Cinta Marsha

Cinta Marsha
Episode 48


__ADS_3

Jesline berjalan menuju koridor sekolah , diri nya tidak sengaja mendengar desas -desus para murid yang heboh . Eh Jesline itu tipe anak kecil yang tidak suka perduli dengan urusan orang lain , tapi ini lain ... Desas-desus nya menyangkut nama seseorang ....


"Hei Lo ngomong apa tadi ?" Tanya Jesline menatap datar ke arah seorang anak perempuan , ya dia kakak kelas Jesline dan Jesline tau dia sekelas dengan Denzo , tapi Jesline tidak ada takut-takut nya sama sekali .


Anak Perempuan yang di ketahui bernama Siska itu tersenyum ke arah Jesline ... Jesline itu type anak kecil yang baddas ! Udah tau juga kekuatan Jesline , jadi diri nya tidak berani membuly nya . "Denzo ke rumah sakit ." Ucap Siska .


Jesline menaikkan sebelah alis nya . "ngapain ? Dia sakit ?" Tanya Jesline penasaran .


Siska dan teman-teman nya menggeleng kan kepala nya . "Papi sama adik nya kecelakaan "


Deg


Tubuh Jesline menegang , lalu langkah kecil nya langsung berjalan pergi menyisakan kebingungan Siska dan teman-teman nya ....


"Pak , ke rumah sakit " ucap Jesline kepada sang sopir , ketika sudah sampai di mobil jemputan nya ,


"Ke rumah sakit mana non ?" Tanya sang sopir .


Jesline mendesah kasar , diri nya tidak tau , kenapa tadi diri nya langsung pergi saja , kenapa diri nya tidak tanya dulu sama Siska ..


"Maaf non , tuan Rio menelpon , kata nya nona di suruh pulang , karena ada acara keluarga " ucap sang sopir , yang membuat Jesline semakin mendecakkan bibir nya .


"Iya " jawab Jesline singkat , diri nya malas harus mendengar suara toa mama nya , jika diri nya tidak menuruti .


___oOo___


Soreh Hari ....


"Mi ... Pi ... Nara enggak betah di sini . Nara mau pulang aja " desak Nara dengan wajah nya yang merengut, sungguh bau obat-obatan sangat mengusik indera penciumannya .


Marsha yang tengah duduk bersandar di sofa , dengan tangan nya yang terus menerus membelai wajah sang suami yang tidur di atas pangkuan nya mendongak menatap sang putri . Di ruangan itu tinggal mereka bertiga , karena mami Reta , dan Papi Darta pulang mau mengambil keperluan , sedangkan Denzo -- entah lah , tadi kata nya mau keluar sebentar ingin mencari angin , karena tidak tahan juga mencium aroma obat .. ya , Denzo dan Nara itu sama , sama-sama tidak suka berada di rumah sakit .


"Nara , kamu masih sakit " ucap Marsha dengan nada lembut nya ,

__ADS_1


Nara menggeleng kan kepala nya cepat . "Enggak mi , Nara udah sembuh , Nara mau pulang titik . Nara enggak mau ada di sini . Please mi ... " Lalu mata nya menatap ke arah Arga . "Pi , ayolah , papi kan juga enggak betah di rumah sakit . Nanti papi enggak bisa kelonan sama mami ! Lihat aja nanti malam , pasti papi di cuekin , mami lebih milih tidur sama aku"


Skakmat


Ancaman Nara langsung membuat Arga menegakkan tubuh nya , pria itu langsung menatap sang istri ,


Tidak ini tidak boleh , selama menikah diri nya tidak pernah tidak tidur dalam pelukan sang istri .


"Yang .. pulang yuk , aku juga enggak betah di sini " ucap Arga , dan langsung membuat Nara menungging kan senyuman manis nya .


Berhasil ....


Marsha menghela nafas nya kasar , lalu mengangguk kan kepala nya . Tadi diri nya sudah ke ruangan dokter juga , dan tidak ada luka yang serius dan tidak ada yang perlu di khawatirkan .


