , menjadikan dia ketua OSIS di SMA Nusa bangsa . Tapi apa ? Guru selalu melaporkan kelakuan buruk anak sialan itu " sambung nya lagi .
__ADS_1
"Pi!!" Teriak Reta yang tidak menyangka bahwa sang suami akan berbicara seperti itu .
Darta melengos , diri nya tidak perduli dengan kemarahan sang istri , apa lagi perduli dengan hati sang anak yang sakit nanti nya. Sekarang ini adalah diri nya harus benar-benar bisa membuat putra semata wayangnya itu berguna sedikit saja .
Arga mengepalkan kedua tangan nya , pria itu bangkit dari duduk nya , "aku memang bukan anak yang baik , tapi aku juga punya tujuan hidup Pi . Kalau kalian anggap aku anak sialan silahkan !! Aku enggak perduli . Tapi bisakah kalian menanyakan tentang apa kemauan aku ? Aku juga punya keinginan , bukan hanya kemauan kalian saja yang harus aku penuhi . Termasuk mengurus perusahaan!!" Arga lalu melangkah kan kaki nya meninggalkan kedua orang tua nya .
Mami Reta langsung mencekal lengan Arga , "sayang jangan seperti ini . Kami sayang sama kamu Arga "
"Stop Mi . Aku tau Mami sayang sama aku. Tapi please . Kali ini aja , biar aku jalani kehidupan aku sendiri . " Arga lalu membalikkan tubuh nya menatap Papi nya yang masih tak bergeming . "Papi jangan khawatir tentang acara pernikahan nya . Aku pasti nikahin Marsha kok . Tapi aku mau setelah ini jangan campuri urusan aku lagi " ucap nya lalu berlalu dari sana .
"Argaaaaa" teriak Darta marah .
___oOo___
"Makasih banyak ya Vandra , lagi-lagi Marsha ngerepotin kan " ucap Marsha ketika mereka berdua sudah sampai di depan rumah Marsha.
Kavandra tersenyum , menggeleng kan kepala nya perlahan . "Kamu sama sekali enggak ngerepotin aku kali Sha . Aku -- aku malah seneng banget kalau setiap hari antar jemput kamu "
Marsha tersenyum mendengar nya . Diri nya tau apa maksud dari Kavandra , namun Marsha mengabaikan nya , anggap saja itu hanya bentuk dari pertemanan kedua nya .
"Loh kok buru-buru sih Vandra ? Enggak mau mampir dulu ? " Tanya Marsha .
"Lain kali deh Sha " sahut Kavandra .
"Jangan lain kali dong sayang ,, ayo masuk dulu " itu Sura Omi yang ada di dalam rumah . Omi Marsha langsung melangkah kan kaki nya keluar dan menghampiri Kavandra dan Marsha .
Kavandra tersenyum , lalu buru-buru mencium punggung tangan wanita tua itu dengan takjim .
"Kabar kamu bagaimana Vandra ?" Tanya Omi , mengelus rambut Kavandra dengan sayang .
"Vandra baik Mi . Gimana kabar nya Omi ? Enggak sering sakit kan Mi ?"
__ADS_1
Omi menghela nafas nya dalam . "Sebenarnya masih sakit sedikit sih pinggang nya Omi ini . Tapi Omi enggak bisa tenang kalau enggak ikut joging pagi " terkekeh samar , "padahal Tante Nia selalu marahin Omi , gara-gara susah banget di bilangin . Tapi Omi nekad Vandra . Omi malah diam-diam kabur "
Kavandra tersenyum . "Tapi kalau masih sakit jangan pergi dulu deh Mi . Nanti takut nya sakit nya tambah parah . Omi mau di rawat lagi ?"
Omi langsung menggeleng kan kepala nya . "Ya males sih . Tapi obat yang kamu kasih ke Omi waktu itu bagus banget ya Vandra . Sampe sekarang sih enggak parah kalau lagi kambuh nya ." Omi teringat tentang obat yang di berikan oleh Kavandra sewaktu diri nya beberapa bulan yang lalu sakit di rawat rumah sakit .
"Iya Omi . Nanti Kavandra pesenin lagi ya sama om Brien . "
Omi membulat kan kedua bola mata nya. "Om Brien , om kamu yang di Swiss ? Yang punya rumah sakit di sana itu ? Ya kan , Omi enggak salah ?" Tanya Omi dengan raut wajah yang terkejut .
Kavandra mengangguk kan kepala nya .
"Omi salam ya buat om kamu itu . Omi udah lama banget enggak ketemu sama dia "
"Iya Omi " Kavandra lalu melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya . "Maaf ya Omi , Vandra pamit pulang dulu ya , soal nya mau nemenin kakek buat main golf " Kavandra menatap Omi .
Omi mengangguk kan kepala nya. "Hati-hati ya Vandra . Kamu sering-sering deh main kemari . Omi jadi seneng , "
Kavandra tersenyum , lalu beralih menatap ke arah Marsha yang sedari tadi diam tak bergeming sama sekali memerhatikan interaksi kedua nya .
"Sha , aku pamit dulu ya . "
Marsha tergeragap , lalu menyunggingkan senyuman manis nya . "Eh--eh iya , hati-hati ya Vandra ."
Kavandra mengangguk , setelah mencium tangan Omi , Kavandra melangkah kan kaki nya berjalan menuju ke motor sport milik nya yang sudah ada di sana , menaikinya , Kavandra lalu melajukan nya meninggalkan kediaman Marsha .
Sedangkan sedari tadi ada seseorang yang tengah melihat semua nya . Orang itu mengepalkan kedua tangan nya . Lalu melajukan mobil milik nya dengan kecepatan tinggi , mengejar Kavandra .
Tidak membutuhkan waktu yang lama , karena mobil nya melaju sangat kencang , pria itu berhasil ada di belakang Kavandra , menginjak gas lagi , pria itu tersenyum smirk ke Arga motor Kavandra...
Dan ---
__ADS_1
Brakkkkkkk
___oOo___