"Mami ketemu dokter lagi ya , mami mau bilang , sama sekalian urus kepulangan kalian " ucap Marsha , yang langsung di anggukin antusias oleh kedua nya .


Marsha lalu melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan tersebut ,


Nara bersorak gembira .


"Ngomong apa kamu ?" Tanya Arga dengan mata yang menatap ke tajam ke arah sang putri ,


Nara membekap mulut nya , lalu menggeleng kan kepala nya cepat .


"Awas kamu ya ! Masih kecil udah pacaran ... Papi suruh sekolah Nara ! Baru kemarin kamu jatuhin anak orang sampe masuk rumah sakit . Dan langsung dapet karma nya ! Belajar yang bener , jadi pribadi yang baik ! Ngerti"


Nara mencebikkan ujung bibir nya , mulut nya monyong-monyong menirukan kalimat Arga , tanpa suara . Dan hal itu membuat Arga mengelus dada nya .


"Astaghfirullah ! Punya anak perempuan gini amat " gumam Arga .


"Mangkanya enggak usah punya anak" cetus Nara .


Arga membulat kan kedua bola mata nya . "Hei ! Kalau yang keluar modelan kayak kamu begini juga ogah papi tau" balas Arga sewot ,

__ADS_1


"Heleh , papi kali salah buat , jangan salahi Nara terus dong ,yang salah di sini tu papi , bukan Nara ... " Sahut Nara enteng .


Arga mendesah kasar , memijit pelipisnya yang berdenyut , diam ... Malas meladeni lagi omongan anak nya itu , yang selalu punya jawaban setiap perkataan nya .


Tapi sial nya ,Nara terus menerus mengoceh .... Membuat Arga semakin pusing .....


Sedangkan Denzo yang ada di depan pintu menggeleng-gelengkan kepala nya . Menghela nafas nya kasar , Denzo malas masuk karena nanti pasti ada drama episode 2 ... Pusing cuy ...


Sampai sebuah tangan lembut , menepuk pundak nya , membuat Denzo terkesiap dan menoleh ke belakang , ternyata Mami nya ..


"Kenapa enggak masuk ?" Tanya Marsha .


Denzo mengarahkan dagu nya ke arah dalam , dan Marsha langsung melongok kan kepala nya di sana Marsha bisa melihat Nara yang terus menerus mengoceh , sedangkan sang suami memijit pelipisnya ....


Marsha terkekeh , "yuk masuk , dokter udah ijinin pulang , mami juga udah nelpon Oma sama opa biar enggak kemari . Udah suruh pak Ujang juga buat nebus obat nya papi sama adik kamu" ucap Marsha , mencolek dagu putra nya itu .


Denzo menaikkan sebelah alis nya . "Kok pulang mi?"


"Kamu kan tau , Nara enggak suka bau obat . Kamu juga .. papi minta pulang , yaudah deh kita pulang , lagian papi sama Nara enggak ada luka yang serius juga kok ... Udah boleh pulang , tapi harus tetap istirahat dulu " ucap Marsha memberitahu .


Denzo mengangguk kan kepala nya , lalu Marsha dan Denzo masuk ke dalam kamar inap tersebut, dan langsung menghentikan ocehan dari Nara .


"Udah boleh pulang kan mi ?" Tanya Nara antusias .


Marsha mengangguk kan kepala nya .


"Yaudah kamu sama papi ganti baju gih" ucap Marsha meraih tas yang di bawa pak Ujang tadi , yang berisi baju Marsha dan Arga .


Infus ? Ya sedari tadi bahkan sedari sadar dari pingsan nya Arga dan Nara meminta di lepas infus nya . Ya tadi mereka berdua memang pingsan setelah sampai di rumah sakit . Dan mau tidak mau sang dokter melepas infus kedua nya karena mereka terus menerus merengek , dan melihat kondisi mereka baik-baik saja , jadi sang dokter juga menuruti nya saja .


"Let's go" pekik Nara ketika diri nya dan Arga sudah bersiap berganti pakaian..


Marsha , Arga dan Denzo hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka melihat tingkah bar-bar Nara . Ya Nara seperti orang tidak sakit .

__ADS_1


____oOo___


__ADS_2